PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 32


__ADS_3

Aleta yang tak menyangka jika putrinya yang ia pikir sudah meninggal beberapa tahun lalu, ternyata masih hidup langsung mendekap aunia dalam pelukannya.


"Aulia, sayang, ternyata kamu masih hidup mama seneng banget dengernya" ujar Aleta haru.


"Aku juga seneng ma, bisa ketemu mama lagi, aku bahkan lupa kalau nama aku Aulia, bukan aunia" balas aunia. Ia melirik papanya dengan raut wajah bertanya.


"Maafin papa aunia, papa yang salah, waktu kamu sadar dari koma, papa nyuruh orang buat hipnotis kamu, biar kamu lupa sama semua yang pernah kamu laluin sama kami" ujar gio.


"Kenapa papa Setega itu sama aku?!! aku salah apa sama papa?!" tanya aunia emosi.


"Papa cuma takut kamu nge bahayain mama dan Aurel" balasnya.


"Apa alasan papa bilang kalau aunia bisa nge bahayain aku dan mama?!" tanya Aurel yang mulai terpancing emosi.


"Sejak kecil aunia suka sama benda-benda tajam, beberapa kali papa liat mama kamu terluka dan disitu juga ada aunia yang memegang pisau, makanya papa sengaja misahin kalian, papa takut jika nantinya aunia akan bertindak lebih dari sebelumnya" ucap gio menjelaskan.


"Itu kecerobohan mama pa, bukan salahnya Aulia, mama yang gak hati-hati makanya bisa terluka, pisau yang di pegang Aulia itu mama yang suruh pegang, biar mama bisa ngobatin lukanya" balas Aleta.


"Lalu bagaimana dengan anjing peliharaan papa? papa liat aunia yang membunuhnya secara langsung"


"Kalau anjing itu Aulia pernah cerita sama mama, katanya anjing itu terlalu ngerepotin mama, makanya Aulia nge bunuh dia, Aulia pernah bilang sama mama 'Apa pun yang menyusahkan mama, Aulia gak akan biarin dia hidup di dunia ini' " ujar Aleta menirukan gaya bicara aunia.


"Astaga gak nyangka gue Lo beneran PSIKOPATH" ujar Aurel tak percaya. Ia sedikit berjalan mundur, hingga punggungnya menabrak Darren.


"Tenang rel, dia gak mungkin nyakitin Lo, kalian kan saudara" ujar Darren menghibur.


"Kalau Lo di hipnotis, trus Lo tau dari mana kalau Tante Aleta mama Lo?" tanya Andra yang menyimak sedari tadi.


"Waktu papa pergi aku selalu ikutin dia, sampai aku liat mama dan Aurel, wajah aku yang sama persis dengan Aurel membuat aku yakin kalau aku anak mama, saat mama bilang Aurel satu-satunya anak mama, aku sakit hati banget, sampai aku mutusin buat ketemu mama, biar mama tau kalau aku juga anak mama bukan cuman Aurel aja" jawab aunia.


"Lalu kecelakaan itu? jangan bilang itu ulah papa?" tanya Aurel, namun gio hanya diam dengan penyesalannya.


"Jawab pa!!" pinta Aurel.


"Maafin papa" lirihnya.


Aleta tak menyangka jika kejadian itu adalah ulah suaminya. Ia memukul gio dengan tenaga yang ia punya, tapi akhirnya Aleta ambruk karna rasa nyeri di dadanya yang tak lagi bisa ia tahan.


Brukkk


"Ma!!" pekik Aurel dan aunia bersamaan, keduanya menghampiri Aleta yang tengah tergeletak di lantai.


"Jangan-jangan jantung Tante kumat lagi" terkah Andra.


"Jantung? maksud Lo apa ndra?" tanya Aurel tak mengerti.


"Jantung Tante belum sembuh total rel" balas Andra.


"Apa??!! kenapa Lo gak ngasih tau gue?"


"Maaf rel, Tante ngelarang gue"


"Udah rel mending kita bawa mama ke rumah sakit" ujar Aunia.

__ADS_1


"Pakai mobil papa aja" ujar gio.


"Gak usah, kami bisa ngurus mama sendiri" sarkas Aurel.


"Andra, gendong mama ke mobil, sekarang!" pinta Aurel.


Andra segera mengendong Aleta menuju mobil, dan meletakkannya di kursi belakang bersama aunia dan Aurel.


"Gue ikut" ujar Darren.


"Masuk!" pinta Andra.


Andra segera tancap gas menuju rumah sakit terdekat. Hanya tinggal gio dirumah seorang diri dengan penyesalannya.


Sampai dirumah sakit, Aleta langsung ditangani oleh dokter di ruang UGD. Aurel terus saja mondar mandir di depan UGD, sementara aunia ia duduk di kursi tunggu dengan tangan berkeringat. Andra dan Darren berdiri bersandar pada dinding menunggu Aleta selesai di tangani oleh dokter.


"Kok lama banget yah?" ujar Aurel.


"Sabar rel, mama Lo pasti baik-baik aja kok" ucap Darren menenangkan.


"Mama pasti sembuh kan?" tanya aunia dengan suara seraknya.


"Mama pasti sembuh, Lo tenang aja" ujar Aurel yakin.


Pintu UGD terbuka menampakkan seorang suster.


"Kalian keluarga pasien?" tanya suster tersebut.


"Iya sus kita keluarganya, gimana keadaan mama saya?" tanya Aurel.


"Saya permisi" ujar sang dokter meninggalkan UGD.


"Sekarang gimana? dimana kita bisa cari donor jantung?" tanya Aurel.


"Donor jantung gak bakalan mudah di dapetin, Gak akan ada orang yang bersedia gantiin posisi Tante Aleta buat meninggal" ujar Andra.


"Andra, bisa aku minta tolong?" tanya aunia.


"Apa?"


"Kamu bisa minta data-data jantung mama sama dokter, biar kita bisa cari tau jantung siapa yang cocok sama mama?" tanya aunia.


"Bisa, kasih gue waktu 10 menit" ujar Andra lalu ia pergi menuju ruang dokter.


10 menit kemudian....


"Nih" Andra memberikan sebuah map berwarna biru pada aunia. Ia mengeceknya dengan teliti, lalu tersenyum.


"Ini yang kita butuhin, makasih ndra" ujar Aunia.


"Sama-sama tapi apa yang bakal Lo lakuin?" tanya Andra.


"Nanti aku kasih tau, Aurel kamu bisa bantu aku kan?" tanya aunia.

__ADS_1


"Sesulit apa pun, gue pasti bantu!" ujar Aurel yakin.


"Bagus ikut aku!" pinta aunia.


"Kalian tolong jagain mama yah" pinta aunia pada Darren dan Andra.


"Ya" jawab keduanya.


.


.


.


Aunia membawa Aurel pada tempat sepi, di mana sangat jarang orang berlalu lalang disini.


"Kita mau ngapain disini?" tanya Aurel.


"Pakai ini!!" pinta aunia. Ia memberikan sebuah jubah dan topeng pada Aurel.


"Buat apa?!"


"Pakai aja dulu!"


Aurel segera memakai jubah hitam yang diberikan Aurel dan mengenakan topeng.


"Bisa jelasin ke gue sekarang?" tanya Aurel.


"Biasanya disini akan ada beberapa orang yang lewat sendirian, kita bisa culik mereka buat tes kecocokan jantungnya sama mama" ujar Aunia menjelaskan.


"Maksud Lo kita nyulik orang?"


"Iya, kamu mau kan bantuin aku? ini satu-satunya cara buat nyelamatin mama"


"Tapi apa ini gak berbahaya, kita ngorbanin nyawa demi nyawa lainnya?"


"kamu mau kehilangan mama?"


"Gak mau lah"


"Makanya ikutin cara aku, percaya sama aku, gak akan ada orang yang rela ngorbanin nyawanya buat mama, makanya kita harus dapatin dengan paksa"


"Gue ikut Lo, gue gak mau kehilangan mama" ujar Aurel yakin.


.


.


.


.


Thanks udah baca :)

__ADS_1


See you next part ^_^


__ADS_2