Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Ayu Tegang


__ADS_3

Reza sampai di depan ruangan ICU dan mendapati kalau Ichal sang sahabat sedang tertidur bersama Ayu.


Dalam Hati Reza sangat senang melihat pemandangan di depannya, itulah alasan, mengapa Reza memberi isyarat kepada supir pribadinya, agar jangan membangunkan mereka.


Reza ingin lebih lama menikmati pemandangan yang di depannya saat ini.


Reza faham betul, bagaimana rasanya merindukan orang tua yang jauh dari kita, karena sibuk pergi mencari nafkah. karena Reza juga merasakan hal yang sama.


Waktu kecil Reza lebih banyak di temani oleh asisten rumah tangga dan para pengasuh yang bekerja di rumahnya.


Ayah dan ibu Reza, sibuk mondar-mandir keluar daerah bahkan keluar negeri mengurus bisnis mereka.


Dulu Reza sangat tidak bisa menerima keadaan seperti itu, tapi lambat laun, Reza akhirnya sudah terbiasa sampai sekarang pun kedua orang tua Reza masih sering pergi berdua.


walaupun tidak sesering waktu Reza belum dewasa.


Setelah merasa cukup dan puas memandang Ayu sang gadis kecil yang tidur di dekapan ayahnya sambil duduk di kursi. Reza berjalan mendekati pak Supri yang duduk sendiri di bangku panjang depan ruangan ICU.


Waktu sudah menunjukkan pukul Lima kurang sepuluh menit. Reza melihat pergelangan tangannya, kemudian melangkahkan kaki hendak pergi ke kamar kecil.


"Mas Reza mau ke mana?". tanya Pak Supri heran karena melihat Reza hendak pergi.


"US... Saya mau ke toilet pak, apa bapak mau temani saya juga?". ucap Reza dengan senyum di wajahnya.


"Oh... tidak Mas...!". jawab Pak Supri


Pak Supri mengirah Reza akan pergi duduk di samping Ayu, itulah mengapa dia bertanya.


Tidak lama Setelah Reza pergi, Ayu menggerakkan tubuh kecilnya, karena merasa pegal pada bagian leher. Ayu mengangkat kepala dan membuka mata, melihat ayahnya yang memeluk bahunya sambil ikut tertidur.


Di dalam hati Ayu sangat bahagia, walaupun hanya tidur sebentar sambil duduk, tapi Ayu tidur berdua dengan ayahnya.


Ayu mengangkat kepala sambil melihat-lihat sekeliling.


"Pak Supri...!". ucap Ayu masih kurang percaya dengan apa yang Dia lihat di bangku tepat di depannya.


Ayu memperbaiki posisi duduknya, dan melihat sekali lagi kearah supir pribadi Reza itu.


"Iya Nona saya pak Supri!". ucap pak Supri melihat wajah kebimbangan Ayu.


"Kapan bapak datang, dan kenapa bapak datang malam-malam begini?, tapi... sabar ... ini... sekarang jam berapa ya pak?". Ayu terus memberondong pak Supri dengan beberapa pertanyaan.

__ADS_1


Pak Supri hanya tersenyum simpul melihat wajah kebingungan gadis kecil bosnya.


Pak Supri berjalan mendekati Ayu.


"maaf... sudah membangunkan Nak Ayu...!".


"Bukan bapak yang membangunkan Ayu pak, tapi Ayu sendiri yang bangun, tapi bapak buat apa datang ke mari malam-malam, apa ada hal yang penting?". tanya Ayu bingung karena dari tadi pak Supri belum menjawab pertanyaan darinya.


"Ehm...ehm...!". terdengar suara seseorang dari belakang pak belakang tempat duduk Ayu dan ayahnya.


Ayu yang mendengar ada suara orang lain, spontan membalikkan kepala untuk melihat ke sumber suara.


"Mas Reza...!". Ucap Ayu masih tidak percaya dengan apa yang dilihat subuh ini.


Reza berjalan kedepan Ayu, karena dari tadi Reza memang sengaja lewat belakang karena sudah melihat Ayu terbangun dan berbicara dengan pak Supri.


"US... suaranya di pelangi sedikit, tuh... kasian ayah kamu masih tidur!". ucap Reza samb.menunjuk Ichal yang masih tidur sambil kepalanya di sandarkan di sandaran Kursi.


Reza tahu, situs dan keadaan seperti ini, sangat sulit buat Reza dan Ayu.


Ayu memegang tangan Ichal yang masih berada di pundaknya. Ayu dengan hati-hati menurunkan tangan Ayahnya.


Mungkin Karena Ichal lelah, dan baru tertidur sebentar, jadi Ichal tidak terganggu dengan suara orang yang ada di dekatnya.


Ayu berdiri diantara Reza dan pak Supri, sesekali menggoyang-goyangkan kepalanya untuk mengurangi rasa pegel.


"Ayo... sini... kamu duduk sini!". ucap Reza sambil menarik tangan Ayu untuk duduk di kursih tempat Dia dan Pak Supri duduk tadi.


Ayu tidak melawan, Dia ikut saja ke mana Reza menuntun dirinya.


"Eh... mas Reza ngapain?". tanya Ayu kaget setelah merasakan kedua tangan kokoh Reza ada di kedua bahunya.


"Mas mau pijit lah... biar pegel-pegel nya berkurang!". jawab Reza Acuh


"Tidak usah Mas...!". tolak Ayu sambil berdiri dari tempat duduknya.


Ayu merasa canggung dan tidak terbiasa dengan perlakuan Reza barusan, di tambah di depan Ayu saat ini ada pak Supri dan Ayahnya. Ayu sangat malu.


"Kamu kenapa menolak, malu ya?". tanya Reza melihat tingkah lucu gadis kecilnya.


Wajah Ayu seketika berubah seperti kepiting yang disiram air panas, karena malu, untung saja masih gelap dan cuma ada cahaya lampu, jadi tidak terlalu kelihatan.

__ADS_1


"Eh... itu... tidak Mas...!" Ayu sangat malu dan masih tidak percaya jika yang di depannya saat ini adalah Reza.


Setau Ayu, tadi pagi Reza masih ada luar negeri.


Reza berdiri dan memegang tangan Ayu. Reza merasakan tangan Ayu sangat dingin, berbeda dengan saat dia menarik barusan untuk duduk di kursih.


"Kenapa bengong, ayo duduk sini, kamu tidak percaya ya, kali ini adalah Mas?". tanya Reza karena Ayu tiba-tiba menjadi pendiam.


"Oh... iya Mas...!". jawab Ayu sambil menarik tangannya dari genggaman Reza.


Ayu takut perasaan aneh yang ada pada dirinya akan muncul. apalagi saat ini Reza duduk sangat dekat dirinya.


Tapi dasar Reza yang keras kepala, Dia kembali menggenggam tangan Ayu, setelah berhasil di lepaskan.


"Kamu tidak senang mas ada di sini?". tanya Reza heran dengan perubahan sikap Ayu, padahal dirinya sudah sangat merindukan gadis kecilnya itu.


Andaikan saja Reza tidak takut Ayu membencinya, ingin rasanya Reza memeluk dan mencium Ayu. Reza sudah sangat merindukan dirinya.


"Bukan... bukan begitu Mas... Ayu sangat senang ko!". jawab Ayu terbata-bata.


Ayu bingung harus bicara apa?, dalam hati dia sangat senang dengan kedatangan Reza. tapi di sisi lain dia takut dengan kedekatannya di tambah Ichal juga sedang berada di depan Ayu dan Reza.


"Kalau begitu sini duduk dekat-dekat, apa kamu tidak merindukan Mas?". Reza menarik Ayu yang sengaja menggeser tubuhnya, agar duduk dekat dengan dirinya.


Ayu hanya tersenyum simpul, sungguh dia tidak tahu harus berkata dan buat apa dengan situasi seperti saat ini.


"Mas Reza... nanti dilihat ayah aku...!". ucap Ayu akhirnya, karena Reza sudah merangkul pundaknya.


Reza tersenyum puas melihat ketakutan ekspresi wajah Ayu. sementara Ayu hanya menunduk dan sesekali memejamkan mata.


Ayu merasa malu dengan pak Supri, karena Reza terus merangkul pundaknya, seolah-olah tidak ingin melepas dirinya.


"buka mata kamu sayang...!". ucap Reza memegang dagu Ayu dengan tangan yang tadi memegang tangan Ayu.


"Mas...!".


*** BERSAMBUNG ***


SEE YOU ALL 👋👋👋


author minta maaf, telat up...,🙏🙏🙏

__ADS_1


Terus dukung karya Author.


__ADS_2