
Setelah ke-5 pasangan menampilkan kemampuan mereka, akhirnya terpilihlah 2 pasangan yang chemistry nya dianggap sama kuat. Untuk menetapkan yang terkuat maka dilakukan lagi satu game, dimana mereka harus cepet-cepetan menghabiskan satu batang snack.
"Jadi gini ya buat Dicta Sammy dan Alex Chika, kalian harus berlomba menghabisakan satu batang snack pocky. Caranya adalah satu ujung pocky digigit oleh sang wanita dan tugas prianya adalah mulai memakan pocky itu dari ujung yang lain. Paham kan? Atau gini deh biar lebih jelas Brandon dan Clara akan mencontohkan sekalian melakukan wedding kiss ya. Setuju?" teriak Joe Richard sang pembawa acara yang tentu saja disambut gemuruh persetujuan dari kami semua.
Hahahaa aku tertawa terpingkal-pingkal melihat raut wajah Dicta yang kesal tapi sangat menggemaskan. Kemudian semua mata tertuju ke pelaminan dimana Brandon dan Clara akan melakukan wedding kiss. Dalam hati aku berdoa semoga suatu saat aku dan seorang pria yang sudah Tuhan siapkan untukku bisa juga merasakan kegembiraan seperti ini.
"Suatu saat kita juga akan bahagia seperti ini, aku janji!"
I'm blushing mendengar ucapan Stan yang tiba-tiba berbisik di telingaku, membuatku spontan menatap matanya. Caranya menatap, caranya menyentuh dan kata-kata yang selalu membuat hatiku hangat masih sama seperti bertahun lalu. Oh God what should I do, batinku.
"Biar aku yang berusaha meyakinkanmu, kamu ga perlu berusaha apapun, cukup kamu rasakan, biar hatimu sendiri yang menuntunmu kepelukanku!" tegasnya lagi seakan dapat membaca pikiranku yang mendadak bingung itu.
Akhirnya aku hanya bisa menganggukkan kepala tanda setuju. Ijinkan aku sedikit egois kali ini, aku ingin benar benar tahu kemana arah hatiku, karena semua sekarang kembali ke titik nol.
Chika dan Alex memenangkan game tersebut, sebenernya ga aneh si sebab mereka memang pasangan yang sudah cukup lama saling kenal jadi pasti chemistry mereka paling cocok. Tapi di sisi lain ternyata pasangan Sammy dan Dicta pun ga kalah performanya, dipikir-pikir mereka sangat cocok, semoga saja akan ada kisah cinta yang terbentuk setelah acara ini.
Tibalah dipuncak acara yaitu wedding dance yang dipimpin Chika dan Alex. Tiba-tiba Alva mendatangiku dan mengajakku berdansa, tanpa sadar aku melihat ke arah Stanley.
"Ga usah bingung dear, ikut aja sama Alva, selesaikan urusan kalian, aku tunggu kamu disisni." bisiknya yang kubalas anggukan kepala dan tersenyum.
Aku jadi teringat misi Alex untuk membantu Alva keluar dari jerat Nadine, mungkin ini saat yang tepat karena toh Alva sendiri yang mendatangiku. Hatiku kembali berperang, satu sisi tidak ingin berdekatan dengannya tapi sisi lain masih merindukannya. Berkali-kali aku menarik nafas kasar guna melapangkan dadaku.
__ADS_1
"Kamu mau dansa atau mau kita nyanyi sesuai rencana semula yank?" tanya Alva yang masih saja memanggilku Yank. Jujus aku ga keberatan dipanggil begitu tetapi rasanya awkward banget karena yang manggil adalah cowok yang udah aku putusin beberapa waktu lalu hehehe. Dan sejak masih resmi pacaranpun memang Alva selalu memanggilku yank.
Aku berpikir sejenak, kemudian memilih berdansa. "Dansa aja ya tapi ga usah lama-lama, aku pengen ke sana tuh." kataku sambil menunjuk arah swimming pool yang dilengkapi beberapa kursi. Alva setuju dan kamipun mulai berdansa mengikuti alunan musik. Aku tak seberapa jago dansa jadi aku mencontoh saja gerakan dari Chika dan Alex sebisanya hehehehehe.
Tiba-tiba kulihat pemandangan yang menakjubkan, Sammy dan Dicta berdansa dengan posisi yang amat mesra, dan kulihat tidak ada kecanggungan sedikitpun dari gesture Dicta. Semoga ini jawaban Tuhan atas doa Dicta agar memberinya lelaki yang ga bikin ribet hahahaha, doa yang cukup absurd tapi juga dapat dimengerti karena dia tidak ingin kisah rumit sepertiku.
*****Stanley POV*****
Aku melihat tatapan Gaby seolah meminta ijin padaku untuk menerima ajakan Alva, kalau boleh jujur aku tidak sudi membiarkannya beraama Alva. Ya aku sudah tahu cerita tentang pengkhianatan Alva, tapi akupun pernah meninggalkannya jadi dalam hal ini aku tidak lebih baik dari Alva.
Aku tidak ingin Gaby merasa terkekang karena kehadiranku. Aku ingin dia kembali bersamaku karena memang perasaan yang kuat kepadaku, bukan karena pengalihan dari Alva. Lagipula mereka memang harus menyelesaikan kisah mereka sampai tuntas.
Jujur takdir Tuhan sepertinya sangat rumit dan penuh canda. Bagaimana bisa aku yang pertama menyakiti Gaby kemudian digantikan Alva yang mengobati luka hatinya, dan setelah sekian lama ternyata giliran Alva yang menyakitinya dan entah mengapa Tuhan seperti mengirimku membasuh luka dari Alva. Sungguh ajaib seperti lagunya Ari Lasso, Sgala yang terjadi dalam.hidupku ini adalah sebuah misteri Illahi hahahaha.
"Stan, kamu sendirian, aku temani dansa yuk." Ada satu suara yang membuyarkan renunganku, saat kulihat ternyata Myra. Aku sadar dari masa kuliah Myra berusaha mendekatiku, namun aku sama sekali tidak tertarik padanya. Aku berusaha menolaknya dengan sopan, "Sorry Myra, gue lagi ga mood. Pilih duduk dan makan aja."
Aku berharap Myra segera pergi, tapi harapanku sia-sia karena ternyata dia malah menarik kursi bekas Gaby dan duduk disebelahku. Aku berusaha biasa saja dan tetap asyik dengan hidangan seafood favouriteku.
"Stan kok lu bisa pasangan sama Gaby si, bukannya kalian udah putus ya dan Gaby udah sama Alva sekarang?" rupanya Myra benar benar pantang menyerah bahkan hal yang bukan urusannyapun dia tanyakan padaku.
Sabar Stan, orang sabar pasti banyak rejeki hahaha....
__ADS_1
"Gue yang minta Brandon pasangin sama Gaby karena dari sekian banyak bridesmaids yang ada gue cuma akrab sama Gaby. Emang kenapa?"
"Oh eh gapapa kok, cuma nanya aja. Ya udah deh gue pergi dulu ya, sorry ganggu!"
Huft....... akhirnya pergi juga tu cewek ganggu konsentrasi gue aja buat memantau Gaby. Lah kan ilang kan tu bocah ckckckck, aku mendadak gusar karena tidak melihat Gaby dan Alva di area dance floor.
"Stan, kok lu duduk sendiri Gaby mana?" tanya Dicta yang tiba-tiba sudah ada di hadapanku.
" Diculik Alva, tadi gue lagi ngawasin trus pengganggu dateng deh jadi aja ilang buruan gue!" dengusku kesal yang disambut tawa renyah Dicta.
" Lah napa lu ijinin si kalau emang lu ga suka?" timpal Sammy ikutan nimbrung.
"Gue ga mau kalo Gaby ngerasa dikekang sedangkan status kita aja belum jadi apa apa." terangku sambil melihat suatu keajaiban yang mengejutkan.
"Kalian sejak kapan itu tangan gandengan gitu kaya mau nyebrang?" tanyaku sambil tertawa hahahaha.
"Yeeee sirik lu, truck aja gandengan masa kita enggak!" saut Dicta dan Sammy bersamaan sambil berlalu meninggalkanku.
Huh.... dasar pasangan somplak, batinku. Dalam hati aku berdoa semoga hubungan mereka lancar. Amin
*****To Be Continue*****
__ADS_1