
Keesokan paginya kami bangun kesiangan.
Drt...... drt...... drt.......
"Halooo..... hoaamm.... hoaamm....."
Kuangkat ponselku dengan kantuk yang masih menguasai.
"Ya Tuhan Gaby....... udah jam brapa ini dek?" teriak suara disebrang sana yang ga lain adalah mamiku. Aku langsung berjingkat melihat jam di diding ternyata sudah menunjukkan pk 09:00, yup terlambat 2 jam untuk sarapan bersama keluarga besarku.
"Dek, cepetan ke villa utama sudah ditunggu inih, bangunin Dicta juga. Ga usah mandi cuci muka gosok gigi ajah. Ga malu ama Brandon yang manten baru aja bisa bangun gasik dek!" omel mamiku dengan nada do tinggi yang tentunya sangat memekakkan telinga.
Aku segera membangunkan Dicta, Sammy dan juga Stanley. Kami semua bergegas cuci muka dan gosok gigi tanpa mandi. Kami sepakat main air di pantai sekalian nanti baru akan mandi. Brandon memang menyewa villa ini sampai 3 hari kedepan. Sambil berlari ke villa utama, otakku mempersiapkan jawaban apabila keberadaan 2 lelaki ini dipertanyakan oleh orang tua kami. Oh Tuhan semoga tidak terjadi gempa bungi akibat omelan mami, doaku dalam hati.
"Halo mi, pi, om, tante." sapaku dan Dicta dengan sumringah mencium pipi kanan kiri orang tua kami.
"Halo om, tante, selamat pagi maaf kami terlambat bangun." sapa Sammy dan Stanley seraya bersalaman dengan orang tua kami.
"Kalian makan dulu sana, kami udah selesai sarapan. Abis kalian sarapan, kita ke pantai bareng-bareng ya." Brandon yang terkejut akan kehadiran 2 sahabatnya segera berusaha mengalihkan perhatian agar para ortu tidak bertanya.
Kami ber4 bergegas menuju meja makan. Aku berdoa dalam hati semiga mami ga mempertanyakan keberadaan Alva, karena mami belum tahu permasalahanku dengan Alva, dan sebaliknya mami pasti heran melihat Stanley karena beliau tahu kisah Stanley.
Tring.....
Mami G : 👿 cepet abisin makan kamu dan temui mami, Dicta juga. kami tunggu di kamar Brandon.
Rupanya Tuhan sedang mengujiku, doaku tak terkabul, kalo mami udah pake emo devil aku hanya berdoa semoga ilmu beladirinya ga dicobakan padaku. hiks hiks hiks
"Kalau mami marah, nanti biar aku yang jelasin ya. Ingat janjiku, biar aku yang berusaha, kamu cukup rasakan biar cintamu yang menuntunmu kepelukanku." bisik Stan ditelingaku dan aku hanya mengangguk sambil mencari kesungguhan dimatanya.
Tring......
Mami D : 👿 ga usah lama lama makannya, cepet temuin mama di kamar Brandon. Itu Gaby apa-apaan si bisik-bisik sama suami orang??? Kalian dua jangan bikin malu mama ya👊👊
Giliran HP Dicta yang WA masuk, Dicta langsung menyerahkan ponselnya padaku. Lalu kamipun bergegas pergi ke kamar Brandon, sambil memberi kode agar Brandon menemani Sam dan Stan.
Di dalam kamar, kami disambut dengan tatapan membunuh kedua ibu kami.
"Mi, please dengerin dan jangan menyela dulu ya." rayu Dicta sambil memegang tangan maminya. Akupun meniru Dicta memegang tangan mami, tapi mami hempaskan tanganku, ya Lord sakitnya hati hamba.
__ADS_1
"Mami kok gitu si sama anaknya. Semua tu ada penjelasannya mi, aku sama Dicta Sammy dan Stanley ga macem-macem Mi." kataku dengan suara kusetel menghiba nuansa sendu.
"Kalau yang mami liat itu Alva, mami masih berpikir jernih, lah ini Stanley lho Gab, suami orang. Waras ga si kamu?" sentak Mamiku sambil nyentil dahiku. Ish sakit ya Tuhan, KDRT inih bisa ga ya aku lapor ke KPAI, runtukku dalam hati seraya mengusap dahiku sendiri.
"Mi, aku dah ga sama Alva, udah hampir sebulan. Dan Stanley ternyata Arizka mengajukan pembatalan nikah sminggu setelah mereka menikah." jawabku jujur
"What??......" teriak Mami mami kompak. Untung mami Brandon ga ikut nimbrung dalam penghakiman ini, kalau beliau sampe hadir maka nasibku dan Dicta akan lebih runyam.
tok.... tok.... tok....
Hah baru aja aku bayangin mami Brandon, tetiba ada pintu diketok, dag dig dug langsung hatiku menantikan sosok yang ada didepan pintu.
Ceklek.......
Aku dan Dicta sampe terlonjak (hihihi lebay) benar dugaanku, mami Brandon akan turut dalam penghakiman inih. Lord please help me, mohonku bersungguh-sungguh.
"Please mami B (panggilanku dan Dicta pada mami Brandon), jangan langsung marah, dengerin dulu. Kalau mami B tetep ga percaya boleh cek cctv si villa pendamping ya, please!" mohonku.
Tak diduga tak disangka, mami B malah ketawa ngakak, aku dan dicta celingukan sendiri, emang ada yang lucu gitu, apa yang lucu si kok malah ketawa.
"Mbak B, kenapa ketawa? Aku lagi kesel banget lho ini sama Gaby dan Dicta, biasa mbak B hajar mereka lebih galak kok malah ketawa sih?" seru mam D kesal.
Oh Shit........ aku memandang diriku sendiri, betapa kacau penampilanku, Dictapun sangat kesal menyadari kondisinya, sedangkan para mami ketawa riang gembira. Aku dan Dicta langsung manyun memamerkan bibir seksi kami.
"Gab, bener kamu sama Alva udah bubar?" tanya mami B to the point yang kubalas dengan anggukan saja, sebab aku masih marah diketawain.
"3Tahun lho Gab, ga sayang bubar gitu?" sahut mami D
"Alva tu goyah mi, Dicta sama Gaby mergokin dia sama cewek lain. Udah jangan bahas si Alva lagi kasian Gaby mi!" tegas Dicta dan trio Mami langsung melotot mendengar alasan putusku.
Aku hanya dapat menghela nafas karena ternyata Pura Pura Lupa ga menolongku untuk pura pura ga sakit hati hahahaha.
"Maafin kami ya Gab, kamu pasti sedih banget harus ngalamin semua setelah 3tahun." ucap mamiku sembari memelukku.
"Bukan sedih lagi Mami, dia nangis sminggu berturutan sambil nangkring di balkon apartemen, aku yang was was terus, takut Gaby terjun Mi. Somplak banget dah emang si Alva tuh. Kalau ga inget profesiku, udah tsk pites dia." cerita Dicta meluapkan emosi tapi tetep dengan lawaknya.
"Haiss ni mulut kamu emang minta dicabein ya Dict, dokter kok kosa katanya gitu!" sembur mami D sembari nggetok kepala Dicta. Wakakaka aku tertawa melihat ekspresi Dicta yang lucu banget kalau lagi kesel.
"Terus kenapa Stanley ada sama kalian? Suami orang ituh Gab, patah hati tapi jangan hilang harga diri kamu Gab!" tegas mami B sambil nyubit lenganku gemes.
__ADS_1
"Ya Tuhan Allahku, sakit mami B, pedes banget ituh mulut ya abis makan cabe brapa kilo Mam." balasku sambil meringis mengusap lenganku yang dicubit.
"Mami B ga update brita di kalangan sosialita ish, kan Arizka mengajukan pembatalan pernikahan setelah mereka nikah 1 minggu Mi. Brati bukan laki orang dia, kata Stan juga dia masih orisinil mi." kata Dicta sambil menyindir, karena emang mami B suka tergabung di arisan sosialita aecara beliau mantan model.
Mata mami B melotot dan spontan menjewer Dicta, karena kesal dikatain ga update haha.
"Mami B ish bar-bar banget kelakuannya ah, kasian itu pacar dokter Sammy ntar telinganya panjang satulah." ledekku ke Dicta sembari membocorkan alasan keberadaan Sammy karena pasti setelah ini pertanyaan 3mami akan mengarah ke Sammy.
"Hah........ yeayyy yihaaaa!" teriak 3 mami sambil berangkulan saking senengnya Dicta ternyata sudah laku, karena dari remaja emang Dicta terlihat tidak ada ketertarikan dalam hal asmara. Hal itu kadang membuat para mami was-was takut orientasi Dicta melenceng hihihihi.
"Eits, mau kemana kalian?" teriak mami B pake nada tinggi sambil menarik kaosku dan Dicta, karena kami mengendap-endap hendak melarikan diri.
Aku langsung cengengesan, "Kirain udah selesai Mi interogasinya."
Kami berdua kembali ke penghakiman dunia 3 Mami, entah apalagi yang pengen mwreka tahu ya ampun.
"Pertanyaan utamanya nih, kenapa mereka 2 bisa ada di villa kalian?" ujar mamiku
"Jadi ceritanya kan kita ngobrol-ngobrol keasyikan Mi secara Dicta bru kali ini punya cowok kan, nah ternyata ngobrol masalah asmara tu bikin lupa waktu lho mi, pas liat jam udah subuh jadi ya menurut Gaby daripada mereka ntar nyetir sambil ngantuk kan bahaya, jadilah mereka tidur di sofa mi." terang Dicta panjang lebar tidak membocorkan kalau sebebernya aku yang suruh para cowok nginep hehehehe.
tok..... tok..... tok..... ceklek
"Miii, kita udah siap semua nih mau ke pantai. Mami pada mau ikut ga?" kehadiran Brandon sungguh seperti oase di padang gurun hahaha. Dengan manis Brandon langsung manggandeng para mami sambil mengerling genit ke arahku dan Dicta.
Kamipun beramai ramai ke pantai, tak lupa Dicta menyambar gitar yang ada di villa untuk dibawa ke pantai. Kami berdua merasa ringan karena beban hati sudah terangkat, yah begitulah kedekatan keluarga kami. Kami selalu diajarkan untuk mengutamakan komunikasi dalam kondisi terburuk sekalipun, apabila dapat berkomunikasi dengan baik maka kami dapat saling membantu masalah masing-masing.
******To Be Continue******
Mami G : mama dari Gaby
Mami D : mama dari Dicta
Mami B : mama dari Brandon
Halooo readers,
Terima kasih untuk atensinya atas karya saya
ini. Mohon berkenan untuk memberikan komentar baik kritik, saran atau pujian agar saya dapat lebih baik lagi dalam menghasilkan tulisan.
__ADS_1
Salam Hormat dan Terima Kasih 🙏🙏😘