PSIKOPATH GIRLS

PSIKOPATH GIRLS
Part 52


__ADS_3

"Dia dikamar, kamu masuk aja! ada Andra juga didalam lagi makan, aku mau berangkat ke tempat lukis" ujar Aunia, ia segera menghampiri taksi yang tadi ia pesan.


Sementara Darren, ia segera memasuki rumah. Sebelum menuju kamar Aurel ia mendapati Andra yang tengah sarapan.


"Darren, kapan nyampe Lo?" tanya Andra.


"Baru aja, gue mau lihat Aurel dulu" ujarnya.


"Jangan di bangunin, Aurel lagi istirahat" balas Andra memperingati.


"Tenang aja, gue cuman mau liat kondisinya doang"


Tanpa menunggu jawaban Andra, Darren segera menuju kamar Aurel.


Perlahan ia membuka pintu kamar yang tak dikunci itu. Terlihat Aurel masih terbaring dengan bibir pucatnya.


Darren melangkah perlahan menghampiri Aurel. Ia mengusap lembut rambut Aurel. Rasa bersalah karena telah bersikap kurang baik pada Aurel pun terasa dalam dirinya.


"Kenapa bisa sakit? cepat sembuh ya! gue fikir, telfon gue gak diangkat karna Lo marah sama gue, taunya malah sakit gini. Maaf ya, sikap gue kamarin dingin banget ya? gue cuman kesel aja liat Lo sama cowok gak jelas itu" lirih Darren mengingat kejadian di mol.


"Istirahat, gue keluar dulu" pamit Darren mengelus pucuk kepala Aurel.


Ia menutup pintu kamar Aurel perlahan.


"Gak Lo bangunin kan?" tanya Andra ketika Darren baru saja keluar dari kamar Aurel.


"Gak lah, masih tidur" balas Darren.


"Lo udah makan, sekalian nih sarapan bareng gue" tawar Andra.


"Belum sih, Boleh lah, mumpung gue lagi lapar" ujar Darren. Ia langsung duduk di meja makan.


.


.


.


Pukul dua siang, Aurel terbangun dari tidurnya. Ia mendapati suasana kamarnya yang sunyi, tanpa sang kembaran.


Aurel melirik jam bekernya, yang menunjukkan pukul dua siang. Merasa jenuh karna seharian di kamar, Aurel perlahan mengalahkan kakinya keluar kamar.


"Mau kemana?" tanya Darren, yang sedang bermain PS dengan Andra. Ia langsung menghampiri Aurel dan melupakan permainannya.


"Ke dapur, haus" jawab Aurel.


"Udah, Lo duduk aja, biar gue yang ambilin" ujar Darren, membantu Aurel duduk di sofa dan langsung mengambil air ke dapur.


"Nih, minum dulu" pinta Darren menyodorkan segelas air putih.


Aurel meneguk setengah air yang dibawakan Darren.


"Gimana keadaan Lo? udah baikan?" tanya Darren.


"Udah kok" angguk Aurel cepat.


"Yakin? atau gak kita periksa ke dokter aja" usul Darren.


"Gue gak papa, gak usah pakai ke dokter segala"


"Yang bener?" tanya Darren.


"Iyaaa"


"Lebay amat" ujar Darren menuju kamarnya.


"Sewot aja Lo! gak ada yang merhatiin ya" ledek Darren.


"Bodoh amat" balas Andra langsung menutup pintu kamarnya.


"Gak mau istirahat aja?" tanya Darren.


"Gak, bosan dikamar terus, lagian badan gue pada pegel-pegel kelamaan tidur" ujar Aurel menggerak-gerakkan tubuhnya.

__ADS_1


"Mau jalan-jalan keluar" lanjutnya.


"Tapi Lo masih sakit" ujar Darren.


"Udah gak papa kok, percaya deh"


"Gue temenin jalan-jalan, tapi masih sekitaran sini yah?"


"Siap bos" ujar Aurel melakukan hormat seperti upacara bendera pada Darren.


"Hahaha bisa aja" ujar Darren mengacak-acak rambut Aurel.


Sesuai kesepakatan, Darren mengajak Aurel jalan-jalan disekitaran kompleks perumahan Aurel.


Kebetulan di dekat rumah Aurel ada sebuah taman yang banyak dikunjungi pada waktu libur.


"Darren, gue mau main ayunan" ujarnya semangat.


"Tapi itu buat anak-anak" balas Darren.


"Gak papa, ayunannya kuat kok"


"Yaudah, ayo!" pasrah Darren.


"Yeyyyy" sorak Aurel.


Ia langsung duduk di ayunan dan Darren yang harus mendorong ayunannya.


"Rel, udah ya! Lo baru aja sembuh jangan sampai kecapean" nasehat Darren.


Aurel menghentikan ayunannya yang sedari tadi di dorong oleh Darren.


"Baru juga bentaran mainnya" balas Aurel cemberut.


"Gue cuma gak mau Lo kecapean, ntar sakit lagi"


"Iya-iya" jawab Aurel setengah hati.


"Hmm" gumam Aurel.


Darren merangkul Aurel menuju kursi putih tersebut.


"Lo mau sesuatu gak?" tanya Darren.


"Mau apa ya?" pikir Aurel, melirik kesekeliling taman.


"Mau es krim" ujar Aurel semangat, melihat adanya tukang es krim.


"Gak ada, baru juga sembuh udah mau es krim"


"Tadi ditanyain mau apa? giliran udah di kasih tau malah di marahin" sewot Aurel.


"Pulang aja ya" ajak Darren.


"Yaudah ayo!" balas Aurel kesal.


Sepanjang perjalanan Aurel terus saja cemberut. Darren yang tak tau cara membujuknya pun hanya bisa garuk-garuk kepala.


"Gue mau istirahat" ujar Aurel langsung menuju kamarnya.


"Rel--" Darren hanya bisa diam tanpa suara ketika panggilannya tak dihiraukan Aurel.


"Kenapa?" tanya Andra yang mengintip dari kamarnya.


"Ngambek" singkat Darren.


"Kok bisa?" seketika jiwa kepo Andra meronta-ronta.


"Tadi waktu di taman, Aurel minta es krim gue larang"


"Kenapa Lo larang?"


"Yah kan dia lagi sakit, ya kali gue jajanin es krim, aneh-aneh aja Lo"

__ADS_1


"Iya juga ya" kekeh Andra.


" Yaudahlah, gue mau pulang! udah sore juga" pamit Darren.


"Udah sore yah?" tanya andra melirik jam tangannya.


"Tumben Aunia belum pulang jam segini" gumamnya.


"Lo ngomong apa barusan?" tanya Darren.


"Gak, bukan apa-apa, gue lagi mikir aja Aunia kenapa belum pulang yah, tumben"


"Mungkin ada urusan kali" balas Darren.


"Mungkin"


"Gue pamit" ujar Darren, ia segera menuju keluar rumah.


.


.


.


Kelas tambahan yang diberikan guru pembimbingnya membuat Aunia harus pulang terlambat.


Jam menunjukkan pukul lima sore, Aunia masih berdiri di depan kelas lukisnya. Ia sudah memesan taksi online sedari tadi tapi tak juga datang.


Ia berulang kali mondar-mandir, menunggu taksi online. Hingga taksi itu datang, Aunia langsung menaikinya.


Setibanya di rumah, Aunia langsung menuju kamarnya. Sedari tadi ia sudah khawatir dengan kembarannya yang tengah sakit.


"Dari mana aja Lo?" tanya Andra yang baru saja dari dapur.


"Kak Andra, itu kak ada kelas tambahan buat lomba ke Hongkong" terang Aunia.


"Lomba ke Hongkong?" tanya Andra.


"Aku belum cerita ya kak, jadi aku dapat rekomendasi dari guru pembimbing aku buat ikut lomba lukis ke Hongkong"


"Kapan lombanya?" tanya Andra.


"Minggu depan kak"


"Udah ada persiapan?"


"Belum sih, cuman modal kelas tambahan doang"


"Udah kasih tau Aurel sama Tante?"


"Aurel tau kok kak, kalau mama belum sempat aku kasih tau, karna semalam aku jagain Aurel sampai ketiduran"


"Minta izin dulu sama Tante, baru Lo putusin buat ikut lomba itu atau gak, karna bagaimanapun izin orang tua itu penting buat keberhasilan anaknya"


"Iya kak, nanti aku kasih tau mama"


"Yasudah, gue mau ke kamar dulu"


"Iya kak, aku juga mau lihat kondisi Aurel dulu"


Aunia segara menuju kamarnya, dan Andra kembali ke kamarnya.


Aunia menutup pintu kamarnya, namun saat memasuki kamar ia tak melihat adanya Aurel yang tertidur.


"Aurel kemana?" pikir Aunia.


"Udah pulang?" tanya Aurel yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Aurel, kamu udah sembuh?" tanya Aunia.


"Udah"


"Yakin? tadi pagi masih panas"

__ADS_1


__ADS_2