Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 11


__ADS_3

*****Alva POV*****


Aku sangat cemburu melihat Gaby berpasangan dengan Stanley, ya walau sebenernya akupun sudah ga berhak tapi tetap saja aku belum terima untuk menyudahi hubungan kami.


Aku bertekad menceritakan semua tentang ancaman dan jebakan Nadine yang membuatku tak berdaya mengikuti keinginannya. Dengan harapan Gaby mau memaafkanku, walau prosentasenya sangat kecil mengingat Gaby termasuk yang berprinsip bahwa persetubuhan hanya dapat dilakukan saat keduanya sudah terikat dalam tali perkawinan.


Apalagi Gaby benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri persetubuhanku dengan Nadine, dari situ saja sbenernya aku harusnya sadar sudah tidak layak mendampinginya kembali. Tetapi egoku sebagai laki-laki enggan menyerah, ditambah Gaby tetap baik dan tidak menghindar dariku, maka aku akan mencoba memperjuangkan kesempatan yang 0,00 sekian persen.


Hatiku sebenarnya sangat sakit saat dimana aku mengajak Gaby berdansa justru dia tak langsung menjawab tapi menatap Stanley seakan meminta ijin, ditambah Stanley yang membisikkan sesuatu entah apa dan membuat Gaby seperti merasa lega dan mau ikut denganku. Oh Shit..... apakah benar-benar sudah tertutup pintu untukku, batinku lara.


Aku jadi teringat bukankah Gaby menerima kehadiranku sebagai penawar luka hatinya sepeninggalan Stanley, akankah kondisi itu berbalik lagi? Apalagi selama 3 tahun ini beberapa kerikil tajam yang mengganggu perjalanan kisah cinta kami selalu bersumber dari kelemahanku. Dan sebanyak itu pula Gaby selalu memaafkan sebab menurutnya kesalahanku tidak fatal. Sedangkan kesalahaku bersama Nadine itu sangat fatal maka dia tak segan langsung mengambil keputusan kami berpisah.


Oke, aku hanya perlu berjuang apapun hasilnya nanti, dengan Gaby tak menolakku sudah bahagia rasa hatiku. Kurasakan tubuh Gaby sedikit menegang dalam pelukanku, mungkin dia merasa canggung atau bahkan sbenernya jijik padaku, entahlah tiba-tiba aku jadi kehilangan kepercayaan diriku.


"Alv, udah yuk, kita ngobrol aja disana." ajak Gaby sambil menunjuk tepi swimming pool.


Aku menggangguk dan menggandengnya menuju tempat yang dia mau. Setelah duduk berhadapan, aku memberanikan diri menanyakan kembali keputusannya untuk berpisah. Mungkin kalian akan menganggapku lelaki super egois dan tak tahu malu, tapi begitulah perasaanku padanya masih sangat kuat.


"Yank, kamu cantik banget." kataku membuka peecakapan dengan rayuan yang hanya dibalas ketawa ringan dan ucapan terima kasih. Oke, aku ga boleh nyerah batinku menyemangati diri sendiri.

__ADS_1


"Yank, aku mau minta maaf karena secara tidak sadar aku sudah mengkhianati kamu dan bahkan membuat kamu melihat hal yang tidak seharusnya, yang pasti sangat menyakiti kamu."


"Sungguh yank, aku dijebak, itu semua bukan kemauanku. Aku mohon jangan tinggalin aku!" pintaku sambil bersimpuh dan meletakkan kepalaku di pangkuannya, seperti yang biasa kulakukan setiap kali aku dalam kondisi yang buruk.


"Alv, please ayo duduk lagi dikursi, kita bahas semua dari awal. Jujur sampai saat ini aku masih bingung kamu selalu bilang dijebak tapi untuk apa Nadine menjebakmu dan seperti pengakuanmu maka persetubuhan kalian bukan hanya sekali tapi sudah dua kali, apa itu artinya untuk yang kedua kali kamu juga dijebak?" jleb jleb jleb........ aku sungguh terkejut mendengar pertanyaan Gaby.


"Kamu paham kan Alv maksud pertanyaanku?  Aku melihat sendiri kamu menikmati hubungan itu lho. Aku terus terang jadi berpikir apakah karena selama tiga tahun aku selalu menegaskan batas itu padamu, maka saat ada Nadine kamu melampiaskan hasratmu padanya? Dan sedikit banyak aku merasa bersalah padamu." kata kata Gaby semakin menusuk hatiku, ternyata itu yang dia pikirkan.


Oh Shitt..... kamu memang bejat Alvaro plus bodoh tentu saja, mana ada orang yang percaya kalau dijebak bersetubuh sampai dua kali, yang ada namanya doyan.


"Maukah kau jujur padaku Alv, apa yang sebenarnya terjadi. Aku sendiripun berusaha meyakinkan bahwa Nadine yang menjebakmu, tapi bayangan kalian membuat otakku menyimpulkan hal lain."


Aku memang harus menceritakan semuanya, kalaupun nanti Gaby tidak lagi menerimaku setidaknya bebanku sudah terangkat.


Sebenarnya Nadine adalah anak dari partner bisnis keluarga kami, pada suatu hari papa Nadine mengalami kesulitan finansial yang membuat perusahaan mereka bangkrut.


Kemudian papa Nadine meminta keluarga kami untuk menolongnya, awalnya papa Alex setuju untuk menolong dan bahkan mau menjodohkan Alex dengan Nadine, tetapi Alex menolak.


Papa Alex tidak mempermasalahkan penolakan Alex, dia tetap akan membantu papa Nadine. Setelah perusahaan papa Nadine diaudit baru ketahuan bahwa kondisi keuangan yang tidak sehat dikarenakan kesalahan papa Nadine sendiri yang ternyata terlibat perjudian dan memiliki wanita simpanan, hingga perusahaan tersebut menjadi besar pasak daripada tiang.

__ADS_1


Akhirnya dengan berat hati keluarga kami menolak memberi bantuan untuk perusahaan papa Nadine. Rupanya Nadine yang sudah terbiasa hidup mewah membuat dia bertindak gegabah. Nadine menerima tawaran sebuah bos Production House yang berjanji membuat dia menjadi model terkenal dengan imbalan tubuhnya.


Dan sejak itu dia menaruh dendam pada keluargaku, khususnya pada Alex yang dianggap sebagai pemicu dia menjual diri. Awal pertemuanku dengan Nadine hanya sebatas pekerjaan, dimana aku sebagai penyanyi mengiringi secara live para model dalam peragaan busana.


Nadine yang mendekatiku sejak awal pertemuan kami, aku hanya menanggapi biasa saja. Hingga suatu hari setelah tampil pihak panitia mengajak kami ke club. Aku tidak merasa curiga sama sekali saat Nadine memberiku minuman, yang memang biasa aku minum.


Dan setelah aku minum badanku rasanya panas sekali, ketika sadar aku berada di kamar hotel bersama Nadine. Saat itu aku sangat marah kepadanya, tetapi rupanya Nadine memang berniat mengancamku, dia menunjukkan video saat kami bersetubuh.


"Dia mengancamku, akan mengirimkan video itu padamu yank. Dia menyuruhku meninggalkanmu atau dia sendiri yang akan membuatmu meninggalkanku."


" Aku tentu saja menolaknya, tapi Nadine terus mengejarku, menempel padaku kmanapun aku pergi, hingga terjadilah yang kamu lihat di apartementku."


"Benar katamu, seharusnya aku bisa menjaga diriku sendiri, tetapi aku malah terperosok ke dalam godaannya. Please maafin aku yank, kasih aku kesempatan!" aku terus memohon ampun pada Gaby.


"Alv, sekarang bagimana hubunganmu dengan Nadine? apakah dia masih mengancammu? Dan apa motif Nadine sampai merelakan dirinya seperti itu?" Gaby masih saja mencecarku untuk mengungkap semuanya sebab dia merasa masih ada yang missed dalam penjelasanku.


"Selain karena dendam keluarga, Nadine juga merasa iri karena kamu selalu mendapatkan pria yang dia mau. Dia bilang pernah dekat dengan Stanley tapi kemudian ditinggalkan karena lebih memilih kamu. Dan saat kemarin dia menginginkanku juga salah satunya karena ingin menyakitimu." akhirnya aku menceritakan alasan Nadine yang selama ini aku tutupi agar Gaby tidak merasa bersalah, sebab aku tau betapa lembut hatinya jadi pasti dia ikut merasa bersalah.


*****To Be Continue*****

__ADS_1


__ADS_2