
Kini tinggallah Ayu dan Reza berdua di depan ruangan ICU, sebenarnya Ayu sudah menyuruh Reza untuk pulang ke hotel.
Ayu cukup tau diri, walaupun Ayu belum dewasa, tapi kadang-kadang pikiran dewasanya muncul otomatis.
Ayu menyuruh Reza pulang ke hotel, bukan semata-mata karena Ayu marah dengan Reza, tapi Ayu tahu, jika semalam Reza tidur dengan tidak nyaman demi menjaga neneknya.
Jadi Dia menyuruh Reza pulang ke hotel pagi ini, agar Reza bisa mengistirahatkan tubuh dan berganti pakaian.
"Mas pulang aja... biar Aku yang jaga nenek...!". Ayu menyuruh Reza lagi, karena Ayu melihat Reza masih belum pergi-pergi juga.
Padahal wajah Reza terlihat dengan jelas, Jika Dia sangat lelah, tapi Reza belum mau pulang ke hotel.
"Betul... Kamu mau jaga nenek sendiri?". Reza berbalik dan menghadap ke arah Ayu.
"Iya betul Mas... !". jawab Ayu yakin
"Tapi... Mas....maunya pulang ke hotel bareng kamu sayang...!". Bisik Reza tepat di telinga Ayu.
Ayu kaget dengan aksi tiba-tiba Reza, jadi Spontan Dia mendorong dada Reza.
"Is... Mas Reza geli tau!". Gumam Ayu pelan sambil bergeser kebelakang.
Masih pagi, tapi Reza sudah membuat buluh roman Ayu berdiri akibat bisikin yang telat di telinga nya.
"Oh... ternyata kamu tau geli juga sayang!". Goda Reza masih mendekati Ayu.
"Mas... jauh-jauh sedikit, kan kursinya masih panjang!". Ayu menyuruh Reza mundur-mundur.
Ayu takut jika Reza terlalu dekat dengan dirinya, keanehannya akan muncul, makanya Ayu menyuruh Reza jaga jarak, tapi dasar Reza, Pria yang tidak peka, menurut Ayu.
Reza malah terus mendekati Ayu, sampai Ayu mentok di pinggir kursih, untung saja kursinya memiliki pembatas, kali tidak Ayu pasti sudah jatuh.
"Mas... nanti ada orang yang lihat!". Ucap Ayu pelan sambil menundukkan wajahnya.
Ayu malu dan takut mengangkat wajahnya, karena Reza sudah mengapit tubuhnya di pinggir kursih.
Ayu bisa merasakan hembusan napas Reza yang menerpa wajahnya.
"Kalau... kamu malu di lihat orang lain... makanya, ayo kita ke hotel...!". Reza menggenggam tangan Ayu yang terus genggam dengan tangannya sendiri.
"Tangan kamu dingin sekali sayang...!". ucap Reza merasakan tangan Ayu yang dingin seperti orang sedang kedinginan.
"Kamu kedinginan?". tanya Reza ingin melepas jaket yang Dia pakai.
"Tidak Mas...!". jawab Ayu berusaha melepaskan genggaman tangan Reza.
__ADS_1
Tapi karena kekuatan Ayu tidak sebanding dengan Reza, jadi Ayu tidak berhasil melepaskan genggaman tangan Reza.
Masih pagi-pagi, tapi Ayu sudah mendapatkan Shock jantung dari Reza. Ayu juga tidak tau kenapa setiap Reza terlalu dekat dengan dirinya, Dia merasa ada perasaan aneh dari dalam dirinya.
"Kalau begitu kamu tunggu di sini, Mas mau bertemu suster dulu...!". Reza berdiri dan berjalan memasuki ruangan ICU tampa memperhatikan wajah kebingungan Ayu.
"Mas Reza mau ngapain ketemu suster?". tanya Ayu dalam hati setelah melihat Reza masuk ke dalam ruangan ICU.
Tidak lama Reza kembali menemui Ayu yang masih duduk ditempatnya.
"Sayang ayo kita pergi jalan-jalan dulu, sekalian cari sarapan!". Reza menarik tangan Ayu dengan lembut.
Karena tangan Ayu sangat dingin, Reza mengira Ayu lapar, makanya Reza masuk menemui suster untuk memberikan kartu nama dan berpesan jika ada sesuatu atau nenek Ayu membutuhkan sesuatu, untuk segera menghubungi Dia.
"Tapi Mas... Nenek sama siapa?".
"Kan ada suster sama dokter Sayang!". jawab Reza sambil berjalan.
"Tapi Mas... nanti nenek mencari kita!".
"Tenang sayang... tadi Mas sudah kasih nomor telpon sama suster, jika ada sesuatu, Mas suruh suster itu hubungi Mas!". ucap Reza kini merangkul pundak Ayu.
Rasanya Reza ingin melahap habis bibir seksi Ayu yang tidak mau berhenti berbicara.
"Sayang kamu seksi...!". gumam Reza tampa sadar.
"Is... melepas Mas... malu tau di lihat orang!". Ayu mendorong Reza pelan.
"Kalau begitu, cium mas dulu!". goda Reza menunjuk pipinya.
"Mas... apa-apaan sih?". Ayu memalingkan wajahnya karena Reza mendekatkan pipinya.
"Kan... kamu belum pernah mencium Mas... biasanya juga Mas yang mencium kamu sayang!". ucap Reza tampa melepaskan rangkulannya
"Aduh mas... Ayu sesak tau, lepas dulu...!". Ayu berusaha melepaskan tangan Reza.
"Bayar dulu baru Mas lepas!".
"Bayar...?". Ayu bingung dengan kata BAYAR
Ayu berpikir Reza meminta uang Dia.
"Tapi Ayu tidak bawa uang Mas!". jawab Ayu
"Kalau begitu Ayo kita jalan-jalan cari udara segar, dan jangan banyak meronta, karena kalau tidak... mas tidak tau bisa tahan atau tidak...!". Reza merangkul Ayu sambil berjalan seperti pasangan pengantin baru.
__ADS_1
Pagi ini, Reza merasa sangat bahagia, tadi awalnya Reza hanya ingin menggoda Ayu, tapi melihat tingkah lugu Ayu, ditambah bibir Ayu yang tidak mau berhenti berbicara, membuat jiwa jomblonya bangkit secara tiba-tiba.
"Tahan Reza... Dia belum halal buat kamu!". Reza mengingatkan dirinya dalam hati.
Bagaimana pun Reza adalah pria dewasa, pagi-pagi sudah sangat dekat dengan wanita yang selama ini rindukan. Jadi jangan salahkan jiwanya yang meronta.
Untungnya,akal sehat Reza masih berfungsi pagi ini, kalau tidak?, entahlah apa yang akan terjadi?.
Ayu yang berapa dalam rangkulan Reza merasa heran,
"kenapa Mas Reza tiba-tiba jadi diam?".
Karena genggaman Reza tidak sekuat tadi, Ayu akhirnya bisa melepaskan rangkulan Reza dan mundur sedikit kebelakang.
"Kamu mau kemana sayang!". ucap Reza tersadar dari lamunannya
"Ah... Tidak mau kemana-mana Mas, Ayu jalan di belakang Mas saja!". ucap Ayu
"Memang kamu anak buah aku... Sini!". tarik Reza dan menggenggam tangan Ayu.
Ayu yang mendapat perlakuan seperti itu dari Reza, hanya bisa pasrah.
Reza berjalan keluar dari rumah sakit sambil menggenggam tangan Ayu.
"Kita jalan-jalan dulu ya, sekalian cari makan!". ucap Reza setelah keluar dari area rumah sakit
"Tapi jangan terlalu lama ya Mas...!". Ayu takut jika ayahnya tau jika dia tidak menjaga neneknya.
"Em...
"Kamu mau sarapan apa sayang...?". tanya Reza
"Ayu nasi kuning aja Mas...!".
"Oke... kalu begitu kita beli disana baru makan di taman ya!"..ucap Reza berjalan menuju penjual nasi kuning yang ada di pinggir jalan.
Ayu tidak menjawab, Dia hanya mengikuti Reza yang berjalan sambil memegang tangannya.
"Adik kamu cantik bro... bisa kenalan tidak dengan Dia?". Tanya laki-laki yang berdiri pas di samping Reza.
Mendengar ucapan laki-laki tadi membuat napsu makan Reza tiba-tiba menghilang.
"Ini bukan adik Aku... tapi istri Aku Bro!". Ucap Reza sambil memeluk pinggang Ayu.
Ayu yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari Reza, spontan mundur kebelakang dan hampir jatuh. untungnya Reza dengan sigap memengang tangannya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang...?". tanya Reza khawatir.
*** BERSAMBUNG ***