Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 35


__ADS_3

Setelah rangkaian jaga malem aku ambil jatah offku satu hari, aku berencana menemui Stanley.


Tring........


Stanley : Yank aku di lobby ya


Gaby : oke, aku juga udah otw lobby nih.


Aku memang memutuskan ikut tinggal di apartement Dicta karena lebih mudah mengawasi Nadine dan Alva. Pertemuan sesi pertama dengan Retna sudah dilakukan, Alva masih sulit diajak bicara, dia cuma mau bicara denganku saja. Bahkan pada Alex dan Dicta juga dia lebih banyak diam apalagi pada Nadine, diam seribu bahasa.


Sebenarnya hari inipun Alva memintaku menemuinya tapi aku menolak dan mengatakan padanya bahwa aku ada janji dengan Stanley.


"Sorry Alv, aku ada janji sama Stanley, kalau aku bisa selesaikan sebelum makan malam mungkin nanti aku bisa main ke tempat kamu. Janji ya hari ini kamu ga bikin semua khawatir. Oke?"


Aku sengaja mengatakan dan memperlihatkan dengan pelan pelan posisi Stanley di hidupku sekarang, tentu saja supaya Alv pelan pelan juga bisa menerima kenyataan.


"Iya Gab, aku paham cuma akunga nyaman sama orang disekitarku. Aku hancur karena orang disekitarku, aku jadi takut karena yang bisa kupercaya ternyata cuma kamu."


Aku tidak mau berlarut larut karena percuma bicara panjang lebar ujungnya cuma satu dia mau aku, segera aku akhiri percakapan kami.


______________________


Hari ini aku pengen banget makan Sushi Tei, udah lama banget rasanya ga makan sushi. Stanleypun menyetujui keinginanku, dia bilang hari ini pengen manja manja denganku hehehe.


Dia menggandeng tanganku menuju mobilnya tentu saja setelah kami menggunakan handsanitizer hehehe. Stan manis banget si sikapnya karena di dalem mobil dia juga pasangin seatbeltku. Dan tak lupa menyalakan playlist musiknya sebelum menjalankan mobilnya. Hahahaha cewek mana yang ga melted digituin.

__ADS_1


Dimobil aku mengambil waktu merenung sejenak untuk mengenali perasaanku sendiri, jujur aku ga mau menyia siakan waktuku lagi apabila aku memang ternyata tidak punya cinta yang besar untuknya.


"Kita ngobrol dirumah aja ya Gab, nanti smua makanan yang kamu mau kita Grabfood-in aja. Menjaga lebih baikkan? kita patuhi hastag #DirumahAja hehehe."


"Oke setuju!" kataku sambil mengacungkan jempol.


"Ehm.... mama papa kamu ada dirumah? Mereka gimana?" tanyaku karena teringat permasalahan mereka yang mungkin belum selesai.


"Dokter ga perlu cemas, orang tua saya nanti kita terapin peraturan social distance ya jadi mereka harus jaga jarak sama kita minimal 1m ga bakal ganggu kencan kita dok." jawabnya sambil ketawa menggodaku.


"Ish kamu tuh ya, ntar orangtuanya langsung ambil sapu usir cantik calon mantunya gimana?" balasku pura pura manyun.


"Wakakakaka, jadi udah siap nih status calon mantu? Udah ga banyak mikir tentang cowok lain lagi?" godanya yang makin membuatku malu karena tanpa sengaja seperti memancing status diresmikan hehehe.


Aku menutup wajahku yang pasti sudah mirip udang rebus. Duh keceplosan si boleh tapi kaya nuntut status gitu gimana sih aaahhhhhh maluuuu aku maluuuu.


"Ga perlu malu, usia kita toh sudah dewasa. Aku juga dari awal amat sangat serius untuk menjadikan kamu pendamping hidupku. Justru aku yang harap harap cemas menanti kepastian apakah perasaanmu padaku sudah kembali dengan utuh atau kah masih ada serpihan kisahmu yang belum usai dan membuatmu belum bisa menetapkan hati."


Aku cukup terkejut dan ga nyangka bakal dapet moment spesial kaya gini secepat itu dan dari orang yang justru pernah menorehkan luka dalam hatiku. Benar benar luar biasa kuasa Illahi dalam hidupku.


"Kok ada bau bau nyindir gitu si Stan, pake bilang serpihan kisah belum usai. Ish puitis tapi nyindir ya kamu."


"Denger ya bapak Stanley, aku tuh membantu Alva lebih pada rasa kemanusiaan dan sayang seorang teman bukan lagi bau bau kisah asmara apalagi karena kisah yang belum usai!" tegasku sambil menguyel pipinya gemes.


"Nah ini, aku sebenernya takut kalau justru Alva susah move on lho dari kamu. Apalagi dia udah menyandang status pacar kamu 3tahun. Apa gak malah lebih kasihan Gab kalau dalam keterpurukannya dia selalu bersandar padamu dan saat dia lepas dari keterpurukan lalu kamu bakal menjauh lagi."

__ADS_1


Hal itu memang sudah menjadi pemikiranku sejak awal, maka aku menyerahkan Alva dibawah pendampingan Dicta dan Retna, meminimalisir interaksiku secara intensif sama dia. Apalagi saat ini Nadine hamil anak Alva, yah setidaknya begitu pengakuannya, maka selain untuk keamanan tapi juga agar sedikit demi sedikit Alva mau melihat keberadaan Nadine.


Seperti saat aku ditinggalkan Stan, kemudian Alva hadir sedikit demi sedikit perhatianku beralih padanya, maka cara ini aku gunakan untuk Alva dan Nadine saat ini. Keberhasilannya tentu belum bisa kita prediksi tetapi ga da salahnya mencoba.


Stan kembali memegang bahuku agar menghadap padanya, "Kamu boleh pura pura lupa sama aku dulu, tapi inget jangan sekali kali pura pura bahagia saat bersamaku, dan pura pura mencintaiku. Kira sudah sepakat mulai dari awal, artinya kita kembali bentuk komunikasi kita yang baru dengan cara yang baru. Katakan semua yang menjadi keinginan dan harapanmu padaku, katakan apa yang tidak kamu sukai dan kamu benci daripadaku."


Akupun mengkaitkan kelingkingku di jari kelingking yang Stan ulurkan, "Kamu juga harus janji jangan sembunyiin apapun dariku Stan, bagi bebanmu dan kebahagiaanmu sama aku!"


Yah....... dulu kami hanya memikirkan bagaimana membuat masing masing bahagia, kami lupa bahwa hidup bukan hanya tentang bahagia tapi ada juga tantangan bahkan kesedihan yang harus dilalui.


Maka Episode yang baru ini, ingin kami lukis dengan kejujuran hati, agar kisah kami lebih berwarna. Saat sedih katakan sedih, saat bahagia katakan bahagia, saat membutuhkan carilah dia, saat mengharapkan maka ungkapkanlah.


#


#


#


#


"Kalau kita saling percaya maka perjanjian dua hal saja cukup. Sebaliknya, kalau kita berdua tidak saling percaya perjanjian tertulis setebal buku pun tidak akan menolong"


(** Habibie)


******To Be Continue******

__ADS_1


Halooo readers, mohon dukungannya buat Author ya. Likenya, sarannya, kritiknya karena semua masukan dan like dari kalian sangat berharga buat Author, sebagai penyemangat dalam menulis. Terima kasih🙏😘


__ADS_2