Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Ayu Lesu


__ADS_3

***


Hari ini adalah hari pertama Ayu dan semua siswa-siswi Masuk sekolah setelah libur akhir semester. Seperti biasa hari pertama pertama masuk sekolah, belum ada proses belajar mengajar.


Ayu berjalan bersama sahabatnya Amanda menuju kelas Sebelas A1 sambil berpegangan tangan. Ayu sudah biasa berpegangan tangan dengan sahabatnya jika berjalan berdua dan itu sudah menjadi tontonan buat para teman-teman satu sekolah.


Setelah sampai depan kelas, yang merupakan kelas Ayu sekarang. Ayu dan Manda berjalan memasuki kelas. Ayu memilih bangku yang terletak paling depan, jadi Dia juga mengajak Amanda untuk duduk bersebelahan bangku dengan dirinya.


Tidak lama setelah mereka duduk dan bercanda riya dengan teman-teman yang sudah dua pekan tidak bertemu. tiba-tiba ada seorang laki-laki yang berpakaian guru masuk kedalam kelas Ayu.


"Assalamualaikum, Anak-anak!, bagaimana kabar kalian setelah lama liburan?," tanya pria mudah yang yang berseragam guru.


"waalaikum salam pak guru!," jawab Ayu dan semua teman-teman satu kelasnya.


"Iya... perkenalkan... nama pak guru adalah Arman Arsyad, kalian boleh panggil, Pak Arman, dan sekarang pak guru adalah wali kelas kalian!," Pak Arman memperkenalkan diri di depan kelas.


Hampir semua siswi di kelas Ayu senyum-senyum dan merasa senang, kali ini wali kelas mereka adalah guru mudah dan seorang laki-laki, tidak seperti waktu kelas sepuluh, wali kelas mereka adalah perempuan.


Berbeda dengan para siswa laki-laki yang ada di kelas itu, mereka merasa ada saingan di dalam kelas.


"Ya... itu saja mungkin perkenalkan singkat dari pak guru, jika ada pertanyaan kalian boleh bertanya karena hari ini belum ada proses belajar mengajar!," ucap Pak Arman sambil duduk kembali di kursinya.


Siswi-siswi banyak yang berbisik-bisik, begitu pun Amanda sahabat Ayu.. Amanda ingin bertanya namun Ayu melarangnya.


"Yu... tanya Pak guru tinggal di mana dan apa Dia masih sendiri?," Amanda terus menyuruh Ayu untuk bertanya, tapi Ayu hari ini tidak bersemangat di dalam kelas.


Tidak tau kenapa, mulai dari tadi malam Ayu terus kepikiran nenek nya yang ada di kampung. sampai-sampai Ayu memimpikan nenek nya, sedang berdandan dan berpakaian serba putih.


"Ayolah Ayu, Aku penasaran dengan wali kelas kita kali ini...!," Rengek Amanda membujuk Ayu, karena Amanda melihat Ayu tidak bersemangat berangkat sekolah sejak dari Bagun tidur. Ayu kelihatan sedih bahkan Dia belum sarapan.


"Tidak Ah... Aku rasanya, mau ijin keluar dulu!," ucap Manda sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Ayu... lho mau kemana?," tanya Amanda setelah melihat Ayu berjalan menghampiri pak Arman.


Ayu tidak menjawab pertanyaan Amanda, dia hanya berjalan menghampiri guru yang ada di kelasnya.


"Pak... Ayu ijin ke kamar kecil sebentar ya!," ucap Ayu meminta Ijin.


Sebenarnya Ayu tidak ingin buang air kecil, Dia hanya malas tinggal di kelas. Ayu ingin menyendi dulu, Dia ingin menenangkan pikiran dan perasaannya.

__ADS_1


"Iya... silahkan... !," ucap Pak guru singkat


Ayu keluar dari kelas, Dia berjalan ke arah kamar kecil sambil menunduk.


"Ayu... kamu kenapa?, Berjalan tidak lihat-lihat!," ucap pria yang berdiri tepat dibelakang Ayu.


"ma---maaf Kak... !," ucap Ayu merasa bersalah.


Ayu mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang dia hampir tabrak.


"Kamu kenapa AYu... Aku lihat, kamu terlihat tidak sehat?," tanya Pria yang Ayu hampir tabrak.


"Aku tidak apa-apa Kak, Aku duluan ya!," jawab Ayu singkat, Dia tidak bersemangat berbicara hari ini.


Ayu berjalan melewati Abuts yang masih ingin berbicara. tapi Dia melihat Ayu terburu-buru.


"Ayu kenapa?, mukanya kelihatan sedih!," Abuts bertanya dalam hati setelah melihat Ayu sudah berlalu hampir menghilang di ujung lorong sekolah.


***


Ayu masuk kedalam kamar kecil. Sebenarnya Dia tidak ingin buang air kecil, hanya saja dia tidak bersemangat mendengar teman-teman satu kelasnya bergosip tentang gurunya yang bernama pak Arman.


Ayu berdiri di depan cermin, akan tetapi Dia tidak melihat wajahnya. Ayu hanya memikirkan tentang mimpinya semalam. Ayu terus terbayang wajah neneknya.


"Nenek kenapa ya, apa nenek baik-baik saja?," gumam Ayu dalam hati. Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya. Ayu juga tidak tahu, kenapa hatinya sangat sedih jika mengingat mimpinya semalam.


Setelah merasa sedikit lega. Ayu keluar dari kamar kecil, berniat ingin kembali ke dalam kelas. tapi dari kejauhan Ayu sudah melihat teman-temannya pada keluar dari kelas.


"ini sudah jam berapa, kenapa Aku tidak dengar bel istirahat?," Ayu bertanya-tanya dalam hati, sambil berjalan menuju kelasnya, Dia ingin mencari Sahabatnya Manda.


Sampai dalam kelas, Ayu masuk tapi tidak melihat sahabatnya, Dia hanya melihat dua teman laki-lakinya yang duduk sambil berbincang-bincang.


"AYU... kamu dari mana, ko... lama sekali?, menetas lho di kamar kecil?," tanya Teman laki-lakinya yang bernama Hasan.


Ayu hanya melihat sambil tersenyum, Dia malas menjawab pertanyaan Hasan.


"Kalian lihat Amanda tidak?," tanya Ayu kepada kedua teman laki-lakinya.


"Tadi... kata Manda, mau pergi cari kamu!," Jawab Hasan.

__ADS_1


"Oh... terimakasih ya, Aku pergi dulu!," jawab Ayu kemudian berlalu meninggalkan ke dua temannya.


Ayu keluar kelas mencari Sahabatnya Manda. Ayu menuju Kantin sekolah, karena kebiasaan Manda kalau lagi istirahat adalah makan di kantin.


Ayu masuk kedalam kantin sekolah. Ayu melihat ke seluruh penjuru kantin, tapi Dia tidak melihat ada Sahabatnya di dalam kantin.


"Ayu... sini... !," panggil Abuts dari meja dekat jendela.


Ayu yang merasa dipanggil, langsung melihat ke arah sumber suara. Ayu melihat Abuts melambaikan tangan memanggil dirinya, di samping Abuts ada dua senior nya.


"Iya Kak... terimakasih!," jawab Ayu.


"Sini Ayu... kamu kenapa buru-buru?," panggil Abuts lagi karena melihat Ayu sudah ingin keluar dari kantin.


"Iya Kak, terimakasih, Aku mau cari Amanda!," ucap Ayu sebelum berjalan keluar kantin.


"Itu anak kenapa sih?," ucap Abuts kepada kepada ke dua temannya.


"Ehm... yang lagi di abaikan dengan gadis incarannya!," ejek teman Abuts


"Pepet terus... sampai dapat!," ucap taman Abuts yang satu lagi.


Abuts tidak menggubris ucapan ke dua temannya. Dia kembali makan, tapi pikirannya masih tertuju kepada gadis pujaan hatinya. Abuts juga heran, ada apa dengan Ayu?, sudah dua kali dia ketemu Ayu, tapi ekspresinya tidak bersemangat seperti biasanya.


"Ehm... ada yang melamun ini!," ucap teman Abuts yang bernama Arman.


"Semangat bro..., jangan mudah menyerah!," ucap Arman lagi, sambil menepuk-nepuk pundak Abuts.


*** BERSAMBUNG ***


Mohon maaf karena Author baru bisa up🙏🙏🙏


Sampai ketemu di bab-bab berikutnya 👋👋👋


Ceritanya semakin seru!!!


jangan lupa terus dukung Author 🙏🙏🙏


I LOVE YOU ALL 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2