
Masih di Rumah Makan
***
Reza terus memperhatikan Ayu yang berada di depannya karena dari tadi gadis kecilnya terus menundukkan wajahnya.
Ayu takut mengangkat kepalanya, rasanya Dia ingin sekali berlari dan meninggalkan pria didepannya, tapi apa daya, Ayu datang ke rumah makan hanya membawa diri sendiri, Dia lupa membawa uang walau hanya untuk ongkos ojek sekalipun
"aduh kenapa Aku ceroboh sekali, kenapa juga keluar rumah tidak bawah uang, bagaimana caranya Aku pulang?" gumam Ayu dalam hati
"Anandita kamu kenapa? Aku perhatikan dari tadi kamu hanya melamun, ayo cerita sama Aku!" kata Reza yang tidak tahan melihat gadis didepannya hanya diam dan menundukkan kepala, entah apa yang gadis kecilnya pikirkan, jadi dia berusaha mencairkan suasana,
"Aku tidak apa-apa Mas, kita masih lama tidak disini?" tanya Ayu berusaha menetralkan perasaannya
"kamu bosan ya Anandita? padahal Kitakan Belum bercerita banyak hal, sebenarnya Aku ingin kamu lebih mengenal Mas, tapi maaf sepertinya Aku tipe pria yang membosankan ya buat kamu Anandita?" ucap Reza panjang lebar
"tidak Ko Mas, A... a..ku tidak bosan, hanya tidak biasa saja ditempat seperti ini, maafkan aku ya Mas", ucap Anandita tidak enak hati kepada pria didepannya, sebenarnya Ayu tidak bosan hanya saja, Dia tidak tau mau bicara apa sama pria didepannya,
yang paling parahnya Reza adalah pria pertama yang mengajak dia makan di luar.
selama ini waktunya banyak dihabiskan untuk belajar demi mendapatkan beasiswa agar Ayu tetap sekolah, tapi sekarang rasanya Ayu sulit untuk percaya kalau ternyata dirinya sudah dijodohkan oleh ayahnya sejak Dia masih bayi, Ayu bukan marah kepada ayah atau neneknya, tapi dia hanya belum mengerti kenapa dirinya sampai dijodohkan dan Ayu juga takut kalau dirinya akan menikah cepat dan menjadi janda diusia mudah.
__ADS_1
pikiran itu yang mengganggu Ayu sejak tahu kalau ternyata dirinya sudah dijodohkan, ingin rasanya Ayu bertanya banyak hal kepada pria didepannya, tapi dirinya tidak tau haru memulainya dari mana,
"maaf ini pesanan Anda, silahkan dinikmati" ucap pelayan sambil meletakkan cupcake dan dua gelas jus jeruk di atas meja
"terimakasih banyak Mba", ucap Reza dengan melirik sebentar kepada wanita yang membawa pesanan kami,
"Ayo di minum jusnya Anandita!" kata Reza sambil mengaduk jus yang ada di hadapannya
"iya Mas, terimakasih banyak," ucapku dengan tersenyum dan ikut mengaduk jus yang ada di depanku,
"Anandita... Aku ingin meminta sesuatu sama kamu, boleh tidak?" tanya Mas Reza dengan wajah yang serius setelah dia menyedot jusnya sedikit,
"i... iya Mas, mas mau meminta a... apa?" tanyaku terbata, Aku takut Reza meminta sesuatu yang tidak bisa Aku kabulkan
"M...ma.. maksud Mas, apa ya?" tanya Ayu, karena Dia belum mengerti dengan kata-kata pria didepannya,
" Aku akan memanggil kamu dengan nama Ayu atau sayang seperti permintaan kamu barusan, itu maksud Aku",
" Oh... itu ... kirain apaan? kalau itu sih tidak apa-apa, tapi maaf ya Mas, bukannya Aku lancang, tapi Aku ingin tanya sekali lagi, apa betul kita sudah dijodohkan dan kenapa kita dijodohkan, memangnya Mas tidak punya pacar?" tanya Ayu panjang lebar memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang mengganjal di hati dan pikirannya,
"ha...ha...ha... ternyata kamu lucu juga ya Anandita kalau lagi banyak bicara", tawa mas Reza meledak
__ADS_1
"ih ... Mas Reza kenapa tertawa, bukannya dijawab, emang pertanyaan Aku lucu ya?," ucap Ayu, dengan wajah memerah karena Reza malah tertawa mendengar perkataan dari nya
" Oh... bukan, hanya saja, Aku suka melihat kamu kalau lagi cerewet, Aku jadi ingat waktu kamu masih kecil, dulu kamu itu gadis yang imut, bawel dan yang terpenting sangat manja, tapi pas ketemu kamu kemarin di airport rasanya Aku ingin memeluk kamu, tapi Aku takut dengan pria yang duduk disamping kamu, sepertinya Dia pria spesial ya?", ucap Reza panjang lebar
"Bu... bukan Mas, dia itu senior Aku disekolah dan Aku baru kenal dengan Dia pas acara penamatan kemarin, lagian mas ada-ada saja, mau peluk Aku, emang Mas tidak malu?, tanya Ayu malu-malu mendengar ucapan Reza,
"oh ya Mas, Aku serius mau tahu, sejak kapan mas kenal dengan Aku?, ko Mas seperti tahu masa kecil Aku?", tanya Ayu lagi karena dia masih penasaran dengan cerita dirinya dan pria didepannya,
"Bukan tahu lagi, bahkan Mas sangat tahu sejak kamu masih berusia kurang lebih tiga tahun, kami bertemu langsung, waktu itu Mas baru duduk disekolah SMP, Mas datang kerumah sakit bersama ayah Mas untuk mendonorkan darah atas permintaan ayah kamu, dari situ awal pertemuan kita Anandita", kata Reza mengenang awal pertemuan dirinya dengan gadis yang telah memikat hatinya sejak Dia masih remaja
"kenapa ayah Aku bisa minta tolong Mas sama ayah Mas untuk mendonorkan darah buat Aku, bukannya di rumah sakit ada persiapan darah ya?", tanya Ayu dengan wajah yang serius dan penas
"iya, di rumah sakit ada persiapan darah, tapi waktu itu darah yang sama dengan dirimu lagi kosong dan memang golongan darah kamu langkah Anandita, Ayah kamu sudah berusaha mencari ke PMI dan keluarga yang ada tapi tidak ada yang sama golongan darahnya dengan dirimu, sementara dokter mengatakan kalau kamu harus mendapatkan donor secepat mungkin, untunglah waktu itu ayah kamu menelpon ayah Aku, dan kebetulan memang kami sekeluarga lagi ada urusan di sini, jadi pas ayah Aku dapat telpon, kami langsung menuju rumah sakit dan Aku jadi pendonor kamu, begitu ceritanya," Reza menjelaskan kejadian waktu itu, dengan wajah yang senyum-senyum
"Oh, begitu, kalau begitu Aku ucapkan terima kasih banyak ya Mas, kamu sudah menjadi penyelamat Aku, dan Aku masih penasaran kenapa kami dijodohkan, bukannya Mas itu orangnya mapan, dewasa dan yang terpenting mas juga ganteng, kenapa mau mau dijodohkan dengan Aku yang masih kecil?," tanya Ayu ingin mendapatkan jawaban yang lebih
"terimakasih atas pujiannya sayang, itu karena kamu wanita Spesial di hatiku", ucap Reza serius sambil memandang wajah Ayu dengan tatapan yang sulit dimengerti
"ih,... Mas gombal, malu tahu!," ucap Ayu malu-malu karena tidak sengaja mereka beradu pandang
"Aku serius sayang, bahkan jika kamu sudah siap Aku nikahi hari ini, dengan senang hati Aku akan kabulkan," kata Reza masih tetap memandang wajah Ayu, tetapi Ayu sudah memalingkan wajahnya, Dia malu diperhatikan sedemikian inten dengan pria didepannya
__ADS_1
"Mas, Aku malu tahu dipanggil sayang, mana banyak orang lagi, panggil nama saja ya!," ucap Ayu sambil melirik kanan dan kiri, sungguh rasanya dia ingin bersembunyi untuk sementara waktu karena beberapa pengunjung yang mendengar ucapan Reza langsung memperhatikan mereka dan senyum-senyum sendiri, bahkan diantara mereka ada yang berbisik-bisik dan itu membuat Ayu malu, tapi pria didepannya seperti tidak merasakannya sama sekali, bahkan dia senyum-senyum dan tetap meneruskan ucapannya.
"tidak bisa, tadi kan kamu sudah membolehkan Mas memanggil sayang sama kamu, lagian Aku serius sayang sama kamu Anandita dari dulu sampai sekarang," ucap Reza menolak permintaan gadis kecilnya