
*Alva POV*
Setelah Nadine tertidur dikamarnya, Alex mengajakku bicara di ruang tamu.
"Alv dari tadi gue liatin lu murung, mikirin kondisi Nadine Dan bayi lu atau mikir yang lain?" tatapan Alex menyelidikiku.
Aku teringat kembali pertengkaranku dengan Gaby, aku pada akhirnya kesal pada diriku sendiri karena sudah menumpahkan kemarahanku padanya.
"Gue bertengkar sama Gaby Lex, gue marah besar karena Gaby bilang ga mungkin gue ga da rasa sedangkan tubuh gue selalu bereaksi kalau digoda Nadine."
"Gue jujur melakukan sama Nadine bahkan sampe tadi sebelum dia perdarahan semua tanpa rasa cuma hasrat aja sebagai laki laki, bahkan kadang abis gue mencapai kenikmatan gue jadi jijik sendiri sama diri gue sebab yang Ada disebelah gue Nadine yang udah bekas dipake entah siapa aja."
"Apa gue salah Lex kalau rasa itu sampai saat ini masih milik Gaby, selama hubungan sama dia gue selalu jaga dia dengan baik, sayangnya gue lupa buat jaga diri gue sendiri. Yang bikin gue semakin marah adalah saat ternyata Stanley kembali Dan Gaby terima dia"
"Gue ga trima berlian yang selama ini gue jaga diambil orang Lex, gue merasa justru gue yang dikhianati karena kesalahan gue dipake buat alesan Gaby ninggalin gue Dan balik ama Stan."
"Tapi gue bisa apa Lex? Semuanya udah terlanjur berantakan tapi gue juga ga mau terikat sama orang yang ga gue cinta. Disisi lain ada anak yang kmungkinan besar emang anak gue. Aaaaarrrrrrggggghhhhh!" teriakku kesal.
Alex memelukku mengusap punggungku layaknya ayah yang menenangkan anaknya. Yah..... aku lebih banyak tinggal bersama Alex Dan orang tuanya karena orang tuaku hidup sendiri sendiri. Mereka hanya dua orang yang terjebak pernikahan bisnis Dan menjadikanku sebagai alat untuk meraup warisan yang dijanjikan kakekku pada ayahku.
"Lebih baik Kita fokus sama masalah lu Dan Nadine dulu Alv, gue yakin Gaby akan selalu Maafin Dan dampingin lu sampai kapanpun even itu udah ada Stanley disampingnya."
"Lu bisa liat sendiri kan betapa dia perhatian sama lu betapa dia selalu maafin smua kesalahan lu dan kenakalan lu sebelum peristiwa Nadine Kan?"
__ADS_1
"Lu beruntung karena walau ga mendapatkan cinta Gaby tapi lu disayangi sama dia. Satu yang harus lu inget bahwa Gaby juga punya kehidupan sendiri sekarang maka lu harus lebih fokus beresin masalah sama Nadine sesuai permintaan Gaby."
"Gue Tau lu cinta mati sama Gaby karena segala kelebihan Dan kekurangan dia bikin lu selama ini selalu merasa bahagia dan nyaman disampingnya. Tapi lu juga harus inget apakah Gaby merasakan cinta yang satu frekuensi sama lu?"
"Ada pepatah bilang cinta sejati tidak harus memiliki, namun mampu merelakan orang yang dicintai pergi mengejar kebahagiaannya. Seperti kata Retna psikolog lu itu, relakan Gaby karena kebahagiaan dia juga adalah kebahagiaan lu. Dengan melepas Gaby secara bersamaan lu juga membuktikan cinta sejati lu sama dia."
"Jujur Alv, gue liat Gaby sama Stanley tu bahagia banget senyumnya dia itu bener bener dari hati lepas banget, ehm.... sorry beda sama waktu dia bareng lu. Bukan gue bilang dia ga bahagia sama lu tapi beda aja gitu liatnya."
Yah..... itulah Alex kata katanya setajam pisau tanpa tedeng aling aling kalau kata orang jawa, tapi justru itulah yang aku butuhkan bukan kepura puraan.
Aku menarik nafas dalam dalam, "Gue dari awal tahu dia ga cinta sama gue Lex tapi gue udah buta jadi gue nekad. Saat itu gue bilang terima jadi pacar gue atau ga usah kenal sama sekali Dan yah...... lu Tau Kan apa jawaban dia."
Hahahaha, aku tertawa miris, "Bahkan punya pacar aja gue hasil maksa Lex, tapi gue ga peduli karena gue cinta Dan gue pikir lambat laun dia juga bisa cinta sama gue. Harusnya gue lebih sadar dan Segera mengambil langkah saat Tau bahwa Gaby tetep ga bisa cinta sama seperti gue cinta dia. Tapi balik lagi Lex gue cinta sama dia jadi gue abaikan semuanya."
"Untung Gaby bisa ngelawan Dan dia kasih ultimatum kalau Hal itu sampai kejadian lagi dia bakal tinggalin gue. Sejak itu gue bener bener tahan diri lebih baik ga memulai bermesraan daripada gue ga bisa tahan, Dan yah ujungnya gue main diluaran sampai saat kepergok sama Nadine itu."
Terlihat Alex sangat marah mendengar pengakuanku, yaa aku emang brengsek pergaulanku bisa dibilang sangat dekat dengan alkohol narkoba Dan wanita, tapi sungguh satu yang ga pernah aku sentuh yaitu narkoba.
"Lu emang brengsek ya Alv, gue ga sangka lu main cewek juga diluaran bahkan sebelum urusan sama Nadine. Mulut lu duata banget ya Alv, gue inget lu bilang kejebak Nadine Dan Gaby bilang ga mungkin ke gue tapi di depan lu dia tetap nunjukkin kalo percaya lu kejebak!"
"Sekarang apa bedanya coba lu jaga Gaby Kaya berlian tapi lu obral diri lu sendiri, coba pikir kalau Gaby sama lu trus ketemu tu sama cewek cewek obralan lu apa kabar perasaan dia Alv!"
Alex benar benar marah, yaa.... selama ini aku ga kpikiran tentang menjaga diri sendiri. Ya Tuhan nasi udah jadi bubur tinggal ditambah ayam krupuk cakwe Dan sambel lengkap udah derita hidupku mirip si bubur itu.
__ADS_1
Hahahaha....... penyesalan emang datang selalu belakangan yah karena kalau didepan namanya pendaftaran. Seandainya kisah hidup tu kaya jalan raya yang mana ada rambu putar balik, pasti aku rela putar balik kejalan yang benar biar ga kehilangan cintaku.
"Maafin gue Lex, gue emang salah. Lex please bantu gue biar bisa tanggung jawab sama Nadine dan anak itu tanpa nikah, gue ga mau nanti anak itu ngerasain hidup di neraka karena ayahnya ga cinta sama ibunya."
"Lu yakin ga mau nikahin Nadine secara tiap dia goda aja lu udah luluh lantak gitu. Lebih baik kalian nikah jadi ga berasa kaya kumpul kebo gini."
Aku berpikir sejenak, kehidupan pernikahan seperti apa yang akan aku jalanin kalau tanpa rasa begini. Tapi kalau tidak menikah saat anak itu lahir statusnya anak ibu diluar perkawinan, kasihan juga ya. Lagipula bukan mau dia hadir akibat dari hubungan terlarang kami.
"Aku diskusi dulu deh sama Gaby, dia selalu bisa kasih gue solusi yang bagus."
"Dasar BuCin lu!" teriak Alex meledekku.
Aku hanya tertawa mendengar ledekan Alex, yah.... aku harus bicara sama Gaby, aku ga mau hubunganku jadi jelek dengannya. Setelah bicara jujur dengan Alex rasanya Ada sedikit beban terangkat menjadikan hatiku lega.
--------------------------
Cinta itu satu jenis perasaan yang susah sekali untuk dipahami, cinta tidak dapat dipaksakan Dan kehadirannya tidak dapat direncanakan.
Ketika cinta Tak lagi berbalas maka Segera relakan agar Kita Tak kehilangan waktu untuk menerima cinta berikutnya. Kita memang Tak dapat memaksakan cinta kepada orang lain tapi setidaknya Kita dapat memberi kesempatan untuk kehadiran cinta itu sendiri.
Seperti Author yang sangat mencintai readers, maka author tak dapat memaksakan readers untuk terus menerus vote like and comment, tapi author mohon kenalilah cinta diantara kita biar kamu ikhlas memilihku eeaaaaa 🤣🤣😍😍
Walau perbandingan viewer Dan jumlah like and vote serta comment sangat jomplang tapi author sangat mengapresiasi siapapun yang menyempatkan diri mampir Dan menikmati karyaku. Terima kasih😘😘😘🙏💪
__ADS_1