
"Amanda... kamu tidak apa-apa kan?," tanya Ayu khawatir setelah mendengar kalau Amanda masih muntah-muntah.
Setelah lama berdiri di depan pintu kamar mandi, Ayu dan ke dua seniornya mulai merasa takut, karena Amanda belum keluar juga dari dalam.
"Manda... kamu tidak apa-apa kan?, Manda kamu dengar kami kan?," Rina bertanya karena Amanda belum keluar juga, padahal sudah lumayan lama Amanda di dalam kamar mandi.
"Eemm...!," jawab Amanda, membuka pintu.
Wajah Amanda terlihat sangat pucat. Ayu yang melihat Amanda oleng, langsung memapah sahabatnya menuju tempat tidurnya.
"Amanda... kamu tidak apa-apa kan?,... Aku takut Manda...!," ucap Ayu sedih, bahkan air matanya sudah terjatuh.
Ayu memang tidak tegah melihat orang sakit, apalagi saat ini, tidak ada orang tua yang merawat mereka. Ayah dan ibu Manda tidak ada di asrama.
Tiba-tiba Ayu teringat ke dua orang tua Manda.
"Manda... mana nomor telepon orang tua lho?," tanya Manda setelah tersadar, Dia harus melakukan apa. Bukankah orang tua Manda ada di Jakarta?, jadi Ayu ingin menelpon mereka.
"Eemm... untuk apa Yu?," Tanya Manda dengan suara lemas, Dia tidak faham, kenapa Ayu tiba-tiba menanyakan nomor telepon orang tuanya.
"Untuk kabari mereka lah...kamu kan sakit Manda!," jawab Ayu
"Tidak perlu Ayu... Aku sebentar lagi sembuh ko...!," tolak Amanda, Dia tidak ingin merepotkan ayahnya.
"Tapi kamu kan sakit Manda, kami tidak tau harus berbuat apa, apalagi kamu muntah-muntah!," ucap Rusmini, menyetujui usulan Ayu.
"Tapi Aku Tidak apa-apa Kak!," jawab Manda lagi.
"Yah... sudah, kalau begitu, kamu minum obat demam dulu ya, mudah-mudahan setelah minum obat, demam kamu turun!," ucap Rina memberikan obat dan air minum.
"Iya Kak Rina, terimakasih!," jawab Manda menerima obat dan air minum yang di berikan Rina.
Amanda meminum obat yang diberikan Rina, tapi belum sampai satu menit setelah minum obat, Amanda kembali memuntahkan makanannya, dan kali ini Amanda sudah tidak sempat berlari ke kamar mandi.
Ayu yang berada tepat di depan Amanda, Dia terkena muntahan Amanda.
"Amanda... kamu tidak apa-apa kan, Aku benar-benar takut Manda!," tanya Ayu lagi, setelah melihat Amanda memuntahkan semua isi perutnya.
Amanda tidak menjawab, kali ini dia sudah sangat lemas, yang Amanda harapkan adalah merebahkan tubuhnya, karena saat ini Amanda merasa semua tulang-tulangnya, tidak berfungsi.
"Amanda jangan berbaring dulu!, Aku ambilkan air ya, kamu cuci bekas muntah dulu!," cegah Ayu setelah melihat Amanda ingin merebahkan badannya diatas tempat tidur.
Ayu bergegas masuk ke kamar mandi, untuk mengambil air dan lap bersih yang ada di dekat pintu kamar mandi.
Ayu dengan hati-hati membersihkan mulut l, tangan dan semua badan Amanda yang terkena muntaha.
"Manda... kamu ganti pakaian ya!," Ayu meminta Amanda untuk berganti pakaian, karena baju dan rok sekolah yang dari tadi Dia pakai, semuanya kotor dan bau.
"Eemm...!," Amanda mengangguk tanda dia setuju dengan ucapan Ayu.
Ayu berdiri dan berjalan menuju lemari Amanda untuk mengambil pakaian untuk Amanda. Setelah menemukan yang Ayu cari, Dia kembali mendekati Amanda.
__ADS_1
"Manda... kamu pakai baju ini aja ya?," tanya Ayu sambil memperlihatkan pakaian yang dia ambil dari lemari Amanda.
"Iya... !," jawab Manda singkat
Ayu dengan sabar, membukakan pakaian Amanda. Setelah selesai memakaikan baju. Ayu menyelimuti Amanda.
Amanda berbaring di atas ranjangnya. Ayu kembali berjalan menuju lemari pakaian nya, Dia ingin mengambil pakaian ganti, karena pakaiannya terkena muntahan Amanda.
"Ayu... kamu tidak apa-apa kan?, Aku lihat dari pagi kamu seperti terlihat sedih dan tidak bersemangat!," tanya Rusmini, yang kebetulan duduk diatas tempat tidurnya yang bersebelahan dengan Ranjang Ayu.
"Aku... Aku tidak apa-apa Kak...!," jawab Ayu sebelum berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Amanda kenapa ya, sampai dia muntah-muntah begitu, mana demam lagi?," tanya Ayu dalam hati.
"Lebih baik, Setelah ini... Aku ke rumah pak Supriadi untuk meminta handphone Amanda, Aku telpon ayah atau kakaknya, kasih tau kalau Amanda lagi sakit!," Ayu terus mermonolog dengan dirinya di dalam kamar mandi, sambil berganti pakaian.
Ayu keluar dari kamar mandi, setelah membersihkan diri dan memakai pakaian.
"Yu... kamu makan dulu sana, dari tadi kamu belum makan!," ucap Rina menghampiri tempat tidur Ayu, setelah melihat kalau nasi Ayu masih utuh.
"Iya Kak... terimakasih!," ucap Ayu
"Kak... Aku titip Amanda dulu ya, Ayu mau ke rumah pak Supriadi?," kata Ayu lagi.
"Kamu mau ngapain di rumah pak Supriadi?," tanya Rina heran, karena melihat Ayu terburu-buru.
"Aku mau minta telpon Amanda dulu kak, Mau telpon Ayah atau kakaknya, Kasian dengan Amanda, dia muntah-muntah terus!," jawab Amanda menjelaskan maksudnya ingin ke rumah pak Supriadi, salah satu pembina yang menyimpan handphone mereka, selam di asrama.
"Assalamualaikum... !," Ayu memberi salam ketika sampai depan pintu rumah pak Supriadi.
"Waalaikum salam... !," jawab seorang pria berpakaian Koko yang duduk di sofa ruang tamu.
"Silahkan masuk... !," ucap pria itu mempersilahkan Ayu untuk masuk.
"Iya pak, terimakasih!," jawab Ayu sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang tamu.
"Ada perlu apa dengan pak Supriadi?," tanya pak Arman, pria yang ada di ruang tamu pak Supriadi.
"Oh... itu pak... Aku...!," ucapan Ayu terpotong karena tiba-tiba pak Supriadi datang dari dalam rumah.
"Ayu... bagaimana kondisi Amanda, apa Dia sudah makan dan minum obat?," tanya Pak Supriadi sebelum Ayu menjawab pertanyaan Pak Arman.
"Iya pak, tadi Sudak makan satu suap dan minum obat, tapi Ayu malah muntah-muntah setelah minum obat, dan kondisinya sekarang lemah sekali pak!," jawab Ayu menjelaskan kondisi Amanda sahabatnya.
"Baru kenapa kamu datang ke sini?," tanya Pak Arman penasaran
"Itu pak... Ayu mau minta tolong, boleh tidak Ayu pinjam handphone Amanda, sebentar saja!," ucap Ayu menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke rumah pak Supriadi kali ini
"Ini pake handphone bapak saja!," Pak Arman menyodorkan sebuah handphone di tangannya.
"Tapi pak ...!,"
__ADS_1
"Tapi kenapa Ayu?," tanya Pak Arman heran karena Ayu tidak menerima handphone nya.
"Itu... Anu pak... Ayu tidak hafal, Nomor yang mau Ayu hubungi...!," jawab Ayu gugup karena pak Arman terus memandang Ayu.
"Memangnya... kamu mau hubungi siapa?," pak Supriadi juga merasa penasaran.
"Maaf pak... itu... Ayu mau hubungi ayahnya Amanda!," jawab Ayu menundukkan wajahnya. Ayu takut dimarahi oleh pak Supriadi karena baru semalam handphone anak-anak asrama di kumpulkan, tapi Dia malah memintanya kembali.
"Oh... kenapa kamu tidak bilang dari tadi?, kan bapak bisa hubungi!," ucap pak Supriadi sebelum masuk kembali kedalam, meninggalkan Ayu dan pak Arman berdua di ruang tamu.
"Teman kamu sakit apa Ayu?," tanya pak Arman penasaran
"Amanda demam pak!," jawab Ayu singkat
Pak Supriadi keluar, masih dalam posisi menelpon dengan seseorang.
"Oh... iya pak, Saya ke kamarnya dulu!," kata pak Supriadi sambil berjalan keluar rumah.
Ayu yang penasaran kemana pak Supriadi akan pergi, Dia juga ikut keluar, mengikuti pak Supriadi dari belakang.
Pak Supriadi masuk ke dalam Asrama Ayu, masih terus berbicara dengan seseorang lewat handphone.
"Iya Pak... ini sedikit lagi sampai!," ucap Pak Supriadi lagi.
Sampai di dalam kamar Tempat Ayu dan teman-temannya, pak Supriadi masuk dan menuju tempat tidur Amanda.
"Ini pak anaknya, Sepertinya Dia sedang tertidur!," ucap Pak Supriadi lagi, setelah sampai tepat di samping ranjang Amanda.
Amanda yang mendengar ada suara seorang laki-laki di dekatnya, langsung membalikkan badan perlahan.
"Amanda... ini akan kamu telpon...!," kata pak Supriadi setelah melihat Amanda melihat dirinya.
"Oh... iya pak!," Amanda menerima telepon dari kakaknya lewat handphone pak Supriadi.
"Halo Kak ...!," sapa Amanda dengan suara lemah
"Manda... dari kapan kamu demam, kenapa tidak hubungi kakak?," tanya Zidan lewat telepon.
"Dari siang kak, sebelum Manda pulang sekolah!," jawab Manda.
"Sudah dulu ya Kak... Manda mau tidur!," ucap Manda sebelum mengakhiri pembicaraannya dengan Zidan.
*** BERSAMBUNG ***
AUTHOR UCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH, KEPADA SEMUA PEMBACA YANG TELAH MENYEMPATKAN WAKTU, MEMBACA, DAN MEMBERIKAN DUKUNGANNYA.
TERUS DUKUNG AUTHOR SAMPAI AKHIR🙏🙏🙏
MOHON MAAF ATAS KETIDAK SEMPURNAAN KARYA AUTHOR,
MOHON BERI DUKUNGAN, SARAN DAN KRITIK YANG MEMBANGUN DEMI SUKSESNYA KARYA AUTHOR KEDEPANNYA 🙏🙏🙏
__ADS_1