
Aurel dan Aunia tersenyum penuh arti pada mamanya.
"Kalian masak?" tanya Aleta melihat makanan telah tersaji di meja makan.
"Iya ma" Angguk keduanya.
Aurel segera menyajikan makanan yang telah ia dan Aunia siapkan ke atas piring.
"Nih ma, cobain dulu!" ujar Aurel.
Aleta menerima piring yang telah diisikan putrinya itu. Ia mulai memakan masakan kedua putri kembarnya itu.
"Gimana ma?" tanya Aunia, ketika mamanya tak kunjung memberikan pendapat tentang masakan yang telah mereka siapkan.
"Hmm, enak kok" balas mamanya. Hal itu juga membuat Aurel dan Aunia bisa bernafas lega.
"Oiyah, tumben masak buat mama, ada acara apa?" tanya Aleta yang curiga ada niat terselubung pada kedua putrinya.
"Gak ada apa-apa kok ma" balas Aurel dan Aunia cepat.
"Yang bener?" tanya Aleta memastikan.
"Hehehe, sebenarnya kita mau minta Izin sama mama" cengir Aurel.
"Izin? izin apa?" tanya Aleta.
"Jadi gini ma, Sabtu Minggu kan Aurel libur kuliah, rencananya aku sama Aunia, Darren dan Andra mau camping" jelas Aurel, sementara Aunia hanya menyimak.
"Oh jadi minta izin buat pergi camping?" tanya Aleta.
"Iya ma, boleh gak?" tanya Aurel.
"Kemana?"
"Gunung pancar"
"Boleh" singkat Aleta.
"Apa ma? mama gak bercanda kan?" ulang Aurel.
"Iya boleh kok, yaudah mama mau istirahat dulu, capek! jangan lupa beresin ya!" ujar Aleta sebelum akhirnya ia pergi menuju kamarnya.
"Iya ma" balas keduanya semangat.
Sesuai dengan perintah Aleta, kedua gadis itu pun segera membereskan meja makan dan mencuci piring kotor. Selesai berkutat dengan beberapa perkerjaan tersebut, keduanya kembali ke kamar untuk beristirahat.
"Gue tidur duluan yaah, besok ada kuliah pagi" ujar Aurel.
"Iya, Aku mau lanjutin lukisan ini, gak selesai-selesai gara-gara kamu!" sewot Aunia.
"Kenapa gara-gara gue?"
"Kamu pikir aja sendiri!" balas Aunia.
Aurel terdiam sejenak, lalu ia tersadar jika ia lah yang menjadi penyebab dari lukisan tersebut tidak selesai.
"Maaf" lirih Aurel, lalu ia langsung menutup tubuhnya dengan selimut.
Aunia yang sedang melukis pun tersenyum kecil, saat ia mendengar kata maaf dari mulut Aurel dengan nada yang sangat pelan. Namun masih bisa terdengar di telinganya.
"Iya, aku maafin kok" balas Aunia.
Aurel yang belum tertidur pun, kembali menampakkan wajahnya.
"Lo denger?" tanya Aurel.
"Iya"
"Hehe, di maafin kan?"
__ADS_1
"Iya"
"Bagus, gue bisa tidur dengan nyenyak" ujar Aurel.
Aunia menyelesaikan lukisannya, hingga jam menunjukkan pukul 2 dini hari. Sementara Aurel, ia sudah terlelap 5 menit setelah obrolannya dengan Aunia.
Aunia menutup lukisannya dengan canvas putih. Lalu ia mulai merebahkan diri di samping Aurel.
.
.
.
Jam menunjukkan pukul 7.00, Aurel segera mematikan jam beker nya yang berdering. Ia melirik ke samping, dimana Aunia masih tertidur dengan pulasnya.
"Pasti begadang nih anak" gumam Aurel. Ia sangat tau dengan sikap Aunia, ia akan menyelesaikan pekerjaannya sampai tuntas sampai ia lupa waktu.
Aurel melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Hari ini ia ada kelas jam 8.00, jadi ia harus bersiap sekarang.
Setelah bersiap, Aurel segera menuju meja makan untuk sarapan. Di meja makan Aurel tak mendapati Aleta, hanya ada sarapan yang telah tersaji di meja makan dan sepucuk surat yang ditinggalkan Aleta.
Pagi twins mama...
Maaf ya, mama gak bisa nemenin sarapan lagii..
Tapi mama udah siapin sarapan kok
Jangan lupa di makan ya..
~by mom
Beberapa bait kata yang dibuat Aleta tak membuat Aurel bersedih. Karna ia tau sekarang, mamanya lah yang menjadi tulang punggung keluarga untuk membiayai kehidupan keluarga kecilnya.
Aurel memakan sarapan yang telah disiapkan Aleta untuknya. Setelah mendapatkan pesan dari Darren jika ia telah sampai di depan rumah. Aurel segera mengakhiri makannya dan segera menemui Darren.
"Pagi, berangkat sekarang?" tanya Darren.
"Iya, ayo!"
Aurel segera menaiki motor Darren dan menuju kampus.
.
.
.
Selesai dengan mata kuliahnya, Aurel segera mengirimkan pesan pada Darren.
Kelas gue udah selesai, gue tunggu di kantin
~Aurel
Setelah mengirimkan pesan tersebut, Aurel segera menuju kantin. Ia memesan dua jus mangga pada ibu kantin.
Aurel menikmati jus mangganya sembari menunggu Darren.
"Hei, lama ya? maaf tadi dosennya lama banget keluarnya" ujar Darren, langsung duduk di depan Aurel dan menyeruput jus yang telah di pesan Aurel untuknya.
"Iya gak papa kok"
"Lo gak pesan makan?" tanya Darren.
"Gak, masih kenyang, Lo mau?" tanya Aurel.
"Iya, gue pesen dulu, laper belum makan dari pagi" kekehnya.
"Yaudah pesan aja dulu"
__ADS_1
Darren segera menuju ibu kantin dan memesan nasi goreng. Setelah mendapatkan pesanannya Darren langsung kembali dengan menenteng sepiring nasi goreng.
"Gue makan ya" ujarnya.
"Iya makan aja"
"Oiya gue pengen cerita sesuatu sama Lo" ujar Aurel.
"Cerita aja" balas Darren sembari memakan nasi gorengnya.
"Ada yang neror keluarga gue" ciut Aurel.
"Apa?!" kaget Darren. Ia yang sedang makan pun hampir saja tersedak jika Aurel tidak cepat memberikannya air minum.
"Pelan-pelan bisa kan?" ujar Aurel, ketika semua orang melihat kearah mereka.
"Iya-iya, maaf"
"Diteror gimana?" tanya Darren.
Aurel menceritakan semua kejadian yang beberapa hari lalu dialaminya.
"Sebenarnya teror itu ditujukan buat Aunia, tapi karna Aunia tinggal sama gue dan mama, jadi kitanya juga kena"
"Trus Aunianya gimana? apa reaksi dia?"
"Dia kaget, tapi tetap diam aja, dia gak kasih tau mama, tapi itu bagus sih, jangan sampai mama khawatir akan masalah ini, mama udah banyak masalah"
"Gue tau mama Lo banyak masalah, tapi sampai kapan kalian tutupin dari mama kalian, cepat atau lambat tante Aleta bakalan tau, baik itu dari mulut kalian, orang lain, atau dia tau dengan sendirinya"
"Iya gue tau, tapi buat sekarang lebih baik mama gak tau"
"Kalau menurut Lo lebih baik gitu, yaudah gue cuma bisa kasih saran"
Darren kembali fokus pada makannya, sementara Aurel ia larut dalam fikirannya sendiri.
Sebuah notifikasi pesan masuk dari Andra membuatnya segera mengecek ponselnya.
Gue udah sampai, Lo kapan pulang?
~Andra
Aurel segera membalas pesan dari Andra.
Bentar lagi gue pulang
~Aurel
"Udah selesai?" tanya Aurel.
"Udah, kenapa?"
"Pulang yuk, Andra udah nyampe rumah"
"Oke, tapi ke rumah gue dulu yah, mau ambil barang-barang buat camping"
"Iya"
Setelah mampir ke rumah Darren, keduanya langsung menuju rumah Aurel.
Dirumah Aurel, Aunia dan Andra tengah Asyik mengobrol seputar lukisan. Andra yang juga mempunyai hobi melukis sangat senang karna mempunyai saudara yang bisa di ajak bicara, apalagi pembahasannya adalah hal yang sangat disukai keduanya.
"Asyik banget, ngobrol apa?" tanya Aurel dan Darren yang berjalan di belakangnya dengan tas ransel besar.
"Ini rel, kita lagi ngomongin lukisan, ternyata kak Andra punya tips-tips yang bagus Lo buat dapat objek bagus kalau mau ngelukis" terang Aunia.
"Iya, dia emang Dari kecil suka lukis, tapi gue gak tau kalau Andra masih ngelukis sampai sekarang" balas Aurel.
"Gimana mau tau, Lo tiap hari ngajak ribut Mulu" sewot Andra.
__ADS_1