Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Ayu Merasa Di Cuekin


__ADS_3

Reza merasa tidak enak melihat gadis kecilnya hampir jatuh karena perasaan cemburu.


"Maaf sayang... Mas tidak bermaksud...!". Ucap Reza setelah meninggalkan warung tempat penjual nasi kuning.


Reza tidak jadi membeli nasi kuning karena cemburu dengan pemuda yang mengira Ayu adalah adiknya.


"Iya Mas tidak apa-apa...!". jawab Ayu berusaha untuk tetap tersenyum walaupun ada rasa tidak enak dengan Reza, karena gara-gara dirinya, Reza tidak jadi membeli sarapan.


"Kenapa Mas tidak jadi beli nasi kuning tadi?". tanya Ayu lagi.


Ayu heran, kenapa Reza malah berbalik ke arah rumah sakit lagi, padahal yang ajak dirinya jalan-jalan kan Reza?".


Walaupun dalam hati Ayu bingung, tapi Dia tetap mengikuti kemana pun Reza pergi.


" Kita sarapan di kantin rumah sakit aja ya sayang!". ucap Reza menghentikan langkah kakinya sebentar.


" Iya Mas...!". Dalam hati Ayu bersorak senang, karena itu artinya Ayu tidak pergi jauh-jauh dari neneknya.


Sampai di kantin rumah sakit, Reza memesan nasi kuning, satu porsi untuk Ayu, sedangkan untuk dirinya sendiri, Dia memesan jus buah naga dan roti tawar.


Reza memang tidak terbiasa sarapan dengan makanan berat, biasanya juga dia hanya makan buah atau hanya minum susu lalu berangkat ke kantor.


Berbeda dengan Ayu yang besar di kampung, Sarapan Ayu adalah nasi goreng. 😂😂😂


"Mas Reza tidak makan nasi...?". tanya Ayu heran ketika pesanan Reza datang.


"Tidak sayang...!". jawab Reza singkat.


Ayu mengambil nasi kuning dan memakannya, sementara Reza belum menyentuh pesanannya. Reza masih sibuk mengetik sesuatu di handphone nya.


Sesekali Ayu mengangkat kepala dan melihat Reza yang masih asyik dengan handphone di tangannya.


Sampai Ayu selesai makan Reza juga belum memakan sarapan yang Dia pesan.


"Mas... Aku ke belakang dulu ya...!". ucap Ayu ingin ke kamar kecil


"Eh... iya sayang,... !". jawab Reza sambil melihat Ayu sebentar.

__ADS_1


Setelah kembali dari kamar kecil pun, Reza masih belum memakan sarapannya, karena masih terus mengetik sesuatu lewat Handphone nya.


"Mas....mas Reza ko belum makan sarapan nya?". Ayu memberanikan diri untuk bertanya.


"Sebentar dulu ya sayang...!". Reza melirik ke arah Ayu sebentar.


"Mas Reza sibuk apa sih...?". Tanya Ayu dalam hati karena takut bertanya langsung kepada Reza.


Ayu belum berani banyak bertanya kepada Reza, karena menurut Ayu, Dia tidak ada hubungan apa-apa dengan Reza.


"Mas... Ayu mau ke ruangan nenek dulu, takut nenek mencari Ayu!". ucap Ayu karena sudah hampir tiga puluh menit sarapannya habis dan Ayu hanya duduk di depan Reza.


"Em... !". gumam Reza tampa melihat ke arah Ayu yang sedang berbicara.


Setelah berpamitan dengan Reza, Ayu bangkit dari kursinya dan berjalan keluar kantin meninggalkan Reza. Ayu berjalan sendiri kembali ke depan Ruangan ICU, tempat Nenek Ayu di rawat.


Sementara Reza yang baru sadar jika Ayu sudah tidak ada di depannya, ketika pekerjaannya selesai.


"Kemana anak ini?". Reza melihat keseluruhan sisi kantin, tapi tidak melihat sosok yang dia cari.


"Mba... lihat gadis yang duduk disini bersama saya?". tanya Reza kepada salah satu karyawati yang mengantarkan sarapan pesanan Reza tadi.


"Ko... Aku tidak sadar ya...?". gumam Reza pelan tapi Karyawati itu masih bisa dengar dengan jelas.


"Maaf Mas... saya tinggal dulu!". pamit karyawati itu sopan karena melihat pagi ini banyak pelanggan yang ingin di layani.


"Oh... iya Mba... Terima kasih!". Reza mengangguk dan kembali duduk meminum jus pesanannya.


Reza hanya meminum jus sedikit, napsu makannya tiba-tiba menghilang. Reza bangkit dari kursih, ingin pergi mencari gadis kecilnya, Reza menebak pasti Ayu bosan duduk sendiri, karena tadi Dia asyik kerja lewat handphone sampai-sampai Reza tidak sadar sudah mengabaikan gadis kecilnya.


Benar saja dari kejauhan, Reza bisa melihat dengan jelas, jika Ayu duduk sendiri di depan ruangan ICU sambil menyandarkan kepala di sandaran kursih.


Dengan langkah cepat, Reza menghampiri Ayu.


"Sayang... ko kamu tinggalkan Mas sendiri... Maaf ya... tadi Mas lagi kirim sesuatu ke papa...!". Ucap Reza merasa bersalah setelah duduk tepat disamping Ayu.


"Iya Mas... tidak apa-apa...

__ADS_1


"Kalau Mas mau balik balik ke hotel untuk istirahat, silahkan Mas... Ayu tidak apa-apa disini sendirian... paling juga sebentar lagi, ayah Aku datang...!". Ucap Ayu merasa tidak enak hati dengan Reza.


Ayu tahu dari semalam Reza tidak tidur dengan nyenyak, di tambah karena menemani nenek, Reza meninggalkan pekerjaannya.


"Kamu marah ya sayang...?". tanya Reza menghadap ke arah Ayu.


Reza mengira, Ayu marah karena telah diabaikan dengan dirinya waktu sarapan di kantin, makanya Ayu mengusir dirinya.


"Tidak Mas... Ayu hanya merasa tidak enak dengan mas Reza...!". ucap Ayu serius


"Tidak enak bagaimana sih sayang maksud kamu?". tanya Reza memegang kedua pundak Ayu.


Kini posisi Reza dan Ayu sangat dekat, jadi Ayu hanya bisa menundukkan kepala, tidak berani melihat wajah Reza.


"Maaf Mas...!". ucap Ayu, takut jika Reza tiba-tiba marah karena tersinggung dengan ucapannya barusan.


"Kenapa kamu terus minta maaf sayang... kamu kan tidak salah apa-apa, Mas lakuin Semua ini, karena sebentar lagi kan kita keluarga...!". Reza tidak sadar dengan ucapannya barusan.


"Keluarga...?". tanya Ayu heran, spontan mengangkat kepala dan posisi kedua muka mereka sangat dekat.


"apa maksud ucapan Mas barusan?". tanya Ayu memundurkan bokongnya kebelakang sedikit.


Ayu merasa tidak nyaman dengan posisi dirinya yang terlalu dekat dengan Reza.


"Oh... itu... tidak ada maksud apa-apa sayang!". jawab Reza sambil melepaskan tangannya di pundak Ayu.


"Ya... sudahlah Mas... sepertinya Mas Reza tidak berniat untuk mengatakan yang sejujurnya kepada Ayu... Tapi... Terima kasih banyak atas perhatian Mas Reza kepada Ayu, terutama kepada nenek...!". Entah keberanian dari mana?, sehingga Ayu bisa berbicara sebanyak saat ini kepada Reza.


Setelah mengucapkan semua yang mengganjal di hati, kini Ayu kembali diam dan berusaha agar tidak melihat ke arah Reza. Ayu belum kuat untuk melihat matanya.


"Ada apa dengan gadis ini... ko tiba-tiba Dia berubah?". tanya Reza dalam hati.


Reza juga belum terlalu banyak memahami kepribadian Ayu, apalagi Reza memang belum pernah menjalin hubungan asmara dengan wanita manapun kecuali Ayu, Wanita kedua setelah ibunya yang menetap di hati Reza, sejak usia Reza berumur Tiga Belas Tahun.


"Nona... Nenek anda ingin bertemu dengan...!". Ucap Suster yang merawat nenek Ayu tiba-tiba keluar dan menemui Ayu.


Suster Yang khusus di kirim untuk merawat nenek Ayu, sesuai permintaan Pak Susilo, ayah Reza.

__ADS_1


"Iya Suster... Terimakasih...!"


***. BERSAMBUNG ***


__ADS_2