Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 9


__ADS_3

"Hah baru tau gue dokter Gabrielle yang terkenal karena kesabarannya bisa ngamuk ama pasien." ledek Dicta usai mendengar cerita Sammy.


"Ish.... gue juga masih manusia kalii Dict, gimana ga esmoni dibilang jahat dan ga ngerti perasaan ditinggalin sedangkan bbrp jam sebelumnya gue bahkan ditinggalin sama orang yang gue sayang!" balasku membela diri.


"Iya, tapi kan waktu Stanley pamit lu baik-baik aja, kata Stan malah kasih wejangan supaya tetap bahagia. Nah abis lu bilang hal yang adem-ayam gitu ternyata hati lu panas membara!" balasnya lagi sambil tertawa mengejek.


"Gue juga kalo posisi Gaby bisa ngamuk kali Dict, bayangin dia udah empati banget sama pasien yang mau bunuh diri karena ditinggal pacar nikah terus abis pasien selamat malah diteriakin, disisi lain hati dia sendiri padahal lagi luka. Makanya daripada terjadi yang lebih parah gue langsung tarik dia ke ruang istirahat." bela Sammy


"Itu yang gue suka sebel dari elu Gab, selalu ngutamain orang lain tanpa mikirin hati lu yang bakal sakit kalo lu terlalu baik. Sama kan kaya kasus Alva kemarin, bukannya ngamuk biar emosi lu terpuaskan eh malah lu yang ngehibur Alva yang nyesel sama kesalahannya sendiri."


Aku lagi-lagi hanya menghela nafas mendengar perkataan Dicta yang tajam menusuk tapi bener semua hahahaha. Aku juga kadang sebel sama diriku sendiri kenapa selalu saja lemah dan kebaikanku justru jadi boomerang buatku sendiri. Pada akhirnya setiap mengalami sakit hati aku memilih untuk pura pura lupa. Aku juga bukan orang munafik yang berpura pura baik tapi memang secara tidak sadar aku justru memperlakukan orang yang menyakitiku dengan baik, padahal seharusnya aku marah atau bertindak kejam untuk membalas. Tapi secara otomatis aku malah berbuat sebaliknya. Dan aku sadar sikapku yang seperti ini sangat dibenci Dicta.

__ADS_1


"Maafin aku ya, ternyata keputusanku bikin kamu sakit hati. Saat itu aku bingung dan takut kalau sampe mereka menjatuhkan bisnis papaku, jadi aku langsung setuju saja menikahi Arizka." ungkap Stanley penuh penyesalan sambil menggenggam tanganku.


Aku hanya diam saja karena tidak tahu harus bereaksi seperti apa, toh kejadiannya sudah lama berlalu, dan aku berhasil dengan metodeku "Pura Pura Lupa" itu. Tidak hanya berhasil lupa tapi juga mendapat bonus bisa pindah ke lain hati, yah hatinya Alva tentu saja .


"Woii lepasin tu tangan Stan, noh ada yang matanya nyala cemburu!" tegur Dicta sambil menunjuk ke arah Alva yang ternyata memang sedang menatap tajam padaku dan Stan. Aku berusaha melepas tanganku tapi Stanley malah makin erat menggenggamnya.


"Please Stan......" pintaku yang akhirnya dituruti olehnya.


"Udahlah Bro, lu ngalah dulu aja, emang lu mau wedding dinner ini kacau karena singernya ngamukin groomsmen!" terang Sammy sambil ketawa.


"Sorry Stan, aku ga mau bahas masalah pribadi sekarang ya. Ini pesta Brandon jadi kita nikmatin aja dan happy happy. Oke?" bujukku berusaha meredakan emosi Stanley.

__ADS_1


Stanley tersenyum dan mengangguk setuju. Kemudian kami kembali fokus pada acara, kali ini Brandon dan Clara akan melakukan game mix and match. Mempelai pria akan memilih beberapa pria single untuk dipasangkan dengan wanita single yang dipilih oleh mempelai wanita. Dalam hati aku berdoa dan berharap Brandon tidak memasangkanku baik dengan Stan maupun Alva, mungkin aku ke-GR-an tetapi aku memang belum mampu menetapkan hati akan berlabuh kemana karena keduanya memang sama kuat saat ini. Hahahaha kok berasa lagi ngomongin adu panco ya.


Doaku terkabul karena ternyata Brandon Clara memilih Dicta Sammy, Chika Alex, Winona Dennish, Catrine Andy, dan Pamela Edward.


Kemudian kelima pasangan ini harus menunjukkan kekompakan dalam satu hal yang mereka pilih, misal menyanyi duet, menari duet, atau bermain musik duet.


Pasangan terkompak didapat dari banyaknya tepuk tangan penonton. Dan nanti pasangan yang menang harus memimpin dansa.


Dicta tampak kesal karena dia dan Sam terpilih, aku memberinya semangat dengan mengangkat kedua jempol tanganku sambil tertawa-tawa. Terlihat Sam dengan sabar menenangkannya agar legowo saja menerima tantangan ini, toh semua demi meramaikan acara Brandon.


Setelah cukup lama berdiskusi akhirnya Dicta dan Sam sepakat menyanyi duet, dan yah suara mereka memang cukup merdu karena kami sering karaoke bersama jadi aku tau kemampuan mereka bernyanyi cukup baik. Pasangan lainpun tampaknya sudah menetapkan pilihan dan mereka semua bersiap siap menunjukkan bakatnya.

__ADS_1


****** To Be Continue******


__ADS_2