PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 56


__ADS_3

Andra melirik paper bag yang diambil Darren sembari manggut-manggut.


"Lo udah nemu bukunya?" tanya Darren.


"Udah nih" ujar Andra memperlihatkan buku bersampul kuning itu.


"Udah mulai sore nih, balik sekarang aja lah" ujar Darren.


"Bentar gue bayar dulu" ujar Andra, ia segera menyerahkan buku tersebut pada mbak kasir untuk di bayar. Selesai membayar buku, Andra dan Darren segera menuju tempat mobilnya di parkir.


"Aurel, kenapa belum ngabarin sih" batin Andra.


Darren yang merasa Andra yang berjalan disampingnya malah tertinggal di belakang berteriak memanggil Andra.


"Ndra! ngapain bengong disitu?" panggil Darren lantang.


"E-iya, gak kenapa-napa" balas Andra gugup. Andra segera menghampiri Darren yang menatapnya aneh.


"Ngapain Lo ngeliatin gue gitu?" tanya Andra.


"Lo gak Kesambet kan?" tanya Darren.


"Gak lah, jangan ngaco Lo" balas Andra sewot.


Ting..


Sebuah notif pesan dari ponsel Andra menghentikan perdebatan tidak penting keduanya.


^^^Udah selesai^^^


^^^~Aurel^^^


Setelah membaca pesan dari Aurel, Andra langsung menyunggingkan senyumnya. Hal itu tentu saja tak lepas dari pandangan mata Darren.


"Siapa tuh? senyam-senyum aja Lo" ujar Darren kepo ingin mengintip.


"Bukan siapa-siapa, Ayo pulang!" ujar Andra langsung memasukkan ponselnya kedalam saku celana.


Andra langsung memasuki mobilnya begitu pun dengan Darren yang duduk di sampingnya. Andra mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, Sementara Darren ia hanya memainkan ponselnya. Ia merasa sedikit aneh karna tak ada pesan atau panggilan dari Aurel yang masuk satu pun.


"Ndra, Lo gak liat apa? rumahnya Aurel ke lewat itu" ujar Darren mengingatkan ketika ia dan Andra melewati rumah Aurel. Namun anehnya, rumah itu terlihat gelap sepertinya tak ada orang dirumah.


"Gak papa, sebagai ucapan Terimah kasih gue, gue anterin Lo sampai depan rumah" ujar Andra.


"Tapikan motor gue di rumah Aurel"


"Gak papa, besok jemput aja lagi" balas Andra disertai kekehannya.


"Bolak balik dong gue" sewot Darren.


"Tenang aja lagi, gak bakal ilang tu motor"


"Gue tau gak bakalan ilang, tapi besok gue ke sananya pake apa? masa pakai ojol"

__ADS_1


"Kenapa? Lo tengsin pakai ojol"


"Menurut Lo aja, masa gue ke rumah pacar pakai ojol, jatuh harga diri gue depan Aurel"


"Masih aja di difikirin yang begituan, kalau Aurel beneran cinta sama Lo, Lo jalan kaki aja ke sana dia gak bakalan peduli"


"Sa ae Lo dragon ball" kekeh Darren.


"Enak ae Lo, ngatain gue dragon ball!" balas Andra tak terima.


"Yaudah sih terima aja" kekeh Darren turun dari mobil karna mereka telah sampai di depan rumahnya.


"Ngapain Lo ikutan turun?" tanya Darren ketika Andra juga keluar dari mobil.


"Gak ditawarin masuk nih gue?" tanya Andra.


"Mau mampir Lo, ngapain? udah sana pulang!" usir Darren.


"Busyet, udah gue anterin pulang sampai depan rumah, sampai sini gue malah di usir emang gak ada akhlak Lo"


"Yaudah ayo! kebanyakan drama emang" ajak Darren.


"Nah gitu dong"


Darren dan Andra langsung memasuki rumah, namun saat di depan pintu Darren merasa heran. Karna seingatnya ia sudah mengunci pintu rumahnya.


"Kok kebuka? padahal tadi udah gue kunci" ujar Darren tak mengerti.


"Lupa kali" balas Andra, menahan senyum.


Tanpa pikir panjang Darren langsung memasuki rumah di ikuti Andra di belakangnya.


"Gelap amat rumah Lo" ujar Andra.


"Gue sengaja matiin lampu kalau mau pergi, biar hemat listrik" balasnya.


"Bentar gue cari saklar lampu dulu" ujar Darren.


Belum sempat Darren mencari saklar lampu, lampunya mendadak menyala. Bersamaan dengan itu terdengar suara terompet dan nyanyian lagu.


"Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you, happy birthday Darren" ujar Aurel menenteng kue ulang tahun sembari menyanyikan lagu happy birthday di depan Darren.


"Aurel" lirih Darren tak bisa berkata-kata. Dibelakang Aurel terlihat Aunia yang memakai topi ulang tahun.


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga" lirih Aurel kembali bernyanyi.


Darren segera meniup lilin yang ada pada kue ulang tahun tersebut, disana terdapat lilin angka 19, sesuai dengan usianya saat ini.


"Makasih ya, gue pikir Lo gak inget" kekeh Darren tak bisa menutupi kebahagiaanya.


Saking bahagianya ia tak bisa menahan untuk tak memeluk Aurel. Aurel membalas pelukan Darren.


"Sama-sama" balas Aurel melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Sekarang potong kue dulu ya" ujar Aurel, dan Darren mengangguk mengiyakan.


Darren memotong kuenya dan memberikan suapan pertama pada Aurel dan sebaliknya Aurel bergantian menyuapi Darren.


Sementara itu Aunia dan Andra hanya bisa menonton keromantisan mereka sembari bertepuk tangan.


"Kita foto dulu yuk!" ajak Aurel.


"Ayok!!" balas yang lainnya semangat.


Aurel segera mengeluarkan ponselnya, dan mengambil selfie bersama. Beberapa kali jepretan, Aurel merasa puas dengan hasilnya.


"Bagus" gumam Aurel melihat hasil selfienya.


Aurel langsung memposting foto tersebut di feed instagramnya dengan caption "Happy Birthday my Dear❤️"


Setelah menghabiskan cukup banyak waktu di rumah Darren, Aurel merasa malam semakin larut. Dan ia memutuskan untuk mengajak Andra dan Aunia untuk pulang.


"Ndra, Aunia, udah malam ini, ayo pulang!" ajak Aurel.


Andra dan Aunia yang merasa namanya di panggil pun menengok.


"Iya nih, udah malam mama pasti udah pulang" jawab Aunia.


"Kenapa gak nginap disini aja" tawar Darren.


"Gak usah, nanti mama khawatir" balas Aurel.


"Oh yaudah kalau gitu" pasrah Darren.


"Mending Lo kabarin mama deh, bilang kita lagi ada acara di luar biar mama gak khawatir kalau kita gak ada dirumah" pinta Aurel pada Aunia.


Aunia langsung mengirimkan pesan pada mamanya bahwa ia dan Aurel ada acara di luar.


"Udah" balas Aunia.


"Yaudah, kita pulang ya Darren" ujar Andra.


"Gue pamit ya" ujar Aurel.


"Hati-hati, dan makasih buat semuanya" ujar Darren kembali memeluk Aurel. Aurel pun membalas pelukan Darren untuk kedua kalinya.


"Yailah, kalau gini kapan pulangnya" jengah Andra.


"Sewot aja Lo ndra, makanya cari pacar" ledek Aurel melepaskan pelukannya dari Darren.


"Gak usah ngeledek gue, buruan pulang! mau gue tinggal" ancam Andra.


"Gue pulang dulu ya ndra, jangan lupa kado yang gue kasih dipakai" pinta Aurel.


"Pasti" ujar Darren, walaupun ia belum tau apa isi dari kado yang diberikan pacarnya itu.


Setelah acara potong kue selesai Aurel langsung memberikan Kado yang telah ia bungkus setengah jam itu pada Darren. Tapi Aurel melarang Darren membukanya sebelum mereka pulang. Begitu pun Aunia dan Andra yang juga ikut memberikan kadonya.

__ADS_1


Ketiga saudara itu langsung kembali ke rumahnya. Setibanya di rumah, mereka langsung di sambut oleh Aleta yang duduk di ruang tamu.


__ADS_2