Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 29


__ADS_3

"Gab, udah siap? Kita ke Dago dulu ya baru ke Zen. Dagonya mau kmana? Warung Lela kesukaanmu, The Valley favouritemu, Congo atau kamu mau yang belum pernah kamu datengin Gab?" ujar Dicta mengajakku berdiskusi tempat mana aja yang mau kami junjungi di Dago.


Warung Lela adalah tempat yang sangat nyaman buat refreshing, tempat ini adalah Noddle Shop, favoriteku disitu yamien manis baso dan jus strawberry. Setiap kali ke Bandung aku selalu menyempatkan mampir makan disitu, tapi kali ini kayaknya aku pilih coba tempat lain yang belum pernah aku kunjungi.


"Dict, gimana kalo Vitamin Sea, Stone Cafe, dan Warung Salse. 3 tempat itu belum pernah kita sambangi kan? Kamu prefer mana Dict?"


Aku tebak Dicta akan memilih Vitamin Sea sebab disana menunya bermacam seafood hehehe, yah kami adalah penggila seafood. Biasanya untuk selera makan Dicta hampir selalu sama denganku, semoga kali ini aku dan dia juga sehati, satu.... dua..... tiga.......


"VITAMIN SEA!" seru kami berbarengan dan tertawa bersama karena kali ini kamipun sehati, kami berdua melakukan High Five.


"Come on dude, lets go seafood party, yihaaaa!" kami berdua bergegas mengangkut barang bawaan yang ga banyak itu dan masuk ke mobil masing-masing. Seperti formasi saat datang, aku dan Stanley, Dicta dan Sammy.


**************************


"Happy banget kamu kayaknya, padahal aku masih pengen duaan Gab, ga peka ishh!"


Aku melongo sesaat menghadapi Stanley yang mendadak mirip anak SD ngerajuk, dalam keheranan aku amati wajahnya, aku ukur panas dahinya, ga demam tapi kok tingkahnya ga Stanley banget.


"Ini juga duaan kan di mobil kita?" balasku.


Wajahnya makin kesel melihat tingkahku sampe mengukur suhu dahinya segala, wakakakaka akhirnya tawaku terlepas begitu saja melihat ekspresi manyun Stan yang sangat lucu. Gambaran tentang cowok macho dan cool langsung ambyar detik itu juga.


"Kenapa kok jadi ambekan dan manja Stan? Lagi M?" tanyaku meledek.


"Ish aku tu gini cuma pas sama kamu aja Gab, abis kamu yang selalu berhasil memporak porandakan suasana hatiku." gombalnya sambil pasang tampang imut menggemaskan.


"Hahahaha sejak kapan Stanley yang cool jadi cheesy gini sih?" ledekku lagi sambil mencubit pipinya gemas.


Stanley ga bales ledekanku lagi, kali ini dia pasang mode serius di wajahnya, membuatku agak salting. Dia pegang kedua tanganku meletakkannya di dada kiri, "Rasain Gab, ini tu selalu berdetak lebih kencang tiap sama kamu. Perasaanku dari dulu sampai sekarang ke kamu ga berubah malah bertambah."


Blushing....... aku merasakan mukaku panas, ehm..... bau baunya ada yang menjurus, sialnya jantungku ga bisa diajak kompromi, detaknya makin cepat membuatku merasa sesak. Aku menunduk dan Stanley mengangkat daguku, membuat mataku fokus ke matanya.


"Kamu, mau ga kalau kita merajut kisah baru bersamaku? Biar kisah lama menjadi bagian dari episode lalu yang udah distempel THE END, jadi ga bisa lanjut lagi. Dan kisah baruku bersamamu dimana hanya ada kamu dan aku saja yang jadi tokoh utamanya Gab. Aku ga bisa janji apakah episode episode dalam kisah baru ini akan seperti apa, karena dalam setiap episode kita, tetap ada garis kehendak Tuhan yang rencanaNya jadi misteri, tapi aku janji akan selalu meyakinkan kamu untuk bisa bahagia sama aku. Aku akan selalu berdoa agar episode terakhir Tuhan ijinkan kita bersama sampai maut memisahkan."


Aku juga masih punya hati untuknya, tapi saat diajak bicara face to face begini entah kmana hati dan pikiranku pergi, seperti ga sinkron, aku malah hanya sekedar diam menatap Stan dalam. Aku mencari keyakinan di dalam mata Stan, aku takut karena seperti halnya Alva, Stan juga termasuk cowok yang diinginkan banyak kaum Hawa.


"Gab, kalau kamu masih ragu gapapa, kita jalanin aja biar sepanjang jalan itu aku yang bakal yakinin sampe kamu ga inget lagi sama keraguanmu. Mungkin kesannya buru buru banget, tapi aku ga mau liat kamu dideketin cowok lain kaya dokter Indra itu."


"Kamu bebas ketawain aku karena cemburu kaya ABG tapi memang itu yang aku rasain. Bahkan aku yakin kalau cewek lain liat calon mertuanya main gila kaya gitu pasti udah kabur ga mau kenal aku lagi karena bisa bikin malu keluarga besar. Tapi kamu malah yakin kalo papaku ga bersalah."


"Kalau aku cuma mau dapetin cewek cantik dan pintar, banyak Gab diluaran tapi dapet yang paket lengkap kaya kamu susah. Pokoknya aku ga mau basa basi lagi nanya karena aku ga butuh jawabanmu Gab, aku langsung tentuin aja bahwa mulai detik ini kamu milikku!"


Blushing.....hahahaha....... aku yang sekarang kaya ABG malu malu kucing denger pengakuan dan akuisisi Stanley terhadap kepemilikanku, disangkanya aku Pulau Natuna kali ahhh. Aku hanya tertawa tanpa jawaban toh emang dia ga butuh jawaban, ya udah lets start the movie and enjoy it.


"By the way ini kita ke Dagonya kemana ya? Kamu belum kasih tau aku lho dari tadi."


Aku menunjukkan alamat VITAMIN SEA ,Jalan Raya Golf Dago Nomor 1, Kawasan Dago Atas, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat. Stan memasukkan alamat itu di aplikasi Waze, agar mendapat informasi yang lebih akurat harus lewat mana agar ga macet, sebab aplikasi ini bisa memberi petunjuk kemacetan.


Aku menyalakan playlist music yang dimiliki Stan di mobilnya, yah aku pengen denger lagu favoriteku yang udh dicover dalam bahasa Inggris hehehehe.


"Aku tau kamu cari PPL yg English version kan? Udh ku save tu di nomer 67 kalo ga salah." aku membulatkan mataku ga percaya kalo Stan tau apa yang kucari. Penasaran aku cek yang dia bilang dan benar donk dia udh save lagu favoriteku hahahaha, makin melted ga sih.


"Aku inget kata Dicta waktu di Bali itu klo kamu suka banget lagunya Petrus Mahendra jadi aku siapin deh di playlist ku biar sewaktu waktu kita pergi kamu bisa dengerin di mobilku." jelasnya menjawab rasa penasaranku akan keberadaan lagu itu.


"Makasih ya Stan." kataku sambil memasang senyum termanis.


"Jangan manis manis sih nanti aku diabetes gimana?"


"Jangan atuh bahaya buat kelangsungan generasi Stanley junior." jawabku asal hahaha


"Hah gimana... gimana maksudnya Gab?" terlihat panik yang membuatku makin geli.


"Jadi kalau diusia produktif kamu amit-amit kena diabetes bisa mempengaruhi kemampuan alat vital kamu atau disebut disfungsi ereksi atau lebih dikenal dengan Impoten."


"Eh.... jangan jangan pas digoda Arizka ga bereaksi apakah karena itu Stan? Serius kamu udah cek belum?"


Aku lihat Stanley salah tingkah hahaha mungkin malu karena aku membahas hal yang sensitive untuk pria, tapi profesiku sebagai dokter yang membuatku merasa wajar saja menerangkan hal hal seperti ini.


"Hehehe...... kamu ga merasa aneh membahas bginian sama aku Gab?"


Aku menggelengkan kepala, "Anehnya dimana sih, aku sebagai dokter yang memang mempunyai pengetahuan seperti itu wajar kok menerangkan sama kamu supaya kamu paham apalagi denger cerita kamu yang digoda wanita cantik ga bereaksi jadi warning itu Stan buatku as a doctor tentunya."


"Impotensi memang dipengaruhi berbagai macam hal tidak hanya diabetes tapi bisa juga karena tekanan psikologis. Nah kondisi kamu waktu itu kmungkinan besar karena psikis tapi tetep harus diperiksakan secara proper Stan biar setidaknya tahu kondisi sesungguhnya." ujarku yang memang penasaran sama kondisi Stan yang ga bereaksi digoda Arizka.


Stanley menggaruk tengkuknya sambil senyum simpul, "Tadi pagi bereaksi kok Gab, setiap sama kamu bereaksi untung aku bisa tahan."


Hah........ aku langsung mendelik dan memukul lengannya sebal, dalam hati bersyukur karena ternyata masih normal hahaha. Bisa dipastikan wajahku merah udah mirip udang rebus.

__ADS_1


Aku kembali fokus ke playlist yang tadi mau kunyalakan tapi batal karena pembahasan masalah impotensi hahahaha.


**I once fell so in love with you


i fell so deep with all my heart


i thought no matter what I do


i will give anything for you


never thought you’d ever leave me


not even in my wildest dreams


I don’t know what to feel or do


now i wish i never met you


yeah now you’re gone


and honestly


your love for her is all I se


and every time it’s killing me


don’t ever come back to me again


trying to forget you the best i can


it hurts too much to say


you threw us away


nothing that could make you stay


don’t ever miss me anymore


you gave up on us when you closed that door


I wish you all the best


just please can you let me pretend.. to forget**


Aku bersenandung sambil memejamkan mata menikmati suara merdu Emma Heester.


Tiba tiba tangan kananku sudah dalam genggaman Stanley. Aku melirikkan mata kepadanya, tanda ingin bertanya ada apa?


Dia tersenyum sambil menggelengkan kepala dan mendaratkan tanganku di bibirnya, aku terkekeh menikmati kecupannya di punggung tanganku.


"Ehm... kamu kenapa suka banget sama lagu Pura Pura Lupa ini? Apa naksir sama penyanyinya?"


"Hahaha....... lagu ini menjadi motivasiku aja si dalam menghadapi tantangan percintaan di hidupku. Karena episode yang lalu ga terlalu menyenangkan, maka aku mau pura pura lupa sama apa yang aku rasain."


"Tapi seperti ajakanmu tadi Stan, aku udah pasang tulisan The End buat episode yang lama. Sekarang aku mau bikin judul baru dengan episode yang isinya happy semua, karena sekarang aku sadar kalau kebahagiaan kita bukan tergantung sama apa yang orang lain lakuin buat kita. Tapi bahagia itu pilihan dan tergantung sama persepsi kita dalam menghadapi tantangan hidup kita sendiri."


"Dulu saat kamu pergi aku berpikir kebahagiaanku lenyap dan saat Alva datang aku berpikir Tuhan kembaliin kebahagiaanku, dan saat ternyata aku harus lepasin Alva, aku bingung dan merasa kebahagiaan kayaknya emang bukan buatku. Dan tiba tiba kamu datang lagi, membuatku kembali berpikir apakah sekarang aku berhak bahagia lagi."


"Dari lagu itu aku belajar bahwa bahagia dan sedih itu ada di pikiran dan hati kita jadi bukan karena kehadiran seseorang atau kepergian seseorang, tapi bahagia atau sedih adalah hasil olah pikir dan rasa kita terhadap suatu kejadian dalam hidup kita."


"Awalnya aku pikir isi lagunya ya sederhana bahkan terkesan cheesy, seolah daripada sakit hati lebih baik lupain aja. Tapi saat ditelaah baik baik, mana bisa kan kita lupain begitu aja apa yang sudah terjadi dalam hidup kita, semua pasti kerekam di memori otak kecuali kita amnesia. Setelah menemukan makna yang lebih dalam, maka lagu itu kaya jadi candu aja buat aku Stan."


Aku lihat Stanley hanya diam fokus sama jalanan selama aku cerita dan kemudian menghela nafas panjang setelah kisahku berakhir, hehehe kaya berat banget gitu menelaah kisah hidupku yang lalu.


"Maaf ya Gab buat semua luka hati kamu." gumamnya dengan suara parau.


"Hei Stan, wake up, aku ga senelangsa itu kali ah, aku baik baik aja malah bersyukur dengan adanya berbagai peristiwa bikin aku makin tegar. Sekarang aku rasanya bisa melewati apapun dengan bahagia karena aku pilih untuk bahagia. Dan kamu kalau udah pilih sama aku berarti kamu harus bahagia juga ya Stan." kataku sembari mencium sekilas pipi kirinya yang langsung membuat wajah Stanley merona hehehehe.


"Thank you!" ucapnya singkat dan fokus kembali menyetir, akupun kembali memejamkan mata menikmati lagu lagu yang tersaji. Sesekali aku ikut bersenandung kalau lagunya aku suka.


"Eh.... kamu suka lagu Kahitna yang jni juga Gab?" tanyanya saat terputar lagu Kahitna "Tak Sebebas Merpati", aku mengangguk sambil terus bersenandung, Stanleypun ikut bersenandung, jadi duet kita heehehe.


*Kala kita lihat


Sepasang merpati


Terbang lepas bebas

__ADS_1


Tepat di hadapan


Lalu kau bertanya


Kapan kita bagai mereka


Terbang lepas bebas...


Lepas bebas ke ujung dunia


Dan ku bertanya


Maukah kau terima


Pinangan tanpa


Sisa cinta yang lain


Rona bahagia


Terpancar dari anggukan


Saat kupasangkan...


Pasang cincin di jemari


Terimakasih kau terima


Pertunangan indah ini


Bahagia meski mungkin


Tak sebebas merpati


Dan ku bertanya


Maukah kau terima


Pinangan tanpa


Sisa cinta yang lain


Rona bahagia


Terpancar dari anggukan


Saat kupasangkan...


Pasang cincin di jemari


Terimakasih kau terima


Pertunangan indah ini


Bahagia meski mungkin


Tak sebebas merpati


Saat kupasangkan...


Pasang cincin di jemari


Terimakasih kau terima


Pertunangan indah ini


Bahagia meski mungkin


Tak sebebas merpati


Bahagia meski mungkin


Tak sebebas merpati*


*Hidup itu pilihan, semua keputusan ada di tangan kita sendiri, apakah mau bahagia ataukah ingin kesedihan. Kita tak akan mengenal apa itu kebahagiaan jika kita tak pernah mengenal apa itu penderitaan. Kebahagiaan bukan tentang tidak adanya masalah, tetapi kebahagiaan adalah tentang bagaimana kita sanggup bersyukur saat menghadapi masalah itu sendiri. Kebahagiaan tidak perlu kita cari cari, tetapi cukup kita ciptakan sendiri.*


******To Be Continue******

__ADS_1


Halooo readers, mohon dukungannya buat Author ya. Likenya, sarannya, kritiknya karena semua masukan dan like dari kalian sangat berharga buat Author, sebagai penyemangat dalam menulis. Terima kasih🙏😘


__ADS_2