Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Misi Reza


__ADS_3

Setelah sampai di taman, Ayu melihat kalau ternyata pagi-pagi begini sudah banyak yang duduk di taman, bahkan ada beberapa pasien yang duduk di kursih roda ikut menikmati suana pagi di taman. Ada yang makan dan ada juga yang hanya sekedar ngobrol santai.


"Mas.... Mas Reza ...!". Panggil Ayu karena Reza tidak berbalik juga.


Reza malah asyik berjalan melewati Ayu yang hanya berdiri tidak melangkahkan kakinya mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati sarapan dan cuaca pagi hari.


"Ehm... Ayo sayang... ini tangan Mas, lagi bawah makanan!". ucap Reza berbalik sebentar untuk melihat Ayu,? sambil menunjuk makanan yang dia pegang di tangannya.


Kedua tangan Reza saat ini memegang dua plastik makanan dan minuman, jadi Reza tidak bis menggandeng tangan gadis kecilnya.


Sementara Ayu, sangat malu untuk menggandeng tangan Reza, walaupun Reza sebenarnya tadi meminta Ayu untuk menggandeng lengannya. Tapi Ayu menolak dengan berbagai alasan. Akhirnya Reza mengalah demi kenyamanan Ayu pagi ini.


"Mas Reza... berhenti dulu...!". ucap Ayu setelah berhasil mendekati Reza yang terus berjalan di depannya.


"Iya sayang... ada apa?". tanya Reza penasaran kenapa dari tadi Ayu memanggil dirinya.


"Mas... coba... mas lihat di sana!". tunjuk Ayu pada seorang laki-laki yang sedang duduk sendiri di taman dekat kolam ikan hias.


"Iya... emang ada apa dengan orang itu?". tanya Reza cuek dan terus berjalan tanpa memperhatikan orang yang dimaksud oleh Ayu.


"Ih ... Mas Reza... stop dulu... Coba deh... mas perhatikan orang itu, bukan kah Dia Ayah Aku mas?". Ucap Ayu setelah berhasil menahan tangan Reza yang ingin meneruskan langkahnya.


"Iya... itu memang sepertinya, calon ayah mertua Mas...!". ucap Reza setelah memperhatikan pria yang di tunjuk Ayu barusan.


"Ayo... kita samperin dan makan di sana bersama ayah kamu, sepertinya calon mertua Aku belum sarapan juga!". ucap Reza dengan menampilkan wajah serius kepada Ayu.


"Is... Mas Reza... apa-apaan sih... bukannya Mas, hanya membeli makanan untuk kita berdua saja?". tanya Ayu heran dan menghentikan langkah kaki Reza lagi.


"Ayo kita samperin bapak calon mertua Aku!". Ucap Reza sambil tersenyum dan mengapit tangan Ayu yang sedang merangkul lengan Reza tadi.


"Mas... lepasin tangan Aku... nanti Ayah lihat...!". Ayu berusaha berjalan mensejajarkan langkah kaki Reza yang panjang.


Ayu juga berusaha sekuat tenaga ingin melepaskan lengannya yang diapit oleh Reza.


"Kan bagus... kalau ayah kamu lihat, biar kita cepat di nikahkan!". ucap Reza enteng, tapi tidak dengan Ayu.


Kata-kata Reza barusan,. membuat Ayu takut setengah mati, apalagi saat ini mereka berdua menjadi pusat perhatian oleh kebanyakan pengunjung yang ada di taman.


"Mas.... lepas deh... Please... Ayu takut Mas, ayah akan marah...!". Ayu terus memohon, agar Reza segera melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Maaf... maaf... tadi Saya buruh-buruh!". ucap Ayu tidak enak hati setelah melihat orang yang di tabrak barusan, karena berusaha melepaskan tangannya dari lengan Reza.


"Iya Mba, tidak apa-apa!". ucap seorang pria yang Ayu tabrak barusan sebelum berlalu melewati Ayu dan Reza.


"Tu kan... gara-gara Mas Reza tidak Mau lepaskan tangan Aku!". ucap Ayu dengan raut wajah marah-marah.


Reza tidak memperdulikan ucapan gadis kecilnya. Reza terus melangkahkan kaki menuju tempat dimana dia melihat Ichal.


"Mas... mas Reza lepas dulu tangan Aku!". Ucap Ayu berbisik setelah susah payah mensejajarkan langkahnya dengan Reza.


Ayu berbisik karena takut ayahnya mendengar dan melihat dirinya bersama Reza bergandengan tangan.


"US... ayo jalan, tidak usah banyak protes, atau kamu mau ayah kamu memarahi Mas karena mengira memaksa calon istrinya?". Reza terus berjalan tampa menghiraukan ocehan Ayu.


Mendengar ucapan Reza barusan, kini Ayu hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Ichal.


Dengan langkah yang gontai, Ayu terus berjalan mendekati tempat Ichal berada.


"Mas Ichal... Ngapain sendiri disini?". tanya Reza basa-basi setelah sampai di belakang Ichal.


Ichal yang mendengar Suara di belakangnya, langsung menoleh untuk melihat orang yang berada di belakangnya.


Ichal kembali duduk ditempatnya semula, mengira kalau gadis yang di gandeng Reza saat ini adalah pacarnya.


Sementara Ayu yang berada di belakang Reza, terus memohon agar Reza mau melepaskan tangannya. Dari tadi Ayu berusaha tapi hasil masih nihil, Reza masih mengapit tangan nya, makanya Ayu berusaha sembunyi di belakang Reza.


"Mas Ichal... Ayo sarapan sama-sama, ini Aku bawah makanan!". ajak Reza sambil berjalan mendekati tempat duduk Ichal.


Reza sangat berharap, Ichal dapat melihat siapa gadis yang sedang di gandeng saat ini, tapi kelihatannya Ichal masih cuek, jadi Reza mencoba menarik Ayu agar mendekat kepada ayahnya.


"Iya... terimakasih, kebetulan Mas memang lapar!". jawab Ichal,


Akhirnya Ichal menggeser bokongnya untuk memberikan tempat duduk buat Reza dan gadis yang sedang di gandeng ya saat ini.


"Nur... kamu... !". ucap Ichal kaget, setelah melihat gadis yang di gandeng Reza.


Ayu yang mendengar suara bariton ayahnya, tiba-tiba merasakan hawa yang sangat dingin pada seluruh tubuhnya. saat ini, Ayu tidak tahu harus berkata dan berbuat apa?.


"Kirain... Mas Reza sudah tidak kenal dengan putrinya?". tanya Reza basa-basi sambil menaik turunkan alis untuk menggoda Ichal.

__ADS_1


"Dasar lho... cowok sableng... ngapain gandeng tangan Nur segala?". tanya Reza sambil memukul ringan kepala Reza.


"Takut Nur nyasar dan diambil cowok lain Mas...!". ucap Reza enteng tapi terdengar serius.


"Dasar kamu betul-betul cowok tengil...!". ejek Ichal lagi


"Tapi ganteng kan Mas?, nih... Nur aja tidak mau lepas lengannya dari tangan Aku!". Ucap Reza sambil tangan sebelahnya memegang tangan Ayu yang sengaja Dia apit dengan kuat.


"Ah...!". Ayu kaget mendengar perkataan Reza barusan.


"Kenapa sayang... ko, kaget seperti itu?". tanya Reza, segaja memperlihatkan sikap mesra didepan Ichal.


"Sayang.... sejak kapan kalian panggil-panggil sayang?". tiba-tiba Ichal bereaksi mendengan ucapan Reza barusan.


"Maaf... maaf yah... ini... ini tidak seperti....!".


"Yah... sejak Aku menjemput dan mengantar Nur pulang kampung ke Marin Mas!". Ucap Reza memotong ucapan Ayu.


Reza takut jika Ayu mengacaukan rencananya. Reza melakukan hal seperti ini, karena ingin mengurangi beban pikiran Ichal, sekali Gus bukti keseriusan Reza kepada Ayu.


"Apa benar begitu Nur..?".


"Jawab... !". Ucap Ichal dengan nada seperti membentak karena Ayu tidak menjawab, malah terus menundukkan wajahnya di samping Reza.


"jawab Sayang... ayah kamu tanya, apa benar kita sudah dekat sejak Mas antar kamu pulang ke rumah nenek liburan kemarin?".


Reza yang melihat Ichal sedikit emosi, jadi Dia berusaha membuyarkan rasa takut Ayu.


"Maaf yah... Nur...


"Nur... kenapa kamu tidak bilang nak... tau tidak ayah sampai tidak bisa makan dan tidur dengan baik gara-gara nenek kamu punya permintaan... dan ayah tidak tahu bagaimana caranya mengabulkan permintaan nenek kamu!". ucap Ichal sambil berdiri memegang kepalanya.


Kini akhirnya Ichal lega karena ternyata Ayu dan Reza sudah dekat, walaupun Ichal belum tahu tentang status kedekatan mereka, tapi setidaknya Ichal lega ternyata anaknya normal, tidak seperti yang dia pikirkan selama ini.


"Permintaan apa Yah...?". tanya Ayu penasaran.


*** BERSAMBUNG ***


See you All 😘😘😘

__ADS_1


Jangan lupa dukun terus karya Author, berikan like, vote dan komentar yang membangun!!!


__ADS_2