
"Mikha!" Panggil Aurel. Mikha yang sedang memetik kangkung langsung menjawabnya.
"Ada apa?" Tanya Mikha.
"Andra mana?" Tanyanya.
"Lagi keluar, mau beli vitamin buat Tante" balas Mikha.
"Oh yaudah, aku tunggu di depan aja"
"Oke"
"Kay, Rendy, udah ya mainnya!" Pinta Mikha. Rendy dan Kayla yang sedang bermain kejar-kejaran langsung menghentikan kegiatannya.
"Iya Bun" balas keduanya. Rendy dan mikha langsung memasuki rumah.
"Tunggu bunda masak dulu ya, nanti kita makan" ujar Mikha.
"Tapi Kay udah makan Bun"
"Yasudah kalau Kay gak lapar. Kay nonton aja sama Binay di sana!" Pinta Mikha.
"Oke Bun"
"Rendy, juga mau nonton Bun" ujar Rendy.
"Iya, tapi kalau makanannya udah siap. Rendy makan dulu ya"
"Oke Bun"
Rendy dan Kayla langsung menghampiri Naya yang sedang menonton. Sementara itu Mikha, ia langsung menuju dapur untuk memasak.
"Binay, ganti kartun Spongebob dong" rengek Kayla. Naya yang sedang menonton film India ke sukaannya hanya bisa mengalah dan mengganti siaran tv.
"Udah nih" balas Naya.
"Yeh, makasih Binay. Binay the best deh" ujar Naya mengacungkan dua jempol. Selanjutnya ia dan Rendy sibuk menonton kartun tersebut.
🥀
Aurel duduk di kursi depan teras. Sembari menunggu Andra. Ia membaca email yang dikirimkan Chika padanya.
Tak lama mobil Andra terparkir di depan rumah. Aurel segera berdiri dan menghampiri Andra.
"Nungguin aku?" Tanya Andra.
"Iya" balas Aurel.
"Ada hal penting?" Tanya Andra. Ia sangat mengerti jika Aurel sudah menunggunya berarti ada hal yang penting.
"Aku belum cerita soal mama kan?" Tanya Aurel.
"Belum, kenapa sama Tante?"
"Lastri bilang, kalau mama mau makan bakso di depan rumah. Lastri beliin satu buat mama, dan ada perempuan masuk ke rumah buat nawarin kartu kredit. Tapi belum sempat perempuan itu ketemu mama, dia udah pergi. Dan bersamaan dengan itu, mama muntah-muntah dan pingsan setelah makan bakso yang Lastri beli." Jelas Aurel.
"Kamu curiga sama perempuan yang nawarin kartu kredit itu?" Tanya Andra.
"Iya, kamu benar. Aku curiga dia yang lakuin hal itu"
"Jadi gimana caranya kita mastiin hal itu?" Tanya Andra.
"Aku gak tau. Cctv di rumah juga rusak, jadi kita gak bisa tau orangnya seperti apa"
"Kalau memang dia? Apa motifnya melakukan itu?"
"Aku gak tau"
"Kamu tau orangnya seperti apa?" Tanya Andra.
"Lastri gak bilang cirinya spesifik. Tapi dia cuman tau kalau dia tinggi, cantik, rambut sebahu, dan yang paling spesifik dia pakai kalung dengan inisial A dan ada berlian warna biru di hurup A nya"
"Kalau cuma itu, bakalan sulit buat nyari pelakunya. Lapor polisi pun gak ada gunanya. Karna kita gak punya bukti yang kuat"
"Nih vitamin buat Tante!" Ujar Andra memberikan vitamin yang ia beli di apotek.
__ADS_1
"Thanks ya"
"Ya, Mikha udah masak belum? Laper nih" ujar Andra mengusap perutnya.
"Udah kayaknya"
"Aku masuk duluan ya"
"Ya sana"
Aurel mengambil ponselnya. Ia lupa mengabari Darren jika mamanya sedang sakit.
"Halo" ujarnya.
"Halo Darren, aku mau ngabarin kalau aku lagi dirumah mama. Tadi mama keracunan makanan dan dibawa ke rumah sakit. Sekarang aku lagi jagain mama di rumah. Mungkin malam ini aku nginep di rumah mama, Kayla sama Naya juga disini" ujar Aurel.
"Tapi mama baik-baik aja kan?"
"Mama baik-baik aja. Sekarang cuma butuh istirahat aja"
"Yaudah, pulang kerja aku ke sana"
"Oke"
🥀
"Mikha!" Panggil Andra. Mikha yang sedang memasak di dapur langsung menyahutinya.
"Aku di dapur" ujar Mikha. Andra langsung menyusulnya menuju dapur.
"Aku laper, udah masaknya?" Tanya Andra.
"Udah bentar lagi siap, kamu tunggu di meja makan aja"
"Cepet ya" Andra langsung menuju meja makan dan duduk disana sembari menunggu Mikha.
"Nih makanannya, makan dulu!" Pinta Mikha. Dengan cepat Andra langsung mengambil nasi dan ayam kecap buatan Mikha. Tak lupa tumis sayur kangkung yang baru di petik oleh Mikha di kebun milik Aleta.
"Aku panggil Rendy dulu" ujarnya.
Mikha langsung menuju ruang tamu di mana Rendy, Kayla dan naya sedang menonton tv.
"Nanti aja Bun, lagi seru nih" balas Rendy tanpa mengalihkan pandangannya dari tv.
"Makan dulu, nanti lanjut lagi nontonnya" ujar Mikha.
"Tapi bun_"
"Gak ada tapi-tapian, sana makan!"
"Iya-iya" balas Rendy. Dengan malas ia langsung ke meja makan dan makan bersama ayahnya.
"Naya, Kayla kalian gak makan?" Tanya Mikha.
"Gak kak, aku udah makan tadi bareng Kayla" balas Naya.
"Yasudah, aku tinggal ya" balas Mikha ia kembali ke meja makan.
🥀
Darren merapikan mejanya yang berantakan karena banyaknya berkas yang harus ia tangani.
Ia melirik jam tangan yang telah menunjukkan pukul 8 malam. Ia mengambil tas kerjanya dan meninggalkan kantor.
Dijalan ia mampir ke sebuah supermarket. Ia akan membeli beberapa jajanan untuk Kayla dan naya.
Selesai berbelanja Darren antri di kasir. Di depannya ada seorang perempuan yang tengah membayar belanjaannya.
"Totalnya 200 ribu ya mbak"
"Ini" ujarnya memberikan uang pas.
Perempuan itu pergi, namun tanpa sengaja Darren melihat wajahnya. Darren kaget ternyata perempuan itu telah kembali.
Darren terus memperhatikannya. Hingga perempuan itu keluar dari supermarket.
__ADS_1
"Mas, belanjaannya ini aja?" Tanya kasir.
"Iya mbak, ini aja" balas Darren.
"Total 155 ribu mas"
Darren memberikan uang 200 ribu pada kasir.
"Ini kembaliannya" ujar kasir.
Darren langsung keluar dari supermarket. Ia kembali melajukan mobilnya menuju rumah mama mertuanya.
Tepat di depan rumah, ia mendapati Aurel tengah duduk di luar. Ia terus menatap langit malam yang bertaburan bintang.
Bahkan ia tak menyadari jika Darren ada di sampingnya.
"Udah puas liat bintangnya?" Tanya darren.
Aurel kaget karna tak menyadari adanya Darren di sampingnya.
"Kamu kapan nyampainya?" Tanya Aurel.
"Baru aja kok"
Aurel hanya manggut-manggut dengan jawaban Darren.
"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Darren. Tidak biasanya wajah Aurel begitu muram melihat langit malam.
"Mama keracunan makanan" balas Aurel.
"Gimana ceritanya mama bisa keracunan makanan sih?" Tanya Darren.
"Tadi ada perempuan yang datang ke rumah nawarin kartu kredit. Waktu perempuan itu pergi mama langsung muntah-muntah dan pingsan."
"Mama ada musuh?" Tanya Darren.
"Setau aku gak ada"
"Yaudah, kamu jangan terlalu di pikirin"
"Aku khawatir sama mama"
"Mama pasti baik-baik aja kok"
"Oh ya, Naya sama Kayla mana?" Tanya Darren. Ia mengalihkan pembicaraan agar Aurel tak terlalu khawatir.
"Lagi nonton tv di dalam"
"Yaudah aku samperin mereka dulu"
"Iya"
"Kamu juga masuk, gak baik angin malam buat kesehatan" nasehat Darren.
"Iya bentar lagi aku masuk"
Darren langsung menghampiri Naya dan Kayla yang sedang asyik nonton tv.
"Kayla!" Panggil Darren.
"Papa!" Pekik Kayla. Ia langsung berhamburan ke pelukan Darren.
"Liat nih papa bawa apa?" Ujarnya memperlihatkan kresek putih.
"Camilan!" Pekiknya kegirangan. Kayla langsung mengambilnya dari tangan Darren.
"Papa baik deh" balas Kayla.
"Bagi ya sama Binay!" Pinta Darren.
"Iya pa"
"Nay, Mikha sama Andra di sini?" Tanya Darren.
"Udah gak kak, tadi udah pulang" balas Naya.
__ADS_1
"Kamu ajak kakak kamu masuk tuh, betah banget duduk diluar! Kakak mau liat mama dulu" pinta Darren.
"Iya kak" balas Naya. Ia langsung ke depan untuk mengajak Aurel masuk ke dalam rumah.