Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Tertidur Dalam Pelukan Reza


__ADS_3

"Mas Reza...!". Teriak Ayu karena hampir terjatuh dari atas tempat tidur.


Untungnya Reza menarik tubuh Ayu ke dalam pelukannya, Entah ini modus atau memang karena Reza siaga?, tapi Ayu bersyukur tidak jatuh.


"Maaf sayang... !". ucap Reza setelah berhasil meraih pundak Ayu.


"Mas Reza,.. Istrahat ya, biar Ayu mandi dulu...!". Ayu mendorong dada Reza dengan pelan.


Beberapa hari belakangan ini, Reza semakin sering memeluk Ayu, hal itu membuatnya Ayu sedikit merasa kurang nyaman.


"Mandi sebentar saja sayang... kamu istirahat juga dulu, inikan masih pagi...!". Reza menarik Ayu kembali duduk di sampingnya, setelah melihat gadis kecilnya itu berdiri ingin menuruni tempat tidur.


"Ah...


Ayu kaget karena tiba-tiba jatuh dan menimpa Reza.


"Sekarang Ayo kita tidur dulu dan jangan banyak bergerak...!". Ucap Reza yang memeluk Ayu dengan erat sambil berbaring berdua.


Reza tidak melepaskan pelukannya, setelah tadi Ayu terjatuh dan menimpa dirinya, akibat tarikan Reza yang melarang Ayu meninggalkan tempat tidur.


"Mas... Mas Reza lepas dulu...Ayu sesak tau...!", Ayu berusaha memohon karena Reza memeluk dirinya seperti seekor hewan yang takut kehilangan mangsanya.


"jangan banyak bergerak sayang... atau kamu tanggung sendiri akibatnya...!". ucap Reza sambil memejamkan matanya dan berusaha untuk tidur sebentar.


Tapi karena Ayu bergerak dan menyentuh adik kecilnya dengan lengannya, membuat Reza tiba-tiba merasa tidak stabil. padahal niat awal Reza membawa Ayu ke hotel hanya ingin agar gadis kecilnya itu bisa istirahat dengan nyaman walaupun itu hanya sebentar.


Reza tau, selama hampir sepuluh hari ini, Ayu maupun Ichal tidak istrahat dengan baik. makanya sebelum Reza membawa Ayu ke hotel, Reza meminta ijin kepada Ichal, sekalian menyuruh Ichal untuk istirahat dulu di rumah nenek Ayu sampai siang, karena dia juga sudah menitipkan nenek Ayu kepada suster yang ayah Reza kirim untuk menjaga nenek Ayu.


"Ingat jangan macam-macam dengan anak Aku... cowok sok kegantengan 👊👊👊!".


Itu balasan chat Ichal kepada Reza, yang membuat Reza sebagai sahabat sekaligus calon menantu merasa sedikit geri.


"Kalau begitu lepas dulu Mas... Ayu tidak bisa bernapas!".


"Kamu harus biasakan dengan tidur seperti ini dengan Aku sayang... karena setelah kita menikah, posisi tidur seperti akan Mas lakukan setiap kali kita tidur bersama..!".


"Ah...


Spontan Ayu mendongakkan kepala karena kaget mendengar ucapan Reza.


Tampa sadar, akibat dari Ayu mendongakkan kepalanya, ternya membuat Hidung Ayu tersentuh pada bibir Reza yang tepat diatas kepalanya.


Ayu terdiam cukup lama, sampai akhirnya Reza Reza mengeluarkan suara yang terdengar sangat berat,

__ADS_1


"Kan... Mas sudah bilang... jangan banyak bergerak...


"Atau kamu sengaja, mau menggoda Mas...!". Reza tiba-tiba membuka mata dan memegang dagu Ayu yang lancip dengan sebelah tangannya.


"Maaf Mas... Ayu tidak sengaja...!". Ucap Ayu gugup karena wajah Reza terlalu dekat dengan wajahnya.


"Cup...!". Reza mengecup bibir seksi Ayu yang tidak mau berhenti berbicara.


"Itu hukuman kamu pagi ini karena tidak mau diam...!".


Mendapat kecupan di bibir secara tiba-tiba, membuat Ayu tidak bisa berkata apa-apa.


Kini Ayu berusaha tidak bergerak dan berbicara. Ayu takut Reza akan bertindak seperti beberapa hari yang lalu saat Dia mandi di hotel yang sekarang ini.


Reza tiba-tiba ******* bibir Ayu, dan itu membuatnya Ayu hampir sesak napas. peristiwa itu masih ter save dengan baik di otak Ayu.


"gadis pintar...!". Puji Reza setelah beberapa saat Ayu tidak bergerak, bahkan Reza bisa merasakan jika Ayu berusaha mengatur hembusan napasnya.


Ayu mendengarkan, apa yang Reza ucapkan, tapi Ayu tidak berani untuk menyahut bahkan bergerak sedikit pun dari posisinya saat ini.


Ayu berniat, menunggu Reza sampai tertidur, baru Ayu berencana mencari celah untuk lepas dari pelukan Reza.


"Gadis bodoh... kenapa menahan napas... bernapas saja seperti biasa...!"..Ucap Reza lagi, merasakan jika Ayu berusaha menahan napasnya.


Bukannya ayu tidak ingin bernapas dengan normal?, tapi karena posisi kepala Ayu saat ini berada tepat di depan dada Reza dan Ayu bisa mendengar dengan jelas detak jantung Reza, membuat Ayu juga ikut berdebar.


Reza tau, jika posisi tidur Ayu yang seperti membuat Dia tidak nyaman, tapi Reza tidak berniat melepaskan Ayu.


Karena Ayu tidak berkata apapun dari tadi, Reza akhirnya berusaha untuk tidur, walupun sulit untuk tidur dengan posisi yang belum pernah Reza lakukan, tapi dia sungguh tidak berniat melepas gadis kecilnya.


Setelah beberapa menit tidak berbicara, Reza dapat merasakan hembusan napas Ayu yang beraturan menerpa dadanya, karena Reza hanya mengenakan baju kaos setelah membuka jaket yang Reza pakai dari rumah sakit.


Reza menundukkan kepalanya untuk melihat, apakah gadis di dalam pelukannya sudah tertidur?, dan benar saja Ayu sudah tertidur dengan lelap, seperti anak baya yang di dekap oleh ibunya.


"Ternyata kamu sudah tertidur sayang... Selamat tidur, kelak Mas janji akan membahagiakan kamu...!". Gumam Reza sambil menundukkan kepalanya dan mencium kening Ayu cukup lama.


Setelah melihat Ayu tertidur, akhirnya Reza juga bisa tidur dengan perasaan yang sulit untuk di gambarkan.


Walaupun ini kali pertama Reza tertidur sambil berpelukan dengan seorang gadis, tapi dia juga merasa sangat bahagia, bahkan jika boleh jujur dan egois, Reza tidak ingin bangun cepat dan melewatkan momentum langkah seperti saat ini.


Tapi apa boleh buat, nada dering handphone Reza tiba-tiba membangunkannya dari tidur indahnya.


Reza melepaskan pelukannya dari Ayu dengan sangat hati-hati, agar gadis kecilnya itu tidak terbangun.

__ADS_1


"Iya Halo Pa... !". jawab Reza dengan suara pelan setelah mengangkat dan melihat jika itu telpon dari ayahnya.


"Apa Pa... Baik-baik Pa... Aku segera ke rumah sakit...!". Jawab Reza kaget setelah mendengarkan informasi dari ayahnya.


"Sayang... sayang ayo bangun...!". Reza menggoyang pundak Ayu dengan lembut.


Karena Ayu belum bangun juga, jadi Reza berinisiatif untuk mencubit hidung Ayu.


"Sebentar Nek...!". ucap Ayu masih memejamkan matanya.


"Is....anak ini...!". Reza mengira Ayu sedang bermimpi


"Sayang bangun... kita mau ke rumah sakit... ini sudah siang...!". Reza masih berusaha membangunkan Ayu, dengan berbisik di tengah Ayu.


"Sebentar dulu Nek... Aku masih ngantuk...!". Gumam Ayu lagi.


Mendengar ucapan Ayu, membuka Reza punya ide.


"Sayang bangun atau Mas... menggendong kamu ke dalam kamar mandi...!". Reza berpura-pura ingin mengangkat Ayu.


Tapi sialnya usaha Reza tidak berhasil, jadi mau tidak mau, Reza harus benar-benar mengangkat Ayu kedalam kamar mandi.


"Sayang bangun... kita harus balik ke rumah sakit sekarang!". Ucap Reza setelah mengambil air dari shower dan mencuci muka Ayu.


"Ah...


Ayu berteriak lumayan kencang karena kaget, membuat telinga Reza sedikit bising.


"Kenapa Mas Reza menggendong Ayu... turunin Mas....!". Ayu berusaha melepaskan diri.


"Ayo mandi... baru kita kembali ke rumah sakit!".


"Sekarang jam berapa Mas?". Tanya Ayu berusaha mengembalikan kesadarannya.


"Setengah sebelas Yu...


"Mau mandi sendiri... atau mas yang Mandikan?". Reza tidak sabar melihat tingkah imut Ayu yang baru bangun tidur.


"Mandi sendiri Mas... Tapi pakaian Ayu tidak tidak ada di sini Mas!". Ayu baru sadar jika tadi pagi Dia tidak membawa pakaian dari rumah sakit, padahal kopernya ada di ruangan nenek Ayu.


"Pakaian kamu ada di luar... sekarang mandi dulu... cepat ya!". Ucap Reza sebelum meninggalkan Ayu sendirian di dalam kamar mandi.


*** BERSAMBUNG ***

__ADS_1


**Jangan lupa berikan terus dukungannya buat karya Author 🙏🙏🙏


SEE you All 👋👋🙏**


__ADS_2