
Pagi hari..
Aurel memasuki kamar mamanya. Aleta tampak merapikan tempat tidurnya.
"Ma, mama ngapain?" Tanya Aurel, ia segera meletakkan nampan yang berisi makanan di atas Nakas. Tangannya langsung menghentikan Aleta.
"Mama cuman beresin tempat tidur mama aja" balas Aleta.
"Tapi mama harus istirahat" ujar Aurel.
"Gak papa, mama udah sehat kok" balas Aleta menunjukkan senyumnya.
"Jangan terlalu khawatir sama mama, sakit itu wajar. Apalagi usia mama udah gak muda lagi" ujar Aleta.
"Karna itu, mama harusnya istirahat jangan banyak aktivitas. Aurel gak mau mama kenapa-napa" balasnya.
"Mama gak papa, percaya deh sama mama"
"Yaudah, tapi mama makan dulu. Aurel udah bawain makanan buat mama" ujarnya. Aurel mengambil nampan yang berisi makanan untuk mamanya.
"Iya, nanti mama makan"
"Sekarang ma! Habis itu mama minum obat. Obatnya udah aku bawain juga" ujar Aurel.
"Iya"
"Ngomong-ngomong Kayla sama Darren udah sarapan?" Tanya Aleta.
"Udah kok ma"
"Kamu?" Tanya Aleta.
"Nanti aku makan kalau mama udah selesai" balasnya.
Aurel membereskan piring dan gelas bekas sarapan Aleta. Selesai minum obat, Aurel meminta mamanya untuk istirahat.
"Ma!" Panggil Kayla.
"Ada apa sayang?" Tanya Aurel, yang sedang mencuci piring.
"Kita jalan-jalan yuk ma!" Ajak Kayla.
"Tapi Oma lagi sakit Kay, mama harus jagain Oma" balas Aurel.
"Yah mama, biasanya kan kalau weekend gini kita jalan-jalan keluar" keluh Kayla.
"Maaf ya Kay, lain kali kita jalan-jalan ya" ujar Aurel bersalah.
"Kayla mau jalan-jalan ya?" Tanya Aleta. Ia berjalan menghampiri anak dan cucunya itu.
"Iya Oma, tapi mama gak mau" balas Kayla.
"Bukannya gak mau Kay"
"Kamu ajak aja Kayla jalan-jalan, mama gak papa kok. Lagian di rumah juga ada Lastri" balas Aleta.
"Tapi ma_"
"Udah, sana pergi" pinta Aleta.
"Yaudah, tapi mama kalau ada apa-apa, kabarin aku ya!"
__ADS_1
"Iyaaa"
"Ayo Kay" ajak Aurel.
"Yeayy makasih Oma" ujar Kayla. Ia langsung menarik Aurel keluar rumah.
"Pa, ayo! Mama udah mau nih" ujar Kayla.
"Bentar" balas Darren. Ia sedang bermain game di ponselnya.
"Ayo pa! Lama banget!" Rengek Kayla.
"Iya, ini udah kok" balas Darren. Ia langsung menyimpan ponselnya.
"Mama gimana?" Tanya Darren.
"Dijagain sama Lastri" balas Aurel.
"Kayla mau jalan-jalan kemana?" Tanya Darren.
"Kayla mau ka pantai pa, mau main pasir!" Ujarnya semangat.
"Okay, tapi kita pulang dulu ya. Ganti baju dulu" balas Darren.
Dengan senang hati Kayla menyetujuinya. Begitu juga dengan Aurel. Ia hanya mengikuti keinginan putrinya itu.
Bagi Aurel apa pun yang membuat putrinya senang Aurel akan berusaha melakukannya.
🥀
Suasana pantai yang mulai sore membuat daerahnya tidak terlalu panas. Dengan semangat Kayla berlari ke tepi pantai.
"Ayo ma! Pa!" Teriak Kayla. Agar kedua orang tuanya mau ikut bergabung dengannya membuat istana pasir.
"Mau bikin apa?" Tanya Aurel, ia duduk atas pasir bersama Kayla.
"Istana pasir ma" balasnya ceria.
"Oke" balas Aurel. Ia mulai membantu kayla membentuk istana pasir yang diinginkannya.
Sementara Darren, ia sibuk memperhatikan sekeliling. Sesuatu menarik perhatiannya. Tanpa berpamitan, Darren langsung menuju tempat yang membuatnya tertarik.
"Pak, beli es kelapa mudanya 3 ya!" Ujar Darren.
"Baik, tunggu sebentar"
Darren menunggu beberapa menit. Hingga akhirnya es kelapa muda pesanannya selesai di buat.
"Berapa pak?" Tanya Darren.
"30 ribu aja mas"
"Bisa bantu saya bawanya gak pak?" Tanya Darren. Karena ukuran kelapa mudanya cukup besar. Mustahil bagi Darren membawanya sekaligus.
"Iya bisa mas" balasnya.
Darren membawa es kelapa muda ke tempat Kayla dan Aurel membuat istana pasir.
"Taruh sini aja pak! Makasih ya" ujar Darren.
"Sama-sama"
__ADS_1
"Kalian pasti haus kan? Nih papa bawain es kelapa mudah" ujar Darren.
"Iya pa, Kay haus banget" ujarnya. Darren langsung memberikan satu untuk Kayla. Dan memberikannya juga pada Aurel.
Kayla dan Aurel menyeruput es kelapa muda yang dibelikan Darren. Begitu juga dengan Darren.
"Udah selesai bikin istananya?" Tanya Darren.
"Udah pa, baguskan?" Tanya kayla.
Darren melirik istana pasir yang di buat Kayla. Ia sedikit terkekeh melihat istana pasir buatan putrinya itu. Istana pasir yang berbentuk seperti nasi tumpeng. Hanya saja di atasnya ia tanjapkan sebuah bendera kecil. Entah dari mana ia temukan.
"Kenapa ketawa pa?" Tanya Kayla. Aurel yang melihat Darren tengah menertawakan istana buatan Kayla. Ia langsung mencubit pinggang Darren.
"Ah, sakit" gerutu Darren. Karna cubitan Aurel rasanya tidaklah main-main. Melihat Aurel yang melotot padanya. Darren mengerti jika Aurel tak ingin jika kayla sampai ngambek kepadanya.
"Pa, aku nanya. Kenapa papa ketawa? Istana pasir aku jelek ya?" Tanyanya dengan raut wajah sebal.
"E_enggak kok sayang. Istana pasir kamu bagus banget. Papa sampai takjub loh" balasnya berbohong.
Kayla yang mendengar pujian dari papanya. Langsung semangat kembali. Wajahnya yang tadi sebal, langsung berbinar dan ceria seperti biasanya.
"Pa, aku laper deh" ujar Kayla.
"Kalau gitu main pasirnya udahan ya. Kita makan dulu, tadi papa liat ada resto dekat sini" ujar Darren.
"Kesana aja yuk!" Ajak Aurel.
"Ayo Kay" ujar Darren.
Kayla langsung berdiri. Ia menuju resto yang dikatakan papanya. Sembari memegang kedua tangan orang tuanya. Kayla sangat senang karna ia mempunyai orang tua yang sangat sayang kepadanya. Walaupun orang tuanya sama-sama sibuk. Tapi mereka tak pernah menelantarkannya. Orang tuanya selalu meluangkan waktu untuk Kayla. Dan karena hal itu lah Kayla sangat bersyukur mempunyai orang tua seperti Darren dan Aurel.
Mereka telah sampai di resto yang di maksud Darren.
"Mbak, ada meja yang kosong gak?" Tanya Darren.
"Ada pak, mari saya Anter" ujar pelayan ramah.
Mereka duduk di meja yang arahkan pelayan. Kemudian pelayan memberikan buku menu pada Darren.
"Ini buku menunya pak, Bu. Silakan mau pesan apa?" Tanya pelayan.
"Cumi saus tomat satu, kerang saus tiram satu, gurame bakar satu, sama kepiting lada hitam. Minumnya es teh aja 3 ya" ujar Darren menyebutkan pesanannya.
"Tunggu sebentar ya pak, Bu" ujar pelayan.
"Pa, kok pesan kepiting sih? Aku kan gak suka. Pake lada hitam lagi" sewot Kayla.
"Itu buat papa sama Mama, Kay bisa makan cumi sama gurame bakar" balas Darren.
"Hmm papa gak asyik" gerutu Kayla.
"Kay, jangan gitu. Kalau Kay gak suka, bukan berarti mama sama papa juga gak suka. Gak semua kemauan Kayla sama, sama mama dan papa. Kayla anak pinter, pasti paham kan sama omongan mama" ujar Aurel lembut.
"Iya ma, aku paham" balas Kayla.
Darren yang melihat bagaimana Aurel menasehati dan mendidik Kayla ia tersenyum hangat.
Tak lama pesanannya datang. Mereka langsung menyantapnya dengan senang. Rasa lapar membuat mereka makan dengan begitu lahap.
Selesai makan, Darren mengusulkan untuk foto bersama agar bisa mengabadikan moment yang berharga ini.
__ADS_1
Kayla dan Aurel menyetujuinya. Ketiganya langsung memulai foto selfie. Mengabadikan moment berharga yang ia lewati bersama keluarganya.