PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 76


__ADS_3

"Yaudah kalau gitu, kita tunggu disini Sampai papa Lo pulang" putus Andra.


Baru selesai Andra berbicara. Suara langkah kaki memasuki rumah, membuat Bryan, Andra dan Darren menoleh.


"Itu papa udah pulang" ujarnya. Berbeda dengan Andra yang terdiam melihat orang yang ada di depannya.


"Ada tamu?" Ujarnya ramah.


"Iya pa, mereka mau ketemu papa" balas Bryan.


"Wajah kamu sedikit familiar bagi saya" ujarnya menatap lurus Andra.


"Saya Andra om" balasnya.


"Sepertinya saya pernah mendengar nama itu" balasnya mengingat-ingat.


"Arsy di mana om? Saya udah cari dia bertahun-tahun tapi gak pernah ketemu sama dia" ucap Andra berharap.


"Oh iya saya ingat, kamu yang nyelamatin anak saya" balas Hendra.


"Om bingung harus mulai dari mana, Arsy udah banyak berubah" balasnya ragu.


"Maksud om?" Tanya Andra.


"Beberapa tahun lalu dia mengalami kecelakaan yang menyakitkan, sehingga ia harus menjalani operasi pembedahan wajah"


"Setelah operasi itu, Arsy sudah seperti orang lain, saya tak lagi mengenali putri saya sendiri, itu bukan karna wajah barunya, tapi sifatnya yang dulunya penurut dan manis, sekarang jadi anak yang sulit diatur, dia kabur dari rumah dan tidak mau lagi kembali ke rumah ini, saya sudah berusaha membujuknya dengan berbagai cara, tapi ia tetap pada pendiriannya, ia tak mau kembali ke rumah ini"


"Boleh saya ketemu sama Arsy om?" Tanya Andra.


"Tentu saja boleh, mungkin saja dengan adanya kamu dia mau kembali ke rumah ini" ujar Hendra.


"Saya akan berusaha meyakinkannya untuk kembali kesini lagi"


"Baiklah, ayo ikut saya! Kita akan menjemput Arsy pulang" ujar Hendra.


Hendra, Bryan, Darren dan Andra segera menuju kontrakan Arsy menggunakan mobil Hendra.


Mereka menghampiri sebuah kontrakan. Andra memberanikan diri untuk mengetuk pintu. Penantiannya selama beberapa tahun ini, akhirnya akan terbayarkan. Gadis yang selama ini ia cari, akan segera ada di hadapannya.


Tok Tok Tok


Beberapa kali ketukan saja. Pintu rumah langsung terbuka.


Darren dan Andra sedikit kaget ketika yang keluar bukan lah Arsy melainkan Laura.


"Laura?" Tanya Darren dan Andra kaget.


"Darren, kak Andra kalian ngapain disini?" Tanya Laura.


"Gue mau ketemu Arsy, Arsy tinggal disini kan?" Tanya Andra.


"Andra ini Arsy" ujar Hendra.


"Maksud om, Laura adalah Arsy?" Tanya Andra.


"Iya, Laura itu nama lainnya dari Arsyta Laura" jelas Hendra.


Andra beralih menatap Laura yang tertunduk.


"Kenapa bohong?" Tanya Andra.


"Gue gak bohong"


"Kenapa gak ngasih tau gue?"


"Kak Andra gak pernah nanya"


"Kalau gue nanya Lo bakalan jujur?" Tanya Andra.

__ADS_1


"Gak tau" balasnya ragu.


"Jadi?" Tanya Andra.


"Maaf kak, gue takut dibilang ngaku-ngaku jadi Arsy, Lo tau kan wajah gue udah gak sama lagi sama Arsy yang dulu"


"Gue gak peduli, Lo punya wajah yang sama kayak dulu atau gak! Gue cuma mau Arsy yang selalu ngejailin gue" balas Andra.


"Maafin Arsy" lirihnya. Ia langsung memeluk Andra. Sedikit demi sedikit terdengar suara Arsy yang menangis sesenggukan.


"Udah! Jangan nangis gue gak suka!"


Mendengar itu, Arsy langsung melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.


"Sekarang Lo pulang ya? Jangan bikin papa sama kakak Lo sedih" bujuk Andra.


"Tapi__"


"Kalau Lo gak mau, jangan harap gue maafin Lo" balas Andra ketus.


"Jangan gitu kak, Arsy pulang kok, tapi gak sekarang"


"Kapan?"


"Besok"


"Gak masalah kan om?" Tanya Andra.


"Gak papa, Arsy mau pulang aja om udah seneng" balasnya.


"Yasudah kalau gitu, kalian lanjutin aja ngobrolnya, papa sama kakak kamu pamit dulu" ujar Hendra.


"Iya pa"


Setelah Hendra dan Bryan pergi. Darren tiba-tiba saja mengingat sesuatu.


"Tunggu bentar" ujar Darren memgingat.


"Kalau Laura itu Arsy, dan Arsy adalah adik Bryan, berarti yang Makai motor itu Arsy dong? Jadi yang neror pacar gue juga Lo?" Tanya Darren.


Seketika Arsy terdiam dengan perkataan Darren.


"Bener?" Tanya Andra.


Jika sudah berhadapan dengan Andra, Arsy tak lagi bisa berbohong. Ia seakan sulit menyembunyikan kebohongan dari Andra.


"Iya" lirihnya.


"Lo tau kan, Aurel adik gue? Kenapa Lo neror dia?" Tanya Andra tak habis fikir.


"Semua itu kesalahannya sendiri, dia bilang mau buat kembarannya tanggung jawab atas kematian teman-teman gue, tapi apa? Dia malah ngelindungin psikopath itu!"


"Maksud Lo Aunia?" Tanya Darren.


"Emangnya pacar Lo itu, punya kembaran lain selain psikopath itu?" Tanya Arsy.


"Gak sih"


"Mau Lo apa sekarang?" Tanya Andra.


"Gue mau, Aurel sama kembarannya itu temuin gue di atap SMA" ujarnya.


"SMA?" tanya Andra.


"Iya, SMA DASASILA"


"Kapan?" Tanya Darren.


"Nanti malam jam 8"

__ADS_1


"Oke"


🐞🐞🐞


Aleta yang sedang asyik dengan laptopnya. Mendadak mendapat telfon dari seseorang.


"Halo"


"...."


"Saya bayar kamu buat cari tau peneror itu, bukan ngasih saya kabar kalau kamu gak dapet apa-apa"


"..."


"Saya gak mau tau, kamu harus temuin siapa peneror itu"


"...."


Tut...


Aleta mengepalkan telapak tangannya.


"Aku gak akan biarin siapa pun ganggu kenyamanan keluarga aku" lirihnya.


.


.


.


Andra dan Darren memasuki rumah dengan tergesa-gesa. Keduanya sungguh tak sabar untuk menyampaikan kepada kedua gadis kembar itu, jika mereka telah menemukan peneror yang selama ini mereka cari.


Baru memasuki rumah, Darren dan Andra sudah disambut oleh kedua gadis itu.


"Gimana? Udah dapet?" Tanya Aurel.


"Kalian nemuin sesuatu kan?" Tanya Aunia penasaran.


Andra mengangguk sekilas.


"Siapa?" Tanya Aurel.


"Arsy" balas Andra.


"Arsy?" Tanya Aurel.


"Aku kayak pernah tau nama itu deh" ujar Aunia.


"Lo tau kok sama dia, sebagai Laura" ujar Darren.


"Laura, yang satu SMA sama kita?" Tanya Aurel.


"Iya"


"Dan buat Lo Aunia, Lo tau kok orangnya, dia salah satu korban Lo di SMA itu" balas Andra. Ia tak tau harus marah atau apa pada Aunia. Karna dialah penyebab dirinya tak bisa mengenali Arsy yang selama ini ia cari.


Sekelebat kejadian mengerikan terlintas kembali di kepalanya. Kejadian berdarah yang pernah ia lakukan. Betapa kejamnya dirinya saat itu, ia bahkan dengan mudah menghabisi nyawa orang.


Seharusnya ia tidak dibiarkan bebas seperti ini. Sekarang ia merasa sangat berdosa, Karna kejadian masa lalu yang kelam. Kehidupannya sekarang juga tidak bisa tenang.


"Arsy minta Lo sama Aunia buat nemuin dia di atap SMA DASASILA malam ini jam 8" ujar Darren.


"Gue bakalan nemuin dia, gue harus nyelesain masalah ini secepatnya" ujar Aurel yakin.


"Kali ini aku setuju sama Aurel, dan aku gak bakalan kabur atau pun ngurung diri lagi, aku bakalan hadapin semua masalah yang ada akibat perbuatan ku" tambah Aunia.


🌺🌺🌺


Susana SMA yang dulunya tempat mereka bersekolah. Kini terlihat suram dan gelap. Empat orang remaja tengah berdiri tepat di depan gerbang SMA tersebut.

__ADS_1


Mata mereka menatap kesekitar SMA yang terlihat suram. Jika dulu mereka selalu datang kesekolah di pagi hari dan pulang disore hari. Maka kali ini mereka datang pada malam hari. Suasana yang mereka rasakan juga berbeda.


"Lo yakin Arsy Lo itu ngajakin ketemuan disini?" Tanya Aurel. Ia sedikit bergidik ngeri dengan tampilan SMA yang begitu menyeramkan pada malam hari.


__ADS_2