
Selesai berbicara dengan Ayahnya, Reza kembali ke dalam kamar, berniat ingin berbincang-bincang dengan istrinya sebelum membersihkan badan sore ini.
Tapi Reza mengurungkan niatnya setelah masuk kamar, karena melihat istri kecilnya sedang tertidur dengan kedua kakinya menjuntai ke lantai.
Setelah puas melihat-lihat seluruh sisi kamar, Ayu masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Keluar dari kamar mandi, Ayu duduk sebentar di atas ranjang. Sebenarnya Ayu masih belum percaya, jika dirinya sudah menikah dengan Reza dan sekarang berada di rumah orang tua suaminya itu.
Ayu merasa seperti hanya sedang bermimpi. Berkali-kali Ayu mencubit dan memukul pipinya, sampai akhirnya Ayu lelah sendiri dan tertidur sebelum memakai pakaian.
Itulah yang Di lihat Reza saat masuk ke dalam kamar. Reza sampai geleng-geleng kepala dengan tingkah polos Ayu yang tidur hanya menggunakan handuk sambil memeluk bantal guling di atas tubuhnya.
"Sayang kamu pasti capek banget... Maaf... Mas terlalu lama berbicara dengan papa!". gumam Reza sambil memperbaiki posisi tidur sang Istri dengan hati-hati.
Dengan penuh kehati-hatian, Reza mengangkat kaki Ayu lalu menyelimutinya dengan bad cover. Tapi alangkah terkejutnya Reza, saat Ayu Tiba-tiba memeluk lengannya, sambil bergumam.
Namun sayang gumaman Ayu tidak terlalu jelas di indera pendengaran Reza.
Reza berusaha melepaskan tangan Ayu yang masih memeluk lengannya, karena Reza berencana untuk mandi sebelum istirahat sebentar. Tapi karena Ayu tidak melepaskan lengan Reza, jadi terpaksa Reza hanya bisa berbaring di samping Ayu sambil terus memandang wajah polos istri kecilnya.
"Sayang kamu pasti sangat lelah... tapi apakah kamu tidak kaget jika bangun dan melihat kamu sedang memeluk lengan Mas...!". Reza bergumam di samping Ayu sambil senyum-senyum.
Reza tidak menyadari, kapan dia tertidur?. Reza bangun karena mendengar suara pak Susilo yang memanggil sambil mengetuk pintu kamarnya.
"Iya pah... maaf tadi Reza ketiduran!". Ucap Reza setelah membuka pintu dan melihat ayahnya berdiri di depan pintu kamarnya.
"Kamu belum mandi Za...?". Tanya Pak Susilo memperhatikan pakaian Reza yang belum di ganti.
"Belum pah... tadi Reza ketiduran!". Jawab Reza jujur sambil menggaruk kepalanya karena salah tingkah.
"Kalau begitu... kamu mandi dulu Nak... baru ajak istri kamu makan malam!". Ucap pak Susilo menepuk pundak putranya sebelum berbalik.
Melihat ayahnya berjalan meninggalkan kamar, Reza masuk kembali ke dalam kamar dan melihat jam yang ada di atas meja lampu hias.
"Astaga... ternyata sudah hampir jam tujuh malam!". Gumam Reza baru sadar jika Dia sudah lama tertidur.
"Sayang bangun... ini sudah malam!". Reza membangunkan Ayu sambil menepuk pelan lengan istrinya itu.
__ADS_1
"Em... Sedikit lagi ya Nek...!". Gumam Ayu Tampa membuka matanya.
"Sayang... ini Aku... suami kamu... ayo bangun...!". Reza masih berusaha membangunkan Ayu.
Samar-samar Ayu mendengar suara Reza. Ayu berusaha mengumpulkan kesadarannya sebelum membuka mata.
"Ah... Mas Reza... Ngapain di kamar Ayu...?". Ayu kaget dan reflek menarik selimut dan menutupi dadanya.
Reza hanya senyum-senyum melihat tingkah istrinya yang belum sadar, jika di sedang berada di rumah mertuanya.
Melihat Reza senyum-senyum Tampa reaksi, Ayu berusaha mengingat, apa yang sedang terjadi dan kenapa ada Reza di atas tempat tidur yang sama dengan dirinya.
Ayu melihat sekeliling dan terakhir melihat tempat tidur yang dia tempati saat ini.
"Oh my God...!". Gumam Ayu menertawakan kebiasaan lamanya, jika tiba-tiba tertidur karena kelelahan.
Jika Ayu tertidur karena lelah atau lagi sakit, Dia sering tidak menyadari, dimana dia berada, yang Ayu ingat ketika bangun tidur adalah tertidur pulas di kamar tidur sederhana di rumah Almarhumah neneknya.
"Maaf Mas... Tadi Ayu ketiduran...!". ucap Ayu sambil menundukkan kepalanya karena merasa malu dan bersalah.
"Tidak apa-apa sayang... ini kan rumah kamu juga, karena kamu sudah menjadi istri Mas!". Jawab Reza tersenyum sangat manis melihat tingkah lucu Ayu.
Reza sengaja tidak menyebut nama mamanya saat berbicara dengan Ayu tadi, karena Reza juga belum tahu apakah ibunya itu akan ikut makan malam bersama mereka atau tidak?, lagian Reza belum sempat bertemu ibu Darti sejak Dia datang ke rumah orang tuanya.
Rencananya, Reza akan menemui ibunya setelah makan malam, jika ibunya tidak bergabung dengan mereka.
Di dalam kamar mandi, Reza mandi sambil memikirkan, kenapa mamanya tiba-tiba marah dan tidak ingin bertemu dengan dirinya dan Ayu, padahal ayahnya sudah janji, jika Ayahnya akan memberi pengertian kepada sang Bunda.
"Ah...
Reza berteriak sambil mengguyur dirinya di bawah shower.
Di dalam kamar, setelah Reza masuk ke dalam kamar mandi, Ayu baru menyadari jika dari tadi dirinya tertidur cukup lama dan belum memakai pakaian.
Ayu tiba-tiba merasa malu, dan berpikir, jangan sampai tadi Reza melihat sesuatu dalam di tubuhnya.
Setelah selesai memakai pakaian yang Ayu bawah dari asrama. Ayu duduk di pinggir tempat tidur menunggu Reza selesai mandi.
__ADS_1
Benar saja, tidak kurang dari Lima belas menit, Reza sudah keluar dan hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Melihat pemandangan seperti itu, reflek Ayu memalingkan wajahnya karena malu.
"Sayang... kenapa wajah kamu merah seperti kepiting rebus?". Goda Reza setelah menyadari jika Ayu masih malu melihat tubuh bagian atasnya.
"Ih... mas Reza... sana pakai pakaian dulu, malu tau...!". Ucap Ayu masih terus menundukkan kepala menghindari melihat Reza yang berdiri tepat di depannya.
"tidak usah malu sayang... kamu berhak kok melihat dan menikmati tubuh suami kamu ini... bagaimana body Mas keren tidak?". Reza terus menggoda Ayu, dan kali ini Reza sengaja duduk di hadapan Ayu, karena posisi Ayu tadi menyamping untuk menghindari Reza.
Melihat Ayu menutup mata, membuat Reza ingin berlama-lama menggoda istrinya, tapi sayang, Ayahnya kembali mengetuk pintu kamar yang di tempati oleh Reza dan Ayu.
"Iya Pak...!". Jawab Ayu tiba-tiba berdiri dan berteriak.
Ayu tidak menyadari jika pipinya masih merah dan langsung membuka pintu untuk menemui ayah mertuanya.
Melihat Ayu yang membukakan pintu kamar, Pak Susilo merasa sangat lucu karena pipi menantu nya terlihat sangat merona.
Pak Susilo bisa menebak, jika menantunya itu sedang di goda oleh Reza. mengingat Reza sudah lama tergila-gila dengan anak sahabatnya itu, tapi sebagai ayah, pak Susilo juga salut sekaligus bertanya-tanya dalam hati, "kenapa Reza selalu bisa menahan diri untuk tidak terlalu cepat menemui Ayu?, sampai gadis pujaan hati anaknya itu berumur hampir dewasa baru Reza memberanikan diri menemui Ayu!".
"Ayo makan malam dulu nak... panggil suami kamu!". Ucap Pak Susilo setelah melihat Ayu salah tingkah.
"I...iya Pak!". Jawab Ayu gugup
"panggil papah aja, Aku kan ayah mertua kamu sekarang!". ucap Pak Susilo menepuk pundak Ayu sambil tersenyum ramah.
"I.. ya Pak... eh... papah...!". Ayu masih gugup karena tidak terbiasa mendapatkan perhatian dari orang lain, selain ayah, Om dan neneknya.
"Papah aja...!". Ucap pak Susilo sebelum meninggalkan Ayu dan kembali duduk di ruang keluarga.
"Kamu kenapa berdiri di sini terus sayang?". Reza menghampiri dan membuyarkan lamunan Ayu.
"Ah... tidak apa-apa Mas...!". Jawab Ayu setengah kaget mendengarkan suara Reza dari belakang tubuh nya.
Ayu berbalik dan melihat, jika Reza sudah memakai baju kaos dan celana selutut, Jika boleh jujur, Reza sangat tampan dengan pakaian santainya.
Ayu sampai tidak mengedipkan mata untuk kesekian detiknya.
"Ayo kita temui ayah dan makan malam bersama beliau...!". Reza menarik dan menggenggam tangan Ayu dengan lembut.
__ADS_1
Mendapat perlakuan seperti itu, Ayu sedikit tegang dan berusaha menetralkan perasaannya sambil berjalan mengikut langkah kaki Reza.
*** BERSAMBUNG ***