PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 96


__ADS_3

Dilihatnya Kayla sudah bangun. Ia tengah bermain dengan boneka Barbie yang kemarin di belikan oleh Omanya itu.


"Kayla" panggil Aurel.


"Iya ma"


"Kayla udah mandi?"


"Belum" gelengnya.


"Sekarang mandi ya, kita mau pergi ke Bandung" ujar Aurel.


"Oke ma" balas Kayla. Ia langsung menuju kamar mandi.


Aurel kembali menuju kamarnya. Ia kembali melihat Darren yang masih membaluti tubuhnya dengan selimut.


"Darren bangun!! Katanya cuman lima menit! Ini udah lebih dari lima menit!!" Ujar Aurel. Ia menarik selimut yang menutupi tubuh Darren hingga jatuh ke lantai.


"Iya-iya, ini juga mau bangun!" Balasnya setengah hati. Darren langsung mengambil handuknya dan segera mandi.


Saat Darren mandi, Aurel menggunakan. waktu yang ada untuk mengecek ulang barang-barang yang dibawanya. Mungkin saja ia melupakan sesuatu yang penting.


Meskipun perjalanan ke Bandung hanya untuk dua hari. Tapi Aurel harus memastikan jika semua yang ia bawa haruslah lengkap.


Setalah Darren keluar dari kamar mandi. Ia bergantian dengan Darren untuk mandi.


1 jam kemudian...


Aurel dan Darren serta Kayla. Mereka sudah siap untuk pergi ke Bandung. Mereka hanya tinggal menunggu kedatangan Andra dan keluarganya untuk pergi bersama.


Sebelumnya Darren sudah menelfon Andra. Untuk memastikan jika keluarga itu sudah selesai bersiap dan segera menuju kerumahnya.


Andra mengatakan jika mereka akan sampai dalam lima belas menit lagi. Dan Darren harus sabar menunggu kedatangan mereka.


"Lima belas menit lagi mereka nyampe" ujar Darren.


"Lama banget" celetuk Aurel.


Lima belas menit berlalu cukup lama. Akhirnya keluarga Andra sampai di rumah Aurel. Tanpa menunda waktu kedua keluarga itu mulai melakukan perjalanan menuju Bandung. Mereka menggunakan mobil masing-masing.


🥀


Bandung


Mereka sampai pukul 12.30. Di depan rumah terlihat seorang satpam segera membukakan pintu untuk mereka. Untuk dua hari kedepannya mereka akan menginap di rumah orang tua Andra. Kedua orang tua Andra yang melihat kedatangan mereka langsung menyambut mereka.


"Aduh, cucu-cucunya nenek pada datang" ujar Hilda.


Kayla dan Rendy langsung memeluk Hilda. Karena sudah lama tak bertemu dengan neneknya itu. Tempat tinggalnya yang berbeda kota dengan hilda membuat mereka jarang sekali bertemu.


"Nenek Kayla kangen deh" ujarnya.


"Nenek juga kangen sama Kay"


"Rendy juga nek" ujarnya.


"Cucunya nenek udah pada besar ya" ucapnya mengelus kepala kedua bocah yang berselisih dua tahun itu.


"Kalian pasti capek! Ayo masuk dulu" ajak papa Andra.


"Iya om" balas Darren.


Mereka memasuki rumah dan duduk di ruang tamu. Hilda meminta pembantu rumahnya untuk menyajikan minuman dan makanan ringan untuk anak-anak dan cucunya.


"Darren, ayo berangkat sekarang! Kita cek lokasinya" ajak Andra.


"Sekarang nih?" Tanya Darren. Ia sedikit keberatan. Pasalnya mereka baru saja sampai di Bandung. Apakah tidak ada waktu istirahat sedikit saja dari perjalanan cukup jauh itu.


"Iya, aku udah janji sama yang punya tanah buat ketemu jam 1"

__ADS_1


"Kenapa buat janjinya mepet sih?" Keluh Darren.


"Udalah, jangan banyak ngeluh. Ayo! Kalau capek biar aku yang nyetir" tawar Andra.


"Yaudah deh"


Andra dan Darren pergi untuk bertemu dengan pemilik tanah. Tempat mereka akan membangun sebuah kafe.


Andra menghentikan mobilnya di sebuah kafe. Ia dan Darren masuk dan menemui pemilik tanah yang ingin bertemu di kafe tersebut.


"Pak jaya?" Tanya Andra pada seseorang dengan kemeja biru.


"Iya benar, pak Andra ya?" Tanyanya balik.


"Iya"


"Silakan duduk pak!" Ujarnya mempersilakan.


Andra dan Darren duduk, sebelumnya mereka memesan minum terlebih dahulu pada pelayan.


"Jadi gimana pak? Bapak jadi ambil tanah saya?" Tanya pak jaya.


"Iya pak, tapi sebelumnya apa bisa ceritakan pada saya bagaimana letak tanah pak jaya?"


"Tanah yang saya jual di jamin strategis pak, karna lokasinya dekat dengan rumah sakit dan kampus"


"Permisi, minumannya" ujar pelayan. Ia meletakkan pesanan Darren dan Andra di atas meja.


Setelah pelayan pergi, mereka kembali melanjutkan diskusinya.


"Kalau begitu apa bisa kami melihat lokasinya?" Tanya Darren.


"Tentu bisa pak"


"Baik, lima belas menit lagi kita kesana. Bisa?" Tanya Darren.


Dalam waktu lima belas menit, Darren dan Andra menikmati minumannya terlebih dahulu. Sembari bercengkrama dengan pak jaya mengenai tanah tersebut.


Ternyata tanah yang di jual pak jaya dulunya adalah sebuah toko kue. Namun karna kebakaran akhirnya tokoh tersebut di tutup. Darren dan andra sedikit terkejut mendengar fakta jika lokasi kafe yang akan mereka bangun adalah bekas toko kue yang pernah terbakar.


Hal itu tentu membuat mereka sedikit kesulitan untuk membangun ulang menjadi sebuah kafe. Di karenakan banyaknya puing-puing kebakaran yang masih tertinggal di sana.


Tapi setelah mempertimbangkan lokasinya. Andra dan Darren mengurungkan niatnya untuk membatalkan pembelian tanah tersebut. Bagi mereka tidak masalah harus kesulitan dalam pembangunannya. Karena jika letak kafe yang ingin mereka bangun sangat strategis hal itu bisa memberikan keuntungan yang berkali-kali lipat pada mereka.


"Maaf pak, sepertinya sudah lewat dari lima belas menit. Lebih baik kita liat lokasinya sekarang!" Ujar Andra.


"Iya, baiklah"


"Untuk minumannya biar saya aja yang bayar" ujar Darren. Ia segera menuju kasir dan membayarnya.


"Mari pak" ajak Andra.


Mereka mengunjungi lokasi pembangunan kafe yang ternyata sangatlah strategis. Darren dan Andra sangat puas karna pilihannya ternyata sangat tepat.


"Lokasinya strategis sekali pak" ujar Darren.


"Ya begitulah pak, lokasinya sangatlah strategis tapi Karna kebakaran yang terjadi tak ada yang mau membelinya"


"Mereka terlalu buta untuk melihat berlian di antara banyaknya batu kerikil pak" kekeh Darren.


"Hahaha pak Darren bisa saja"


"Ndra, gimana? Kapan kita bisa bangun kafenya?" Tanya Darren.


"Secepatnya" balas Andra puas.


🥀


"Ma, Kay bosan kita main keluar yuk!" Ajak Kayla.

__ADS_1


Ia sudah puas bermain di dalam rumah. Semua permainan sudah ia mainkan bersama Rendy. Mulai dari petak umpet, kejar-kejaran, main boneka dan lain-lain.


"Tapi papa belum pulang Kay" balas Aurel.


"Mama ayolah kita keluar, Kay bosan. Liat tuh bang Rendy juga bosan, cuman gak mau bilang aja" ujar Kayla. Ia menunjuk Rendy yang duduk di sofa tepat di samping Mikha yang tengah bermain ponsel. Bocah itu terus saja menopang dagunya dengan wajah bosan.


"Tunggu bentar ya, mama telfon papa dulu"


"Hm, iya" angguk Kayla.


Aurel mengambil ponselnya di atas meja, Ia menelfon Darren.


"Halo, urusan kamu udah selesai?" Tanya Aurel.


"Udah nih, kenapa?"


"Pulang sekarang ya, Kayla mau jalan-jalan keluar katanya. Dari tadi ngerengek Mulu anak kamu"


"Anak kamu juga" balas Darren dengan nada jengkel.


"Iya-iya, pulang sekarang. Buruan!"


Aurel kembali meletakkan ponselnya. Ia menatap putrinya yang sedang menunggu jawaban darinya.


"Papa bentar lagi pulang. Sabar ya" ujar Aurel.


"Iya ma"


"Rendy, Kayla kalian laper gak? Nenek buatin kue nih" ujar Hilda. Ia membawa kue yang telah ia potong-potong di atas piring.


Kue dengan toping stroberi itu tampak lezat. Kayla dan Rendy langsung mencobanya.


"Enak nek" puji Kayla.


"Iya nek, enak banget" ujar Rendy.


Hilda hanya tersenyum menanggapinya. Ia senang kedua cucunya menyukai kue yang ia buat.


"Aurel, Mikha kalian gak mau cobain?' tanya Hilda.


"Iya" balas keduanya. Mereka juga mencoba kue yang di buat oleh Hilda.


"Emang ya Tan, dari dulu sampai sekarang Tante emang jago bikin kue. Selalu enak!" Ujar Aurel.


"Kamu bisa aja" balas Hilda.


"Iya ma, Aurel bener. Aku mau dong ma di ajarin bikin kue seenak ini" ucap Mikha.


"Kapan aja kamu mau mama ajarin, mama pasti bisa" balas Hilda.


"Wih, lagi ngapain nih!" Ujar Andra yang baru saja masuk.


"Mama bikin kue, enak banget" ujar Mikha.


"Iya dong, aku mau satu dong ma" ujar Andra. Ia langsung mengambilnya. Selanjutnya Darren juga ikut mencicipi kue buatan Hilda.


"Siapa nih yang mau jalan-jalan keluar?" Tanya Darren.


"Kayla pa"


"Ayok berangkat!" Ajak Darren.


"Yeay!" Soraknya.


"Rendy juga main jalan-jalan keluar gak?" Tanya Andra.


"Mau ayah"


"Yaudah, kita jalan-jalan keluar" putus Andra.

__ADS_1


__ADS_2