Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Bertemu Ardi di Restoran


__ADS_3

Reza mengajak Ayu mampir makan siang di salah satu restoran langganan keluarganya, sebelum mengantarkan gadis kecilnya kembali ke Asrama. Reza tau kalau saat ini Ayu sudah lapar karena Ayu adalah gadis tidak terlalu senang makan siang, apalagi tadi pagi dia harus buruh-buruh ke bandara karena jarak rumah nenek dengan Bandara lumayan jauh, butuh waktu dua jam baru sampai Bandara.


"Ayo turun!," ucap Reza karena melihat Ayu masih betah duduk dalam mobil,


"oh... iya Mas," jawab Ayu sambil melepaskan sabuk pengamannya,


Ayu masuk kedalam Restoran mengikuti langkah kaki Reza,


"Sini dong sayang... kenapa berjalan di belakang Mas?," Reza menarik tangan Ayu karena Ayu berjalan di belakang Reza seperti anak ayam yang sedang mengikuti induknya,


Ayu hanya diam Tampa menjawab kata-kata Reza, matanya sesekali melihat Restoran yang menurut dia sangat mewah.


"kita duduk di sana ya?," ucap Reza sambil menunjuk meja yang berada di dekat jendela,


"Iya Mas, Aku ikut saja," jawab Ayu sambil melihat arah telunjuk Reza,


"Selamat datang Pak Reza Atmaja Susilo, ada yang bisa kami bantu?," sapa seorang Pria setengah baya yang tiba-tiba muncul dari dalam ruangan,


"Selamat Siang Pak Arif," jawab Reza sambil berjabat tangan dengan pria itu.


"Aku mau makan siang di Meja nomor tiga Ya pak!," ucap Reza lagi sambil berjalan di ikuti oleh pria yang bernama Pak Arif,


"Silahkan duduk Pak Reza Atmaja, ini daftar menu makanannya!," kata pria itu sambil memberikan buku menu yang ada di atas meja,


"Sayang... kamu mau makan apa?," tanya Reza masih terus menggenggam tangan Ayu,


"Aku ikut Mas saja!," jawab Ayu singkat,


Sebenarnya ini kali pertama Ayu makan di Restoran, jangankan makan, masuk Restoran aja ini yang pertama kalinya, Makanya dari tadi pandangannya terus menyusuri restoran itu,


"Aku pesan menu yang biasa ya pak!," ucap Reza pada pak Arif,


"oh ... Iya Pak, tinggu sebentar, kami siapkan dulu," kata pak Arif sebelum meninggalkan meja tempat Reza dan Ayu duduk,


"Kenapa dari tadi kamu hanya diam saja Yu?, apa kamu tidak mau makan di sini?," tanya Reza karena dari tadi Ayu tidak berbicara jika tidak di tanya oleh dirinya,


"tidak apa-apa Mas!, Aku senang ko makan disini, tapi inikan tempatnya mewah sekali Mas, pasti harganya makanannya mahal-mahal ya Mas?," Ayu tidak sengaja tadi melihat singkat daftar menu disodorkan oleh pak Arif,


"kamu tau dari mana kalau makanan disini mahal?," ucap Reza heran karena sedari tadi Ayu belum memegang buku daftar menu,


"tidak... Aku cuma menebak saja Mas karena inikan restorannya mewah!," jawab Ayu asal

__ADS_1


"tidak usah khawatir sayang, calon suami kamu ini masih bisa membayar menu disini," ucap Reza tersenyum mendengar pertanyaan gadis kecilnya,


Selang beberapa menit, pria yang bernama pak Arif datang bersama dua wanita yang berpakaian seragam membawa makanan yang ada dia atas nampan besar,


"Silahkan dinikmati Pak Reza Atmaja dan Nona, ini makanan pembukanya!," ucap Pak Arif menyodorkan makanan yang di taruh di dalam mangkuk kecil,


"Terimakasih Pak," jawab Reza


Setelah meletakkan semua menu yang pelayan Restoran bawah, pak Arif beserta ke dua gadis tadi berjalan ke belakang.


"Mas... ko makanannya banyak sekali sih?," tanya Ayu bingung mau makan yang mana terlebih dahulu, karena diatas meja sudah penuh dengan berbagai jenis makanan, mulai dari ikan tepung, daging dan berbagai sayuran dengan olahan yang berbeda-beda,


"Tidak apa-apa sayang, makan aja semua yang kamu mau, Mas yang terakhir," jawab Reza sambil mengusap singkat pucuk kepala Gadis kecilnya.


Hari ini Reza sangat senang, karena dia bisa makan siang berdua dengan gadis kecil yang telah lama mencuri hatinya, momen seperti ini sudah lama dia impikan, tapi baru hari ini bisa terwujudkan.


"Mas... ini mau makan yang mana dulu?," tanya Ayu bingung melihat makanan yang ada dihadapannya. mana Reza belum memulai makan apa-apa, jadi dia memberanikan diri untuk bertanya,


"Makan yang ini dulu sayang, ini namanya makanan pembuka," jawab Reza sambil memberikan makanan yang ada di dalam mangkuk kecil.


"Hai Mas Reza.... !," ucap seseorang dari belakang Ayu.


"Ardi... sini makan sama-sama!," Reza memanggil pria tersebut,


"Iya... terimakasih Mas, kebetulan Aku memang sedang lapar, dari pagi belum makan nasi, dan ini mampir kesini niatnya mau makan, eh... tau-taunya Mas Reza juga ada disini, kebetulan sekali,?" ucap Ardi tersenyum sambil melirik kearah Ayu


"Memangnya kamu dari mana?, tumben-tumbennya cowok playboy kelaparan di siang hari", tanya Reza dengan tertawa kecil setelah melihat Ardi duduk di kursi kosong yang ada di meja itu.


"Aku baru pulang dari bandara, ini Aku kesini sama sahabat Aku, Dia juga baru datang hari ini, Kalimantan tapi tadi kamu transit Makassar!," jelas Ardi sambil memakan makanan yang ada di mangkuk Reza


"Oh... kamu dari Kalimantan liburan cowok genit!," ucap Reza memukulnpelan kepala Ardi,


"lantas teman kamu mana, katanya sama sahabatnya?," tanya Reza lagi karena tidak melihat ada seseorang yang ikut dengan Ardi,


"Tadi Dia bilang mau ke Kamar kecil dulu, paling sebentar lagi datang," jawab Ardi santai, Dia masih terus memakan makanan Reza.


"Wait... lho makan makanan gue tu, dasar adik tidak tau di untung!," ucap Reza kembali memukul kepala Ardi.


Ayu hanya diam sambil sesekali menyendok makanan yang rasanya mirip sup jamur yang ada di mangkuk, Ayu bingung melihat interaksi antara Reza dan Ardi, yang sepertinya mereka sangat akrab.


"Tumben-tumbennya mas Reza datang makan dengan seorang gadis?," tanya Ardi melirik Ayu yang duduk diam,

__ADS_1


"Oh... kenalkan, ini Ayu Nur Anandita, Dia gadis yang pernah Mas ceritkan waktu itu!," ucap Reza memperkenalkan Ayu sambil merangkul pundak Ayu yang duduk di sampingnya,


"Huk... huk...huk...," Ardi tiba-tiba terbatuk,


"lho kenapa?, ini minum dulu, makanya pelan-pelan," ucap Reza menyodorkan air putih.


Ardi sangat kaget mendengar perkataan Reza tentang gadis disampingnya, bagaimana tidak, ternyata gadis yang sahabatnya incar adalah tunangan sepupunya sejak masih kecil, jadi saat ini Ardi bingung harus bicara apa, dan harus membela siapa, antara sepupunya dan sahabatnya?.


"Mas... Aku pamit dulu ya, silahkan kalian nikmati makan siangnya, Aku ada urusan mendadak, Salam kenal Ayu Nur Andita Aku Ardi!," ucap Ardi menyodorkan tangannya berniat ingin slaman dengan Ayu, tapi Reza tiba-tiba memukul tangannya,


"ET... tangan itu harus di jaga, ini calon adik ipar lho!," ucap Reza


"Santai Mas, Aku adik sepupu yang pengertian, ha... ha... ha...," ucap Ardi sambil berlalu dari meja tempat Ardi dan Ayu duduk


"eh... pria sok ganteng, katanya lapar, baru kenapa buru-buru?," teriak Reza tidak faham dengan tingkah laku sepupunya.


" lain kali aja Mas makan bersamanya, Aku ada urusan penting," teriak Ardi karena dia sudah berlalu, entah kemana.


***


"Bro... kita makan di tempat lain aja ya, disini banyak orang!," ucap Ardi setelah Dia bertemu Abuts di depan kamar kecil pria, Ardi sungguh tidak ingin Abuts melihat Ayu bersama pria yang merupakan sepupu dia di dalam, biarlah Ardi berbohong sebentar kepada sahabatnya, dari pada sahabatnya sakit hati lebih awal, Ardi akan mencari waktu yang tepat untuk menjelaskan tentang dirinya dan Reza, begitu pun dengan Ayu.


"Oke... Ayo kita cari," jawab Abuts,


Dia tidak curiga sama sekali,


Keluar dari Restoran Ardi dan Abuts menuju mobil yang menjemput mereka di bandara,


"Pak... kita cari restoran yang lain ya Pak!," ucap Reza kepada supirnya,


"Baik Mas," jawab pak supir singkat.


"Maaf Bro... Aku belum bisa berterus terang saat ini, Aku sendiri juga kaget dengan apa yang Aku lihat tadi," gumam Ardi dalam hati merasa bersalah dengan sahabat baiknya.


... BERSAMBUNG...


Terus dukung Author ya, biar tetap semangat menyelesaikan novel pertama Author!!!🙏🙏🙏


sedikit Bocoran, novel ini sedikit banyak menceritakan tentang kisah Author, walaupun ada bagian-bagian yang Author ubah Aluranya.


*** THANK YOU ALL***

__ADS_1


😘😘😘


__ADS_2