Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Kekhawatiran Nenek


__ADS_3

Sisa dua hari lagi Ayu akan kembali ke sekolah, hari ini dia ingin menghabiskan waktunya di rumah bersama nenek tersayang, karena setelah kembali ke sekolah, Ayu mungkin akan pulang jika liburan semester tiba, atau, bahkan Ayu bisa tidak pulang jika libur semester ada kegiatan.


"Nek, hari ini nenek mau buat apa?," tanya Ayu ketika melihat nenek memasuki rumah dengan membawa daun pisang di tangannya,


"nenek rencana mau buat kue kesukaan kamu nak, kebetulan tetangga kemarin Kasih nenek pisang, itu yang diatas meja!," jawab nenek berjalan memasuki dapur, hari ini Dia ingin membuatkan kue nagasari kesukaan cucunya,


"Oh... nenek baik sekali, terimakasih, Ayu sayang banget sama nenek!," ucap Ayu sambil memeluk neneknya yang sudah duduk dilantai dapur dengan dirinya.


"Nek, kalau Ayu pergi sekolah, pasti nenek merasa kesepian, tapi nenek doakan Ayu terus ya nek, biar Ayu bisa cepat sukses, dan bisa membahagiakan nenek!," Ayu terus bermanja-manja dengan neneknya, sebenarnya Ayu juga tidak tegah meninggalkan nenek sendiri di rumah, apalagi setelah pamannya pergi bekerja di Kalimantan, nenek tinggal seorang diri di rumah, untung tetangga nenek semua baik-baik sama nenek, jadi Ayu tidak terlalu khawatir.


"iya nak, nenek selalu mendoakan kamu!," balas nenek, Dia juga ikut merangkul cucunya.


***


Akhirnya nenek selesai juga membuat kue, nenek menaruh kue diatas piring dan membawanya keruang tamu.

__ADS_1


tidak lama setelah nenek duduk sendiri, Ayu keluar dari kamar dan melihat nenek duduk sendiri,


"kuenya sudah Mateng ya nek?," tanya Ayu basa-basi


"Iya nak, sini duduk, kita makan kuenya sama-sama!," ajak nenek kepada cucunya, dia menepuk kursi yang ada di sampingnya, mengisyaratkan agar Ayu mendekat ke arahnya.


Ayu menurut, Dia menghampiri neneknya dan duduk tepat disampingnya,


"Nek, Ayu buatkan teh ya?, sepertinya lebih enak makan kue sambil minum teh," tanya Ayu karena dia tidak melihat teh diatas meja.


"Iya Nak," jawab nenek singkat


"Tehnya sudah datang Nek", kata Ayu sambil meletakkan secangkir teh manis di depan nenek


"Terimakasih nak, Ayo sini minum teh sama-sama!," ajak nenek, Dia ingin berbicara serius dengan cucunya, soal perasaannya kepada Reza,

__ADS_1


"Nak, apa Reza menghubungi kamu?," tanya nenek membuka pembicaraan, sebenarnya nenek tau kalau Reza sudah menghubungi Ayu waktu pertama kali berangkat ke Jakarta,


"Iya Nek sudah, waktu pertama kali Mas Reza berangkat dia telpon Ayu, tapi cuma bilang katanya nanti kalau Ayu sampai bandara Sukarno Hatta mas Reza mau jemput kalau tidak sibuk," jawab Ayu menceritakan pembicaraannya dengan Reza tempo hari,.


"Syukurlah Nak, kalau ada yang jemput besok di Bandara, karena nenek sangat khawatir kalau kamu sendirian di kota besar, apalagi kamu perempuan nak, belum berpengalaman dengan kehidupan di kota," ucap nenek sendu, sekaligus merasa lega karena ada yang mau menjemput cucunya besok.


"Nenek tidak usah khawatir, Ayu bisa jaga diri, lagian besok Aku ke Makassar juga di antar sama supirnya Mas Reza yang ada disini, namanya Pak Supri, beliau juga yang menjemput kami di Bandara pas Aku datang Nek, Aku sudah kenal dengan beliau, jadi nenek yang tenang ya nek, jangan banyak pikiran, nenek harus istirahat yang cukup!," Ayu mengerti kegelisahan nenek, apalagi dirinya baru pertama kali tinggal di Ibukota.


"Iya nak, kamu baik-baik di kampung orang, kalau urusannya tidak terlalu penting tidak usah pergi kemana-mana!," nenek menasehati cucunya.


Selesai minum teh dan mengobrol dengan nenek Ayu membawa cangkir dan piring ke dapur.


Hari sudah malam


Ayu dan nenek selesai makan, Ayu bergegas masuk kamar setelah membereskan peralatan makannya, Malam ini dia mau menyiapkan barang-barang yang ingin dia bawah ke Asrama sekolahnya.

__ADS_1


Sementara nenek, selesai makan dia langsung masuk kamar karena dia ingin merebahkan tubuhnya.


"Alhamdulillah... Akhirnya selesai juga," ucap Ayu setelah selesai membereskan barang-barang yang ingin dia bawah ke Jakarta, sebenarnya Ayu tidak membawa pakaian yang banyak, karena sebagian pakaiannya masih ada di asrama.


__ADS_2