PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 54


__ADS_3

Aunia bangun dari tidurnya, pukul sudah menunjukkan jam enam pagi.


Ia melirik kesamping tempat tidurnya, kosong.


"Aurel kemana? kenapa gak ada"


Sekelebat kejadian semalam teringat di kepalanya.


"Apa Aurel gak balik setelah nenangin diri?" pikirnya.


Aunia segera menyingkap selimutnya dan keluar mencari Aurel. Ia memeriksa ruang tamu, dapur sampai halaman belakang tapi tak juga menemukan sang kembaran.


Aunia langsung menuju halaman depan rumah. Saat membuka pintu Aunia di kejutkan oleh Aurel yang tidur bersandar pada dinding.


Perlahan Aunia mendekati Aurel, rasa bersalah menyelimuti hatinya. Seandainya saja semalam ia tak bertengkar dengan Aurel mungkin Aurel tidak akan ketiduran di luar seperti ini.


"Rel, bangun!" lirih Aunia menyentuh pundak Aurel.


Aurel yang merasakan sentuhan pun menggeliat, perlahan ia membuka matanya.


"Aunia, ngapain disini?" tanya Aurel dengan suara serak khas bangun tidur.


"Maaf ya" lirihnya.


"Buat apa?" tanya Aurel yang masih menggosok-gosok matanya.


"Gara-gara aku kamu sampai tidur di luar gini, seharusnya aku gak berantem sama kamu semalam" sesal Aunia.


"Gak papa, gue juga ketiduran kok, gue gak marah sama Lo, lagian semalam gue juga terbawa emosi, maaf ya" ujar Aurel.


"Gak papa, aku juga salah"


"Jam berapa sekarang?" tanya Aurel.


"Jam enam lewat" jawab Aunia melirik jam tangannya.


"Yaudah gue mau mandi dulu" ujar Aurel langsung memasuki rumah.


"Tumben banget kamu mandi jam segini, kalau hari kuliah aku maklum tapi kalau waktu libur itu agak langkah sih" kekeh Aunia sembari menyusul langkah Aurel.


"Kalau gak penting, gue juga ogah kali mandi pagi" sewot Aurel.


"Penting? emangnya hal penting apa?" tanya Aunia.


"Hari ini Darren ulang tahun, gue mau bikin kejutan buat dia dan Lo harus bantuin juga!" pinta Aurel.


"Kok aku kena juga, hari ini aku kan harus ke tempat lukis" bantah Aunia.


"Sekali-kali izin gak papa lah" saran Aurel.


"Tapi kan aku bentar lagi ikut lomba Aurel, masa aku izin"


"Yaudah kalau Lo gak mau gue marah lagi nih" ucap Aurel memasang wajah sok ngambek.


"Kok gitu sih rel"


"Bodoh! gue mau mandi!" ujar Aurel mengambil handuk dibalik pintu dan langsung memasuki kamar mandi.


"Yah, seriusan Nih? masa marah lagi, sekarang aku harus gimana?" pikir Aunia, menatap pintu kamar mandi yang telah ditutup oleh Aurel.


.


.

__ADS_1


.


Suasana sarapan pagi di hari libur memang selalu menyenangkan. Karna seluruh keluarga dapat berkumpul bersama.


"Hari ini mama ada acara sama teman-teman mama, kalian jaga rumah ya!" ujar Aleta disela-sela makan.


"Iya ma" balas Aunia.


"Aurel, Andra bisa kan jaga rumah?" tanya Aleta karna sedari tadi Aurel dan Andra tak bicara apapun selama sarapan.


"Iya bisa ma"


"Bisa kok tan, tenang aja" balas Andra.


"Oke deh, mama mau siap-siap dulu, kalian lanjutin aja makannya" ujar Aleta meninggalkan meja makan.


Setelah kepergian Aleta suasana hening kembali terasa. Ketiga saudara yang biasanya selalu banyak bicara, sekarang saling diam.


"Ada apaan nih? kenapa pada diam-diam Bae, biasanya heboh kayak orang demo" ujar Andra melirik kedua gadis kembar yang ada di depannya.


"Gak kenapa-napa, lagi gak mood ngomong doang" balas Aurel lalu melanjutkan makannya.


"Ooh" ujar Andra membulatkan mulutnya.


"Gue udah selesai!" ujar Aurel ingin beranjak pergi.


"Mau aku bantu apa?" ujar Aunia sebelum Aurel meninggalkan meja makan.


Mendengar penuturan Aunia yang sedikit mendadak, Aurel reflek menghentikan langkahnya. Ia menatap Aunia yang masih menyendok nasi tanpa meliriknya sama sekali.


"Gue gak salah denger?" tanya Aurel, sementara Andra hanya menjadi penonton kedua gadis itu.


"Gak kok, kamu mau aku bantu apa?" tanya Aunia lagi.


"Oke nanti gue kasih tau, tapi Lo gak jadi ke tempat lukis?" tanya Aurel ragu.


"Yeyyy makasih Aunia, Lo emang saudara gue yang paling the best deh" pekik Aurel memeluk Aunia yang sedang duduk di meja makan.


"Iya-iya, senang sih senang tapi jangan sampai tangan kamu nyekik aku juga!" balas Aunia kesal.


"Hehehe maaf ya" ujar Aurel menampakkan deretan gigi putihnya.


"So, gak ada yang mau cerita nih sama gue?" tanya Andra yang bertugas menjadi penonton sedari tadi.


"Kasih tau gak ya?' tanya Aurel menatap Aunia, dan berakhir dengan tawa keduanya menatap wajah Andra yang penasaran.


"Gak asyik ah, gue pergi aja kalau gak mau cerita" ujar Andra ingin beranjak pergi.


"Eitsss, jangan marah dong ndra, kita ceritain nih, duduk dulu dong!" pinta Aurel.


Dengan wajah kesal Andra kembali duduk di kursi yang sebelumnya ia duduki.


"Sebenernya hari ini Darren ulang tahun, jadi gue mau kasih suprise buat dia, kalian bantuin ya" ujar Aurel.


"Iya aku bantuin" jengah Aunia.


"Ndra?" ujar Aurel menunggu jawaban.


"Gue juga ikutan?"


"Iya, bisa kan?"


"Hmm gimana ya?" ujar Andra pura-pura berfikir.

__ADS_1


"Ayolah ndra, bantuin gue" bujuk Aurel.


"Tapi gue dapet apa?" tanya Andra.


"Ntar gue traktir bakso di ujung kompleks" ujar Aurel.


"Oke sepakat" balas Andra semangat.


"Jadi rencananya apa?" tanya Aunia.


"Ndra Lo ajak Darren keluar ya? sampai gue sama Aunia selesai nyiapin kejutannya" ujar Aurel.


"Keluar? tapi gue aja kemana?" tanya Andra bingung.


"Lo ajak kemana gitu, main PS kek atau gak Lo ajak ke toko buku gitu" saran Aurel.


"Yaudah, oke" putus Andra.


"Oh yah kak, kalau kak Andra mampir ke toko buku aku nitip beliin buku ya, nanti aku kirim fotonya sama kak Andra" ujar Aunia.


"Okay"


"Buat apaan?" tanya Aurel.


"Buat nambah-nambah referensi rel"


"Ohhh" Aurel hanya manggut-manggut.


"Yaudah, tunggu apa lagi, Lo ajakin Darren sana!" pinta Aurel.


"Sekarang?" tanya Andra.


"Iya masa tahun depan"


"Masih jam 10 Lo rel?"


"Ya gak papa, biar lebih lama kita persiapannya"


"Ada Mulu jawaban Lo" balas Andra sewot. Tapi ia tetap mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Darren.


Andra menempelkan Benda pipih itu pada telinganya.


"Darren, temenin gue keluar ya!" ujar Andra ketika panggilan telfonnya telah diterima oleh Darren.


"...."


"Bentaran doang kok"


"..."


"Gue tunggu ya, buruan!"


Andra kembali meletakkan benda pipih itu pada meja makan.


"Gimana?" tanya Aurel.


"Dia mau, bentar lagi mau kesini"


"Bagus kalau gitu, tapi jangan ada yang bilang happy birthday ya, gue udah acting pura-pura lupa sama ulang tahunnya, kalian juga harus acting, oke?!" ujar Aurel.


"Iya" balas Andra dan Aunia.


"Gue ke kamar dulu, siap-siap" ujar Andra.

__ADS_1


"Gue juga" balas Aurel.


Ketiga saudara yang sebelumnya sudah menyusun rencana untuk suprise ulang tahun Darren, seketika meninggalkan meja makan menuju kamarnya masing-masing.


__ADS_2