Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 56


__ADS_3

*Stanley POV*


"Papa berniat sembunyiin ini dari kami sampai kapan pa? Kalau ternyata Stan ga cinta sama Gaby apakah kalian tetap diam pa? Bahkan kami pernah terpisah hampir 4tahun lamanya."


"Tentu tidak Stan, papa Dan papimu selalu berkomunikasi bertukar kabar Dan info tentang kalian bahkan di masa kecil kalian sempat beberapa kali bertemu kalau kamu ingat Stan."


"Papa Dan papimu emang berniat menceritakan disaat yang kami anggap tepat. Sampai suatu hari kamu bawa Gaby ke rumah sebagai pacar kamu, papa mama sungguh takjub akan kuasa Tuhan yang mempersatukan kalian saat itu."


"Dan kalau sampai kalian tidak bersamapun suatu saat kami pasti akan membuka ini semua. Tetapi ternyata takdir Tuhan mempersatukan kalian. Maka papa mohon sama kamu Gab untuk tidak lari dari kami."


Gaby terisak isak, "Aku ga tau harus bersikap gimana tapi jujur aku sakit hati sama semua ini, aku... aku... sakit hati sama papa."


Papa menghambur memeluk Gaby, mangucapkan maaf berulang kali, tapi dia hanya diam tak bergeming di dalam pelukan papa, pun Tak membalas memeluknya.


"Maaf, aku..... aku ke kamar dulu." katanya yang membuat papa melepaskan pelukannya. Dengan cepat Gaby berlari ke atas, pasti hatinya sudah sangat sakit hingga dia memilih pergi ke kamar.


Kami semua hanya diam memandang kepergiannya. Sekarang aku yang tinggal sendiri jadi bingung harus berkata apa.


"Pi, kenapa papi rela kasih Stan ke papa? Bukankah sebaik baiknya orang lain lebih baik seorang anak hidup dengan orang tuanya?" tanyaku memberanikan diri menyatakan isi pikiranku.


Papi berpindah duduk disebelahku, "Maafkan papi Stan, papi merasa sangat bersalah gara gara nenek mama kamu jadi depresi kehilangan Gaby nak. Tapi papi juga yakin kalo papa pasti bakal menyayangimu seperti aku menyayangi kamu jadi papi ga ragu titipin kamu ke papa mamamu."


"Lagipula jika kamu bersama papi, pasti kehidupanmu tidak terurus Stan sebab gara gara penculikan Mami, papi sibuk mencari Mami Dan Gaby kmana mana. Papi mohon maafkan kami Stan." papi menangis dipelukan, tangisnya benar benar penuh penyesalan.


Aku biarkan papi menumpahkan semua kerinduannya dalam pelukanku, begitu juga dengan mami yang menghampiri kami. Ini untuk pertama kalinya kami bertiga berpelukan sebagai sebuah keluarga yang utuh.


Jujur dalam hatiku sama sekali tidak ada kebencian Dan sakit hati sebab posisiku berbeda dengan Gaby. Akupun paham jika dia belum bisa menerima mama Papa kembali.


Setelah puas saling berpelukan, aku melepaskan diri mendekati mama Dan papa, "Terima kasih karena sudah mencintai Dan menyayangiku sejauh ini, mama Papa jangan sedih karena sikap Gaby."


"Dia ga benci sama kalian, dia hanya butuh waktu sebab apa yang Gaby alami karena pertukaran ini berbeda dengan apa yang aku alami maka tidak mudah untuk Gaby menerima semuanya."


"Stanley janji akan membawa Gaby menemui mama papa selayaknya anak bertemu orang tuanya. Aku akan berusaha meyakinkan untuk menepis sakit hatinya."


Mama dan Papa hanya mengangguk dia pasrahkan urusan Gaby kepadaku. Aku mohon diri untuk menyusul Gaby ke kamar kami.


----------------------


"Lho yank kamu mau kemana beresin baju ke dalem tas gitu?" seruku kaget melihat Gaby sedang menata beberapa pakaiannya ke dalam koper mini.


Gaby hanya diam menatapku sekilas Dan kembali melipat baju bajunya, "Yank kamu udah janji lho semua masalah bisa dibicarain, ga diem dieman gini." kataku mencoba membujuk Gaby, menarik tangannya dan mendudukannya dipangkuanku.


Pertahananya runtuh, dia menangis bersembunyi di dadaku menumpahkan segala emosinya. Tak ada sepatah katapun keluar hanya isak tangis yang terdengar. Aku mengelus punggungnya supaya merasa nyaman.


"Aku mau tinggal di apartment aja Hun, boleh ya?"


"Boleh donk yank, itu Kan aku beli emang buat kamu. Tapi aku temenin ya."


Aku tersenyum melihat Gaby mengangguk, aku bersyukur karena takdir Tuhan membuatku Dan Gaby bersama, sehingga persoalan keluarga kami tidak terlalu rumit untuk dipecahkan.


Bahkan sebenarnya semua baik baik saja tidak Ada yang berubah, hanya saja Gaby butuh waktu untuk berdamai dengan keadaan.

__ADS_1


Gaby kembali membenahi kopernya, aku hanya menatapnya menikmati setiap gerak geriknya, aku sungguh beruntung memilikinya. Perempuan cantik, baik hati Dan cerdas serta sangat penyayang, paket lengkap pokoknya hehehehehe.


"Udah siap? Yuk Kita berangkat sekarang aja ya." tangan kananku menggandengku Dan tangan kiriku menyeret koper.


-------------------------


Kedua orang tua kami menatap kaget melihat kami turun membawa koper.


"Kalian mau kemana? kok bawa koper?" kata papa heran menatap kami bergantian.


"Tenang aja pah, kami akan tinggal di apartment yah itung itung pemanasan sebelum nikah pah." kataku yang langsung dihadiahi cubitan mesra dipinggangku.


Mama mendekati Gaby, "Mama boleh peluk kamu?"


Kulihat Gaby mengangguk, kemudian menyambut pelukan mama, "Gapapa kalau Gaby belum bisa terima semuanya, asal kamu inget bahwa mama Papa sangat menyayangi kamu. Kamu ga benci mama papa Kan?"


Gaby menggelengkan kepalanya, "Gaby ga benci mama kok, cuma Gaby butuh waktu buat mikirin semuanya dulu."


"Kalian jangan khawatir, kami tinggal di apartment yang Stan beli buat Gaby. Biarin Gaby tenang dulu ya, kalau kangen video call aja atau mampir ke tempat Kita juga boleh. Aku sama Gaby pamit dulu ya."


"Stan jangan macem macemin Gaby ya sampai kalian sah." peringat Mami.


"Ga macem macem mi, semacem aja juga udah jadi kok." kataku sedikit menggoda mencairkan suasana.


"Hah...... gak pokoknya ga da acara gituan sampe sah!" protes mamiku yang membuatku tambah semangat menggoda, yah ini pertama kalinya kami becanda sebagai ibu Dan anak.


Ternyata ini rasanya becanda sama Mami seperti yang Gaby sering lakuin, yah ....... sama mama aku ga pernah becandaan karena memang pembawaan beliau kalem sekali.


"Stanley........jangan becanda sama Hal Kaya gitu ya, pokoknya awas kalo sampe anak mama kamu rusak!" kali ini bukan Mami yang teriak melainkan mama.


"Oke oke aku akan ingat semua nasehat kalian. Sekarang ijinkan kami berangkat ya."


Aku menyudahi acra becandaku tadi dengan pelukan ke setiap orang tua, begitu juga Gaby walau masih Ada rasa enggan tapi Mau berpamitan pada mereka semua.


Di dalam Mobil.................


Melihat Gaby yang masih bad mood aku segera memasang lagu favouritenya.


***Pernah aku jatuh hati


Padamu sepenuh hati


Hidup pun akan kuberi


Apapun kan ku lalui


Tapi tak pernah ku bermimpi


Kau tinggalkan aku pergi


Tanpa tahu rasa ini

__ADS_1


Ingin rasa ku membenci


Tiba tiba kamu datang


Saat kau telah dengan dia


Semakin hancur hatiku


Jangan datang lagi cinta


Bagaimana aku bisa lupa


Padahal kau tahu keadaannya


Kau bukanlah untukku


Jangan lagi rindu cinta


Ku tak mau ada yang terluka


Bahagiakan dia aku tak apa


Biar aku yang pura pura lupa


Ohhh ohhhhh ohhhh***


"Yank....... kok diem kenapa? Bad Mood atau aku Ada salah? Please ngambeknya jangan lama lama yank, aku ga kuat." rayuku membuat Gaby menyunggingkan senyum.


Aku mencubit pipinya gemas, "Nah gitu Kan Cantik yank."


"Stan, kamu happy banget ya bisa becandaan gitu sama Mami, aku masih aneh aja kalo sekarang ternyata Mami adalah Mami kami Dan mama adalah mamaku. Aku ga benci Stan tapi msih Ada rasanya aneh." akhirnya keluar juga unek uneknya.


Aku menggenggam jemarinya, "Udah Kita jalanin aja smua kaya biasa, oke?"


"Good girl." kataku sambil mengacak gemas rambutnya.


----------------------


Kecewa adalah merasa tidak senang karena seseorang atau sesuatu tak sesuai dengan harapan atau ekspektasi, atau karena sesuatu yang tak terjadi.


Rasa kecewa bisa saja muncul saat kamu berhubungan dengan orang lain, termasuk dengan orang terdekatmu sekalipun.


Terkadang, rasa itu juga muncul karena ketidakpuasanmu terhadap diri sendiri dan kehidupanmu.


Rasa kecewa juga kadang berujung dengan sakit hati. Maka semua tergantung dengan pilihan Kita apakah mau bertahan dalam kekecewaan Dan sakit hati atau memilih melupakan Dan bahagia.


Readers milih Mana nih??? Kalau Author tentu saja milih membuang sakit hati, hidup udah sulit bahagia buat apa Kita pilih sakit hati eeeeaaaa hehehehe...........


Cuz ya kalau pengen bikin author bahagia gampang banget lho readers cukup baca karyanya, tinggalkan jejak like, vote and comment ya readers..........


Seperti biasa yang udah setia aku ucapkan terima kasih ya😘🙏

__ADS_1


__ADS_2