Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Nenek Sakit Apa?


__ADS_3

Ayu duduk di samping ranjang neneknya, sambil terus memandang wajah nenek nya. Ayu tiba-tiba teringat kata-kata nenek yang berpesan.


"Kalau Ayu harus hidup bahagia!,"


Tapi sekarang, Ayu tidak bahagia melihat neneknya yang sedang terbaring di atas ranjang pesakitan.


Dunia Ayu seperti hilang sebagian, ditambah sekarang Ayu merasa sangat kesepian, karena biasanya setiap Ayu berada dekat dengan sang nenek. nenek selalu bercerita banyak hal kepada Ayu.


Sementara sekarang, Ayu sudah hampir dua jam berapa satu ruang dengan nenek nya, tapi nenek belum membuka matanya.


"Nek... apa nenek tahu, kalau Nur ada di samping nenek?, cepat sembuh ya nenek, Nur sangat kangen dengan nasehat nenek!," gumam Ayu, terus mengusap-usap tangan nenek.


Ayu mengingat kalau neneknya selalu memanggil dirinya dengan panggilan Nur, kata nenek "Biar kelak kalau Aku besar, bisa menjadi penerang seperti cahaya buat semua orang yang dekat dengan diri Ayu!," Makanya Ayu di panggil Nur sama Nenek dan Ayahnya.


Sementara nama Ayu itu hanya panggilan dari teman-temannya mulai sejak dia kelas lima Sekolah Dasar.


lama-kelamaan Ayu terbiasa di panggil dengan nama panggilan Ayu, Tapi Ayu tidak marah kalau ada tetangga yang memanggil Ayu dengan nama Nur, bahkan Reza memanggil Ayu dengan nama Anandita.


Menurut Ayu semua itu nama panggilan yang bagus.


Sekarang Ayu sangat merindukan suara neneknya yang memanggil dirinya Nur. kalau Ayu terlambat makan, nenek selalu mengomel, Ayu terlambat bangun tidur di pagi hari, nenek selalu mengatakan "kalau gadis yang terlambat bangun, rejekinya di patok ayam dan jodohnya jauh!".


Sungguh semua kata-kata nenek teringat dengan indah di dalam kepala Ayu.


"Selamat siang, menjelang sore...!," ucap dokter yang memasuki ruangan rawat inap nenek.


Ayu berdiri dari kursih tempatnya duduk, setelah melihat dokter dan dua suster masuk kedalam.


"Siang Dokter...!," balas Ayu bergeser dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


Dokter mendekati nenek Ayu sambil memegang tangan.


Ichal yang mendengar ada suara seseorang masuk kedalam ruangan langsung bangun.


Ichal mendekati Dokter yang sedang memeriksa ibunya.


"Maaf... keluarga pasien yang mana?", tanya dokter melihat ke arah Ayu dan Ichal


"Kami dokter... Aku anaknya pasien dan itu cucunya, lebih tepatnya anak Saya!". jawab Ichal, menjelang kepada dokter tentang dirinya dan putrinya.


" Oh... begini pak, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada ibu anda, karena diagnosa awal kami sesuai pemeriksaan darah lengkap yang tadi pagi di ambil oleh pihak rumah sakit, ibu ada menderita penyakit kolesterol dan darah tinggi, itu yang menyebabkan Beliau pingsan tadi malam, tapi karena melihat usia beliau, jadi kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut!". jelas dokter panjang lebar kepada Ichal.


"Iya Dokter... mohon lakukan yang terbaik buat ibu saya!". ucap Ichal memohon kepada dokter.


"Iya Pak, pasti kami akan melakukan semaksimal mungkin!,". jawab dokter sebelum berlalu keluar dari kamar rawat nenek Ayu.


"Terimakasih dokter...!," ucap Ichal.


"Nur... kamu sudah datang nak...!," Ucap nenek dengan suara parau khas bangun tidur, setelah melihat cucunya berdiri tepat di samping ranjangnya.


Ayu yang mendengar suara yang sangat dia rindukan langsung mendekat.


"Iya Nek... ini Aku!," jawab Ayu memegang tangan nenek nya.


"Kamu pulang kesini sama siapa nak, mana ayah kamu?," tanya nenek karena tidak melihat anaknya.


"Ayah keluar karena dipanggil dokter Nek...!," jawab Ayu


"Nenek... cepat sembuh ya nek...!," ucap Ayu masih terus memegang tangan nenek nya.

__ADS_1


Kini Ayu merasa sedikit lega, setelah melihat neneknya membuka mata dan mengajak dirinya berbicara.


"kenapa kamu melihat nenek seperti itu nak?, Nenek tidak apa-apa!".


"Tidak apa-apa nek, Ayu hanya kangen dengan nenek!," jawab Ayu sambil terus menahan air mata yang hampir jatuh.


Ayu merasa kalau neneknya tidak baik-baik saja.


"Nenek mau makan...?," tanya Ayu karena Ayu melihat sejak Dia datang ke ruangan nenek, makanan untuk pasien belum tersentuh.


"Nenek masih kenyang nak...!," Tolak nenek kepada Ayu.


"Tapi sejak tadi, Nur ada di sini... nenek belum makan, nenek hanya tidur!," ucap Ayu heran


"Nenek tidak selera makan Nak... rasanya nenek pusing, dan perut nenek tidak enak!," ucap nenek menjelaskan kondisinya.


"Kalau begitu, nenek istrahat saja, jangan banyak bergerak, kalau nenek menginginkan sesuatu, bilang aja sama Aku Nek..!". Hibur ayu.


Ayu menarik selimut nenek agar menutup setengah badannya. Didalam ruangan rawat nenek ada AC, tapi nenek tidak terbiasa dengan AC, jadi Nenek meminta untuk di bukakan jendela yang ada di dekat tempat tidurnya.


Ayu hanya menuruti kata-kata neneknya,


Ayu membuka jendela, dan melihat ternyata di belakang ruang rawat nenek adalah taman rumah sakit.


Entah siapa yang menyuruh nenek ditempatkan di kamar rawat sekarang, tapi di kamar rawat nenek sekarang tergolong ruangan VIP dan di belakangnya terdapat pemandangan yang indah, seolah-olah orang itu tahu kalau nenek tidak suka ruang AC.


Ayu akan berterima kasih, jika nanti Dirinya bertemu dengan orang itu.


"Apa orang itu ayah ya?". gumam Ayu penasaran.

__ADS_1


***BERSAMBUNG ***


__ADS_2