
Seketika aku merasa suasana sedikit mencekam, horror, aku bertanya kembali ke diriku siapkah mengetahui semuanya. Tapi aku ga bisa mundur lagi, aku ingin saat memulai hidup baru aku benar benar memulai dengan langkah baru. Aku ga mau Ada bayangan Masa lalu yang sewaktu waktu mungkin bisa mengganggu kehidupan kami.
Aku mensrik nafas dalam, menguatkan hatiku, "Aku janji pi, aku aku berusaha bijak menyikapi apapun kenyataannya nanti."
Papiku mengangguk, mengambil amplop coklat Dan memberikannya padaku, "Bacalah dan kamu akan mengerti."
Dengan tangan sedikit gemetar antara takut cemas Dan penasaran kubuka amplop itu, kubaca isinya tentang test DNA antara aku dan papi. Badanku mendadak dingin, kalau papi sampe test DNA berarti dia ga yakin aku anak kandungnya. Oke tenang aku harus baca sampai akhir biar ga salah paham.
Berdasarkan hasil analisa menunjukkan bahwa 6 alel loci marka STR terduga ayah (Sebastian Saputra) dengan alel paternal dari anak (Gabrielle) tidak cocok. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa probabilitas terduga ayah sebagai ayah biologist Dan anak adalah 0%.
Tanpa sadar aku sudah banjir air mata, dadaku sesak sekali menangis tanpa suara. Hiks..... hiks...... hiks...... sakit sungguh sakit. Aaarrrggghhhhh........ hiks hiks hiks.................. aaarrrggghhhhh ......... hiks hiks hiks..........
aku tersungkur di lantai, kutepis pelukan mamiku, kusingkirkan tangan papi yang mengelus kepalaku.
Dalam tangisku sungguh aku bingung kenapa bisa aku bukan anak ayahku, pantas nenek begitu membenciku. Jadi..... aku anak siapa, apa aku anak haram ibuku, atau aku anak adopsi, anak siapa aku ini, beribu Tanya siapa aku sebenarnya.
"Please Gaby sayang, kamu harus tenang dulu, jangan begini tolong, ada penjelasan atas semua ini. Stop jangan berpikir buruk terhadap dirimu sendiri. Dengerin papi please dengerin." dengan kuat papi menahan tubuhku yang sedari tadi meronta Tak mau dipeluk olehnya.
Papi memelukku sangat erat memijat punggungku agar nafasku lebih longgar, "Maafin papi yang secara tidak langsung membuat kamu terpisah dari orang tua kandungmu."
Aku menggeleng gelengkan kepalaku belum menerima sepenuhnya apa yang terjadi padaku saat ini. Tapi aku sudah cukup tenang tidak lagi meronta melawan papiku.
Giliran mamiku yang mengelus kepalaku, "Maafin Mami juga, kalau Mami tidak melawan nenek maka kamu Tak mungkin terpisah dari orang tuamu."
Hah..... kalau Mami bicara begitu berarti aku bukan anak haram hasil perselingkungan. Aku cukup lega karena kemungkinan buruk yang terpikir tadi ternyata salah, lalu siapa aku?
Aku berusaha meredakan tangisku, menenangkan diriku agar aku bisa fokus. Inhale.......exhale.......inhale.......exhale........ kulakukan berulang teknik pernafasan yoga itu. Rasa sesakku berangsur berubah lega, aku sudah dapt bernafas dengan baik.
"Kalau..... kalau aku bukan anak Mami papi terus aku anak siapa? Terus bayi yang Mami lahirkan dimana? Pantas saja nenek sangat membenciku karena aku bukan keluarga Saputra bahkan entah keluarga siapa."
"Husst ga boleh ngomong gitu, kamu tetap anak Sebastian Saputra sampe kapanpun. Orang tua kandungmupun Ada di dekatmu."
Mataku membelalak terkejut, kalau orang tua kandungku berada dekat denganku mengapa aku bisa Ada di keluarga Saputra. Hah......... ternyata rumit banget latar belakang hidupku ini.
"Kenapa mereka membuang aku? Apa dulu aku anak yang ga diharapkan?" tanyaku sendu sungguh perih rasanya hatiku.
Papi menggeleng, "Gab kamu bisa tetap bahagia kalau mau mengampuni kami, nenek dan mereka orang tua kandungmu. Seperti yang selama ini kamu lakukan, memaafkan orang yang jahat sama kamu."
Aku menangis kembali, bertanya pada diriku sendiri mungkinkah dapat memaafkan dengan mudah karena ini tentu masalah yang berbeda bukan sekadar percintaan anak muda. Ini masalah hidup Dan asal usulku, apakah mampu aku menepati janji untuk tidak membenci mereka semua.
"Papi mohon Gab, mungkin kami egois tapi kondisinya sangat rumit pada saat itu sehingga terjadilah pertukaran anak antara papi dan papa kamu."
__ADS_1
Hah...... aku semakin terkejut, apalagi ini pertukaran anak berarti Ada anak yang juga ga Tau kalau orang tuanya bukan orang tuanya kandung.
"Papi akan ceritakan semua detail tapi papi mohon dengan sangat jangan pergi dari kami biarkan keadaan tetap seperti sekarang ini, karena akan lebih Aman buatmu saat ini berada di keluarga Saputra." tegas papi antara memohon Dan memaksa.
Aku hanya diam, ga Tau mau respon bagaimana, karena aku ga bisa menjanjikan reaksiku saat smua kebenaran terbuka apakah akan tetap baik baik saja.
Papi menggenggam jemariku dengan erat seakan takut aku kabur, Dan dengan suara tegas Dan keras berkata, "Sebenarnya kamu adalah putri dari Andreas Leonardi Zein."
Brak......gubrak...... suara suara barang jatuh mengagetkan kami, papi Segera berlari keluar kamar mencari sumber suara itu.
"Stanley......!" jerit papi yang membuat aku Dan Mami terkejut bergegas menyusul keluar.
Kulihat Stanley terduduk di lantai dengan guci yang jatuh berserakan, matanya menatap tajam ke arah kami, degh........ Stanley pasti mendengar kalimat terakhir papi tadi. Stanley hanya diam berusaha berdiri Dan ingin pergi, aku langsung mendekatinya mencekal tangannya agar tidak pergi.
"Kamu dengar semua yang papi barusan ceritain? Please kamu harus tenang, Kita dengarkan semua dari awal, kalau papi bilang papa kamu adalah papaku itu pasti Ada alasannya." kataku dengan suara parau menahan tangis, saat seperti ini aku harus kuat agar dapat menenangkan Stanley yang emosinya kadang berlebihan.
Stanley memelukku erat, "Aku ga mau pisah sama kamu, Kita bukan sodara kandung kan yank. Kenapa baru sekarang papi ceritain semuanya? Aku sudah curiga ada rahasia antara keluarga kita saat Tak sengaja aku mendengar pembicaraan papi Dan papa. Itu makanya aku selalu mengikutimu supaya mereka ga pisahin Kita. Tapi..... apa yang barusan kudengar........... aaarrrgggghhhhh!" ujar Stanley panjang lebar Dan penuh emosi diakhiri dengan teriakan meluapkan rasa marah Dan beban hati yang ternyata sudah beberapa saat dia pendam.
"Stan papi mohon kamu tenang, ga da yang mau pisahin kamu sama Gaby. Justru kami bersyukur kalian bisa bersama agar keluarga kita tetap terjalin erat."
Mami mendekat dan menarik Stanley dalam pelukannya, yaa kalau kami ditukar berarti Stanley adalah anak kandung Mami. Aku melepaskan pelukan Stanley Dan memberi ruang pada Mami.
Secara naluri Stanley juga menerima pelukan Mami walau dia belum tahu keutuhan ceritanya, "Anak mami yang baik Dan ganteng, Mami mohon kamu bisa tenang ya mami janji akan clearkan semua ini, mami ga mungkin pisahin kalian berdua."
"Gab, sebaiknya kalian masuk kamar Dan tenangin pikiran. Kita bicarakan semua setelah papa mama kamu dateng ya."
-------------------
*Stanley POV*
Akhirnya meetingnya selesai juga, mending aku cari Gaby aja pikirku sambil beranjak kluar kamar. Samar Samar aku mendengar suara tangis dikamar Mami papi, rasa penasaran membuatku menghampiri kamar mereka.
"Kenapa mereka membuang aku? Apa dulu aku anak yang ga diharapkan?"
Hah...... itu Kan suara Gaby, maksudnya apa sih mereka membuang, siapa yang dibuang tanyaku dalam hati. Aduh suaranya ga jelas banget si mereka ngomong sambil berbisik sepertinya.
Aku berusaha menempelkan Dan menajamkan indera pendengaranku supaya dapat mengikuti apa yang mereka bicarakan.
Tiba tiba terdengar suara papi yang cukup keras, "Sebenarnya kamu adalah putri dari Andreas Leonardi Zein."
Hah........ seperti terkena petir aku tanpa sadar berjalan sambil mundur Dan Tak sengaja menubruk guci yang Ada di depan pintu kamar papi.
__ADS_1
Brak......gubrak...... suara guci yang Tak sengaja kutabrak pecah, sialan mereka jadi ahu kalau aku menguping pembicaraan mereka.
"Stanley......!" jerit papi yang membuatku kaget Dan Tak sempat bangun untuk melarikan diri.
Saking kagetnya aku terdiam terduduk di lantai dengan guci yang jatuh berserakan, aku menatap mereka sambil berpikir apa yang akan aku katakan karena ketahuan nguping. Aku memutuskan untuk beranjak pergi, tetapi sebelum itu terlaksana, Gaby lebih dulu mencekal tanganku.
"Kamu dengar semua yang papi barusan ceritain? Please kamu harus tenang, Kita dengarkan semua dari awal, kalau papi bilang papa kamu adalah papaku itu pasti Ada alasannya." kata Gaby dengan suara parau menahan tangis, berusaha menenangkanku.
Aku langsung memeluk Gaby erat, "Aku ga mau pisah sama kamu, Kita bukan sodara kandung kan yank. Kenapa baru sekarang papi ceritain semuanya? Aku sudah curiga ada rahasia antara keluarga kita saat Tak sengaja aku mendengar pembicaraan papi Dan papa. Itu makanya aku selalu mengikutimu supaya mereka ga pisahin Kita. Tapi..... apa yang barusan kudengar........... aaarrrgggghhhhh!" ujarku panjang lebar do tentu saja penuh emosi dan juga amarah yang sudah tertahan sekian lama.
"Stan papi mohon kamu tenang, ga da yang mau pisahin kamu sama Gaby. Justru kami bersyukur kalian bisa bersama agar keluarga kita tetap terjalin erat." kata papi berusaha menenangkanku
Mami mendekat dan menarikku dalam pelukannya, secara naluri aku menerima pelukan Mami merasakan kenyamanan.
"Anak mami yang baik Dan ganteng, Mami mohon kamu bisa tenang ya mami janji akan clearkan semua ini, mami ga mungkin pisahin kalian berdua." jelas Mami padaku
"Gab, sebaiknya kalian masuk kamar Dan tenangin pikiran. Kita bicarakan semua setelah papa mama kamu dateng ya." papi menyarankan Gaby mengajakku istirahat sambil menunggu mama papaku.
Gaby mengangguk menuruti kata papi Dan menggandengku masuk kamar kami. Aku menuruti ajakannya, sungguh aku bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Kami duduk saling berhadapan, tangan Gaby kugenggam erat, "Please jelasin Ada apa yank? Maaf aku ga sengaja nguping dan aku shock pas papi kamu bilang kalo kamu anak papaku. Ga mungkin Kan kalau kita saudara?"
Gaby yang tadinya tenang mulai menangis, "Aku..... juga ga Tau Stan, mereka bilang aku tertukar karena keadaan. Kalau tertukar artinya papi adalah ayah kandungmu Dan papa adalah ayah kandungku Kan?"
Aku berusaha mencerna informasi yang baru saja kudapat, mungkin egois tapi aku merasa tidak rugi jika itu yang terjadi toh aku Dan Gaby tetap akan bersama. Kalau dibilang Bucin yah.... aku akui memang aku bucin Sama Gaby.
"Yank, kalau benar Kita ketuker, ga terlalu berpengaruh juga Kan yank? Kamu tetap akan bersamaku Kan? Jadi kenapa kamu nangis?"
Kuhapus air mata Gaby, kupeluk tubuhnya yang bergetar karena tangis, "Tapi Stan tetap aja aku ga diharapkan, kamu tau Kan papa Dan papi udah berteman lama jadi ga seharusnya mereka biarkan kekeliruan ini?"
"Yank, kalau kamu ga diharapkan, gimana Sama aku? Posisi Kita Sama yank. Please apapun yang bakal mereka ungkapkan, Kita harus tetap Sama Sama oke? Berdua pasti lebih baik menjalaninya."
Kamipun berpelukan, dalam kondisi seburuk apapun rasanya masih bersyukur karena kami tertukar bukan bersaudara............
----------------------
Haisshhh readers gimana nih, ternyata mereka ketuker gimana ceritanya ya???
Please give me your like, I need it, seperti Gaby yang menghiba ke papinya, author juga Ni memohon dengan sangat dukung aku😁🙏🙏
Ternyata rahasianya ga sampai disitu ya readers, Ada rahasia penting kenapa mereka "ditukar" ......... mau tahu Kan???
__ADS_1
Yuk cuzz ikutin author di Bab berikutnya jangan lupa tinggalin jejak ya see u bye......😘