Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 20


__ADS_3

Ketika aku dan dokter Indra naik eskalator ke lantai 2, kami berpapasan dengan Dicta sesuai dengan yang sudah kami rencanakan. Tapi justru aku terkejut ternyata disana juga ada Stanley.


"Lho kalian juga kesini? Kamu meeting sama Dicta dan Sammy?" tanyaku langsung tertuju ke Stanley karena setauku dia sedang meeting.


"Eh... gak tadi aku meeting di VIP resto, pas turun ketemu sama mereka. Dan ketemu juga sama kamu, jodoh banget kayaknya kita ya." sahut Stanley tertawa dan mengacak acak rambutku, seperti sengaja bikin Indra cemburu.


"Aduh Stan, jail banget kamu." dengusku memukul tangannya sambil merapikan kembali rambutku.


"Eh iya, dokter Indra kenalin ini Stanley, spupu dokter Sammy."


Kulihat tatapan cemburu Stanley ke dokter Indra, ahh tapi mana mungkin si Stanley masih cemburu, aku dan dia kan udah ga da hubungan, batinku. Dokter Indra lebih dulu mengulurkan tangan yang dibalas genggaman oleh Stanley.


"Oke kalau gitu saya dan Gaby lanjut ke atas ya mau main bowling." ajak Indra sambil menggandeng tanganku.


"Eit tunggu dulu dok, kami boleh ikut main bowling juga ga? kan asyik kalo mainnya ramean dok." mohon Dicta dengan tampang yang sok cute membuatku geli.


"Okelah kalo gitu, ayo kita main bareng." jawab Indra mengijinkan mereka ikut.


Aku melongo ga nyangka Indra bakal ngijinin, karena kupikir dia pasti bakal nolak sebab merasa terganggu. Ehmm... tunggu kejutan berikutnya ya dokter Indra hihihihi, batinku sambil senyum jail.


*******Bowling Center*******


Sesampainya di arena bowling, Indra menyewa line yang akan digunakan, sedangkan aku yang memang hanya ingin menemani memilih duduk bersama Dicta. Indra, Sammy dan Stanley sepakat bertanding. Sepertinya dokter Indra sangat tenang berdekatan dengan Stanley tidak terlihat cemburu.


Setelah para lelaki selesai bersiap maka pertandingan akan segera dimulai. Indra akan memulai pertandingan, yak Indra melakukan strike, sekali lempar bola pinnya jatuh semua.


Sammy dan Stanley tak mau kalah merekapun strike. Point diantara mereka ber3 selalu berimbang. Akupun jadi tertarik mencoba, kuikuti instruksi sebaik mungkin dan yak lumayan setengah dari piont bisa aku tumbangkan.


"Gimana, enjoy ga main bowling?" tanya Indra sambil mengulurkan air mineral padaku.


"Iya ternyata rame juga ya dok, thanks udah ajakin main disini dan ngijinin temen temen ikut juga."


"Dih kamu so sweet banget si Gab, saya juga makasih kamu dah mau nemenin jalan."


"Abis ini kita makan sushi yuks, aku laper dan udah lama ga makan sushi."


"Oke, apapun yang kamu mau pasti saya turutin." katanya tersenyum sambil mengacak rambutku. Ya Lord tolonglah hambaMu ini, udah diperlakukan istimewa banget masih aja ga da getar cinta hahaha, tetep lho berasanya kayak interaksi sama Brandon aja.


"Gab, lu kenal cewek disana itu ga? Dari tadi mandangin kalian kaya nahan marah gitu lho." kata Dicta sambil nunjuk ke arah pintu masuk Bowling Center.


"Lhoo itu kan dokter Ellen, wah dia sama dokter Ray!" teriakku membuat dokter Indra langsung menoleh ke arah jari telunjukku.


Kulihat ada yang aneh dari ekspresi dokter Indra, sepertinya dia kaget dan sedikit ga nyaman melihat dokter Ellen bersama lelaki lain. Ehmm bener dugaanku, lama lama dia suka juga sama Ellen hehehe.


"Kok Ellen bisa sama Raymond ya, emang mereka deket gitu? Wah dokter Indra si kelamaan jadi aja diambil orang." ledekku yang membuat ekspresinya makin tidak sedap, matanya masih memandang ke arah dokter Ellen yang berjalan ke arah kami.


"Hai kalian, wah main rame-rame ga ngajak saya nih." sapanya pada kami semua dengan mata hanya tertuju pada Indra ckckckkc BuCin banget nih Ellen.


"Hai dokter Ellen, jodoh banget ya ketemu disini. Kok bisa sama dokter Ray? Apa kalian.....?" tanyaku menyelidik sambil tersenyum


"Abisnya yang diharapkan ngajak pergi malah pergi sama kamu Gab, jadi ya saya sama Ray aja." balasnya jujur pake banget sambil tersenyum kecut dan mata ga lepas dari dokter Indra. Salut gue baru kali ini liat perempuan keukeuh banget pantang menyerah.


Sedangkan dokter Indra yang jadi tersangka hanya balas menatap sambil senyum terpaksa dan terlihat tidak enak hati. Keliatan banget bingung dan grogi mengatasi serangan Ellen hahaha.


"Oh.... eh.... ga gitu Ellen, saya cuma udah janji duluan sama Gaby jadi terpaksa menunda janji sama kamu, bukan bermaksud menolak kok. Lagian kamu juga udah disini sekarang sama Ray kan."


Dari gelagat dokter Indra aku makin yakin dia mulai ada perhatian ke Ellen, kalau ga da rasa sama sekali pasti dia akan bersikap dingin seperti biasa ketika berhadapan dengan fansnya.


Dokter Indra terkenal dingin sama perempuan yang mendekatinya, kecuali kalau dia merasa tertarik, nah dr awal Ellen mulai mendekatinya, dokter Indra merespon dengan baik, maka aku menyimpulkan sebenarnya dia juga tertarik cuma belum menyadarinya.

__ADS_1


"Dok, kenalin ini spupu saya Dicta pacarnya dokter Sammy, dan ini Stanley spupunya Sammy." aku bingung mau kenalin Stanley sebagai apa jadi ya kubilang aja posisi dia sebagai spupu Sammy. Merekapun saling berkenalan, berjabat tangan dan berbasa basi layaknya orang yang baru kenal.


"Dokter Ellen dan dokter Ray mau main bowling? Kita udah beres main, mau lanjut makan, saya pengen sushi. Kalian mau ikut atau gimana?"


"Saya sebenarnya ga janjian ama dokter Ellen, tadi kebetulan kami ketemu di pintu masuk. Saya ada janji sama temen saya, nah berhubung Ellen dah ketemu kalian, saya undur diri ya." cerita dokter Ray bermaksud mengurai kesalahpahaman ini.


"Owh gitu, jadi dokter Ray ga gabung kita nih?"


"Lain kali aja ya Gab, urgent soalnya janjian saya sama temen. oke see u bye!" Ray melambaikan tangan sambil melangkah ke tempat dia janjian.


"Oke, sekarang berarti kita ke restoran sushi ya? Saya juga udah lapar nih." ajak Indra yang diikuti langkah semua orang, Ellen dengan gesit langsung mengambil alih tempat disebelahnya, sedangkan aku berjalan diblakang bersama Stanley.


Sebagai dokter, kami memang seringkali kehilangan waktu untuk bersosialisasi atau sekedar refreshing. Kehidupan kami lingkupnya jadi terbatas, pergaulan kami juga sangat terbatas sehingga hampir semua teman kami adalah kolega satu profesi dan biasanya menikah sesama dokter. Selain karena prestige juga karena seringkali kami berpikir hanya orang yang satu profesi saja yang dapat mengerti pekerjaan kami dengan baik.


********************


"Gab, sorry ya kita jadi batal dating berduanya, seharusnya tadi saya ga ijinin mereka ngikutin kita." bisik dokter Indra setelah kami duduk di restoran sushi.


"Gapapa dok, yang penting happy, lain kali aja duaannya. Lagian aku mana tega dok ngusir Ellen." balasku berbisik juga.


"Kalian kenapa si bisik-bisik? Dok jangan gitu donk masa satu meja ramean tapi Gaby terus yang diajak ngobrol!" rengek Ellen ga trima dicuekin. Hah gue baru tau ada dokter spesialis ngerengek manja bgini ckckckck dasar Ellen BuCin.


"Eh.... ga kok, kamu mau pesen apa Ellen? Dari tadi kamu sibuk ngeliatin saya sampe lupa belum pesen lho."


What?? Ini beneran dokter Indra, receh banget ya. Gue , Sammy ama Dicta ampe melongo sambil geleng geleng kepala ngeliat cara dua internist ini berinteraksi, sungguh diluar dugaan. Tampaknya cuma Stanley yang ga peduli karena dia malah sibuk dengan ponselnya.


Setelah menungfu skitar 15 menit, menu menu pesanan kamipun mulai dihidangkan. Seperti biasa dokter Ellen mulai "melayani" dokter Indra, mengambilkan menu mana saja yang jadi pesanannya. Lama-lama mereka tenggelam dalam dunia mereka sendiri dan lupa keberadaan kami. Tapi ga masalah karena kami happy aja liat interaksi mereka yang sangat menarik ditonton hahaha.


Tring.... tring....


Stanley :


Apa yang sedang kamu rencanakan Gab?


Kulihat ada notification WA di hpku, ternyata dari Stanley.


Gaby :


Hehehehehe u know me so well Stan, of course not, i'm not jealous. She loves him so i just helped her.


Lalu Stanley tak membalas lagi melainkan menunjukkan jempolnya kepadaku yang memang posisi dudukku bersebrangan dengannya. Aku hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolku juga.


Tring.......


Dicta :


Gab, awkward banget si situasinya, abis makan kita tinggalin mereka aja ya, skalian tu kerjain suruh bayar tagihannya. hihihihihii


Aku tertawa membaca ide gila dari Dicta hahahaha, lucu juga kali ya, lagian mereka asyik sendiri gitu pasti ga sadar kalo kita pergi diem diem.


"Nah gitu donk dok, makan yang banyak biar kuat menghadapi kenyataan hehehe. Tambah lagi ya dok enak lho ini." terlihat Ellen sibuk berceloteh sambil menyuruh Indra memamahbiak terus. Selagi mereka sibuk dengan dunianya, kami pergi satu persatu.


Wakakakakakaka kamipun tertawa puas sampe berlinang air mata, mengingat dua sejoli kita bebankan pembayaran yang entah berapa. Biarlah besok saja aku selesaikan urusan pembayaran itu.


"Pulang yuk, ngantuk banget gue." ajakku yang dihadiahi anggukan tanda setuju karena memang semua dalam kondisi lelah.


"Kamu mau kemana? Mobilku di parkiran depan, kamu pulang sama aku." kata Stanley tegas seraya menggandengku. Dicta mengangguk tanda setuju kalau aku pulang dengan Stanley.


Dalam perjalanan pulang di mobil Stanley, aku merebahkan tubuhku agar sedikit relax. Stanley menyalakan tape dan tepat saat itu lagu Pura Pura Lupa yang sedang diperdengarkan. Aku memejamkan mata meresapi segala aktifitasku hari ini.

__ADS_1


*Pernah aku jatuh hati


Padamu sepenuh hati


Hidup pun akan kuberi


Apapun kan ku lalui


Tapi tak pernah ku bermimpi


Kau tinggalkan aku pergi


Tanpa tahu rasa ini


Ingin rasa ku membenci


Tiba tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura lupa


Ohhh ohhhhh ohhhh


Tiba tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia*.......

__ADS_1


******To Be Continue******


Halooo readers, mohon dukungannya buat Author ya. Likenya, sarannya, kritiknya karena semua masukan dan like dari kalian sangat berharga buat Author, sebagai penyemangat dalam menulis. Terima kasih🙏😘


__ADS_2