PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 69


__ADS_3

Setelah Aurel memasuki toilet untuk berganti pakaian. Ia langsung menuju resepsionis untuk membayar biaya administrasi putrinya itu.


"Permisi saya mau bayar biaya rumah sakit atas nama Aurel"


"Baik ibu, tunggu sebentar ya"


Selesai membayar biaya administrasi, Aleta kembali ke kamar Aurel untuk mengecek putrinya.


"Udah selesai?" Tanya Aleta.


"Udah ma"


"Mau pulang sekarang atau tunggu Darren dulu?"


"Kita langsung pulang aja ma, lagian Darren lagi ngurusin kepulangan adiknya juga"


"Yaudah mama pesan taksi online dulu"


Aleta langsung mengeluarkan hp nya untuk mencari taksi online.


"Mama udah dapet nih, 5 menit lagi dia sampai, sebaiknya kita tunggu di luar aja!"


"Iya ma"


"Mau mama bantu?" Tanya Aleta.


"Gak usah ma, aku bisa kok. Lagian yang sakit kan kepala aku, bukan kaki aku" kekehnya.


"Kalau gitu mama gandeng aja, hati-hati ntar jatuh" balas mamanya waspada.


"Iya mama"


Aurel menggandeng tangan mamanya. Kedua anak dan ibu itu langsung menaiki taksi. Karna taksinya datang tepat setelah mereka sampai di depan rumah sakit.


"Ma!" Panggil Aurel.


"Kenapa?"


"Hp aku mana ya?"


"Emangnya gak ada?"


"Gak, apa mungkin ketinggalan di rumah ya?"


"Mungkin, karna mama juga gak liat ada hp kamu di rumah sakit"


"Nanti aku cari dirumah deh"


"Oh ya ma, Aunia kemana? Kok gak jengukin aku di rumah sakit?" Tanya Aurel, karna kembarannya itu tak pernah ia lihat menjenguknya.


"Mama juga gak tau, malahan mama mau nanya sama kamu, kamu ada masalah sama Aunia?" Tanya Aleta.


"Sebenarnya, alasan aku masuk rumah sakit itu karna Aunia mau keluar dari rumah. Saat aku mau ngehalangin dia buat pergi, Aunia gak sengaja dorong aku, akhirnya kepala aku kebentur dan pingsan"


"Tapi apa alasan Aunia mau keluar dari rumah?"


"Dia nyalahin diri sendiri, karna semua teror yang nimpa keluarga kita"


"Sepertinya dugaan mama benar"


"Dugaan apa ma?"


"Aunia kabur dari rumah"


"Kok bisa?"


"Tadi mama gak sengaja buka lemari Aunia, pakaian nya gak ada yang tersisa satu pun"


"Tapi Aunia kemana ma?"


"Mama gak tau, nanti coba mama cari tau. Sekarang yang terpenting itu kesehatan kamu, dan jangan banyak pikiran. Oke!"


"Iya ma"


Sesampainya di rumah, Aurel langsung diantarkan Aleta ke kamarnya.


"Istirahat ya, kalau ada apa-apa panggil mama aja!"


"Iya ma"


"Beberapa hari kedepan, mama bakalan kerja dari rumah, jadi mama bisa jagain kamu"

__ADS_1


"Gak usah ma, aku udah gak papa kok"


"Gak papa, mama cuma gak mau kamu kenapa-napa"


Aleta menarik selimut menutupi separuh badan Aurel.


"Mama keluar dulu"


Setelah Aleta keluar, Aurel mencari ponselnya. Ia sudah memeriksa leci, lemari tapi tak juga menemukannya.


Ia kembali duduk di pinggiran kasur.


"Hp gue kemana ya?"


Larut dalam fikirannya, Aurel merasakan kakinya menginjak sesuatu.


Ia mengecek kolong kasur. Tas yang ia kenakan sepulang dari kuliah sebelumnya ada disana.


"Seinget gue, hp gue ada di dalam" ujarnya.


Ia langsung merogoh tasnya. Dan benar saja ponselnya ada di dalam sana.


"Benerkan" gumamnya senang.


Ia mengecek ponselnya. Ada pesan yang tak terbaca dari Darren dan dua puluh panggilan tak terjawab dari Darren. Sembilan panggilan tak terjawab dari mamanya.


Aurel mencari nomor Aunia untuk menelfonnya.


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan"


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan"


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan"


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan"


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan"


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan"


"Maaf nomor yang anda hubungi sedang berada di luar jangkauan"


Berulang kali Aurel menghubungi Aunia tapi hanya suara operator yang ia dengar.


Ponselnya kembali bergetar. Dilayar ponselnya tertera nama Darren.


"Halo" sapa Aurel.


"Lo dimana? Kenapa gak ada diruangan?" Tanya Darren.


"Gue udah pulang"


"Kenapa gak bilang?"


"Maaf ya, gue pikir Lo sibuk ngurusin kepulangan adik Lo"


"Kepulangan Naya udah diurus mama"


"Lo ke rumah aja, gue butuh bantuan Lo" ujarnya.


"Yaudah, gue otw"


Tak butuh waktu lama bagi Darren untuk sampai di rumah Aurel. Setelah mendapatkan izin dari Aleta untuk bertemu Aurel, Darren langsung menuju kamar Aurel.


"Hey" sapanya sembari membuka pintu.


"Hei" balas Aurel.


"Ini gue bawain buah, biar cepat sembuh"ujar Darren meletakkan buah yang ia bawah di atas Nakas.


"Makasih"


"Oh ya, Lo butuh bantuan apa?" Tanya Darren, sembari mengupaskan jeruk untuk Aurel.


"Aunia kabur dari rumah"


"Lo mau gue bantu cari dia?" Tanya Darren.


"Iya"


"Gue bantuin, tapi Lo makan buah ini dulu" ujar Darren menyuapi jeruk pada Aurel.

__ADS_1


Aurel membuka mulutnya.


"Manis" gumamnya.


"Gue tau kok, gue emang manis" balas Darren bangga.


"Maksud gue jeruknya"


"Bukan gue?" Tanya Darren.


"Bukan" balas Aurel polos.


"Yaudah kalau gitu gue gak mau bantu"


"Jangan gitulah, iya deh Lo manis pake banget lagi" ujar Aurel.


"Nah gitu kan enak dengernya".


"Yaudah, udah malam juga! Gue pamit pulang ya" pamit Darren.


"Ayo gue Anter ke depan" ujar Aurel hendak beranjak bangkit.


"Gak usah, Lo disini aja! Istirahat!"


"Yaudah"


"Lucu, kalau nurut" kekeh Darren.


"Kalau gak nurut?"


"Gak lucu" balas Darren dengan kekehannya.


Aurel mendengus kesal. Sedangkan Darren sudah keluar dari kamarnya.


.


.


.


Jam menunjukkan pukul 7 pagi. Aurel kembali menarik selimutnya menutupi kepalanya.


"Aurel bangun!" Pinta Aleta yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Ada apa ma?"


"Mandi sana!"


"Masih pagi ma, ntar aja!"


"Gak ada ntar! Sekarang!"


"Iya-iya, bawel banget si ma" sewot Aurel.


"Selesai mandi, mama kesini lagi buat ganti perban kamu!"


"Iya ma"


Aurel memasuki kamar mandi. Sementara itu Aleta kembali ke kamarnya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Sebenarnya mandi pagi adalah hal termalas yang tak ingin ia lakukan. Tapi bagaimana lagi, ia juga tak bisa membanta mamanya.


Aurel keluar dari kamar mandi setelah berganti pakaian. Bersamaan dengan itu, Aleta kembali memasuki kamarnya.


"Udah mandinya?"


"Udah"


"Duduk sini, mama ganti perbannya dulu!" Pinta Aleta.


.


.


.


Darren memarkirkan motornya di parkiran kampus. Setelah melepaskan helm, ia langsung memasuki kampus menuju kelasnya.


Langkah lebarnya menggema disepanjang lorong. Namun dering ponselnya menghentikan langkahnya.


"Halo"

__ADS_1


"Darren gue udah dapet info dari nomor yang Lo kasih, posisi terakhirnya ada di Bandung, tapi gue gak tau tepatnya di mana"


"Oh gitu ya, yaudah gak papa, thanks ya infonya"


__ADS_2