
"Jadi, ada yang mau jelasin sama kakak?" Tanya Darren.
"Tadi Jessen ngajak aku keluar. Dia berhentiin mobil di tengah jalan. Setelah kita nunggu, ada mobil yang datang. Dan ada tiga orang di dalamnya. Jessen ngajak aku buat keluar, aku nurut dan ngikutin dia. Ternyata Jessen ngejual aku sama mereka kak" balas Naya. Ia sangat malu, karena dirinya begitu membanggakan Jessen adalah pria baik pada kakaknya.
"Kakak udah bilang dia gak baik buat kamu" ujar Darren.
"Maaf kak, aku terlalu ngeyel"
"Dan untuk pakaian ini. Kakak gak mau liat kamu pakai pakaian kurang bahan seperti ini lagi!"
"Iya kak, aku gak bakalan makai lagi"
"Ayo pulang, Aurel udah nungguin dirumah" ajak Darren.
Darren dan Naya pulang menuju rumah. Di perjalanan Darren memberikan jaketnya pada Naya.
"Nih pakai! Udah malam, ntar masuk angin!" Pinta Darren.
"Iya kak"
Naya langsung memakai jaket jeans milik Darren.
🥀
Pukul 07.00 wib.
Suasana sarapan yang hangat seperti biasanya. Darren yang sudah siap dengan pakaian formalnya ke kantor. Begitupun Aurel ia juga akan pergi ke kantor. Sementara Naya, ia masih memakai piyamanya. Dan Kayla seperti biasa memakai seragam sekolahnya.
"Kak" ujar Naya.
"Kenapa?" Tanya Darren.
"Aku mau ngomong" ujarnya ragu.
"Mau ngomong apa?"
"Aku mau lanjutin kuliah di sungapur kak"
"Kenapa mendadak pengen kuliah di singapur? Mama maksa kamu lagi?" Tanya Darren.
"Gak kok kak, kalau gak di bolehin juga gak papa" balas Naya.
"Kakak gak larang, selama ini kemauan kamu! Kakak dukung" balas Darren.
"Beneran kak?"
"Iya"
Naya sangat senang karna keinginannya di penuhi. Kuliah di singapur bukan semata-mata keinginannya. Tapi dengan cara itu, ia bisa melupakan memori memilukan semalam yang di lakukan Jessen padanya.
"Oh ya nay, kamu gak mau laporin Jessen?" Tanya Aurel.
"Aku mau, tapi kita gak punya bukti kak. Percuma!" Balas Naya.
"Binay" panggil Kayla.
"Iya Kay, kenapa?"
"Binay mau kuliah di singapur?"
"Iya"
"Yahhh, kalau Binay kuliah di singapur. Kay main sama siapa?"
"Gak papa, Kay kan punya banyak teman"
"Tapi gak asyik kayak Binay"
"Kalau Naya kangen sama Binay, bisa video call aja" ujar Naya.
"Yaudah de" balas Kayla.
🥀
Aurel tengah membaca setiap berkas yang di berikan Chika. Setelah selesai ia langsung menanda tangani nya.
Kring..
__ADS_1
"Halo"
"Halo mbak, ibu mbak_"
"Mama kenapa?"
"Ibu pingsan mbak"
"Kenapa gak di bawa ke rumah sakit?"
"Ini udah di rumah sakit mbak, ibu lagi ditangani dokter"
"Kirimin saya lokasinya. Saya kesana sekarang!"
Aurel langsung mengambil tasnya. Ia segera meninggalkan kantor.
"Bu, ibu mau kemana? Kita masih ada meeting bu" ujar Chika.
"Batalkan semua! Saya mau ke rumah sakit, mama saya sakit" Aurel.
Ia langsung memasuki mobilnya. Ia melajukannya dengan kecepatan tinggi.
"Gimana keadaan mama?" Tanya Aurel pada Lastri. Perempuan yang menelfonnya tadi. Sekaligus yang merawat Aleta, karna aleta menolak tinggal bersamanya.
"Masih ditangani dokter mbak"
"Kenapa bisa kejadian begini?" Tanya Aurel.
"Tadi ibu minta beliin bakso di depan rumah. Lastri beliin, setelah makan bakso ibu langsung muntah-muntah dan sampai pingsan" terang Lastri.
Ceklek
"Bagaimana keadaan mama saya dok?" Tanya Aurel.
"Dari hasil pemeriksaan kami menemukan adanya zat racun dalam saluran pencernaan pasien. Sepertinya ada yang memasukkan zat tersebut kedalam makanan atau minuman pasien"
"Tapi mama saya gak papa kan dok?"
"Pasien tidak apa-apa, untungnya segera di bawa kesini. Jika terlambat sedikit saja, kami tak akan bisa menolong"
"Terimah kasih dok"
"Apa dirumah ada tamu?" Tanya Aurel.
"Iya mbak, tadi ada tamu. Perempuan, dia menawarkan kartu kredit. Tapi gak lama dia izin ke toilet. Setelah itu dia pulang padahal ibu belum bertemu dengannya"
"Apa cctv dirumah aktif?" Tanya Aurel.
"Udah gak mbak. Cctv rusak sebulan yang lalu"
"Kenapa gak di perbaiki?"
"Ibu gak suka rumah ada cctv, ia bilang tidak nyaman. Jadi kami tak memperbaikinya lagi"
"Kamu tau orangnya seperti apa?" Tanya Aurel.
"Tau mbak, orangnya tinggi, cantik, rambutnya sebahu" balas Lastri.
"Itu saja yang kamu tau?" Tanya Aurel.
"Iya mbak"
"Bagaimana saya tau orangnya kalau cirinya gak spesifik gitu. Perempuan, tinggi, cantik, rambut sebahu itu gak cuma satu" ujar Aurel.
"Oh ya mbak, saya inget dia Makai kalung dengan inisial A dan ada berlian warna biru di hurup A nya"
"Yasudah, nanti saya pikirkan lagi. Saya mau lihat mama dulu" ujar Aurel. Ia langsung memasuki ruang rawat Aleta.
🥀
"Kay, ganti baju ya" pinta Naya.
"Iya Binay" balas Kayla.
Naya di minta Aurel untuk menjemput kayla di sekolahnya. Aurel mengatakan jika ia tengah mengurus mamanya. Jadi tidak bisa menjemput Kayla.
Naya yang tak punya kesibukan. Ia langsung menjemput Kayla di sekolahnya.
__ADS_1
"Kay, udah ganti bajunya?" Teriak Naya.
"Udah" sahut Kayla. Ia langsung berlari menghampiri naya.
"Sekarang Kay makan ya" ujar Naya.
"Iya Binay" balas Kayla.
Kayla memakan makanan yang disiapkan oleh Naya. Telur mata sapi dan sayur kangkung buatan Naya. Ia memang tak ahli dalam hal memasak. Tapi ia masih bisa membuatkan telur mata sapi untuk makan siang Kayla.
"Binay" panggil Kayla.
"Kenapa sayang? Makanannya gak enak?" Tanya Naya.
"Gak, bukan itu"
"Terus apa?"
"Mama kemana? Kenapa gak jemput aku?" Tanya Kayla.
"Mama lagi rawat oma, Oma Kay sakit" ujar Naya.
"Oma sakit? Kenapa gak kasih tau kay, Kay kan mau jenguk Oma" balas nya cemberut.
"Yasudah Kay makan dulu, nanti kita jenguk Oma ya"
"Iya"
Dengan cepat Kayla melahapnya. Tak butuh waktu lama, makanan Kayla telah habis.
"Udah bi" ujar Kayla.
"Binay, ganti baju bentar ya" balas Naya.
"Oke bi, jangan lama-lama"
"Iya"
🥀
Aurel mengabari jika Aleta telah pulang dari rumah sakit. Jadi Naya langsung mengajak Kayla ke rumah Aleta.
Naya dan Kayla tak mengetuk. Ia langsung memasuki rumah. Naya mengajak Kayla ke kamar Aleta. Dimana Aurel tengah menyuapi mamanya makan.
"Oma" pekik Kayla. Ia langsung memeluk Aleta.
"Kay datang?" Tanya Aleta.
"Oma kenapa gak kasih tau kay, kalau Oma sakit?"
"Oma lupa sayang, maaf ya" balas Aleta.
"Kay, jangan peluk-peluk Oma dulu. Biarin Oma istirahat, Kay main diluar ya sama bang Rendy" ujar Aurel.
"Bang Rendy ada disini?" Tanya Kayla.
"Iya, dia lagi di taman belakang. Metik sayur kangkung sama bunda Mikha" ujar Aurel.
"Aku ke sana dulu ya Oma"
"Iya, jangan lari-lari. Nanti jatuh!" Pinta Aleta.
"Siap Oma" balas Kayla.
Kayla langsung menuju taman belakang. Ia menghampiri Rendy dan mikha yang sedang memetik sayur kangkung.
"Gimana keadaan Tante?" Tanya Naya.
"Udah mendingan nay" balas Aleta.
"Ma, minum obat dulu ya" ujar Aurel, ia memberikan obat-obatan pada Aleta.
Aleta meneguknya dengan segelas air yang diberikan Aurel.
"Sekarang mama istirahat dulu" pinta Aurel.
"Nay, ikut aku keluar ya" ajak Aurel.
__ADS_1
"Iya kak" angguk Naya.