Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 65


__ADS_3

*Nadine POV*


Rasanya seperti tersambar geledek saat anak ini terbukti bukan anak Alva. Rasa malu Dan sesal yang menggunung campur menjadi satu. Aku benar benar perempuan sial Dan kotor, rasanya tak sanggup lagi untuk menghadapi semua ini.


Terlihat Alva Dan Rizal saling berpelukan, Alva tampak bahagia sekali lepas dariku yang dianggapnya pengganggu, padahal Aku benar mencintainya. Tapi cinta aja ternyata ga berharga karena aku kotor, Alva hanya menghargaiku sebagai partner sex tidak lebih dari itu. Pedih sekali rasanya, sesak melihat kenyataan bahwa semua mimpiku mendapatkan Alva hancur seketika.


"Di.. dia bener anak gue Alv." ucap Rizal sambil terbata, terlihat jelas keharuan di wajahnya.


Mereka kembali berpelukan, kemudian menghampiriku, dan Alva mengajak Rizal membicarakan masalah ini di apartemennya.


Rizal menggandeng tanganku, "Yuk, jangan nangis lagi Nad, kasian anak Kita nanti ikut sedih."


Aku melengos sungguh kesal menghadapi sikap Rizal yang sok romantis itu, tetapi aku menurut saja saat digandeng Rizal ke parkiran. Sambil berjalan mataku terus saja menatap Alva yang benar benar kegirangan. Kulihat dia berbelok ke arah IGD, pasti ingin bertemu Gaby memberikan kabar tentang bayiku.


Aku sungguh sangat iri pada Gaby, andai saja Aku dapat menjaga diri dengan baik pasti ga akan seperti ini nasibku. Tak terasa air mataku telah menetes berderaian, kurasakan genggaman lembut Rizal yang Makin menguat seperti memahami kondisiku.


Betapa memalukannya diriku ini, keluargaku yang berantakan tidak membuatku belajar dari kesalahan mereka malah Aku terjun bebas menjadi seperti mereka. Tangisku makin tak tertahan, kuluapkan semua kesalku saat sudah berada dalam mobil.


Benarkah Aku harus berakhir ditangan Rizal, orang yang sama sekali tidak kucintai. Tapi kalau aku tidak menerimanya maka bayiku yang tidak bersalah ini akan menanggung beban seumur hidupnya nanti. Bukan saja punya ibu bejat tapi juga jadi anak Haram diluar nikah.


Rizal memelukku dan berusaha menenangkanku, "Aku ga akan biarin kamu Dan anak Kita terlantar Nad, cukup aku dan kamu saja yang merasakan pahitnya hidup dalam keluarga yang broken home. Jangan bayi tak berdosa ini ikut menanggungnya."


"Saat ini kamu Tak mencintaimu Tak apa tapi belajarlah menerimaku sebab aku sangat mencintaimu Nad. Aku tak terima penolakan maka dua hari kedepan kita menikah di KUA ya."


Kaget Dan ga menyangka akan tekad seorang Rizal membuatku menatapnya tajam, "Aku tu manusia kotor, sekarang aja kamu bilang gitu tapi nanti saat kamu sadar berapa banyak yang sudah menjamahku, apa kamu bisa bicara seperti itu lagi?"


"Lihat temanmu Alva, dia aja ga sudi nikah sama Aku, udah ga suci Dan celap celup Sana sini. Aku kotor Zal, Aku kotor!" teriakku histeris sambil memukul mukul punggung Rizal yang masih terus memelukku.


"Ssstttt..... kalau kamu kotor, aku juga kotor Nad, jadi ga da bedanya Kita. Ayo Kita berubah bersama demi anak Kita, demi memberi kehidupan yang penuh cinta Nad. Aku mohon beri diriku Dan dirimu satu kesempatan." ucap Rizal yang terdengar tulus dan intimidatif.

__ADS_1


Kurenggangkan jarak kami, agar Aku dapat melihat benarkah Ada keseriusan Dan kesungguhan dimata itu. Kutatap lekat matanya, kuresapi ajakannya. Lalu kuanggukkan kepalaku, kusandarkan kepalaku kembali ke dadanya.


"Makasih Nad, makasih sayang." ujarnya penuh keharuan.


Terserah apa kata orang, terserah apa penilaian orang, aku memang murahan tapi itu dulu, Aku emang bejat tapi itu juga dulu. Saat ini aku memantapkan hati menjadi orang benar dengan karakter yang kuat demi anakku.


-------------------------


*Apartement Alva*


Kupeluk Alex erat erat seraya mengucapkan terima kasih Karena selalu menyayangiku. Alex yang bingung Ada apa denganku hanya membalas pelukanku dalam diam.


"Lex, Aku bebas, bayi itu anak Rizal!" pekikku sambil mengacungkan Surat hasil DNA kami.


Alex dengan cepat membuka amplop itu Dan membacanya dengan seksama. Sesaat wajahnyapun berubah cerah, "Ya Tuhan akhirnya semua menjadi jelas Alv. Ingat Alv ini kesempatan yang Tuhan kasih buat kamu hidup baik, kubur smua Masa lalumu Alv jangan ulangi kesalahan yang pernah dilakukan."


Aku mengangguk senang sambil mengacungkan jempolku, "Lu udah bisa fokus lagi buat urus nikahan lu sama Chika. Gue minta maaf ya gara gara gue kalian jadi kacau jadwalnya."


"Iya Lex, gue bakal perhatiin lagi pergaulan gue, udah kapok gue kudu bayar Mahal kehilangan malaikat Tak bersayap macem Gaby." kekehku menertawakan kebodohanku sendiri.


"Emang manusia bebal kaya elu kudu dikasih pelajaran baru bisa mencerna masalah hidup ya." balas Alex tertawa juga.


Saat kami berdua tertawa, datanglah Rizal Dan Nadine dengan membawa barang barangnya.


"Lho Ada elu Zal. Selamat ya akhirnya dugaan lu terbukti." kata Alex yang disambut senyum Rizal.


"Lex, Alv, tanks ya udah jagain calon istri gue selama ini. Gue minta maaf ya Alv Karena baru ngaku di saat hubungan lu ama Gaby udah ancur."


Aku menyuruh mereka duduk dulu agar dapat berbincang dengan santai.

__ADS_1


"Gue lagi coba ikhlasin Gaby kok Zal jadi lu ga usah merasa bersalah. Lagian emang jalan Tuhan harus gini mungkin yah Kita ikutin aja takdirNya."


"Nah sekarang kalian pikirin gimana rencana kalian selanjutnya Zal, bayi itu ga bersalah so jangan sampe hidupnya berantakan kaya hidup kita." kataku sambil tertawa.


Yaaah emang Aku, Rizal dan Nadine tumbuh dalam keluarga yang berantakan jadi kami Tak pernah tahu caranya menjaga diri, hanya tahu Cara menyenangkan diri.


"Gue akan langsung urus pernikahanku sama Nadine secara agama Dan sipil, Karena kami semua sudah sangat dewasa maka ga perlu orang tua datang, toh mereka Paling ga peduli juga. Gue cuma butuh lu Dan teman teman jadi saksi."


"Owh ya Alv, gue minta tolong sampaikan maaf gue ke Gaby, gue sempet teror Gaby Dan spupunya saat lu mabok karena ditinggalin Gaby. Gue minta maaf banget karena udah ngata ngatain mereka, gue terlalu ikut campur sama kehidupan pribadi lu. Lu mau maafin gue kan Alv?"


"What?? Jadi peneror Gaby itu elu Zal? Apa tujuan lu Kaya gitu?" Kali ini Alex yang bersuara.


"Gue emang udah lama ga suka sama Gaby, Alva jadi sedikit alim sejak dia sama Gaby, jadi ga asyik gitu orangnya Lex. Maka pas Gaby bikin Alva hancur karena diputusin, gue makin ga suka apalagi alasannya karena kepergok tidur ama cewek lain. Gue cuma ngerasa Gaby sok suci jadi gue kerjain aja dengan neror dia."


Hah...... aku benar benar ga abis pikir ama isi otak Rizal bisa bisanya dia mikir kaya gitu.


"Udahlah lupain aja, ntar gue sampein permintaan maaf lu ke Gaby. Asal lu tahu ya Zal dia itu bukan sok suci tapi emang dia dokter ga mungkin punya kehidupan malam mabok mabokan, seluruh tenaga dan pikirannya dia kasih buat melayani Kesehatan masyarakat jadi ga da waktu mabok."


"Dan yang paling penting dia emang jaga dirinya buat orang yang menjadi pasangan hidupnya. Jadi itu prinsip hidup Zal bukan muna atau sok suci!" kataku dengan kesal mengeluarkan uneg unegku.


"Iya gue paham sekarang Alv, emang benar kata pepatah tak kenal maka tak sayang Dan itu yang terjadi sama gue saat menilai Gaby."


Nadine yang dari tadi hanya menunduk, perlahan berpaling padaku, "Sampaikan juga permohonan maafku pada Gaby ya, Aku sudah menghancurkan hubungan kalian Dan sekaligus membohonginya tanpa sengaja."


Aku mengangguk, "Akan kusampaikan, kalian tenang aja Gaby orang yang pemaaf kok."


--------------------------


Wah selamat ya buat Alva karena lepas dari jerat Nadine, inget harus hidup baik jangan nakal lagi biar ga kejerumus Dan kejebak lagi.

__ADS_1


Buat readersku yang paling baik cantik ganteng dan setia, tak bosan kuingatkan untuk tinggalin jejak vote like Dan comments ya, sebanyak banyaknya oke?? Makasih😘🙏


__ADS_2