Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 16


__ADS_3

******Villa Utama******


Brandon dan Clara mengadakan lunch time bersama keluarga dan bridesmaids groomsmen serta pengisi acara sebagai ucapan terima kasih sekaligus pembubaran, karena besok semua akan bubar kecuali kami sbagai keluarga inti.


Brandon & Clara :


Selamat siang mami papi dan para sahabatku sekalian, kami berdua mengucapkan terima kasih atas bantuan kalian semua, dengan campur tangan Tuhan dan ketulusan dari kalian maka acara kami berdua dapat berlangsung dengan lancar.


Semoga persahabatan kita semua tetap erat dan dapat makin erat. Di masa depan jika diantara kalian membutuhkan kami, ga usah sungkan langsung telpon aja, sepanjang kami bisa bantu pasti kami turun tangan membantu.


Buat next couple Alex dan Chika sukses persiapan kalian dan semoga dilancarkan sampai hari H. Akhir kata, mari kita menikmati hidangan siang hari ini. Terima kasih.


Semua orang kemudian sibuk mencicipi berbagai hidangan yang disiapkan, semuanya tampak lezat karena olahan seafood memang selalu the best hehehehee.


"Halo Alva, apa kabar kamu?" sapa mami G ke Alva.


"Halo tante, kabar baik. Tante sendiri apa kabar, sehat-sehat kan?" balas Alva yang sedikit canggung.


"Sehat donk. Kamu cari Gaby tuh di pojokan lagi bakar seafood, ke sana aja samperin." tunjuk mami G merasa kasihan melihat kecanggungan Alva.


Alvapun segera pamit dan menghampiri Gaby ke tempat yang tadi ditunjuk maminya.


********************


"Hei, kamu to bikin kaget aja. Kamu mau cobain cumi bakar? Favourite kamu kan Alv?" kataku sambil menaruh cumi bakar kepiring dan menyuruh Alva makan.


Alva yang mendapat perlakuan sangat baik jadi nyeri hati sendiri dan mendadak bisu tak dapat berkata-kata. Dia memakan cumi yang diberikan Gaby dalam diam. Dikejauhan Dicta yang melihat Alva bersama Gaby langsung menarik Sammy untuk mendekati mereka, supaya dapat menetralisir kecanggungan diantara mereka.

__ADS_1


"Ya Tuhan, gimana bisa si gue nyakitin cewek sebaik ini." runtuk Alva dalam hati menyesali dirinya sendiri.


"Gab, mau dunk lobster bakarnya 1, cuminya 1, salmon 2 ya. Pakein bumbu brown sauce mushroom aja." pinta Dicta sambil mengulurkan piringnya.


"Busyet bu, lu kate gue warungan. Itu ambil sendiri yang udah matengan sebelah kiri, sausnya ada di sebelahnya tu yg mangkok kecil kecil." terangku sambil tertawa menanggapi gaya Dicta yang serasa diwarung aja main tunjuk menu.


"Udah lu istirahat aja Gab, makan sono biar gue yang gantiin bakar seafoodnya!" perintah Sammy yang langsung mengambil alih bakaran.


Aku pun menurut dan mengambil makanan yang kusuka, lalu mulai makan, aku pilih duduk di sebelah Alva yang entah kenapa cuma bisa senyum tanpa ngomong sepatah katapun.


"Alv, kamu cobain deh salmon sama lobsternya enak lho." Aku kembali mengambilkan lobster dan salmon untuk Alva.


"Thanks yank eh sorry Gab. Maaf ya aku belum terbiasa." Alva tersenyum kecut, merasa serba salah dan mungkin takut kalau aku benci sama dia.


Hahaha Aku tertawa, "Gapapa lagi Alv, santai aku mah. Lama-lama juga kamu bakal kebiasa panggil namaku."


"Dict, kenapa yang kesini cuma kita ber4 ya, emang pada ga tau dsini ada seafood bakarnya?" tanyaku sedikit penasaran sebab sudah cukup lama disini tapi hanya ada kami ber4 yang menikmati bakar bakaran.


"Kayaknya abis lunch kan mereka pada mau langsung bandara Gab, jadi males kali klo bakar bakaran bau asep ntar." timpal Dicta dengan analisanya.


"Kamu juga langsung balik Alv? Bareng mereka atau Flight malem?" tanya Sammy pada Alva yang terlihat gelagapan karena lagi asyik melamun.


"Hah eh gimana? oh iya aku bareng mereka Sam. Kalian lanjut ya sampe brapa lama?"


"Gue si ngikut tuan Putri aje mau pulang kapan nurutlah hahaha. Kalau cuti mah seminggu si secara gue hampir ga pernah ambil cuti slama 3th terakhir." jawaban Sammy membuat Dicta langsung blushing wakakaka.


"Idih preman jadi tuan Putri sekarang yak, tu pipi kenapa neng Dicta merah merona bgitu?"

__ADS_1


Tak pelak ledekanku membuat Dicta makin merona dan reflek memukuli lenganku gemas, membuat kami tertawa melihatnya.


"Hai kalian disini rupanya. Gab nih makan salad enak deh." Stanley datang menghampiri kami dam memberiku seporsi salad.


"Thanks Stan, ni kamu cobain bakaran seafoodnya enak lho." aku balas memberinya piring berisi bakaran lobster salmon dan cumi.


( Alva mendadak panas hati, kesal melihat kedatangan Stanley. Dengan menahan emosi dia memilih pergi bergabung dengan teman yang lain. )


"Thanks ya yank eh Gab, aku pamit kesana dulu ya, takut ditinggal sama mereka. See u. Bye semua, gue pergi dulu ya." pamitnya sambil bergegas pergi diiringi dengan koor Bye bye dari Dicta dan Sammy.


"Lu ngapain si Stan kesini, kasian tu alva kayaknya nahan panas banget tu, mukanya ampe merah." celetuk Dicta sambil tertawa.


"Yeee, gue mah ga maksud Dict, beneran cm mau bawain Gaby salad ama nyicip bakaran. Ya maap kalo dia jadi panas hatii hehehe."


"Gab coba deh lu sikapnya jangan manis manis gitu kali ke Alva, ntar dia susah move on lho kasian tau." ujar Sammy dengan polosnya.


"Set dah, lu tu musuh apa temen si Sam? Gue tu ga bersikap manis sibuat buat emang gue bgini kali. Lagian gue pikir juga masa gue kudu ngamuk atau ngusir gitu tiap dia di deket gue. Kalo masalah move on ya gue juga susah kali Sam secara 3tahun dia nemenin gue lho dan pada dasarnya dia juga ga pernah jahatin gue. Tapi gue dah pilih pisah jadi gue kudu bisa tahan emosi juga, gimanapun namanya baru pisah pasti beratlah Sam buat bersikap kaya biasa. Tapi skali lagi buat apa kita bersikap jahat atau musuhan kan, ga guna, ga akan ngerubah apapun." jawabku panjang lebar yang menandakan kalo aku kesal.


"Gab woiiii, satu lagi ini kumbang panas hati, denger penjelasan lu, jujur banget si ah." tunjuk Dicta ke Stanley yang ternyata merasa cemburu dengan ulasan tentang suasana hatiku tadi.


Serentak aku dan Sammy pun mengarahkan pandangan pada Stanley, "Gak kok aku gapapa, wajar kok kalo kamu belum bisa move on Gab."


Hahaha akupun tersenyum lega mendengar jawaban Stanley. Ya kalau memang Stanley masih memiliki rasa cemburu artinya dia masih peduli denganku hehehehe.


Lunch time pun akhirnya berakhir, dan beberapa teman serta kerabat yang memang memiliki jadwal pulang hari ini, langsung bergegas menuju bandara untuk kembali ke kota tujuan masing-masing. Sedangkan keluarga inti kami masih tinggal sampe 3 hari kedepan.


******To Be Continue******

__ADS_1


__ADS_2