
Keesokan harinya...
Ayu bangun sangat pagi. Sebelum bangun, Ayu merasa ada sesuatu yang aneh dengan bantal guling yang dia peluk sepanjang malam ini.
Karena ke perasaan ingin tahu, Ayu membuka matanya, dan alangkah terkejutnya saat Ayu melihat, sosok siapa yang sedang Dia peluk dengan erat.
"Ya... Ampun, apa yang sedang kamu lakukan Yu?". Gumam Ayu setelah melepaskan pelukannya dari tubuh Reza yang sedang berbaring sambil terlentang.
Dengan sangat hati-hati, Ayu berusaha turun dari tempat tidur dengan wajah yang memerah.
"Aduh... Ayu, kenapa kamu lancang sekali memeluk Mas Reza?". Ayu terus merutuki kebodohannya.
"Jelas-jelas tadi malam kamu mendengar, jika mamanya mas Reza tidak mau menerima kamu sebagai menantunya...!".
Ayu tiba-tiba teringat dengan apa yang Dia dengar semalam sebelum memutuskan untuk meninggalkan kamar yang ditempati oleh ibu Reza.
Di dalam kamar mandi, Ayu hanya duduk diatas closed karena mengingat kejadian tadi malam. Rasanya Ayu hanya ingin berlama-lama di dalam kamar mandi, dan tidak mau keluar menemui orang-orang yang ada di rumah orang tua Reza.
Sementara diluar, Reza merasa heran, kenapa sudah lebih dari sepuluh menit tapi Ayu belum keluar juga dari kamar mandi?.
Reza bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju arah kamar mandi.
"Sayang... kamu ada di dalam?".Tanya Reza sambil mengetuk pintu.
Mendengar suara dan ketukan pintu dari luar, spontan membuyarkan lamunan Ayu pagi ini.
"I... iya Mas... sebentar!". Balas Ayu dan buruh-buruh mencuci muka lalu menggosok giginya.
"Maaf Mas... Ayu terlalu lama ya?". Ucap Ayu malu-malu dan berusaha untuk tetap tersenyum walaupun terlihat sangat kaku.
"Iya sayang tidak apa-apa... Tapi kenapa kamu bangun terlalu cepat?". Ucap Reza setelah melihat Ayu berdiri dihadapannya.
Reza menarik tangan Ayu dan berjalan kembali duduk diatas tempat tidur.
Melihat Reza bertingkah sangat manis pagi ini, membuat Ayu bertanya-tanya dalam hati.
"Apa Mas Reza ingin mengatakan sesuatu, atau apakah Mas Reza ingin memarahi Ayu karena sudah berani-berani memeluknya tadi malam?".
Dengan gugup, Ayu duduk di samping Reza.
"Sayang maaf ya... tadi malam, Mas terlalu lama berbicara dengan mama, sampai kamu harus kembali sendiri di kamar!". Ucap Reza merasa tidak enak hati dengan Ayu.
"Tidak apa-apa Mas... semalam itu, Aku mengantuk sekali, makanya Ayu tidak menunggu Mas!". Jawab Ayu sambil berusaha untuk tersenyum.
"Kalau begitu... Ayo kita tidur lagi, inikan masih pagi!". Ucap Reza dan tiba-tiba menarik Ayu ke dalam pelukannya.
__ADS_1
Mereka berdua kembali berbaring, dengan posisi Ayu yang berada diatas Reza, karena Reza menarik dan memeluknya dengan sangat erat.
"Mas... Ayu tidak bisa bernapas ini!". Ucap Ayu dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus, karena posisinya saat ini tepat diatas Reza dan wajahnya mencium dada Reza. Dengan posisi seperti ini, Ayu bisa mendengar dengan jelas detak jantung Reza.
"Harus dibiasakan sayang... bukannya tadi malam kamu juga memeluk Mas seperti bantal guling?". Reza terus menggoda Ayu. Dan menikmati rona merah di wajah istrinya itu.
Mendengar perkataan Reza, membuat Ayu sangat malu dan kehabisan kata-kata.
Setelah puas menggoda istri kecilnya, Reza merebahkan Ayu di sampingnya.
"Mas... jangan lihatin Ayu kaya gitu!".
"Emang kenapa sayang...?, kan yang di lihat istri sendiri, tidak apa-apa dong!". goda Reza
"Malu tau mas...!". Jawab Ayu berusaha memalingkan wajahnya, tapi ditahan oleh Reza menggunakan tangannya.
Merasakan tangan Reza memegang dagunya, Ayu spontan memejamkan mata.
"Sayang... kenapa pagi ini kamu menggoda suamimu, apa kamu sudah siap?". Tanya Reza merasa ada debaran dari dalam dirinya setelah melihat Ayu memejamkan mata dengan wajah yang merona.
"Ah... Siap apa Mas?". Tanya Ayu kaget dan membuka matanya.
Walaupun Ayu belum tamat Sekolah Menengah Atas, tapi Ayu termasuk anak yang cerdas. Sedikit banyak Ayu tahu kewajiban suami dan istri.
"Kenapa wajah kamu tiba-tiba merah begitu sayang?". ucap Reza sambil mencubit pelan hidung Ayu.
"Mau bangun buat apa sayang... di sini kita berdua akan menikmati pagi...
"Menikmati pagi apa Mas... jangan macam-macam ya, Ayu masih sekolah tau!". potong Ayu sebelum Reza menyelesaikan ucapannya.
Setelah mengatakan itu, Ayu bangun dari tempat tidur, sementara Reza masih terus berbaring dan menikmati wajah panik Ayu.
"Sayang... mau kemana?, Ayo duduk dulu sini, Mas ingin membicarakan sesuatu dengan kamu!". Reza memanggil Ayu agar kembali duduk di pinggir tempat tidur.
"Sayang... setelah sarapan, kita akan jalan-jalan, dan pergi melihat apartemen kamu!". ucap Reza sambil menggenggam tangan Ayu yang duduk di sampingnya.
"Apartemen Ayu...?". tanya Ayu heran, Seingat Ayu dia tidak pernah punya apartemen di Jakarta, bahkan mengkhayal pun Ayu tidak berani.
"Iya... Apartemen kamu, kan Mas memberikan kamu mahar sebuah Apartemen sayang, kamu lupa ya?".
"Itu serius Mas...?". tanya Ayu tidak percaya.
"Iya dong sayang, masa Mas main-main?, kita ini sekarang sudah menjadi suami dan istri yang sah di depan Tuhan dan hukum negara!". Reza berusaha menjelaskan kepada istri kecilnya.
"Tapi Mas ...
__ADS_1
"Tapi apa sayang... jangan terlalu banyak berfikir, Mas tidak pernah bermain-main dengan pernikahan ini!". Ucap Reza sambil mencubit pipi chubby Ayu.
"Tapi bagaimana dengan orang tua kamu mas... tepatnya ibu kamu, jelas-jelas tadi malam Aku mendengar, dia tidak mau menerima Aku sebagai menantunya!". ucap Ayu dalam hati, merasa kesedihan tiba-tiba memenuhi ruang hatinya, Tapi Ayu belum berani mengungkapkannya langsung dengan Reza.
Biarlah Ayu menyimpannya dalam hati, dan Ayu akan berpura-pura tidak mendengarkan apa-apa tadi malam.
"Kenapa kamu diam Sayang... kamu tidak mau pergi melihat apartemen yang Mas kasikan sebagai mahar itu?", tanya Reza heran melihat Ayu yang tidak bereaksi apa-apa.
"Oh... bukan... bukan begitu Mas... Ayu senang ko... hanya saja ... Ayu belum yakin jika semua ini nyata Mas!". Elak Ayu, dengan menundukkan wajahnya.
Tiba-tiba perasaan sedih merasuki hatinya, setelah memikirkan ucapan mama Reza semalam.
"Malu begitu... ayo kita mandi dulu, baru keluar sarapan dan keluar jalan-jalan, hari ini Mas, akan membawah istriku jalan-jalan keliling Jakarta!". Ucap Reza bangkit dari tempat tidur dan merangkul pundak Ayu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas Reza ngapain bawah Ayu masuk ke kamar mandi?". Tanya Ayu heran setelah tersadar dari lamunannya.
"Ya... mandilah sayang... masa makan?". jawab Reza dengan enteng sambil membuka baju kaos yang Dia pakai tidur semalam.
"Kalau Mas mau mandi duluan, Ayu tunggu di luar...!". ucap Ayu berbalik dan ingin membuka pintu kamar mandi, tapi lengannya tiba-tiba di tarik oleh Reza.
"Mau ke mana sayang?, kan tadi Mas sudah bilang "Kita mandi berdua!". Ucap Reza tidak membiarkan Ayu kabur, bahkan kali ini Reza sudah menarik Istri kecilnya itu masuk ke dalam pelukannya.
Kalau di tanya bagaimana dengan perasaan Ayu?".
Saat ini, Ayu tidak tau perasaan apa yang sedang dia rasakan, dengan sekuat tenaga, Ayu berusaha menyembunyikan dan menekan sesuatu yang menggebu di dalam dirinya.
Ayu mengira, penyakit aneh yang dia rasakan selama berumur lima tahun itu sudah sembuh, karena selama hampir dua Minggu pernikahan dirinya dengan Reza, penyakitnya itu tidak kambuh lagi, bahkan saat tidur berdua dengan Reza di dalam kamar saat di rumah nenek Siti di kampung.
Tapi, sejak kejadian tadi saat Reza menarik Ayu dan jatuh tepat di dada Reza, Ayu mulai merasakan penyakit nya mulai muncul, makanya Ayu cepat-cepat bangun setelah Reza lengah.
Ayu tidak menyangka, jika Reza akan membawanya masuk berdua di dalam kamar mandi.
"Ma... Maass...!". Tanpa sadar Ayu mengeluarkan suara seperti mendesah dengan memanggil Reza.
Mendengar suara aneh Ayu, Reza melonggarkan pelukannya, lalu menunduk dan melihat Ayu memejamkan mata dengan tubuh agak sedikit menegang.
Ini ke dua kalinya Reza melihat Ayu seperti ini, yang pertama saat dia menjemput Ayu setelah liburan kenaikan kelas di kampung neneknya, bahkan waktu itu Reza sempat membawa Ayu ke rumah sakit tempat temannya bekerja.
*** BERSAMBUNG ***
Author ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena hampir dua pekan Author tidak UP...
Maaf ya... akhir-akhir ini pekerjaan author banyak banget, Baisa semesteran π€π€π€
Insya Allah... selama liburan, Author akan usahakan UP episode selanjutnya setiap hariπππ
__ADS_1
Thanks You, sudah mampir dan membaca karya Author.
Jangan lupa Like... dan berikan komentarnya, demi suksesnya karya Author sampai akhir π₯°π₯°π₯°πππ