Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 82


__ADS_3

*Ruangan Sammy*


"Gaby kenapa Dict?" tanya Sammy pada Dicta karena aku masuk ke ruangan Sammy langsung menangis.


"Sam, tadi kita liat Stanley sama perempuan hamil, kita papasan pas aku keluar ruangan dokter Bowo dan dia ama perempuan itu lagi antri dipanggil." terang Dicta.


Aku membuka ponselku dan memperlihatkan pada Sammy foto yang kemarin dikirim No Name. Tadi aku melihat dengan jelas wajah perempuan cantik itu.


Dicta menceritakan pada Sammy semua yang aku risaukan dari semalam dan pertengkaranku pagi tadi dengannya. Ternyata hari ini justru aku dan Stanley benar benar bertemu di depan ruang dokter Bowo. Terlihat suamiku dengan rela mendorong kursi roda perempuan hamil itu. Dicta yang paham situasiku langsung menyeretku pergi dari sana.


Sammy mencermati cerita Dicta dan sesekali mengkonfirmasi padaku takut dia salah tangkep.


"Jadi kamu berpikir kalau dia selingkuh?" tanya Sam.


Aku menggelengkan kepala karena memang dalam hati kecilku sangat yakin dia ga selingkuh, tapi foto dan kejadian ketemu orangnya langsung membuatku bimbang.


"Aku ga yakin dia selingkuh tapi kejadian tadi bikin bingung Sam, kenapa dia anterin perempuan lain ke dokter kandungan? Terus dari tadi pagi ga da cerita apapun seolah olah ga da apa apa." kataku yang memang sungguh bingung akan situasi ini.


"Kamu udah bilang kalau dapet foto ini belum atau konfirmasi langsung kenapa dia pulang tengah malem kemarin?"


Aku kembali menggeleng karena memang tadi pagi kewarasanku benar benar dibawah standard sehingga amarah yang menguasai.


Sammy tertawa sembari mengelus kepalaku, "Ternyata kamu yang selalu bijaksana saat hamil muda bisa kacau juga emosinya ya, sampai sampai ga bisa tanya baik baik sama suami sendiri?"


"Kita kenal Stanley sudah Kaya kenal diri kita sendiri kan Gab, jadi harusnya kamu paham kalau dia ga cerita berarti ada dua hal antara itu masalah ga penting atau justru masalah penting banget yang bakal mempengaruhi hubungan kalian kalau dia belum bisa selesaikan, maka dia pilih ga cerita."

__ADS_1


"Nah kamu yang biasanya selalu mencari fakta sebelum menilai sesuatu kali ini zonk banget Gab benar benar perubahan hormon bikin kamu bertingkah diluar dugaan!" ujar Sam sambil tersenyum menenangkan.


"Jadi aku salah paham Sam?"


"Yes, you're right, this is just a misunderstanding. Kebenarannya adalah....."


Ceklek....... Brak......


Terlihat Stanley didepan pintu dengan muka pucat dan nafas ngos ngosan. Kami bertiga bengong plus kaget melihat kehadirannya yang tanpa permisi.


Dalam keterkejutanku, Stanley langsung masuk dan memelukku. Aku yang tadinya sudah diam kembali terisak isak, lama lama kesal juga dengan diriku sendiri yang sedikit sedikit nangis begini.


"Aku ga da apa apa sama perempuan itu yank, jangan marah lagi. Kalau ga percaya kamu bisa tanya Sammy dan Alex."


"Hah.... Sammy dan Alex tahu? Tapi kenapa kamu ga kasih tahu aku Hon? Kamu tau ga, ada yang kirim foto kamu sama perempuan tadi sedang berangkulan masuk IGD. Aku semalem coba hubungin kamu tapi malah kamu ngakunya meeting. Gimana aku ga marah kalau dibohongin?"


"Iyaa maafin aku yank, semalem aku lagi panik jadi asal cari alesan buat jawab kamu yank." ucapnya dengan penyesalan.


Lalu Stanley menceritakan seluruh rangkaian kejadian yang membuatnya terdampar di Zein Hospital malam malam. Setelah selesai meeting dari kantor, dia mengendarai Mobil dengan kecepatan sedang saja, sampai di depan sebuah minimarket ada motor yang tiba tiba muncul dari sisi kanan kemudian langsung ambil arah akan belok kiri membuat dirinya mengerem mendadak dan motor tersebut terguling.


Korban yang terguling adalah seorang lelaki tua seumuran dengan papa dan wanita yang tadi kulihat. Lelaki tersebut ayah dari si wanita, dan foto yang dikirimkan padaku adalah saat Stanley membantu wanita tersebut masuk IGD.


Lelaki tua tersebut menyalahkan Stanley dan memintanya bertanggung jawab pada anak ceweknya itu. Dari situ Stanley merasa aneh karena mana ada korban kecelakaan biasa ga dalam sakratul maut masa minta seorang lelaki bertanggung jawab sama hidup anaknya yang lagi hamil.


Insting Stanley mengatakan sepertinya ada yang setting kejadian ini, sebab CCTV Mobil merekam bahwa motor tersebut mengikuti mobilnya dari keluar parkiran kantor. Untuk menyelidiki hal itu, Stanley meminta jasa dari perusahaan Alex yang memang bergerak di bidang jasa penyidikan dan penyewaan bodyguard.

__ADS_1


Nah siang ini dia bertugas mengecoh penguntit yang ditugaskan memperhatikan gerak geriknya agar Alex dapat leluasa memasang alat CCTV dan penyadap. Karena kebetulan si cewek harus cek kandungan maka dia mengantarnya ke poli ObGyn.


"Jadi dengan adanya kiriman foto itu, maka makin kuat dugaanku kakau mereka ini pura pura jadi korban tabrakan mobilku. Skenario mereka sempat mengena buktinya kamu uring uringan yank." katanya meledekku.


"Hon, mana ada si perempuan yang ga sedih liat foto kaya gitu trus juga telponan pake Ada kata bertanggung jawab segala. Lagian aku jadi emosian Hon karena perubahan hormonku nih." kataku jujur.


Dicta memeluk Stanley, "Congrats ya bro, semoga sehat sampai lahir mommy dan babynya!"


Stanley terdiam sejenak mencerna informasi dari Dicta, "Hah..... ja... jadi.... kamu kaya gini karena hamil?


Aku mengangguk sambil mendekap erat tubuh Stanley yang kurindukan. Kecupan dan lumatan lembut bibirnya begitu menenangkan jiwaku yang sempat porak poranda layaknya kena gempa.


"I love you Stan, I'm sorry for our misunderstanding. I believe in you!" bisikku ditelinganya.


"Janji yank, setiap apapun tolong tanyakan padaku, aku juga ga akan ulangin lagi sembunyiin sesuatu dari kamu." balasnya sembari kembali ******* bibirku lembut.


Sejenak kami lupa diri, saling mendekap, mengelus dan ******* melepaskan rindunseolah olah setahun lamanya kami tak bertemu. Tampaknya aktifitas kami akan berlanjut lebih panas apabila tidak diberi peringatan keras oleh sang pemilik ruangan.


"Stoopppp!!! Mau mesum tau tempat woi ruangan gue inih!!!" aku dan Stanley menyudahi aktifitas kami dan tertawa melihat Sammy yang kesal.


"Stan, sekarang gimana, langkap apa yang harus kita ambil menurut Alex?"


"Strategi Alex adalah mengikuti permainan mereka, terkadang kita harus ikut terjun langsung dalam permaian agar cepat memahami trik permainan tersebut. Dan yah aku setuju, maka yank mulai sekarang komunikasikan semua keganjilan yang kamu alami. Perasaanku mengatakan dia mengincar Gaby dengan melemahkanku!"


Lagi lagi aku hanya dapat berpasrah, menurut perkataan Stanley sebab benar benar tak tahu apa yang sebenarnya orang itu inginkan dariku.

__ADS_1


"Untuk ke depannya, please jangan cemburu pada cewek tadi karena bisa jadi kamu akan mendapat kiriman kiriman foto lagi, karena aku akan sering terlihat bersamanya."


Aku kembali mengangguk patuh tapi kali ini aku pasti ga akan sedih atau cemburu sebab sudah tahu semua rencana suamiku. Aku berjanji akan mengendalikan moodku agar masalah seperti ini, kesalahpahaman seperti ini tidak terulang kembali di kemudian hari.


__ADS_2