PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 28


__ADS_3

Pria paru baya itu tersenyum hangat pada Laura. Ia mengelus puncak kepala Laura dengan sayang. Binar matanya menyiratkan kesedihan saat melihat Laura.


"Kamu Beta tinggal disini?" tanya papa Laura.


"Beta kok pa"


"Tempat ini kecil, kamu yakin?" ujarnya tak percaya.


"Aku yakin pa, lagian aku nyaman tinggal disini, rasanya kayak ada mama yang selalu nemenin aku disini" balas Laura haru.


"Papa tau ini rumah peninggalan mama kamu, tapi mama udah gak ada, lebih baik kamu tinggal sama papa, papa bisa kok penuhin kebutuhan kamu kayak dulu" bujuk papanya.


"Aku bisa penuhin kebutuhan aku sendiri pa, papa gak usah khawatir"


"Tapi nak?"


"Tenang aja pa, aku senang kok tinggal disini"


"Yasudah, kalau kamu udah yakin sama keputusan kamu, papa bisa apa? tapi kalau kamu berubah pikiran, kamu bisa kok pulang ke rumah, rumah itu akan tetap terbuka untuk kamu"


"Pasti pa, papa gak masuk dulu?" tawar Laura.


"Gak usah, papa pamit pulang, ini papa bawain makanan kesukaan kamu" ujarnya memberikan.


"Makasih pa, seharusnya papa gak usah repot-repot"


"Gak ada seorang ayah yang repot jika itu untuk anaknya" jawabnya dan berlalu meninggalkan rumah Laura.


"Maafin aku pa" lirihnya menatap punggung papanya yang mulai hilang dari pandangan mata Laura.


.


.


.


Aurel memasuki rumahnya, ia sedikit terlambat pulang kali ini. Makan malam telah dimulai tanpanya. Hanya ada Andra dan Aleta di meja makan. Kedua orang itu menatapnya intens akan keterlambatannya itu.


"Dari mana?" tanya Aleta dingin.


"Maaf ma, tadi aku ada kerja kelompok jadi telat pulangnya, mau ngabarin mama gak bisa hp aku lowbat" ujar Aurel jujur. Karna pulang sekolah tadi ia memang melakukan kerja kelompok dengan teman-temannya. Tapi saat ia ingin mengabari mamanya akan pulang terlambat, baterai hp nya habis. Alhasil Aurel tak bisa mengabari mamanya.


"Kenapa gak pinjem hp teman kamu?"


"Aku lupa nomor hp mama"


"Udah Tan, jangan di marahin, kasian Aurel kan baru pulang, dia pasti capek" ujar Andra membantu.


"Yasudah, kamu mandi sana, trus makan!" pinta Aleta.


"Iya ma"


Aurel langsung memasuki kamarnya, ia meletakkan tas sekolah yang entah mengapa setiap hari bertambah berat saja. Beberapa menit berlalu, Aurel telah selesai mandi dan berganti pakaian. Ia langsung menghampiri Aleta dan Andra yang masih ada di meja makan. Namun, mereka sudah selesai makan malam.


"Udah pada selesai ya?" tanya Aurel dengan nada kecewa.


"Udah, Lo sih kelamaan" balas Andra.


"Aku makan sendiri dong ma" rengek Aurel sembari duduk dimeja makan.


"Makan aja, mama temenin kok" balas Aleta.


"Bener ya ma"


"Iya"

__ADS_1


Aurel menyendok nasi dan lauk yang telah di masak Aleta. Ia memakannya seperti orang yang tak makan selama seminggu.


"Pelan-pelan rel, ntar kamu keselek" nasehat Aleta.


"Iya ma, tenang aja" Aurel kembali melanjutkan makannya, tanpa mendengarkan nasihat dari Aleta. Aleta hanya geleng-geleng kepala saat melihat putrinya makan dengan lahapnya. Sementara Andra ia sudah kembali ke kamarnya setelah Aurel datang ke meja makan.


"Ah, kenyang!" ujar Aurel.


"Ma, aku ke kamar Andra dulu ya" ujarnya.


"Ngapain? udah malam ini, Andra pasti udah tidur"


"Gak papa ma, lagian Andra kan hobi begadang, jam segini gak bakalan tidur tuh anak"


Tanpa menunggu jawaban dari Aleta, Aurel sudah lebih dulu menuju kamar Andra.


Tok Tok Tok


Tiga kali ketokan ia bunyikan pada pintu kamar Andra.


"Ndra!!"


"Ndra Lo belum tidur kan?!" pekik aurel.


"Belum, masuk aja" Sahut Andra dari dalam kamar.


Setelah mendapatkan izin, Aurel langsung memasuki kamar Andra.


"Kenapa?" Tanya Andra.


"Lo gak pikun kan ndra?" tanya balik Aurel.


"Pikun? emang gue ada bikin janji Ama Lo?"


"Ada"


"Cerita itu?"


Mendengar ucapan Aurel akhirnya Andra mengerti kenapa Aurel rela menghampirinya malam-malam begini.


"Maaf, gue lupa, lagi banyak pikiran"


"Yaudah lupain aja, jadi Lo mau cerita atau gak?"


Andra menghela nafas panjang, ia mulai menceritakan apa yang ia lihat dan dengar waktu itu.


Flasback on


Andra tengah memarkirkan mobilnya disebuah mini market. Namun, tak sengaja matanya melihat dua orang yang sangat familiar baginya. Penasaran akhirnya Andra melihat lebih dekat. Dan benar saja itu adalah Gio dan seorang perempuan bertopi hitam dan memakai masker.


Andra terus memperhatikan keduanya, hingga perempuan yang bersama Gio membuka maskernya. Matanya terbelalak kaget, ketika wajah perempuan itu tak asing baginya.


"Aurel" lirihnya.


Andra kembali memperhatikan keduanya, hingga mereka berbicara dan Andra mendengarkan dengan seksama.


"Pa, aku mau ketemu mama" ujarnya dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Aunia, ini belum saatnya"


"Tapi kenapa pa? Aku juga anak mama, bukan cuma Aurel"


"Papa tau, tapi waktunya belum tepat"


"Trus kapan waktu yang tepat?"

__ADS_1


"Suatu hari nanti"


"Pa aku gak mau nunggu suatu hari itu, Aku mau ketemu mama!!"


"Lebih baik kamu kembali, papa masih ada urusan"


Setelah mengatakan itu Gio pergi meninggalkan Aunia yang sudah meneteskan air mata.


"Kenapa papa gak adil sama aku" ujarnya mengepalkan tangan kuat.


Setelahnya Aunia meninggalkan tempat itu dengan kembali mengenakan maskernya.


"Jadi benar, Mereka kembar" gumam Andra.


Flasback off


Andra melihat raut wajah Aurel setelah mendengar ceritanya. Namun, tak ada raut wajah kaget pada wajahnya.


"Lo gak kaget rel?" tanya Andra.


"Kaget?" tanya Aurel bingung.


"Iya, Lo gak kaget pas tau Lo sama Aunia beneran kembar?"


"Oh itu, gue udah tau"


"Kapan? kenapa gak ngasih tau gue?" tanya Andra beruntun.


"Bukan gak mau bilang, tapi gue enggan buat cerita masalah ini, tapi suatu saat Lo bakalan tau kok"


"Aneh banget Lo, biasanya kalau ada apa-apa langsung cerita sama gue, gak biasanya Lo mendam semua sendiri"


"Lain kali aja gue ceritain"


"Yaudah gak papa, kalau Lo gak mau cerita, gue juga gak bakalan maksa"


"Bagus deh kalau gitu, tapi kenapa yah papa larang aunia ketemu mama?"


"Kalau soal itu gue juga gak tau"


Keduanya larut dalam fikiran masing-masing. Hingga suara nyaring Aleta membuyarkan semua fikiran mereka.


"Aurel!!" panggil Aleta.


"Iya ma"


"Udah malam rel, besok sekolah sana tidur!! kamu juga ndra, istirahat yah jangan begadang Mulu, liat badan kamu, tinggal tulangnya doang"


"Iya ma" balas Aurel, ia pergi meninggalkan kamar Andra dan menuju kamarnya.


"Ndra!"


"Iya Tan, aku tidur kok" jawab Andra, tau maksud dari ucapan Aleta.


"Yaudah Tante tidur dulu" ujar Aleta meninggalkan kamar Andra.


Namun sebelum ia memasuki kamar, suara mobil Gio pulang terdengar olehnya. Membuatnya menuju pintu menyambut sang suami.


.


.


.


Thanks udah baca :)

__ADS_1


See you next part ^_^


__ADS_2