Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Ketakutan Ayu


__ADS_3

Reza dan Ayu tertidur sangat lelap, mereka berdua tidur sampai waktu menjelang magrib, untunglah yang bangun pertama kali adalah Reza, Dia terbangun karena merasa ada yang menindih dadanya,


Reza membuka mata dengan wajah yang tidak seperti biasanya, hari ini Dia bangun dari tidur sorenya dan membayangkan "Seandainya ini bertahan lama betapa bahagianya dirinya,"


Reza belum beranjak dari tempat tidur, malahan dia memperbaiki posisi duduknya menghadap ke arah Ayu setelah memperbaiki posisi tidur wanita kecilnya,


"Sayang... dalam keadaan tidur saja kamu kelihatan manis sekali, apalagi kalau kamu bangun dan berceloteh, Aku sungguh sangat suka dengan celotehan dirimu, celotehan itu bagaikan nyanyian yang merdu di telingaku, sama seperti waktu kamu masih kecil, mulut kamu tidak mau berhenti berbicara", gumam Reza mengingat betapa manis dan menyenangkan Ayu sejak mereka pertama kali dipertemukan setelah Ayu keluar dari rumah sakit waktu masih kecil.


Dengan sadar dan takut-takut Reza mengecup singkat dahi Ayu sambil bergumam, " Aku akan membahagiakan dirimu sayang, walau tidak bisa menggantikan posisi ibumu yang telah tegah meninggalkan kamu dari bayi",


Setelah mengatakan perkataan yang menghibur hatinya, Reza bangkit dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi, Dia ingin menyegarkan diri setelah tidur siang sampai sore hari ini.


Reza keluar kamar mandi dan mendapati Ayu masih tertidur pulas, Dia bergegas mengambil pakaian dan memakainya. Setelah selesai, Dia menghampiri Ayu yang masih tertidur,


"Sayang... Ayu... Ayu... bangun... ini sudah mau Magrib, bangun...", ucap Reza dengan suara lembut sambil sesekali menyentuh pundak Ayu,


Sementara orang yang di bangunkan belum merespon apa-apa, sekali lagi Reza mencoba membangunkan Ayu,


"Sayang... ayo bangun, ini sudah mau malam, Aku harus mengantarkan kamu ke rumah nenek, Ayo bangun... Sayang ... Ayu..."


"e..e..em... mm..." Ayu menggeliat, Dia merasa seperti mimpi tidur bersama pangeran impiannya, hal itu membuat dirinya tidur siang sangat lelap hari ini,


"Ayu... sayang bangun, kita harus pulang ke rumah nenek, nanti nenek khawatir..." ucap Reza lagi karena setelah Ayu menggeliat, Dia malah menarik bantal guling dan memperbaiki posisi tidurnya sambil memeluk bantal dengan erat.


"Ha... kembali ke rumah nenek?... maksudnya apa Nek? tanya Ayu bingung dan bangun secara tiba-tiba setelah mendengar ucapan yang samar-samar dari mulut seseorang yang dia kira itu adalah neneknya,

__ADS_1


"Hei... sayang, kamu kenapa, Aku bukan nenek, Aku Mas Reza, dan sekarang kita berada di penginapan tempat Aku menginap, Ayo bangun!" ucap Reza menjelaskan panjang lebar karena melihat Ayu seperti bingung sendiri.


"A-pa... kita tidur di penginapan Mas Reza?", tanya Ayu kangen dengan mata melotot kearah Reza


"iya... tadi setelah kita pulang dari makan siang di rumah makan, kamu ketiduran di mobil Mas, jadi Mas bawah kamu untuk istirahat di sini karena Aku tidak mau membawa kamu ke rumah nenek dalam keadaan tertidur, takut nenek khawatir mengirah kamu kenapa-kenapa lagi!, takut nenek tambah sakit kalau dia banyak pikiran", Jawab Reza panjang lebar agar Ayu tidak salah paham dan menganggap dirinya pria yang tidak sopan


"Sekarang jam berapa Mas?", tanya Ayu lagi kerena Dia melihat lampu sudah menyalah semua di dalam ruangan yang dia tempati


"sudah jam 17.21 sayang!", jawab Reza tersenyum, Dia merasa lucu melihat wajah panik Ayu


"Ya... ampun... kenapa Mas tidak bangunkan Aku sejak dari tadi? aduh bagaimana ini mas?, nanti nenek marah sama Aku!", ucap Ayu, sungguh Dia sangat khawatir karena baru kali ini dia pergi lama-lama dan sangat lama malah, dari siang sampai sore,


"tenang dulu Anandita...!, nanti Mas kasih tahu nenek, kenapa kamu terlambat pulang! kamu siap-siap dulu, baru Mas antar pulang ke rumah nenek, lagian dari tadi Mas bangunkan, tapi kamu seperti orang yang sedang bermimpi berkencan dengan pangeran tampan, mukanya senyum-senyum terus waktu tidur, sampai-sampai Mas teriak-teriak bangunkan, tetap saja tidak di dengar," ucap Reza sambil tertawa kecil karena merasa gadis kecilnya sangat lucu dengan omelan nya.


"tidak usah khawatir Ayu, nanti Mas jelaskan sama nenek dan pasti nenek tidak marah, lagian kalau nenek marah, palingan Dia suruh kita segera menikah biar tidak berbuat macam-macam sebelum nikah!, ha..ha..ha" jawab Reza sekenanya dengan tertawa terbahak-bahak, Dia melihat wajah Ayu sungguh sangat lucu


" Ayo... Mas kita pulang sekarang, Aku begini saja, lagian mau rapi-rapi bagaimana? Aku tidak bawah baju ganti," ucap Ayu sambil berjalan melewati Reza, Dia buru-buru menuju ke arah pintu, tapi sayang pintu yang dituju adalah pintu kamar mandi


"Sayang... mau kemana?," tanya Reza senyum-senyum sambil menaik turunkan alisnya menggoda Ayu


"yah... mau pulang Mas, ayo... takut nenek tambah marah dan Aku sepertinya belum siap menikah dalam waktu dekat-dekat ini Mas, Aku kan masih kecil!," ucap Ayu kembali menarik tangan Reza agar cepat berjalan,


"tapi itu bukan pintu keluar sayang... atau kamu mau Aku mandikan dulu sebelum diantar pulang?," tanya Reza bercanda


"ih.. Mas Reza, apa-apaan sih? Aku bisa mandi sendiri tau! tapi Aku tidak mau bercanda Mas, Ayo antar Aku ke rumah nenek, Aku takut nenek benar-benar marah sama Aku!," ucap Ayu dengan nada sedikit memohon,

__ADS_1


"Ayo sayang... Aku antar, jangankan ke rumah nenek ke rumah penghulu pun Aku sudah siap siaga," ucap Reza sambil menggenggam tangan Ayu dengan wajah yang senyum-senyum,


Reza menggenggam tangan Ayu yang terasa sangat dingin,


"kenapa tangan kamu dingin sekali sayang?," tanya Reza heran setelah sampai di dekat mobilnya


"oh ... tidak apa-apa Mas, mungkin Aku tidak biasa dalam ruangan yang mempunyai pendingin," jawab Ayu sekenanya, padahal dia gugup karena dari tadi Reza memanggil dirinya dengan panggilan sayang dan tidak memanggil namanya, di tambah Reza menggenggam tangannya dengan mesrah.


Sepanjang perjalanan menuju rumah nenek, Ayu tidak memulai pembicaraan, Dia sibuk dengan pikirannya sendiri, Dia takut dimarahi atau takut apalah, Ayu sungguh sangat takut dan baru kali ini dirinya pergi selama ini, mana perginya dengan seorang laki-laki dewasa lagi.


Reza yang menyetir mobilnya, sesekali melirik Ayu yang duduk di sampingnya, Dia tidak bertanya atau menegur Ayu yang tiba-tiba berubah menjadi pendiam.


Tidak lama mobil yang dikendarai Reza sampai depan rumah Nenek.


Reza turun terlebih dahulu, Dia memutari mobilnya dan membukakan pintu untuk gadis kecilnya,


"Ayo... turun sayang...! atau kamu masih mau jalan-jalan sebelum kembali ke rumah nenek?", tanya Reza bingung karena dari tadi Dia berdiri dan mengulurkan tangan untuk Ayu, tapi Ayu malah tidak melirik sama sekali ke arahnya,


"Oh... Ah... ke... kenapa Mas?," Tanya Ayu balik karena Dia kaget dengan suara Reza tiba-tiba didekatnya dan itu sangat dekat dengan ditelinganya, sampai hembusan napas pria dewasa itu terasa di daun telinga Ayu,


" Ayo... turun..., kasi nenek itu, seperti Dia dari tadi menunggu kita," ucap Reza sambil menarik tangan Ayu dengan lembut, sementara Ayu hanya mengikuti kemana Pria di depannya melangkah, pikirannya masih belum fokus, Dia masih sangat takut di marahi neneknya.


Sampai depan pintu rumah nenek, Reza dan Ayu mengucapkan salam


"Assalamualaikum WB,"

__ADS_1


__ADS_2