PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 77


__ADS_3

"Iya dia bilang disini kok, iya kan Darren?!" Tanya Andra.


"Iya bener, tapi gue gak nyangka SMA ini bakalan seseram ini kalau malam" kekehnya sembari bergidik ngeri.


"Mending kita masuk, aku gak suka lama-lama disini, perasaan aku gak enak" ujar Aunia.


"Iya, ayok kita langsung ke atap aja, gue juga ngeri lama-lama disini!" Balas Aurel.


Setelah menaiki beberapa tangga. Akhirnya mereka sampai di atap sekolah.


"Arsy mana? Kok gak ada?" Tanya Andra.


"Mana gue tau, kan Lo yang bilang ketemuannya disini" balas Aurel.


"Mungkin belum nyampe, kita tunggu aja" ujar Darren.


Prok Prok Prok


Suara tepuk tangan dari arah belakang mereka. Membuat semuanya menoleh. Arsy yang datang dengan seorang wanita paru baya. Dia adalah Bu Lina.


Wanita itu, bertepuk tangan dengan senyum sinis pada kedua gadis kembar. Kemudian beralih menatap Darren dan Andra dengan seringaian.


"Bu Lina" lirih Aurel.


"Senang ya, kamu masih ingat sama saya, tapi kamu masih ingat gak sama janji kamu?" Tanya Bu Lina sarkas.


Mendengar perkataan Bu Lina Aurel langsung mengatupkan bibirnya rapat-rapat.


"Arsy, apa maksud semua ini?" Tanya Andra.


"Gak ada kak, gue cuma mau nyelesain masalah yang belum selesai, sebaiknya kak Andra jangan ikut campur"


"Gue pikir Lo mau berdamai, ternyata gue salah" balas Andra.


"Kak Andra, apa kakak tau? Berapa banyak nyawa yang hilang hanya karna gadis psikopath itu?"


Andra terdiam, sekilas ia melihat Aunia yang menundukkan kepalanya.


"Gak bisa jawabkan?" Tanya Arsy.


"Udahlah kak, lebih baik kak Andra disini aja sama gue, kita liatin aja pertunjukannya, gak usah ikut campur" balas Arsy.


"Arsy!!" Bentak Andra.


"Ouh, kak Andra bentak Arsy?" Tanya Arsy dengan nada dibuat-buat.


"Arsy takutttt" balasnya lalu di lanjutkan kekehannya.


"Sasaran saya hanya dua gadis itu, lebih baik kalian menyingkir" pinta Bu Lina.


"Apa yang mau ibu lakuin?" Tanya Darren.


"Saya gak bakalan ngelakuin apa-apa, cuma mau minta hutang yang harus dibayar oleh mereka dengan nyawanya"


"Maksud ibu? Ibu mau bunuh mereka?" Tanya Darren.


"Kamu pintar sekali" puji Bu Lina.

__ADS_1


"Kalau gitu, saya gak akan biarin ibu lakuin hal itu!" Balas Darren.


"Darren udah, biar aku yang nyelesain masalah ini!" Pinta Aunia.


"Tapi__"


"Udah tenang aja, aku bisa kok" balas Aunia.


Dengan langkah tenang, Aunia berjalan menghampiri Bu Lina.


"Bu, saya minta maaf atas kesalahan yang pernah saya lakukan sama ibu, saya benar-benar menyesal Bu, saya siap menerima hukuman apa-pun yang ibu berikan " balas Aunia.


"Aunia! Lo ngomong apa?! Jangan sembarangan!!" Bantah Aurel.


"Biarin aku nyelesainnya sendiri" balas Aunia.


"Kita liatin aja dulu, kalau ada bahaya kita baru bertindak" ujar Darren berbisik pada Aurel.


"Nyawa harus dibayar nyawa!" Balas Bu Lina.


"Ya saya siap membayarnya dengan nyawa saya" ujar Aunia.


"Bagus, Tapi sebelum itu, saya akan merenggut nyawa saudara kembar kamu untuk melunasi bunganya" kekehnya. Dengan secepat kilat, Bu Lina mengeluarkan pisau lipat yang entah sejak kapan ada ditangannya.


Ia menodongkannya pada Aurel. Aurel yang tak menyadari tindakan Bu Lina melotot kaget ketika pisau itu akan di ditodongkan padanya.


"AHHHH" pekik Aurel menutup matanya.


"Aurel!!" Teriak Andra dan Darren yang tak sempat menghentikan tindakan Bu Lina.


"Ugh"


Karna dirinya tak merasakan terjadi apa-apa. Akhirnya Aurel membuka matanya. Dan betapa mengejutkannya, saat ia melihat darah yang telah menjiprati baju putih yang saat ini ia pakai.


"Aunia!!' pekik Aurel.


Ia langsung memeluk Aunia yang sudah berlumuran darah.


"Aunia! Lo harus bertahan, gue bakalan bawa Lo ke rumah sakit" ujar Aurel ia hendak membopong tubuh Aunia.


Namun,


"Jangan harap bisa keluar dari sini!" Kekeh Bu Lina.


Tiba-tiba saja, segerombolan orang dengan pakaian bodyguard mengelilingi mereka berempat.


"Tangkap mereka!" Pinta Bu Lina.


"Bawa pergi dua pria itu!" Pinta Arsy.


Dengan cepat dua orang bodyguard meringkus Darren dan Andra.


Kedua pria itu memberontak. Namun, usahanya gagal karena mereka kalah jumlah.


Darren dan Andra di bawa pergi oleh dua orang bodyguard dari atap. Tersisa Aurel dan Aunia yang telah berlumuran darah akibat tikaman dari Bu Lina.


Bu Lina berjalan mendekat ke arah Aurel. Dan Aurel berjalan mundur seiring mendekatnya Bu Lina.

__ADS_1


"Jangan sakiti Aurel!! Dia gak salah apa-apa!!" Pekik Aunia dengan sisa tenaganya.


"Saya tau, dia tidak bersalah! Tapi wajahnya ini, selalu mengingatkan saya pada seorang pembunuh!" Balas Bu Lina menatap Aunia tajam.


"Bu, ibu tau tindakan ibu termasuk tindakan kriminal!" Ujar Aurel.


"Saya tau, dan saya tidak takut menekam di penjara!" Balasnya.


"Tidak seperti dia, yang tak pernah merasa bersalah dengan dosa yang telah ia buat!" Tunjuk Bu Lina pada Aunia.


"Dan kamu, kamu akan pergi bersama dengannya!" Kekeh Bu Lina bersiap menodongkan pisau pada Aurel.


Set..


Dengan cepat Aurel menghindar dari serangan Bu Lina.


"Ternyata kamu masih ingin hidup ya? Tapi maaf saya gak akan ngasih kesempatan itu" balas Bu Lina, berlari ke arah Aurel dan bersiap untuk menyerangnya lagi.


Aurel berusaha menghindar, namun bahunya terkena goresan dari pisau Bu Lina.


"Ugh" ringis Aurel memegangi bahunya.


"Ouh, meleset ya" ujar Bu Lina menutup mulutnya.


"Aurel! Kamu lari aja, gak usah peduliin aku!" Teriak Aunia.


"Gak, gue gak bakalan tinggalin Lo disini, kita bakalan keluar dari sini sama-sama" balas Aurel.


"HAHA, KALIAN GAK AKAN BISA KELUAR DARI SINI HIDUP-HIDUP" kekeh Bu Lina.


"KALIAN HARUS MATI!" ujar Bu Lina, ia kembali menodongkan pisau pada Aurel. Dan melukai bahu sebelahnya.


"Kamu hanya akan lebih tersiksa jika terus menghindar" ujarnya, ia kembali menodongkan pisau.


Tapi..


Darah segar mengalir dari tangan Aurel. Untuk menghindari dirinya tertusuk oleh pisau lipat Bu Lina ia merelakan tangannya menjadi korban.


"Maaf Bu, saya diam karna saya menghargai ibu, tapi kali ini ibu sudah keterlaluan, saya tidak akan memberi toleransi lagi!" Balas Aurel.


Dengan cepat ia menggapai pergelangan tangan Bu Lina dan memutarnya.


"AAHH" teriak Bu Lina kesakitan.


Aurel menendang tengkuk Bu Lina untuk melumpuhkannya. Dan seketika Bu Lina tertekuk ke lantai. Semua pergerakannya di kunci oleh Aurel.


"Kalian liat apa?! Cepat bantu saya!!" Pinta Bu Lina pada bodyguardnya.


Para bodyguard langsung berkumpul untuk membantu Bu lina melepaskan diri dari Aurel.


"Kalau kalian mendekat, maka bos kalian akan mati!" Ancam Aurel. Seketika para bodyguard yang mengelilingi nya langsung diam tak berkutik.


"Kalau gitu, Lo juga akan kehilangan saudara Lo ini!" Ujar Arsy. Ia sudah berada di pinggiran atap, dan bersiap untuk mendorong Aunia dari sana.


"Jangan khawatir sama aku Aurel, kamu fokus aja sama Bu Lina!" pinta Aunia.


"Diam!" Bentak Arsy.

__ADS_1


__ADS_2