PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 6


__ADS_3

Andra yang melihat deretan angka itu, segera mengambil pulpen dan buku yang ada di atas kasur Aurel.


"Mau ngapain Lo?" Tanya Aurel.


"Mau nyari arti dari angka-angka ini" balas Andra, ia mulai membuat abjad dan angka seperti yang ia perintahkan kepada Aurel sebelumnya.


"Emang semua angka itu diartiinnya harus gitu?" Tanya Aurel, baginya apa yang dilakukan Andra terlalu berbelit-belit.


"Ya mau gimana lagi, gue cuman tau cara ini, Lo tau cara lain ga?" Tanya Andra, Aurel hanya bungkam karna ia tak tau apa-apa tentang deretan angka itu.


Andra melanjutkan pekerjaannya, hingga ia berhasil menemukan sebuah kalimat dari angka-angka tersebut.


"Ketemu" ucap Andra.


"Apa kata nya?" Tanya Aurel penasaran. Andra memperlihatkan kertas yang menampilkan beberapa untaian kata.


"DIA"


"SELALU"


"MEMBAWA"


"PISAU"


"Lo nggak salah kan ndra?" Tanya Aurel.


"Gue yakin kok"


"Dari kata-kata ini gue jadi bingung" keluh Aurel.


"Bingung kenapa? Otak Lo ngak nyampe?" Ledek Andra.


"Bukan gitu, dihalaman pertama buku itu deretan angkanya juga ngasih beberapa kata, dan dihalaman kedua juga gitu"


"Dihalaman pertama apa katanya?" Tanya Andra, penasaran.


"Wanita berhati iblis"


"Seriusan? Apa jangan-jangan penyebab dari semua hal yang terjadi disekolah Lo adalah seorang wanita" tebak Andra.


"Ga tau, tapi gue juga nemu ini disekolah tepatnya di digudang sekolah, waktu itu gue sama Darren diam-diam masuk kesitu trus gue nemu ini, untung aja ga ketauan sama satpam kalo sampe ketauan kan bisa bahaya, tapi kayaknya si satpamnya curiga deh, karna pas gue sama Darren ngintip lagi satpamnya lagi nelfon orang dan bilang ada penyusup, penyusup yang dimaksud itu pasti kita, jadi gue bisa nyimpulin digudang itu ada sesuatu yang sangat amat rahasia" ucap Aurel memperlihatkan foto dan pin nama yang ia temukan.


Andra melihat foto dan pin nama yang diberikan Aurel.


"Lo punya saudara kembar? Tapi kenapa gue ga pernah liat ya?" Pikir Andra, setelah melihat pin nama dan foto yang sangat mirip dengan Aurel, Andra rasa kesimpulannya tidaklah salah.


"Lo orang kedua yang bilang gini, tapi pas gue tanya mama gue punya saudara kembar atau enggak? Mama bilang gue ga punya kembaran dan gue anak mama satu-satunya, bingung gue" sewot Aurel.


"Mungkin apa yang gue duga bener?"


"Lo nge duga apa?"


"Ada sesuatu yang disembunyiin orang tua Lo"


"Masa sih?"


"Ga tau juga, lupain aja mungkin pemikiran gue yang terlalu berlebihan"


"Hmm"


"Oh ya, Lo bilang gue bukan orang pertama yang bilang Lo punya kembaran? Trus yang pertama siapa?"


"Darren"


"Pacar Lo?"


"Bukan, cuman temen"


"Yahh padahal gue mau minta traktiran"


Suara pintu rumah terbuka bersamaan dengan suara nyaring Aleta.

__ADS_1


"Aurel! Bantuin mama" teriak Aleta.


"Iya ma" sahut aurel.


"Gue nyamperin mama dulu, siniin barang-barangnya" Aurel merampas buku, foto dan pin nama yang dipegang Andra. Ia kembali memasukkannya kedalam leci dan menyembunyikan kuncinya dibawah bantal.


"Ayo!" Ajak Aurel.


"Iya, Lo duluan aja"


Aurel menghampiri mamanya yang tengah berada di dapur.


"Mama dari mana?" Tanya Aurel.


"Dari pasar, tadi mama mau ajak kamu tapi kamu masih tidur"


"Kan bisa dibangunin ma"


"Gapapa lah mama bisa sendiri kok"


"Mau aku bantuin apa ma?"


"Kamu goreng ayam itu, udah mama bersihin, mama mau bikin bumbunya dulu" pinta Aleta


"Iya ma" Aurel mengambil minyak goreng dan memasukkannya kedalam wajan.


"Oh ya ma, Andra ada disini" ucap Aurel.


"Trus mana dia?"


"Dikamar aku"


"Yaudah biarin aja, nanti kalau udah selesai masak kamu panggil dia kita makan bareng" Aurel mengangguk.


Aurel dan Aleta selesai memasak kedua ibu dan anak itu menata hiidangannya diatas meja. Sesuai perintah Aleta, Aurel pergi memanggil Andra dikamarnya.


"Andra!" Panggil Aurel.


"Bangsat! Pinggang gue sakit" umpat Andra, sementara Aurel tertawa dengan girangnya.


"Siapa suruh Lo tidur dikamar gue, liat tu kasur gue basah sama Iler Lo"


"Tega banget si rel, sakit pinggang gue. Lagian gue kan ketiduran karna berangkat dari Bandung subuh" rengek Andra seperti anak kecil.


"Hehehe maafin ya, gue cuman mau ngajak Lo makan kok" kekeh Aurel namun dibalas dengusan oleh Andra.


Andra dan Aurel menghampiri Aleta yang tengah duduk di meja makan.


"Andra ayo duduk kita makan bareng" tawar Aleta.


"Iya Tante" balas Andra, Aurel dan Andra duduk saling berhadapan di samping Aleta.


Setelah sarapan andra memberi usulan kepada Aurel, untuk melihat-lihat sekolahnya. Alasan yang diberikan Andra juga membuat Aurel tertarik.


"Rel kita kesekolah Lo yuk" ajak Andra.


"Ngapain? Hari Minggu sekolah tutup"


"Karna itu, pasti sekarang ga ada orang disekolah, Kita bisa cari tau informasi dengan leluasa tanpa takut ketauan" ucap Andra penuh pertimbangan.


"Yaudah deh, ayok! Tapi gue aja Darren ya?"


"Ajak aja, siapa tau dia bisa bantu"


Aurel menelfon Darren didepan Andra, Andra hanya mengamati sang sepupu yang sepertinya tengah menyukai seseorang bernama Darren itu.


"Gue tau Lo suka sama dia rel, Lo aja yang ga mau jujur Ama gue" batin Andra.


"Halo Darren, Lo mau ikut nyelidikin sekolah kita ga? Kalau mau ikut kerumah gue sekarang" ucap Aurel, tanpa memberikan Darren kesempatan untuk berbicara.


"Iya gue kesana sekarang" terdengar dengusan Darren, setelahnya Aurel memutuskan sambungan telfonnya.

__ADS_1


"Gimana?" Tanya Andra.


"Dia bakalan datang bentar lagi, gue siap-siap dulu" pamit Aurel menuju kamarnya.


Andra menunggu Aurel diruang tamu, tak lama Aurel keluar dari kamarnya bersamaan dengan suara motor dari luar rumah.


"Itu pasti motor Darren" tebak Aurel. Aurel segera membukakan pintu untuk Darren, dan benar saja Darren datang dengan motornya.


"Berangkat sekarang?" Tanya Darren.


"Iya"


"Ayok!" Ajak Darren, Manarik tangan Aurel.


"Tunggu dulu!" Pinta Aurel.


"Kenapa?"


"Andra!! Ayo buruan!" Teriak Aurel dengan nyaringnya.


"Iya bentar" Andra menghampiri Aurel yang tengah meneriaki namanya.


"Lo kenapa si rel? Hobi bener teriak-teriak" sewot Andra.


"Ya abisnya Lo lama" perdebatan Aurel dan Andra tak luput dari mata Darren, ia seolah-olah bertanya siapa pria ini?


"Kita pakai mobil gue aja" ucap Andra. Hal itu disetujui oleh Aurel sementara Darren hanya menuruti.


Andra melajukan mobilnya menuju sekolah, dengan posisi Darren di sampingnya dan Aurel berada di kursi belakang. Mobil Andra berhenti tidak jauh dari gerbang, ia sengaja memarkirkan mobilnya agak menjauh dari sekolah, agar tak menimbulkan kecurigaan orang-orang sekitar. Ketiganya berdiri didepan gerbang yang tinggi dan digembok itu.


"Gimana masuknya?" Tanya Aurel.


"Manjat aja gimana?" Usul Darren.


"Jangan, kasian Aurel dia ga bisa manjat" tolak Andra.


"Kayaknya dia tau banyak tentang Aurel" batin Darren.


"Kita cari jalan lain aja, biasanya setiap sekolah punya tembok yang gak terlalu tinggi buat anak-anak bandel nge bolos" ucap Andra.


"Iya, gue pernah liat, ada yang loncat dari tembok itu" jawab Aurel spontan.


"Dimana?" Tanya Andra dan darren bersamaan.


"Waktu gue mau ke gudang, gue liat ada orang yang loncat, gue gak tau tepatnya dimana?"


"Gudang ada dibelakang sekolah, berarti kita harus kebelakang sekolah buat cari tembok itu" semuanya mengangguk setuju dengan ucapan Darren.


Dibelakang sekolah mereka menemukan tembok yang tidak terlalu tinggi itu. Pada tembok tersebut juga terdapat beberapa cekungan yang mungkin sengaja dibuat oleh anak-anak yang sering bolos.


Darren memanjat terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya aman atau tidak. Setelah memberi Darren memberi kode, kalau keadaannya aman. Aurel menyusul memanjat tembok dibantu oleh Andra, selanjutnya Andra yang terakhir memanjat.


"Kita mau cari informasi dimana?" Tanya Darren.


"Gudang" ucap Aurel.


"Bukannya kemarin udah kesana, dan kita ga nemuin apa-apa selain foto dan pin nama itu"


"Iya, tapi gue masih yakin ada sesuatu disana" ucap Aurel yakin.


"Yaudah, kita periksa kesana" ucap Andra.


.


.


.


.


Thanks udah baca :)

__ADS_1


__ADS_2