
Akhirnya hari yang kami nantipun tiba, walau hanya dihadiri keluarga inti saja, tetapi bahagianya tetap sama. Kami memanfaatkan teknologi untuk berkumpul bersama secara live streaming.
Tibalah saat kami berjanji setia untuk menerima satu sama lain.
***Dihadapan Imam dan para saksi, Saya, Stanley Leonardi Zein, mulai hari ini dan sepanjang hidup saya, menjadikan engkau Gabrielle Angela Saputra sebagai isteri saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam suka dan duka, dalam untung dan malang dan akan menjadi ayah yang baik bagi anak-anak yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Demikian janji saya demi Allah dan Injil suci ini.
Dihadapan Imam dan para saksi, Saya, Gabrielle Angela Saputra, mulai hari ini dan sepanjang hidup saya, menjadikan engkau Stanley Leonardi Zein sebagai suami saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam suka dan duka, dalam untung dan malang dan akan menjadi ayah yang baik bagi anak-anak yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Demikian janji saya demi Allah dan Injil suci ini***.
Aku tak dapat menahan keharuan karena pada akhirnya mimpiku menjadi kenyataan terlebih melihat kedua orang tua yang sangat kucintai merasakan kelegaan karena kami anak yang sengaja ditukar ini akhirnya berhasil mempersatukan kedua keluarga.
"Makasih ya yank, udah percaya dan mau kembali padaku." ucap Stanley seraya menciumi keningku, ciuman pertamanya sebagai suamiku.
Rasanya aku tak dapat berhenti tersenyum karena memang hari ini seperti my dream come true.
"Hai senyum terus kering ntar Gigi lu say." sapa Dicta sambil meledekku.
Kami langsung berpelukan, "Selamat ya udah jadi nyonya muda Zein. Tunggu gue ya bentar lagi bakal menyandang gelar yang sama hahaha."
Kami tertawa cekikikan sampai diingatkan Mami untuk menyapa saudara saudara yang melihat live streaming nya.
Kamipun menghadapi ke kamera, Stanley menyapa seluruh keluarga baik Saputra maupun Zein, mengucap syukur dan terima kasih atas doa doa mereka sekaligus meminta maaf karena satu dan lain hal maka acaranya bisa dibilang mendadak.
Setelah pemberkatan, kami semua berkumpul di apartement ku untuk makan siang sekaligus membicarakan pernikahan Dicta Dan Sammy.
Aku dan Stanley pamit ke kamar kami dulu untuk berganti baju yang diiringi ejekan cie .... cie.... dari mami D.
"Udah ga tahan kamu Gab, ampun ya anak jaman sekarang masih ada Mami papi lho ini udah ditinggal ngamar aja." ledeknya padaku.
"Ish Mami D atulah kaya ga pernah muda aja, udah halal mi pengen yang enak enak." ledekku balik sambil meleletkan lidah.
Plak..... hah ternyata sepatu heel Mami D melayang ke arahku tapi yang kena malah Stanley. Wakakakaka aku langsung tertawa terbahak bahak, sedangkan Stanley sangat bingung apa salah dia sampe dilempar sepatu.
Wajah Mami D langsung merah merona, "Eh aduh maaf ya Stan, Mami ga sengaja kenain kamu. Mana yang sakit sini Mami usapin."
Stanley menunjuk punggungnya yang kena heel dari spatu Mami D, ga sakit banget tapi lumayan rasanya. Mami D mengusap usap punggung anak mantunya ini dengan rasa sayang, seperti sengaja mau membalas ledekanku.
__ADS_1
Aku langsung bereaksi tak terima, kuseret tangannya supaya jauh dari Mami D, "Mami ih malah ambil kesempatan mentang mentang bening, ga boleh mi tuh liat papi D udah sesek nafas nahan nafsu ke Mami."
"Hah... nafsu apaan Gab?" mami Da ga mengerti candaanku.
"Iya nahan nafsu, nafsu marah cemburu karena istrinya megang megang brondong." jawabku sambil lari menyeret Stanley ke kamar atas.
Kudengar Mami D teriak teriak kesal padaku sedangkan mama papa hanya geleng geleng melihat kelakuan besan dan anaknya. Itulah salah satu alasan aku ga memilih menyandang nama Zein sebab kehangatan dan canda tawa seperti ini yang keluarga Zein ga punya. Memang ga semua tapi lebih banyak yang merasa jadi rival ketimbang saudaraan.
Sesampainya di kamar, aku langsung mendudukan diri di sofa mengatur nafasku yang memburu akibat berlari di Tangga.
Stanley berganti baju di depanku tanpa canggung, woah .... ternyata dilihat utuh begini tanpa busana tubuhnya indah banget. Kayaknya pas pembagian tubuh dan wajah dia antrian paling pertama jadi dapet yang high quality semua ckckckck............
Tanpa sadar mataku tak berkedip menatap dirinya. Sampai kedua tangannya menangkup pipiku dan mencuri ciuman singkat di bibirku, baru aku sadar ternyata Aku tadi terpesona hahaha..........
"Aku emang ganteng yank tapi jangan ampe mlongo juga ah liatinnya." candanya yang membuatku merona tersipu malu.
"Sini aku lepasin baju kamu, kebayanya lumayan ribet juga bukanya." kata Stanley seraya menarik tanganku membawa ke depan cermin. Satu persatu kancing kebayaku dibukanya, perlahan semua yang kukenakan sudah teronggok dilantai, aku menatap diriku yang polos di cermin. Seketika tersadar aku langsung lari ke kamar mandi diiringi suara tawa Stanley. Dia tertawa sangat puas melihat kelakuanku yang salah tingkah padahal kami sudah sah suami istri.
"Yank buka, aku juga mau mandi kita udah sah suami istri lho yank jadi kenapa malu?" akhirnya kubuka pintu dan berakhirlah kami berdua berendam di bath up merilekskan tubuh tanpa melakukan yang lebih.
----------------------------
"Nanti langsung proses cucu mama ya Gab." bisik mama dengan nada intimidatif membuatku geli sendiri menahan senyum.
"Siap ma, sesuatu yang enak kenapa Gaby harus tunda hihihihi." kataku balas berbisik. Mamaku terkekeh pelan, ya Tuhan aku takjub karena selama ini aku selalu melihat mama jarang sekali mengekspresikan perasaannya dengan lepas sampe aku merasa akan sulit melebur dengan mama kandungku sendiri.
"Jeng bisik bisik apa si, kayaknya seru banget kok kita ga diajak?" kata mamiku dengan nada jealous, yang entah dari mana sudah Ada didepan kami.
"Owh gapapa kok jeng cuma ngingetin supaya melayani Stanley dengan baik dan langsung proses cucu aja." kata mama dengan polosnya.
Mata mamiku langsung berbinar senang mendengar kata cucu, "Inget janjimu ya Gab kasih kita cucu lebih dari satu biar ga rebutan ya."
Kucium pipi Mami dan mamaku dengan gemas, "Siap grak deh pokoknya kalau urusan itu!"
__ADS_1
Kamipun kemudian makan dengan tenang dilanjut dengan obrolan tentang pernikahan Sammy dan Dicta, sedangkan aku dan Stanley diminta istirahat aja di kamar.
------------------------------
*Stanley POV*
Hari ini rasanya kaya mukjizat, akhirnya my dream come true. Walau Tak Ada resepsi mewah bak raja dan ratu sehari tapi justru kesederhanaan dari acara pernikahan ini menimbulkan nuansa yang kental kesakralannya.
Setelah acara makan sederhana tadi, aku dan Gaby disuruh istirahat di kamar sedangkan para tetua membicarakan persiapan pernikahan Dicta dan Sammy.
Dan disinilah sekarang aku dan Gaby berada, ya diatas ranjang besar kami. Gaby terlihat ngantuk sekali, dia memposisikan tidur dengan memelukku dan meletakkan kepala di dada kalau orang jawa bilang ngusel ngusel hehehe.
Posisi tidur ngusel gini bikin aku harus menahan sesuatu yang sudah meronta ronta ingin kepuasan, ya hasratku meninggi sejak mandi bersama tadi. Tapi harus kutahan melihat istriku kini tampak sangat lelap dalam tidurnya, sepertinya kelelahan. Lagipula masih ada orang tua kami dibawah, rasanya kurang nyaman hehehe.......
Kututup mataku berusaha ikut tertidur tapi hasrat ini benar benar mengganggu, ehm making out aja deh. Kurubah posisi tidur Gaby, kumulai ritualnya juberi sentuhan Dr kepala hingga kaki.
Gaby mulai merespon, membuka matanya dan tersenyum memberi isyarat untuk meneruskan apapun yang sedang kumulai. Aku menciuminya dengan semangat, melakukan apapun yang kumau hingga hasratku terpenuhi.
Deru nafas yang memburu ngos ngosan menandakan akhir aktivitas kami, segera kuelus elus punggungnya agar dapat bernafas dengan lega. Hehehe aku menahan tawa melihat istriku ini masih kewalahan kalau meladeniku.
Akhirnya kamipun tertidur dengan rasa puas entah berapa lama sampai bunyi ponsel Gaby membangunkanku.
Aku menggerutu karena ponsel Gaby Tak kunjung diam, akhirnya kuangkat, sebelum kusapa Halo, si penelepon sudah nyerocos.
"Siapa kamu?" bentakku mulai marah.
Tut........ tut........... tut ...........
--------------------------
Wuiihh sapa ya yang telpon terus kenapa Stanley bentak bentak ya, ngomong apa kira kira yang telpon. Duh gemes deh penasaran jadinya............
Author mau ngaku nih agak kesulitan cerita adegan memuaskan hasrat Stanley tapi ga boleh vulgar dan pake bahasa yang sopan. Jadi yaa begitulah hasilnya, buat yang merasa aneh atau ga memuaskan sama sekali maafkan daku ya.........
Seperti biasa readers tak kenal lelah apalagi malu, author mau ingetin tolong tinggalin jejak ya, like vote and comments. Thank You😘🙏
__ADS_1