PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 59


__ADS_3

Darren langsung membukakan pintu mobil untuk Aurel. Namun, Aurel yang masih sibuk memikirkan kejadian-kejadian buruk yang mungkin saja terjadi hingga ia tak sadar jika mereka telah sampai di depan rumah.


"Aurel" Panggil Darren setelah membuka pintu mobil untuknya.


Aurel langsung kaget ketika Darren memanggilnya.


"E-eh udah sampai ya?" tanya Aurel.


"Lo kenapa?" tanya Darren menatap wajah Aurel yang murung.


"Gak kenapa-napa" balas Aurel.


"Jujur sama gue, Lo kenapa?" tanya Darren lembut.


Aurel menatap lekat mata Darren, begitu juga sebaliknya.


"Gue takut, mama Lo gak suka sama gue" lirihnya sembari menunduk.


Darren langsung terkekeh ketika mendengar penuturan Aurel.


"Kenapa ketawa?" tanya Aurel.


"Lo terlalu overthingking" ujar Darren menyentil kening Aurel.


"Kenapa disentil" balas Aurel sewot.


"Udah ayo masuk!" ajak Darren.


Aurel langsung keluar dari mobil dengan tangan menggandeng Darren.


Saat memasuki pintu rumah, ia langsung bertatapan dengan wanita paru baya seusia mamanya. Wajahnya yang tegas dan tatapannya yang dingin membuat Aurel semakin gugup. Tanpa sadar ia menggenggam erat tangan Darren.


Darren yang menyadari jika Aurel tengah gugup membalas genggaman tangan Aurel.


Walaupun Aurel sering berkunjung ke rumah Darren tapi ia belum pernah bertemu dengan mama Darren. Karna mama Darren selalu berada di Singapura untuk membantu sang suami menjalankan bisnisnya.


Mama Darren menatap Aurel intens, hingga matanya tertuju pada tangan keduanya yang saling menggenggam erat satu sama lain.


"Kenapa terlambat?" tanya Mama Darren datar.


"A-anu Tan, Ta-tadi kita--" belum selesai Aurel menjawab, mama Darren langsung memotong ucapannya.


"Mama udah nunggu dari tadi loh" ujar Mama Darren hangat.


Aurel langsung terdiam ketika mendengar nada bicara mama Darren yang hangat. Bayangan buruk tentang reaksi mama Darren langsung Buyar dalam fikirannya.


"Iya ma, maaf tadi ada kendala dikit dijalan" alibi Darren.


"Oh gitu, Yaudah ayo ajak pacar kamu makan malam sama kita, mama udah siapin semuanya loh" ujar mama Darren.


"Iya ma" balas Darren.


"Kamu Aurel kan? Darren sering cerita sama Tante tentang kamu" ucap Mama Darren.


"Iya Tan, Darren cerita apa tan?" tanya Aurel kepo.


"Sambil makan Tante ceritain deh, ayo!" ajak mama Darren merangkul Aurel.


"Kamu mau makan apa?" tanya Mama Darren ketika mereka telah duduk di meja makan.

__ADS_1


"Ini mau?" tanya Mama Darren memberikan ayam bumbu pada piring Aurel.


"Iya, boleh Tan" balas Aurel mengangguk.


"Kamu tau Aurel, Darren tiap hari cerita sama Tante tentang kamu, sama yang terakhir itu, saat kamu pura-pura lupa sama ulang tahunnya, ternyata malah dapet suprise dan kado jam tangan dari kamu" kekeh Mama Darren disela-sela makan.


Aurel yang sedang makan langsung tersedak karena ucapan mama Darren.


"Aurel, Lo gak papa, minum dulu" ujar Darren memberikan minum. Aurel langsung meneguk air yang diberikan Darren.


"Kamu gak papa?" tanya Mama Darren.


"Gak papa Tan" balas Aurel sembari mengelap mulutnya dengan tisu.


Sungguh Aurel tak menyangka jika Darren begitu dekat dengan mamanya. Hingga mamanya bisa tau sedetail itu tentang kehidupannya.


"Oh ya Tan, Darren cerita apa lagi tentang aku?" tanya Aurel penasaran, lalu menatap Darren dengan mata menyiratkan ancaman.


Mama Darren menceritakan semuanya pada Aurel. Semua yang berhubungan dengan Aurel, mulai dari makanan dan minuman favorit serta sifat Aurel yang kadang seperti anak kecil dan kadang bisa dewasa.


Setelah mama Darren selesai bercerita, Aurel langsung menatap Darren dengan senyum terpaksa.


"Mati gue" batin Darren.


"Jadi Darren ceritain semuanya sama Tante, sampai-sampai kebiasaan buruk aku Tante juga tau" kekeh Aurel terpaksa.


"Iya Tante tau, tapi kamu tenang aja Tante maklum kok, dulu Tante juga gitu waktu masih seumuran kamu" ujar Mama Darren mengusap-usap lengan Aurel.


"Iya Tan" balas Aurel tersenyum canggung.


Sungguh Aurel tak habis fikir dengan jalan fikiran Darren. Kenapa ia bisa menceritakan kebiasaan buruknya pada mama nya itu. Apakah dia tak tau bagaimana malunya Aurel saat mama Darren bercerita dengan antusias padanya tentang kebiasaan buruknya sendiri.


Setelah makan malam selesai, Aurel langsung berpamitan pada mama Darren untuk pulang. Dan Darren pun langsung mengantarnya untuk pulang.


"Lo kenapa? tumben diam" ujar Darren memulai pembicaraan.


"Kesel" balas Aurel tanpa menatap Darren sama sekali.


"Kenapa?" tanya Darren dengan polosnya.


"Lo!" singkat Aurel penuh tekanan.


"Gue? gue kenapa?" tanya Darren.


"Masih nanya lagi! Lo gak tau apa? gue malu banget tadi, kenapa Lo bisa ceritain kebiasaan-kebiasaan buruk gue sama mama Lo!" jawab Aurel tak habis fikir.


"Ya maaf, gue kebablasan cerita sama mama" balas Darren.


"Kebablasan cuman sekali, kenapa mama Lo bisa tau semuanya?!"


"Maaf deh, gue gak bakalan ulangin lagi, lagian mama tetap suka tuh sama Lo" balas Darren.


"Yaiyah sih" balas Aurel manggut-manggut.


.


.


.

__ADS_1


Aurel yang baru saja pulang dari kampus langsung menuju kamarnya. Ia kaget ketika mendapati Aunia yang sedang memasukkan baju-bajunya kedalam koper.


Aurel langsung menghampirinya dan bertanya.


"Aunia, Lo ngapain masukin baju ke koper? mau kemana?" tanya Aurel.


"Kamu lupa ya?" tanya balik Aunia.


"Lupa? lupa apa?"


"Besok aku berangkat buat lomba" balas Aunia.


"Berangkatnya besok?" tanya Aurel.


"Iya, makanya harus prepare dari sekarang"


"Mau gue bantu?" tanya Aurel.


"Gak usah ini udah hampir selesai kok"


Aurel hanya manggut-manggut dan meletakkan buku-buku yang sedari tadi ia pegang ke atas Nakas.


"Oh yah rel, Kak Andra tadi pagi udah balik ke Bandung" ujar Aunia memberi tahu.


"Gue tahu kok, tadi dia ngechat gue" balas Aurel.


"Besok berangkat jam berapa?" tanya Aurel.


"Jam 10" balas Aunia.


"Besok gue Anter ya" ujar Aurel.


"Gak usah, aku bisa pergi sendiri kok, lagian besok kamu kan kuliah"


"Gak papa, gue bisa izin"


"Yaudah kalau gitu" balas Aunia.


"Gue mau siap-siap dulu" ujar Aurel semangat setelah membaca pesan dari ponselnya.


"Mau kemana?" tanya Aunia.


"Jalan sama Darren" balas Aurel dan dibalas deheman dari Aunia.


Aurel menunggu Darren di ruang tamu sembari menonton kartun Spongebob.


Aurel langsung mematikan televisinya ketika mendengar suara motor Darren.


Ia segera menghampiri Darren di depan rumahnya.


"Baru nyampe?" tanya Aurel.


"Iya" balas Darren sembari mematikan motornya.


"Mau mampir dulu? atau langsung jalan?" tanya Aurel.


"Langsung jalan aja, ke buru tukang baksonya tutup" balas Darren.


Aurel dan Darren memang berniat menuju tempat tukang bakso yang biasanya mereka beli.

__ADS_1


"Masih sore juga" balas Aurel.


"Iya masih sore, kemarin aja kita pergi siang tukang baksonya udah tutup" ujar Darren sewot. Aurel hanya membalasnya dengan cengiran, dan langsung menaiki motor Darren.


__ADS_2