
"Arsy"
"Arsy?" Tanya Darren tak habis pikir.
"Kenapa dia ngasih kue ini ke aku?" Tanya Darren tak mengerti.
"Katanya sebagai ucapan Terimah kasih karna udah nolongin keponakan nya" balas Aurel.
"Oh iya-iya aku inget, kemarin aku bawa Andra ke rumah sakit" balas Darren.
"Andra? Andra sakit?" Tanya Aurel khawatir.
"Bukan Andra sepupu kamu, tapi Andra keponakannya Arsy"
"Kenapa namanya bisa sama?" Tanya Aurel.
"Karna Arsy mencintai Andra seperti ia mencintai keponakannya" balas Darren.
"Hah?" Tanya Aurel tak mengerti.
"Arsy kasih nama keponakannya Andra, karna nama itu selalu ngingetin dia ke Andra"
"Aneh" balas Aurel. Darren tak menjawab ia hanya mengedikkan bahunya.
"Tapi kenapa kamu gak cerita sama aku tentang kejadian itu?" Tanya Aurel.
"Aku pikir itu gak penting buat kamu"
Tak ada yang bicara. Aurel dan Darren fokus pada makanannya masing-masing.
"Aku jemput Kayla dulu" ujar Aurel.
"Aku juga mau balik ke kantor" balas Darren.
"Aku bayar dulu deh" ujar Darren.
"Gak usah, udah aku bayar kok"
"Oh, oke"
Keduanya meninggalkan cafe. Tanpa sadar jika kue yang diberikan Arsy tertinggal.
🥀
Disekolah.
Aurel menghentikan mobilnya tepat di gerbang sekolah. Sepertinya anaknya belum keluar. Karna ia tak melihat Kayla menunggunya di depan sekolah.
Aurel melirik jam tangannya. Ia terlalu cepat setengah jam. Karna waktu masih menunjukkan pukul 12.30. Seharusnya Kayla pulang jam 13.00.
Jadi Aurel harus sabar menunggu anaknya itu keluar setengah jam lagi.
30 menit kemudian...
Lama menunggu akhirnya Aurel melihat banyaknya anak-anak yang berlarian keluar menghampiri orang tua yang menjemput mereka.
Aurel keluar dari mobilnya. Ia melihat Kayla yang baru saja keluar.
"Kay" panggil Aurel. Kayla yang melihat mamanya langsung berlari menghampirinya.
"Mama, tumben cepat jemputnya?" Tanya Kayla.
"Iya, biar kamu gak kelamaan nunggunya" kekeh Aurel.
"Tante, liat papa gak?" Tanya Rendy yang baru saja datang. Ia berdiri tepat di samping Kayla.
"Bang, kalau ayah belum jemput pulang sama mama aja" ujar Kayla.
"Bolehkan ma?" Tanya Kayla.
"Boleh dong sayang" balas Aurel.
__ADS_1
"Ayo masuk mobil, kita pulang" ajak Aurel.
Baru saja akan memasuki mobil.
"Rendy" panggil Andra.
"Ayah" ujar Rendy.
"Kayaknya Kayla gak jadi pulang bareng bang Rendy deh, ayahnya udah jemput" ujar Aurel.
"Gak papa lah ma, lagian bang Rendy jarang juga di jemput sama ayah" balas Kayla.
"Ayah, kenapa ada disini?" Tanya Rendy. Ia langsung menanyai Andra yang baru saja menghampiri nya.
"Mau jemput kamu lah, masa mau sekolah juga" balas Andra asal.
"Ohh, aku pikir gak bakalan jemput" balas Rendy.
"Maaf ya, ayah jarang jemput. Ayah sibuk" balas Andra.
"Iya gak papa, aku tau kok" balas Rendy.
"Sekarang mau pulang sama ayah?" Tanya Andra.
"Iya" angguknya cepat.
Ditengah perbincangan mereka. Kayla tak sengaja melihat murid baru di kelasnya keluar dan menunggu di gerbang sekolah.
"Andra!" Panggil Kayla pada teman barunya.
Melihat Kayla yang menyebutkan namanya tanpa iming-iming ayah. Langsung membuat Andra tersentak begitu juga dengan Aurel.
"Kay, kenapa gak pake ayah manggilnya?" Tanya Aurel memperingati.
"Aku gak manggil ayah Andra ma, itu teman aku namanya Andra. Aku manggil dia" balas Kayla.
Andra dan Aurel langsung menatap anak laki-laki yang berdiri di gerbang sekolah dan menatap kearah mereka.
"Andra sini!" Ujar kayla. Perlahan anak itu mendekat dan berdiri tepat di samping Rendy.
"Kamu nungguin siapa?" Tanya Kayla.
"Nunggu_"
"Sama orang tua kamu ya?" belum sempat Andra menjawab, Kayla sudah memotong ucapannya.
"Andra"
Sontak keduanya yang memiliki nama sama menatap kearah sumber suara.
"Tante" ujarnya memeluk Arsy.
"Kenapa telat?" Tanyanya.
"Maaf ya, ada sedikit pekerjaan" balas Arsy.
Berbeda dengan Andra. Ia melotot menatap Arsy. Ia tak menyangka akan bertemu dengan Arsy lagi disini. Perempuan yang pernah di cintainya. Hingga penyesalan yang ia rasakan karena mencintai perempuan yang telah menghabisi sepupunya.
"Ini Tante kamu?" Tanya Kayla.
"Iya, kenalin ini Tante aku. Tante Arsy" balasnya.
"Hai, nama kamu siapa?" Tanya Arsy.
"Aku Kayla Tante" balas Kayla.
"Cantik banget ya, kayak mama kamu" ujar Arsy. Ia beralih menatap Aurel yang hanya menatapnya datar.
"Makasih Tante" balas Kayla.
"Kalau ini?" Tanya Arsy. Ia menatap Rendy.
__ADS_1
"Rendy" balasnya datar.
"Oh Rendy. Kamu anaknya Andra ya?" Tanya Arsy.
"Iya"
"Pantesan, kalian mirip baik wajah maupun sifatnya" balas Arsy. Sekilas ia menatap Andra.
"Ayo Andra! Kita pulang" ujar Arsy. Ia menggandeng tangan Andra dan membawanya memasuki mobil dan mengantarnya pulang.
"Kalau gitu Kayla mama Anter pulang sekarang ya" ujar Aurel.
"Iya ma"
"Duluan ya ndra" ujar Aurel.
"Hmm"
🥀
Aurel dan Kayla memasuki rumah. Aurel meminta Kayla untuk mengganti pakaiannya dan makan.
Hari ini ia tidak memasak untuk Kayla. Sebelum pulang ia menyempatkan diri membeli makanan untuk di rumah.
Aurel menuju dapur dan memindahkan makanan ke dalam wadah. Kemudian ia menyajikannya di atas meja makan.
Karna tak melihat Naya. Aurel segera menuju kamarnya. Apakah Naya sedang ada di kamar atau ia pergi keluar.
"Nay" panggil Aurel. Ia membuka sedikit pintu kamar Naya.
"Masuk aja kak" balas Naya.
"Kamu lagi packing?" Tanya Aurel. Ia melihat Naya tengah mempersiapkan barang-barangnya dan memasukkannya ke koper.
"Iya kak, besok aku berangkat" balas Naya. Ia menutup resleting kopernya.
"Udah siap semuanya?" Tanya Aurel.
"Kayaknya udah deh" balas Naya.
"Yasudah, kamu pasti belum makan siang kan?" Tanya Aurel.
"Belum" balas Naya.
"Kalau gitu makan dulu sana sama Kayla, tadi aku udah beliin kalian makanan" pinta Aurel.
"Oke kak"
"Kakak gak ke kantor lagi?" Tanya Naya.
"Ngak" geleng Aurel.
"Kerjaan aku udah selesai semua" balas Aurel.
"Ohh"
"Kakak gak makan?" Ujar Naya.
"Udah tadi sama kak Darren, kamu aja sama Naya" balas Aurel.
"Yaudah deh kak, aku temenin Kayla makan dulu" ujar Naya. Ia langsung menuju meja makan dan meninggalkan Aurel di kamarnya.
Aurel ingin beranjak pergi. Namun, sesuatu di dalam tong sampah menarik perhatiannya.
"Ini apa?" Ujarnya. Aurel mendapati beberapa foto yang di buang ke dalam tong sampah.
Aurel memungutinya. Ia melihat foto yang sudah dibuang itu. Foto Naya bersama seorang pria. Entah kenapa Aurel sangat yakin jika itu adalah Jessen. Walaupun tak pernah bertemu secara langsung. Firasatnya mengatakan jika itu adalah Jessen. Pria yang pernah di cintai oleh Naya. Dan mungkin masih di cintai olehnya. Karna Aurel sangat tau jika perasaan tidak akan mudah hilang. Walaupun kesalahan yang telah di lakukan pria itu pada Naya sangatlah fatal.
Melihat foto tersebut sudah dibuang oleh Naya. Aurel dapat menyimpulkan jika Naya tengah berusaha melupakan pria yang ada di foto ini.
Aurel membawa foto itu keluar dari kamar Naya. Hatinya mengatakan jika foto itu akan berguna nantinya.
__ADS_1
Aurel memasuki kamarnya. Ia menyimpan foto tersebut di dalam laci.
"Entah kenapa, perasaan aku mengatakan jika foto ini akan berguna nantinya" gumam Aurel. Ia menutup lacinya.