Pura Pura Lupa

Pura Pura Lupa
Bab 61


__ADS_3

"Hon, benarkah kita akan menikah 3 minggu kedepan? Emang bisa?"


"Bisa kok walau semua dilakukan dengan sederhana yang penting kan sah. Berkas berkas semua sudah diurus baik untuk capil maupun gereja."


"Gapapa ya yank, daripada nunda nunda, Aku yang takut sendiri ga bisa nahan hehehe. Mau kan yank jadi isteriku?" tanyanya tanpa sedikitpun romantisme.


Wakakakaka sadar Gab ga usah ngarep hal hal romantis bakal Stan lakuin, gumamku sambil tertawa. Aku sendiri juga bukan yang romantis jadi ga terlalu masalahin.


"Kok ketawa si yank? Karena ga romantis ya? Hehehe maaf ya." katanya sambil memelukku.


Kurebahkan kepalaku di dadanya, mendengarkan degub jantungnya, aku ga tau akan Ada kisah apa lagi di episode mendatang dalam hidupku, tapi setidaknya aku tenang karena mendapat 50% jaminan kebahagiaan sebab dapat minikmati hidup dengan pria yang amat aku cintai.


Kenapa 50% ya karena jalan hidup memang Misteri Illahi jadi aku cuma bisa brani prediksi setengahnya aja hehehe Dan setengah lagi biar usaha Dan doa kami yang melengkapi.


"Yank kalau abis nikah aku boleh tetep Dinas ga?"


"Boleh asal tetap di Zein Hospital biar Aku ga gelisah Karena Ada Sammy. Dan kayaknya Dicta juga mau ditarik ke Zein karena Sam sudah mulai terjun ke management Rumah Sakitnya jadi bakal jarang dinas."


"Dan alasan utamanya adalah Karena kamu seorang Zein hehehe." aku memberengut mendengarnya seperti Stan sedang meledekku.


"Hon, status asli Kita bisa tetep diaembunyikan to? Aku takut kalau peesaingan di Zein bakal mengundang bahaya buat keluarga kita. Pasti adik adik papa ga terima sebab papa bisa dibilang memanipulasi kan?"


"Besok kan mereka semua main kesini bahas pernikahan nanti sekalian bahas masalah ini. Sekarang tidur yuk, besok kamu Dinas pagi kan?" ajaknya sambil mengajakku ke kamar.


---------------------------


"Ntar jangan lupa kabarin kalo udah selesai dinas ya yank. Semangat ya!" kata Stanley sambil mengecup bibir Dan dahiku saat mengantarku sampe depan IGD.


"Ciyeeeee ........ ternyata kamu pacaran sama salah satu pewaris Zein juga ya Gab. Udah ga usah malu malu gitu mukanya." entah dari mana datangnya tiba tiba saja Ellen sudah dihadapanku dan menggoda.


"Ngledek nih mentang mentang udah ditembak ya sama dokter Indra. Gimana udah ketemu antar keluarga?" tanyaku balas meledek, Karena memang minggu Lalu mereka mengadakan acara lamaran .


"Deuh kalo ga lagi gini pengen peluk cium kamu Gab, makasih ya udah bikin Indra sadar sama perasaannya. Aku ga akan menghalangi rasa sayang dia ke kamu Gab karena buat dia kamu heronya, lagian aku percaya kok kamu paham batasannya."

__ADS_1


Aku tertawa senang sambil mengacungkan jempolku, "Dia udah aku anggep kakak Len jadi selamanya gitu, Dan Indra orang yang pegang teguh komitmen, so kamu tenang aja."


"Dan Ada kabar bahagia dari aku Len, ini spesial ya kamu orang yang pertama aku kasih tau. Tiga minggu kedepan Aku sama Stanley akan menikah." ujarku yang langsung disambut tepuk tangan Ellen.


"Congratulations my dear, glad to hear that."


Senyum sumringah kuberikan padanya, lalu kamipun bergegas ke ruangan masing masing.


Tring......


Honey :


Udah sampe belum di ruanganmu yank?


My Love :


Udah donk Hon, dari pintu masuk ke ruanganku kan deket gitu 😁


Honey :


My Love :


Deuh pacar Aku ini chessynya, belajar dimana si? Pasti kamu ikut ikutan aku baca noveltoon ya jadi ketularan terpapar virus romantisme🤣


Honey :


Iya nih sengaja aku belajar romantis biar bisa bahagiain kamu ga kaku lagi Kaya kanebo kering 😁


Huahahahahaha sungguh aku Tak dapat menahan ketawaku, segitu niatnya Stanley belajar romantis.


My Love :


Ya udah sana kamu yang rajin belajarnya, Aku dinas dulu, nanti abis dinas kamu bisa praktekin ilmu yang kamu pelajarin. bye 😘😘

__ADS_1


Tak menunggu lama sejak kedatanganku ternyata pasien berdatangan, kami dokter Dan para perawat serta tenaga media lain bahu membahu menangani pasien yang membludak, dengan terpaksa Aku skip lunch karena Ada korban kecelakaan beruntun yang sangat menyita perhatian kami.


"Dok bed 8 dok kesadaran menurun." teriak seorang perawat membuatku bergegas menghampiri.


Layar monitor menampakkan garis datar tanda pasien tidak tertolong, aku berusaha 3x dengan Defibrillator tapi sia sia pasien kehilangan nyawanya.


Aku langsung membacakan jam kematian dan alasan kematian agar dapat ditulis di status pasien. Kuhampiri keluarga pasien Dan mengucapkan bela sungkawa.


------------------------


* Nadine POV *


Rasanya aku sudah baik baik saja, aku memutuskan keluar kamar karena merasa lapar Dan bosan. Kubuka kulkas dan kucari sesuatu yang dapat kumakan.


Sambil makan cake yang kutemukan di kulkas, aku mencari keberadaan Alva, kakiku melangkah ke pintu kamarnya. Samar Samar kudengar suara obrolan yang kemungkinan adalah Alva Dan Alex. Kutempelkan telingaku dipintu kamar Alva ketika terdengar namaku disebut.


"Gue mau tes DNA janin di perut Nadine Lex. Usia kandungannya udah cukup. Kalau emang terbukti anak gue, pasti gue akan tanggung jawab tapi kalau bukan ya maaf, gue ga mau Ada hubungan apapun lagi sama dia." ujar Alva.


Ternyata Alva memang benar benar tidak percaya ini anak dia, aku juga ga yakin sebenarnya ini anak siapa, keluhku dalam hati. Aku memang mengaku kalau hanya berhubungan dengannya tapi pada kenyataannya aku jg main dengan cowok lain.


Aaarrrrgggghhhhh...... runtukku dalam hati, kenapa si aku ga bisa tahan sama urusan syahwat gini. Gimana kalau ini bukan anak Alva, aku ga bermaksud bohong hanya saja dia yang Paling sering bermain denganku.


"Gue tau Nadine bohong dia ga cuma tidur sama gue Lex, dia tu cewek hyper, bahkan Rizal gitaris gue aja pernah tidurin dia. Bisa lu bayangin kan kenapa gue ga mau nikahin dia."


Hah..... ternyata Alva tahu sepak terjangku. Hiks hiks hiks....... aku mencintai Alva dan berpikir bersama dia aku bisa brenti dari semua kelakuan burukku. Aku pikir Alva juga mau menerimaku apa adanya bukan hanya menerima tubuhku. Nyatanya aku salah, dia juga sama dengan yang lain tidak bisa menerima "kurangnya" aku padahal dia juga menikmatiku.


Aku bergegas pergi dari depan kamar Alva masuk ke kamar yang Aku tempati, Aku akan menjalani tes DNA itu Dan menerima semua yang jadi keputusannya. Semua salahku sendiri yang terlalu obral sama cowok cowok. Nasi sudah menjadi bubur tak mungkin balik jadi nasi, aku terlanjur hamil Dan ga mungkin gugurin anak ini. Aku hanya berharap anak ini adalah anak Alva.


--------------------------------


Sorry readers kemarin Ada kesalahan teknis jadi cerita yang terupload kepotong.


Aku udah perbaiki ya, semoga readers semua mau tinggalin jejak, like vote and comments ya. Terima Kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2