PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 92


__ADS_3

Pukul 21.30


Aurel baru bisa sampai ke rumah setelah mengantarkan Chika pulang. Ia tak mungkin membiarkan gadis itu untuk pulang sendirian di usianya yang masih muda.


Setelah pulang dari pabrik Angkasa Raya yang terletak cukup jauh dari Jakarta. Ia merasa sedikit kelelahan. Tubuhnya terasa pegal karna harus menyetir dengan jarak yang tidaklah dekat.


Aurel membuka pintu rumah. Namun, kepalanya terasa pusing. Hingga membuatnya hampir terjatuh. Untungnya ia dapat berpegangan pada gagang pintu. Sehingga masih bisa menahan tubuhnya agar tidak jatuh.


"Kenapa pusing gini ya?" Pikirnya memegangi kepalanya.


"Aurel, kamu kenapa?" Tanya Darren. Ia langsung menghampiri Aurel yang memegangi kepalanya.


"Gak papa, pusing dikit" balas Aurel.


"Gak papa gimana? Muka kamu pucet gini" ujar Darren khawatir.


"Ayo duduk sini dulu" ujar Darren. Ia membantu Aurel untuk duduk di sofa.


"Bentar, aku ambilin minum dulu buat kamu?" Ucapnya. Ia langsung menuju dapur.


Darren kembali dengan segelas air putih di tangannya.


"Minum dulu" pinta Darren.


Aurel mengambil air putihnya. Dan langsung menguknya sedikit.


"Gimana? Udah mendingan?" Tanya Darren.


"Iya, udah"


"Kamu udah makan?" Tanya Darren. Aurel tak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya. Jika tak di tanya Darren mungkin ia tak akan ingat jika dirinya belum makan sejak siang tadi.


"Kamu ini, kenapa bisa lupa makan sih?" Omel Darren.


"Aku sibuk banget, jadi lupa kalau belum makan" balas Aurel.


"Kamu kan selalu ngingetin aku buat makan sesibuk apa pun itu. Kenapa malah kamu yang lupa makan sekarang?" Balas Darren.


"Maaf"


"Sekarang kamu makan ya! Maaf gak bakalan ngisi perut kamu" ujar Darren.


"Ayo!" Ujarnya menarik tangan Aurel menuju meja makan.


Di ruang makan.


"Untung aja ya, tadi sebelum pulang aku sempetin beli makan dulu" ujar Darren. Ia menyajikannya di depan Aurel.


"Nih makan, jangan diam aja" balas Darren.


"Iya, bawel banget sih suami aku" balas Aurel. Ia menyantap makanan yang disiapkan Darren.


🥀


"Kay, hari ini kamu olahraga kan? Udah masukin bajunya ke dalam tas?" Tanya Aurel.


"Belum ma" balas Kayla. Ia langsung membuka lemari bajunya. Dan memasukkan baju olahraganya ke dalam tas.


"Udah ma" ujarnya.


"Yaudah sana makan" pinta Aurel.


"Oke mama" balas Kayla. Ia langsung menyandang tasnya dan segera makan di meja makan bersama papanya.


Aurel beralih ke kamar Naya. Ia ingin mengecek kondisi adik iparnya itu.

__ADS_1


"Nay, udah bangun?" Tanya Aurel. Ia membuka pintu kamar Naya.


"Eh kak, kebetulan banget. Aku baru mau nemuin kakak" balas Naya.


"Mau nemuin aku? Ada apa?" Tanya Aurel.


"Aku mau ngasih tau, kalau hari Sabtu aku bakalan berangkat ke Singapura"


"Emangnya kaki kamu udah sembuh?" Tanya Aurel.


"Udah kak, liat nih. Aku udah bisa jalan normal lagi, udah gak pincang kan?" Ujar Naya.


"Yaudah, kamu kasih tau kakak kamu sana! Sekalian sarapan" pinta Aurel.


"Iya kak"


Aurel menyusul Naya yang telah duluan menuju meja makan. Naya duduk di meja makan begitu pun Aurel.


"Kak" panggil Naya.


"Iya kenapa?" Tanya Darren.


"Sabtu aku berangkat ke singapura" ujar Naya.


"Yah sayang banget, padahal kakak mau ngajak kamu ikut kita ke Bandung" balas Darren.


"Bandung? Ngapain?" Tanya Aurel.


"Jadi aku sama Andra mau bangun cafe lagi. Dan kita pilih Bandung buat bangun cafenya. Rencananya kita bakalan cek lokasinya disana. Sekaligus liburan bareng keluarga"


"Kapan?"


"Minggu" balas Darren.


"Jadi kamu tetap barangkat Sabtu?" Tanya Darren pada naya.


"Yaudah" balas Darren ia kembali menyantap makanannya.


"Kay udah selesai, ayo berangkat! Nanti telat loh" ujar Aurel.


"Iya ma" kayla langsung mengambil tasnya.


"Nay, nanti kalau mau keluar kabarin kakak ya! Biar kita gak khawatir kamu gak ada dirumah" pinta Aurel.


"Iya kak"


"Aku juga barangkat" ujar Darren. Ia langsung mengambil kunci mobil yang ia letakkan di meja makan.


Darren berangkat lebih dulu. Lalu Aurel ia kemudian mengantarkan Kayla menuju sekolahnya. Setelah itu ia menuju kantor.


Di kantor ia langsung di hampiri oleh Chika.


"Bu, Bu Arsy sudah menunggu di ruangan ibu" ujar Chika.


"Diruangan saya? Ada apa?" Tanya Aurel.


"Saya tidak tau Bu, Bu Arsy tidak mengatakan apa-apa. Ia bilang ingin menunggu ibu saja" balas Chika.


"Yasudah" balas Aurel. Ia segera menuju ruangannya.


Ceklek


Tepat saat pintu di buka. Aurel dapat melihat Arsy yang duduk di atas sofa menunggunya.


"Maaf menunggu lama" ujar Aurel.

__ADS_1


"Tidak masalah" balas Arsy. Ia langsung berdiri dan berhadapan dengan Aurel.


"Apa ada masalah?" Tanya Aurel.


"Aku hanya ingin bertanya tentang proyek pembangunan apartemen itu. Apa kamu sudah mendapatkan bahan baku yang berkualitas?" Tanya Arsy.


"Ya, sudah" balas Aurel.


"Bagus, kalau begitu proyek itu sudah bisa di mulai bukan?" Tanya Arsy.


"Proyeknya akan segera dilakukan, karna bahan bakunya sedang menuju daerah pembangunan apartemen"


"Kerja mu cepat juga ya" puji Arsy.


"Saya tidak butuh pujian kamu, kalau tidak ada hal lain sebaiknya kamu pergi! Karna saya masih banyak pekerjaan" ujar Aurel.


"Kamu mengusir saya?" Tanya Arsy.


"Tidak, saya hanya menyarankan agar kamu tidak membuang-buang waktu saya" balas Aurel datar.


"Baiklah, aku akan pergi! Tapi tolong berikan ini pada suami mu!" Ujar Arsy. Ia memberikan sebuah paper bag pada Aurel.


"Apa ini?" Tanya Aurel, ia mengambil paper bag tersebut.


"Kue yang aku beli sebelum kesini" balasnya.


"Bukan itu maksud saya! Untuk apa kamu memberikan ini pada suami saya?" Tanya Aurel.


"Sebagai ucapan Terimah kasih karna telah menolong keponakan ku" balasnya.


"Keponakan?" Tanya Aurel.


"Iya, kemarin keponakan ku tertabrak motor dan Darren yang menolongnya" ujar Arsy.


"Darren tidak cerita apa pun pada ku"


"Kalau masalah itu saya tidak tau, silakan tanya kan padanya. Jangan pada ku" balasnya.


"Yasudah, aku pamit" ujar Arsy. Ia keluar dari ruangan Aurel.


"Kenapa Darren gak cerita apa-apa" gumamnya.


Aurel meletakkan paper bag nya di atas meja. Ia mulai mengerjakan pekerjaannya. Akan lebih baik ia bertanya pada Darren masalah ini secara langsung. Agar tidak terjadi kesalahpahaman.


🥀


Aurel mengajak Darren untuk makan siang bersama di sebuah cafe di dekat kantornya. Sekaligus ia ingin membicarakan perkataan Arsy padanya.


Aurel duduk di sebuah meja. Ia sudah memesan makanan untuknya dan Darren.


Setelah makanan di hidangkan. Tak lama Darren datang. Ia langsung duduk tepat di depan Aurel.


"Tumben ngajak makan siang?" Tanya Darren. Ia langsung menyeruput minuman yang ada di atas meja.


"Ada yang mau aku omongin" ujarnya. Aurel memberikan sebuah paper bag pada Darren. Itu adalah paper bag yang di berikan Arsy pagi tadi padanya.


"Ini apa?" Tanya Darren.


"Kue"


"Kamu beliin aku kue? Tumben banget" kekeh Darren.


"Bukan aku" balas Aurel.


"Trus siapa kalau bukan kamu?" Tanya Darren.

__ADS_1


"Arsy"


__ADS_2