
Setelah hampir setengah jam berganti baju, ini dan itu, Ayu mulai bosan di tambah hari ini banyak sekali kejadian tak terduga yang dia Alami, mulai Pak Supir mas Reza yang ada di kampung nenek periksa-periksa handphone Reza yang di berikan padanya, sampai Bandara tiba-tiba ketemu Abuts dan sahabatnya Ardi yang mana merupakan adik sepupu Reza, di tambah sekarang Ayu diajak pergi ke Mall sama Reza, dan yang paling membuat Ayu Boring, yah... pekerjaan saat ini,
Harus ganti-ganti pakaian!.
"yang ini perfek Mba!," ucap pegawai wanita yang menemaninya memilih-milih pakaian.
Menurut Ayu baju yang di pakainya saat ini sama saja dengan baju-baju yang dipakai dari tadi.
Entahlah,... Ayu juga tidak mau pusing dengan pakaian, menurut Ayu pakaian apa saja yang penting nyaman, itu sudah OKE.
Lagian Ayu juga belum pernah belajar tentang fashion karena saat ini Dia masih fokus untuk belajar di sekolah menengah atas, agar beasiswanya tidak putus, Dia harus mendapatkan nilai yang sempurna.
"Mari mba, Aku antar keluar ketemu sama Pak Reza, pasti beliau sangat senang melihat penampilan Mba!," ucap pegawai wanita cantik itu lagi.
Ayu Hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala, tanda kalau Dia setuju dengan ajakan pegawai wanita itu.
Reza yang duduk di Sofa sambil membaca majalah yang ada di atas meja, tidak menyadari kalau gadis kecilnya sudah berada di depannya dengan penampilan yang sudah di sulap oleh pegawai butik menjadi lebih cantik dan menawan.
"Mas... Mas Reza... ", ucap Ayu setelah sampai di depan Reza,
Reza yang tertunduk sambil membaca majalah di depan mukanya, spontan menurunkan majalahnya, Reza memperhatikan wanita yang ada di depannya mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan mata yang tidak berkedip.
"Sayang... sayang... kamu cantik sekali!," ucap Reza sambil berdiri dan berjalan mendekati gadis kecilnya.
"Kamu terlihat dewasa memakai gaun seperti ini!," ucap Reza lagi setelah memegang kedua pundak Ayu.
Sementara Ayu tidak mengucapkan sepatah kata pun, menurut dia Biasa saja, hanya yang beda, Penampilannya saat ini lebih feminim dan elegan karena memakai gaun dari butik.
"Ambilkan semua gaun yang ada di butik ini yang cocok dengan ukuran tubuh calon Istri saya!," ucap Reza kepada dua wanita cantik yang ada di belakang Ayu.
Ayu yang mendengar ucapan Reza spontan mengangkat kepala karena kaget.
"Tidak ...tidak perlu Mas! ," ucap Ayu dengan menggelengkan kepala karena tidak setuju dengan ucapan Reza barusan.
"kenapa sayang?, kamu pakai pakaian ini terus jika berada di asrama, kamu sangat cantik dengan memakai gaun!," Reza tidak setuju dengan penolakan Ayu, dan baru kali ini dia melihat Ayu secantik hari ini, sampai Reza mungkin lupa kalau pakai yang dia pesan untu Ayu tidak cocok di gunakan di Asrama sekolah.
"Terimakasih banyak Mas.... Ayu senang banget dengan perhatian Mas, tapi pakaian ini tidak cocok untuk Ayu pakai di Asrama, lagian kalau Ayu pakai baju seperti ini setiap hari, bisa-bisa teman-teman Ayu mengejek Ayu terus Mas, dikirain Ayu mau ke undangan, jadi NGGAK usah ya, please...!," ucap Ayu memohon, kali ini dia sangat tidak setuju dengan dengan Reza.
Menurut Ayu membeli gaun yang banyak hanya membuang-buang uang, lagian Ayu tidak pernah pergi ke pesta jika berada di Asrama, palingan keluar jika ada acara sekolah, seperti studi tour atau studi banding.
"Oke... Tapi yang kamu pakai sekarang bolehkan Mas belikan buat kamu bawah ke Asrama?," ucap Reza menaik turunkan alisnya
"Ok... tapi cuma ini saja ya Mas, lagian ini harganya pasti sangat mahal!," Ayu menerima tawaran Reza,
"kenapa cuma satu sayang, kasih cukup dua Ya?," Rengek Resa mencoba membujuk Ayu agar mau membeli dua set pakaian.
"Satu aja Mas, ini sudah cukup, lagian Ayu juga tidak tau, kapan mau pakai pakaian seperti ini?," ucap Ayu tegas.
__ADS_1
"Ok...!" jawab Reza singkat dan berjalan menuju kasir.
"Mba, bungkus semua pakaian yang telah di coba oleh calon istri saya dan tolong antarkan ke dalam mobil!," kata Reza kepada wanita pegawai butik sambil menyerahkan kartu yang berwarna hitam dan sebuah kunci mobil.
"Baik Pak Reza, Terimakasih banyak!," jawab pegawai wanita itu.
Kini Ayu sudah kembali di didekat Reza setelah memakai pakaiannya semula.
"Mas... Ayo kita pulang... ini sudah sore!," ajak Ayu setelah melihat jam dinding yang ada di butik.
"Ok... Ayo... Mas akan antar kemanapun kamu mau pergi sayang, karena hari ini adalah hari spesial buat mas, setelah lama menunggu!," Reza tersenyum sambil merangkul pundak gadis kecilnya.
Reza berjalan bersama Ayu, sesekali Dia menggenggam tangan gadis kecilnya, setelah puas merangkul pundaknya. Kalau Reza tidak takut Ayu marah, ingin rasanya Dia memeluk Ayu dengan sangat erat, dan dia tidak ingin moments hari ini berlalu begitu cepat.
"Silahkan masuk sayang!," ucap Reza sambil membukakan pintu mobil
"Terimakasih Mas!," jawab Ayu tersenyum
"Bagaimana Aku tidak terbuai Mas, jika cara kamu memperlakukan Aku seperti ini?," gumam Ayu dalam hati, hari sungguh moments yang tidak bisa dia lupakan dalam hidupnya.
"Kenapa senyum-senyum sayang?," tanya Reza, setelah duduk di depan stir mobilnya.
"Tidak apa-apa Mas, Ayu hanya senang aja, bisa di ajak jalan-jalan sama Mas, pergi ke mall hari ini!," jawab Ayu jujur
" Lain kali kalau kamu libur Mas pasti akan usahakan membawa kamu jalan-jalan lagi sayang, Mas akan ajak kamu pergi kemana saja yang kamu inginkan!," ucap Reza, setelah melajukan mobilnya.
"Sama-sama Sayang... Mas juga tidak ingin mendapatkan balasan apa pun dari kamu, cukup kamu jadi wanita yang pintar dan pengertian, itu sudah cukup buat Mas!," kata Reza sambil tangan kanannya sebelah mengusap pucuk kepala Ayu.
"I LOVE YOU Ayu Nur Anandita Ichal!," kata Reza lagi, kali ini dia mencium tangan Ayu sebelah yang berada di dalam genggamannya.
Ayu hanya diam menerima semua perlakuan Reza, Dia juga merasa senang dan sesak dengan perasaannya sendiri.
Ayu merasa ada sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya setiap kali Reza menggenggam dan mencium tangannya. Tapi Ayu sendiri tidak tau perasaan apa yang sedang dia rasakan?,
Satu Hal yang Ayu tahu, Dia harus bisa mengendalikan perasaannya, sebelum dia malu karena ketahuan oleh Reza.
"Apakah... ini yang dinamakan jatuh cinta?," tanya Ayu dalam hati.
Napas Ayu sudah mulai memanas dengan detak jantung yang sudah tidak terkontrol.
tapi Ayu tidak bisa menarik tangannya dari genggaman Reza, Ayu takut menyinggung perasaan orang yang selama ini baik kepadanya.
"Sayang... kamu baik-baik saja kan?," tanya Reza, Dia merasa ada yang tidak biasa dengan gadis kecilnya karena hal seperti ini sudah dua kali Reza lihat dari Ayu.
Reza pernah melihat Ayu mengalami kejadian seperti saat sekarang di rumah neneknya saat liburan dan waktu itu Ayu tiba-tiba berlari menuju kamar mandi.
Ayu tidak merespon pertanyaan Reza, saat ini Ayu merasa sesuatu dalam dirinya mulai muncul lagi, dan itu sangat menyiksa dirinya.
__ADS_1
"Sayang... kamu tidak apa-apa kan?," tanya Reza kembali setelah memarkirkan mobilnya, di depan sebuah rumah sakit Suastawa yang Dia lewati barusan.
"Sayang... kamu baik-baik saja kan?," tanya Reza lagi karena tidak mendapat respon dari Ayu, Reza mengguncang kedua pundak Ayu.
Ayu yang merasa pundaknya dipengang, tiba-tiba memeluk Reza dengan sangat erat, perasaannya kali ini susah di kontrol, sementara Reza yang dipeluk secara tiba-tiba, refleks membalas pelukan Ayu.
"Kamu baik-baik saja kan sayang?," tanya Reza setelah membalas pelukan Ayu.
Ayu masih dalam posisi memeluk Reza, hal itu Ayu lakukan atas dorongan yang tiba-tiba muncul dalam dirinya, dan Ayu berfikir, mungkin dengan memeluk pria dewasa disampingnya akan mengurangi perasaan itu, lagi menurut Ayu, Reza juga adalah pria yang akan menjadi suaminya kelak.
Ternyata Ayu salah, karena sudah beberapa menit Dia memeluk Reza tapi perasaan yang dia rasakan belum kembali normal, perasaan malah semakin kuat seperti ada yang ingin meledak.
"Anandita... kamu kenapa?," tanya Reza heran karena Ayu tidak menjawab pertanyaannya dari tadi dan sekarang malah semakin kuat memeluknya, dan napasnya terasa di leher Reza dengan posisi yang saling berpelukan.
Reza tidak menyadari kalau mobilnya menjadi perhatian satpam rumah sakit, sedari tadi karena Reza tidak keluar juga dari mobil, padahal sudah beberapa menit mobilnya berhenti di tempat parkir.
Tok... tok...tok...
"Selamat Sore Pak...!," terdengar suara dari luar mobil sedang mengetik kaca mobil Reza, untungnya, kaca mobil Reza tidak tembus pandang.
"Sayang... tenangkan dirimu, ada orang di luar, sepertinya dia mengetuk pintu mobil!," ucap Reza ingin melepas pelukan Ayu, tapi Ayu tidak merespon sama sekali.
Reza terus berusaha melepas pelukan Ayu, sampai akhirnya berhasil. sebelum membuka pintu mobil, Reza melihat Ayu yang sedang bersandar di jok mobil dalam keadaan lemah dan napas yang memburuh.
"Iya pak... ada apa?," tanya Reza kepada sekuriti yang berdiri di samping mobilnya setelah membuka pintu mobil.
"Ada yang bisa kami bantu Pak?, karena Saya perhatikan sudah hampir setengah jam mobil banyak terparkir disini dan tidak ada penumpan yang turun!," ucap sekuriti menjelaskan kepada Reza.
"Oh.... ini Pak, calon Istri Saya sepertinya kurang sehat!," Jawab Reza menunjuk Ayu yang bersandar di Jok mobil.
Sekuriti yang siap siaga langsung memanggil beberapa suster.
"Suster... suster, tolong ini ada pasien!," panggil sekuriti minta bantuan,
"Tidak perlu Pak, Aku bisa menggendongnya sendiri!," tolak Reza.
*** BERSAMBUNG ***
Terus dukung Author ya 🙏🙏🙏
Akankah Reza mengetahui keanehan Ayu?
Apakah Ayu akan tau penyakit apa yang sebenarnya dia derita beberapa tahun belakang ini?
Apakah hubungan mereka akan baik-baik saja setelah Reza mengetahui keanehan Ayu???
Baca terus Novel author!!!
__ADS_1