Pria Misterius Menggelisahkan

Pria Misterius Menggelisahkan
Apartemen Zidan


__ADS_3

***


Zidan meninggalkan kantor setelah menerima telpon dari salah satu guru adiknya di sekolah. Tapi sebelumnya Zidan menyempatkan diri untuk menelpon ayahnya.


Zidan memberi tahukan kalau hari ini Dia mau pulang cepat dari kantor, karena harus segera pergi ke asrama Amanda.


Ayah Amanda tidak bisa datang menjenguk Amanda di Asrama karena pagi-pagi sekali dia harus keluar kota untuk menghadiri rapat bersama rekan-rekan bisnisnya. Sementara Ibu Amanda juga harus ikut menemani perjalanannya. Itu sudah menjadi kebiasaan orang tua Amanda, jika Ayahnya pergi keluar kota dan bermalam, makan ibunya juga harus di boyong papanya.


"Iya... kamu pergi saja lihat adikmu, kasian Amanda kalau sakit di asrama, kalau kondisinya tidak memungkinkan untuk tinggal di asrama karena tidak ada yang merawat, bawah saja Amanda pulang ke rumah!," ayah Zidan menginstruksikan anaknya.


"Baik pa... Zidan akan pergi melihat Manda, tapi... Zidan tidak usah antar ke rumah ya!," ucap Zidan belum ingin pulang ke rumah orang tuanya.


"baru... kamu mau simpan adikmu di asrama dalam ke adaan sakit?," ucap ayah Manda tidak faham maksud ucapan anaknya," tidak mau membawa Amanda ke rumah".


"Bukan Pa... Zidan, akan bawah Amanda ke dokter keluarga, baru Zidan bawah ke apartemen Zidan, karena Zadan malas pa... pulang ke rumah, mama juga tidak ada di rumah kan?," jawab Zidan meredakan Emosi ayahnya.


"Oke... terserah kamu saja, yang penting rawat adik kamu dengan baik!," kata Ayah Zidan, sebelum mengakhiri telponnya.


***


Sampai Asrama, Zidan langsung masuk ke kamar Adiknya Amanda.


"Assalamualaikum... !," ucap Zidan sebelum memasuki kamar adiknya.


Zidan melihat Ayu yang duduk di kursih belajar Amanda sambil memegang tangan Amanda. Sementara kedua seniornya sedang duduk diatas tempat tidurnya masing-masing sambil membaca buku.


"Waalaikum salam...!," jawab Ayu menoleh ke arah pintu kamar setelah mendengar suara pria memberi salam.


Ayu bangkit dari duduknya, setelah melihat Zidan memasuki kamar dan menuju ke arah tempat tidur Amanda.


"sejak kapan Amanda demam?," tanya Zidan melihat wajah Ayu setelah sampai di dekat ranjang adiknya.


"Kami tidak tau kak... karena Amanda sudah ada di asrama sebelum kami pulang sekolah!," ucap Rina datang menghampiri Zidan dan Ayu.


"Oh... !," ucap Zidan menganggukkan kepalanya,


Zidan duduk di kursi belajar tempat Ayu barusan, Dia memegang tangan dan jidat Amanda.


"Manda sudah makan belum?," tanya Zidan lagi

__ADS_1


"Sudah Kak... tadi dia makan satu suap, tapi... setelah itu Amanda memuntahkan semu isi perutnya, termasuk obat yang sudah dia minum Kak...!," jawab Amanda sedih. Dia teringat kondisi Amanda barusan.


"Kak Zidan... !," Amanda tiba-tiba membuka mata dan melihat kalau kakaknya ad di sampingnya.


"Iya... ini kakak, kamu pusing tidak...?," tanya Zidan


"Tidak Kak... Manda..., hanya sakit kepala dan perutnya terasah perih saja!," jawab Amanda


"Ayo... kakak bawah ke dokter ya!," ajak Zidan membangunkan adiknya Manda.


"Aku ganti baju dulu kak!," kata Amanda, karena Zidan sudah ingin membawanya ke dokter, Sementara pakaian yang Ayu ambilkan tadi hanya baju baby doll.


"Tidak perlu, kamu pake switer saja!,". tolok Zidan karena Dia melihat adiknya sangat pucat.


Zidan mengambil switer Amanda yang tergantung di dekat tempat tidurnya.


"Jangan yang itu Kak... itu bau... kemarin Amanda sudah pakai pas datang ke asrama!," tolak Ayu.


"Baru yang mana Manda?," tanya Zidan dengan suara yang agak meninggi, Dia tidak tahu dan tidak mau tahu barang-barang Manda.


Ayu yang mendengar Amanda di bentak dengan kakaknya, langsung pergi ke arah lemari Amanda. Ayu mengambil switer yang berwarna pink untuk Amanda.


"Yang ini aja Kak...!," ucap Ayu memberikan switer pink kepada Zidan.


Dulunya Zidan adalah sosok pria yang susah sekali mengontrol emosinya, itulah yang menyebabkan Zidan hampir di jebloskan ke dalam penjara, karena Zidan pernah memukul teman Sekolahnya sampai babak belur di sebuah acara ulang tahun wanita yang Zidan sukai, tepatnya pacarnya sejak sekolah menengah atas.


Konon...


Zidan menghajar teman sekolah nya, karena telah berani mencium pipi pacarnya setelah mengucapkan selamat ulang tahun, dan Zidan tidak terima dengan perlakuan temannya itu. Makanya Dia mengacaukan acara ulang tahun pacarnya.


karena kejadian itu Zidan di bawah ke kantor polisi, untung Ayahnya cepat di hubungi dan bisa menjamin Zidan, tapi orang tua korban tidak menerima perlakuan Zidan terhadap anaknya dan menuntut denda ganti rugi karena anaknya babak belur. orang Tua korban meminta ganti rugi sebesar Seratus lima puluh juta rupiah. Mau tidak mau... Ayah Zidan menyanggupinya.


Setelah kejadian itu, Zidan di pindahkan sekolah keluar negeri, sebagai hukuman karena membuat orang tuanya malu, dan mulai dari saat itu juga Zidan tidak pernah lagi terlalu dekat perempuan. Zidan berjanji akan berusaha menekan emosinya.


***


Zidan membawa Amanda pulang ke apartemennya setelah memeriksakan kondisi Amanda di dokter keluarganya.


"Kenapa kakak bawah Aku ke apartemen kakak?," tanya Amanda setelah sampai di depan apartemen kakaknya.

__ADS_1


"Biar kakak gampang merawat kamu bawel!," jawab Zidan sambil memapah Amanda.


Amanda mengikuti kakaknya masuk ke dalam apartemen. Sudah lebih setahun lamanya Amanda tidak menginjakkan kaki di apartemen kakaknya.


Apartemen Zidan terletak tidak jauh dari kantor cabang perusahaan ayahnya. Zidan memang sengaja membeli apartemen itu karena dekat dengan tempatnya bekerja.


Walaupun di kantor Zidan hanya seorang supir pribadi BOS, dan tidak banyak yang tahu kalau Zidan adalah anak dari pemilik perusahaan tempat dia bekerja. Zidan sengaja meminta Ayahnya agar tidak membuka identitasnya, sampai Zidan siap untuk menerima jabatan sebagai CEO.


Zidan mengantar adiknya masuk ke dalam kamarnya, karena di apartemen Zidan hanya ada satu kamar tidur dan satu kamar lagi dia jadikan sebagai ruang kerja.


"Kamu istirahat dulu ya dek... kakak akan buatkan kamu sup!," ucap Zidan menyelimuti Adiknya Amanda.


"Iya Kak... terimakasih!," jawab Amanda


Zidan meninggalkan Amanda sendiri di dalam kamarnya dan masuk ke dalam dapur untuk membuat sup ayam kesukaan adiknya, Zidan tahu kalau Amanda sakit atau demam seperti saat ini, Dia tidak sembarang makan.


Amanda memang mempunyai riwayat sakit Mag, makanya dia tidak sembarang makan dan tidak boleh terlambat makan, tapi mungkin karena Amanda terlambat makan waktu pergi ke Asrama, makanya Mag nya kambuh. karena kata dokter Amanda demam karena kecapean dan mag nya kambuh. makanya Zidan memutuskan untuk membawa adiknya pulang ke apartemennya, untuk merawat Amanda sendiri sampai kondisinya membaik.


Setelah beberapa menit, Zidan datang membawakan satu mangkuk sup ayam, untuk Amanda ke dalam kamar.


"Ini... sup nya sudah masak, kamu makan dulu ya!," ucap Zidan meletakkan sup nya diatas meja.


"Suap ...!," ucap Manda manja, setelah bangun dari tidurnya.


Zidan yang melihat adiknya bangun, langsung mengambil sup dan menyuapi adiknya.


"Enak tidak...?," tanya Zidan, setelah melihat Amanda menelan satu sendok sup buatannya.


Amanda tidak menjawab, Dia hanya menaikkan jempol jarinya.


"Oke... kalau begitu, makan yang banyak ya, biar cepat sembuh, habis ini kamu minum obat!," Zidan terus menyuapi adiknya sampai sup nya habis di mangkuk.


Setelah menyuap dan memberikan obat kepada Amanda, Zidan keluar kamar karena ingin membersihkan badannya.


Selesai mengganti pakaian kantor, Zidan masuk ke dalam kamarnya dan melihat Amanda sedang tertidur dengan pulas, mungkin pengaruh obat yang barusan Amanda minum.


Zidan masuk kedalam ruang kerjanya setelah makan malam, Dia ingin mengecek pekerjaannya.


Tiba-tiba Dia teringat dengan Ayu, sahabat adiknya itu.

__ADS_1


"Kamu lucu Ayu...!," gumam Zidan, mengingat wajah Ayu waktu memberikan Dia switer Amanda.


*** BERSAMBUNG ***


__ADS_2