Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
First Kiss


__ADS_3

Suasana kamar Ayu sangat ramai karena semua penghuni kamar ada yang mengantar, hanya Ayu yang diantar oleh satu orang, sedangkan teman sekamarnya yang lain ada mengantar sampai satu mobil, seperti Rusmini. Senior Ayu yang satu itu diantar oleh ibu, ayah dan kedua adiknya.


Ayu bersyukur karena ada Reza yang meluangkan waktunya kali ini untuk mengantar dirinya, berbeda dengan awal Ayu datang ke Asrama, Ayu hanya di antar oleh orang Dinas dari Sulawesi Selatan, itupun hanya sampai selesai proses administrasi. Setelah itu Dia pulang meninggalkan Ayu sendiri di ibu kota Jakarta.


Terkadang Ayu merasa iri dengan teman-temannya yang biasa di jenguk keluarganya dalam satu bulan sekali, sedangkan dirinya, selama satu tahun lebih tinggal di asrama, baru kali ini ada mengantarnya masuk ke dalam kamarnya.


"sayang... Mas sepertinya sudah harus pulang ya, karena ini sudah jam sembilan lewat!," ucap Reza berbicara bisik-bisik di samping Ayu.


"Oh... iya Mas!," jawab Ayu kaget karena barusan Dia melamun.


Reza beranjak dari tempat duduknya. Ayu juga mengikuti Reza dari belakang, Dia ingin mengantar Reza sampai ke mobilnya.


"Mas Reza sudah mau pulang?," tanya Amanda menghampiri Reza setelah melihat Reza berjalan menuju pintu.


"Iya Nona... Aku harus pulang, karena ini sudah malam!," jawab Reza tersenyum ke arah Amanda,


Setelah menjawab pertanyaan Amanda Reza berjalan mendekati ayah Amanda.


"Om... bu... mas... Aku duluan ya!," Reza berpamitan kepada orang-orang yang ada di dalam kamar Ayu sebelum keluar.


"Iya nak... hati-hati di jalan!," jawab ayah Amanda.


"Terimakasih om...!," balas Reza dan Ayu bersamaan.


"kamu kenapa ikut keluar sayang?," tanya Reza ketika sudah keluar dari pintu asrama.


"Ih... Mas Reza... tadi sudah janji tidak panggil sayang-sayang...!," Ayu memukul lengan Reza karena sudah mengingkari janjinya.


"kan tidak ada orang sayang...!," jawab Reza senyum-senyum.


"Mas... pamit ya, jaga diri baik-baik dan belajar yang benar!," ucap Reza setelah sampai di dekat mobilnya.


"Iya mas... Terimakasih banyak, atas waktunya hari ini... !," ucap Ayu terharu dengan kebaikan Reza.


Ditengah kesibukan Reza, Dia masih mau meluangkan waktu untuk menjemput Ayu di Bandara, mentraktir Ayu makan siang dan yang paling penting bersedia mengantar Ayu ke asrama.


"Iya sayang... Cup... !," Reza menunduk dan mencuri kecupan di bibir tipis Ayu. Ayu yang tidak siap dengan Aksi tiba-tiba Reza, hanya mematung.

__ADS_1


Reza telah mengambil first kiss Ayu.


"Sayang mas pamit ya, kamu baik-baik disini, mungkin Mas lama baru bertemu dengan kamu Lagi, karena Mas dua hari lagi akan berangkat ke Singapura!," Ucap Reza panjang lebar setelah mengecup singkat bibir gadis kecilnya. Sementara Ayu tidak merespon ucapan Reza, Dia masih syok dengan aksi tiba-tiba Reza mengecup bibir nya.


"Anandita... kamu kenapa?," tanya Reza heran karena Ayu tidak merespon ucapannya.


Reza mengelus sekali lagi kepala Ayu, dan Ayu tetap tidak memandang Wajah Reza. karena Ayu tidak memberikan respon, Reza kembali mengecup bibir Ayu, setelah memastikan tidak ada orang yang melihat aksinya.


"Mas apa-apaan sih, malu tau... !," Tiba-tiba Ayu mendorong Reza, setelah sadar dari lamunannya.


"Maaf sayang... itu bayaran untuk hari ini... !," ucap Reza mendekati Ayu sambil tersenyum bahagia.


"untuk handphone, itu buat kamu sayang, nanti kamu bisa simpan sama pembina asrama kamu, tapi ingat jangan di salah gunakan!,"


"Mas pamit ya, ini sudah tengah malam, takut macet, sampai ketemu lagi dan ingat kalau ada yang ingin kamu sampaikan sama Mas, kamu boleh hubungi Mas kapan saja, jika kamu ada waktu!," Reza berpamitan lalu membuka pintu mobilnya.


"iya Mas... Sekali lagi, terimakasih banyak, hati-hati dijalan!," ucap Ayu tulus, Dia mendekat di jendela pintu mobil Reza setelah Reza menutup pintu mobilnya.


"Sama-sama Ayu Nur Anandita Ichal... !," jawab Reza sambil mengeluarkan sebelah tangannya.


"Salim... !," ucapnya lagi karena Ayu tidak menyambut uluran tangannya.


bagaimana pun, Reza adalah pria pertama yang dekat dan berani mengecup bibirnya.


"Assalamualaikum... Anandita, Mas pulang dulu ya!," Reza pamit sebelum melajukan mobilnya.


"Waalaikum salam, hati-hati Mas!," ucap Ayu sedih.


Setelah melihat mobil Reza tidak kelihatan lagi diujung belokan keluar di jalanan umum, Ayu Melangkahkan kakinya ingin masuk kembali ke asrama.


Ayu duduk sebentar di atas kursi yang ada di teras asrama, Ayu ingin menenangkan perasaannya sebelum masuk dan bertemu dengan sahabatnya Manda.


"Nona... kenapa melamun?, hati-hati nanti kerasukan baru tau rasa...!," tiba-tiba ada suara laki-laki datang dari dalam asrama.


Ayu membalik posisi duduknya menghadap ke arah sumber suara.


"Eh... kak Zidan... maaf kak... ayu tidak lihat...!," ucap Ayu malu-malu.

__ADS_1


Zidan mendekati Ayu dan duduk di kursih yang ada di samping Ayu.


"Kamu kenapa, seperti sedang melamun?," tanya Zidan, setelah melihat lebih dekat wajah Ayu.


Zidan melihat wajah Ayu yang sendu, seperti sedang bersedih.


"Eh... tidak Kak... Ayu hanya ingin duduk sebentar disini!," jawab Ayu apa adanya, jujur dia memang sedih dan bahkan sangat sedih karena Reza berpamitan mau keluar negeri.


"Oh, begitu ya...!," jawab Zidan singkat


"Baru Kakak kenapa keluar?, kakak juga sudah mau pulang ya?," tanya Ayu untuk memastikan karena dari tadi dia tidak melihat ayah Manda keluar.


"Mau cari angin, di dalam sumpek...!," jawab Zidan berdiri dari tempat duduknya.


Ayu memperhatikan Zidan yang berjalan menuju ke arah pot bunga yang di letakkan di pinggir pagar asrama.


Zidan mengambil bunga Kamboja yang terjatuh di tanah, lalu melemparkannya ke arah Ayu, dan karena Ayu tidak siap, bunga yang Zidan lempar tepat mengenai jidatnya.


"Ih... kak Zidan apa-apaan sih... kaget tau...?," ucap Ayu setelah mengambil bunga yang mengenai jidatnya barusan.


"Makanya... jangan suka melamun!," Zidan mendekati Ayu dan kembali duduk di sampingnya


"Oh... ya... salam kenal, Aku kakaknya Amanda, sahabat kamu yang cerewet itu, maaf atas pertemuan awal kita kemarin yang tidak mengenakkan!," Zidan tiba-tiba mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya kepada Ayu.


Ayu yang melihat Zidan mengulurkan tangan spontan menyambut uluran tangannya.


"sudah kenal kali Kak!," jawab Ayu menyambut uluran tangan Zidan sambil tersenyum sangat manis. Zidan yang melihat senyum Ayu, langsung meleleh, seperti cokelat yang dipanaskan diatas api😂😂😂


"Kamu cantik Ayu... !," ucap Zidan Tampa sadar memuji Ayu.


*** BERSAMBUNG ***


Author ucapkan banyak terimakasih karena sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya perdana Author.


Mohon maaf atas ketidak sempurnaan huruf mau pun kata-kata yang terdapat di novel ini 🙏🙏🙏


Dukung terus Author ya🙏🙏🙏

__ADS_1


Sampai jumpa di bab-bab berikutnya 👋👋👋


I LOVE YOU ALL 😘😘😘


__ADS_2