PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 49


__ADS_3

"Andra sama Darren, mereka nyasar di hutan karna cari kayu bakar"


"Kok bisa? kenapa bisa nyasar?"


Aleta yang lelah karna seharian bekerja pun, mendadak menjadi bersemangat mendengar cerita putrinya.


Aurel mulai menceritakan semua yang terjadi padanya dan teman-temannya. Bagaimana suasana gunung pancar yang sangat dingin ketika malam tiba, Darren dan Andra yang mencari kayu bakar dan berujung tersesat karna kabut. Serta bagaimana perjuangan mereka mencari kedua laki-laki yang tersesat hingga berujung pada Aurel yang ikutan tersesat di hutan. Saat Aurel menemukan Andra dan Darren yang ia sangka sebagai mayat karna tak melihat wajah keduanya dengan jelas. Hingga Andra yang demam tinggi dan diberikan pertolongan pertama dengan kompresan dari sobekan baju Darren. Dan Akhirnya mereka ditemukan oleh Aunia dan petugas lain yang membantu mereka keluar dari hutan tersebut.


"Gitu ceritanya ma" ujar Aurel mengakhiri ceritanya pada sang mama.


Bukannya merasa iba pada anaknya, Aleta justru tertawa terbahak-bahak. Perutnya seakan-akan digeliti oleh cerita Aurel.


"Hahaha, Jadi kamu ikutan kesasar karna nyari mereka? dan pas ditemuin kamu malah ngira mereka mayat? trus kamu ngompres Andra pakai sobekan baju Darren, Astagaaaaa!! kalian ini, lucu banget sih" balas Aleta diselingi tawa.


"Kok malah ketawa sih ma, Mama gak tau apa ma, anak mama ini abis ditimpa musibah dan mama malah ketawa denger cerita aku" sewot Aurel.


"Bukan gitu, mama ngerti kok kalian abis kena musibah, tapi lucu aja sih bagi mama, Hahaha" balas Aleta, entah kenapa ia tak bisa menghentikan tawanya.


"Ihhh mama kok ngeselin!!" rutuk Aurel.


"Udah, jangan kesel sama mama, Jadiin pelajaran aja yah, mama mau mandi dulu, kamu tidur gih, udah malam, bye sayang" ujar Aleta mengecup kening putrinya.


"Bye ma" balas Aurel.


Ia langsung menuju kamarnya.


"Belum tidur Lo?" tanya Aurel ketika mendapati Aunia sudah duduk di kursi lukisnya.


"Belum ngantuk, kamu sendiri kenapa baru nyampai, ngambil air dimana?" tanya Aunia sedikit menggoda.


"Jangan mancing-mancing Lo, cukup mama aja yang ngeselin, Lo jangan ikutan!" sarkas Aurel.


"Mama udah pulang?"


"Udah, baru aja"


"Ohhh, trus kenapa kamu kesal sama mama?" tanya Aunia mulai kepo.


"Tadi mama nanya camping kita seru gak, trus gue jawab boro-boro seru ma, dapet apesnya doang" ujar Aurel menirukan jawaban yang ia berikan pada mamanya.


"Trus mama bilang apa?"


"Mama nanya kenapa? gue ceritain dong semuanya, mama malah ketawa dan bilang cerita gue lucu padahal gue gak lagi ngelawak, trus mama balik de ke kamar sambil bilang, jadiin pelajaran aja, gitu katanya, menurut Lo ngeselin gak tuh?" ujar Aurel membara.


"Yaudahlah rel, mungkin mama lagi capek, jangan di ambil hati, tapi kalau dipikir-pikir pengalaman kita waktu digunung pancar emang lucu sih" balas Aunia setelah mengingat-ingat kejadian tersebut.


"Lo juga ikut-ikutan lagi, udah ah mau tidur" balas Aurel malas.


"Eh, gak ada yah tidur, sana mandi dulu!" pinta Aunia.


"Males ah"


"Buruan mandi!" pinta Aunia, ia bangkit dari duduknya dan menarik Aurel bangun dari tempat tidur.


"Besok aja lah" balas Aurel.

__ADS_1


"Gak ada besok-besok, sekarang!" pinta Aunia tak terbantahkan.


Dengan malas, Aurel mengambil handuknya dan menuju kamar mandi.


.


.


.


Pagi hari...


Aurel dan Aunia sudah siap di meja makan. Hari ini Aunia akan pergi ke kelas lukisnya sementara Aurel ia akan pergi ke kampusnya.


Kedua gadis kembar itu menyantap sarapan yang telah disiapkan mamanya sebelum ia bekerja.


"Andra udah bangun belum yah?" tanya Aurel sambil menyendok nasinya.


"Gak tau, coba cek aja ntar"


"Iya"


Selesai makan, Aunia pergi terlebih dahulu menuju kelas lukisnya. Karna setengah jam lagi kelasnya akan di mulai.


"Aku duluan yah, setengah jam lagi kelasnya mulai" ujar Aunia melirik jam tangannya.


"Lo berangkat pakai apa?" tanya Aurel.


"Tadi aku udah mesen taksi online sekarang udah ada didepan"


"Siap" kekehnya, lalu pergi menuju keluar rumah.


Aurel segera mengecek keadaan Andra. Ia membuka pintu kamar Andra, dan terlihat Andra yang masih tertidur.


Aurel menghampirinya dan memeriksa suhu tubuh Andra.


"Udah gak panas" gumamnya menempelkan telapak tangan pada dahi Andra.


Andra yang merasakan sentuhan pada dahinya, perlahan membuka matanya.


"Lo bangun? maaf yah, gue ganggu" ujar Aurel bersalah.


"Gak papa kok, Lo ngapain kesini?" tanya Andra, ia duduk dan bersandar pada dinding.


"Ngecek Lo doang kok"


"Gue udah gak papa kok, gak usah khawatir"


"Lo udah makan? udah minum obat?" tanya Aurel beruntun.


"Udah, tadi dibawain makanan sama Tante"


"Oh yaudah kalau gitu, Lo istirahat aja lagi, gue mau ngampus dulu, kalau ada apa-apa kabarin gue, hp Lo ada kan?" tanya Aurel.


"Ada, tuh disana" ujar Andra mengarah pada Nakas disamping tempat tidur.

__ADS_1


"Oke, gue berangkat yah"


"Yaudah sana! ngapain masih disini?"


"Santai aja kali, gue pergi nih" balas Aurel. Ia meninggalkan Andra untuk beristirahat. Setelah menyiapkan buku-buku yang akan ia bawa, Aurel segera menuju kampusnya.


Sebelum berangkat ia mengabari Darren untuk tak perlu menjemputnya.


.


.


.


Aurel segera menuju kelasnya sebelum dosen yang mengajar datang.


Aurel memperhatikan dengan seksama materi yang disampaikan dosen, sesekali ia mencatat materi yang ia rasa penting. Dosen dengan kaca mata miring itu tampak tak henti-hentinya berbicara.


Setelah dosen selesai menyampaikan materi kelas di bubarkan. Aurel segera menuju kantin, karna sebelumnya ia mendapat pesan dari Darren kalau ia sedang menunggu di kantin.


"Lama yah?" tanya Aurel.


"Gak kok, ayo duduk! gue udah pesenin makanan buat Lo" ujar Darren.


"Thanks yah"


Aurel segera menyantap makanan yang telah dipesan oleh Darren.


"Rel" panggil Darren.


"Ya kenapa?"


"Lo ingat gak? bulan ini bulan apa?" tanya Darren.


"Bulan Juni" ujar Aurel dengan polosnya.


"Iya ini bulan Juni, Lo gak inget ada yang spesial di bulan ini?" tanya Darren.


"Apa yah? kayaknya gak ada yang spesial deh" balas Aurel acuh, ia sebenarnya mengerti dengan maksud dari ucapan Darren. Tapi memberi kejutan seperti lebih baik.


"Oh iya, Darren, nanti pulangnya gak usah dianterin, gue mau jemput Aunia dulu" ujar Aurel.


"Oh oke" balas Darren sedikit kecewa, sementara Aurel tengah menahan senyumnya.


Pulang dari kampus Aurel segera menuju tempat les Aunia. Sesampainya ditempat les Aunia, Aurel disuguhkan oleh lukisan dengan berbagai macam konsep.


"Aurel" panggil Aunia, ketika ia melihat saudara kembarnya itu tengah melirik lukisan.


"Gue duluan yah" ujar Aunia pada temannya.


"Iya"


Aunia segera menghampiri Aurel dengan senyum mengembangnya.


"Kenapa nih? senang banget keliatannya?" tanya Aurel.

__ADS_1


__ADS_2